
Didalam ruang rawat Zia.
"Kenapa pa? Kenapa Zia bisa lupa?" tanya Zean berbisik.
"Zia amnesia sementara, dia hanya bisa mengingat ingat hal yang paling berdekatan dengannya" jawab Zeco.
"Dia ingat sama kita, tapi tidak ingat dengan Febby dan temannya yang lain. Mereka pasti kecewa." ujar Lee.
"Mau bagaimana lagi?" tanya Zeco.
"Ada apa?" tanya Zia.
"Hah? Tidak, bukan apa apa" jawab Zeco.
"Bang Zean udah jadi bapak bapak ya?" tanya Zia.
"Ini antara ngejek sama nanya, abang timpuk juga ntar kamu dek" sahut Zean. 'ini ngapa kamu kamu sih? geli gue jadinya?' tanya Zai dalam hati.
"Zia tanya bang bukan ngejek. Siapa namanya? Cewek atau cowok?" tanya Zia lagi.
"Hai aunty, aku Zafran." ujar Febby menirukan suara anak bayi.
"Hai Zafran, kamu ganteng banget sih." balas Zia.
"Makasih aunty" balas Febby.
"Kok gak mirip sama abang?" tanya Zia.
"Busett dah, mirip gini. Copy paste abang itu" balas Zean.
"Terserah dehh" kata Zia.
"Baru bangun udah ngeselin aja lu ya?!" tanya Zean.
"Halah, belum bangun aja bilangnya 'Dek kamu kapan bangun?' bla bla bla" cibir Febby. Semua tertawa melihatnya, Zafran pun ikut cengengesan, seolah mengerti guyonan mamanya.
"Anggap aja khilaf" balas Zean.
"Halah pret" cibir Febby lagi, mereka pun tertawa lagi.
"Lo lapar gak kak? Zai pesenin makanan favorit kakak ya" tawar Zai.
"Nggak usah, Zia gak lapar" balas Zia,l tersenyum, gak lama kemudian teman Zia yang tadi masuk, bersamaan dengan Bian dan papa mamanya.
"Zia," panggil Bian langsung memeluk Zia.
"Kenapa pada peluk Zia sih?" tanya Zia.
"Ja-jangan peluk saya, saya gak kenal sama kamu." suruh Zia. Mahen, Lita dan Bian pun kebingungan.
"Lo gak ingat gue? Gue calon suami Lo" kata Bian.
"Lah emang masih?" tanya Tania asal. Mereka mengabaikan Tania.
"Calon suami?" tanya Zia
"Pa? Zia nikah sama dia?" tanya Zia.
"Iya, kamu bakal nikah sama dia" jawab Zeco.
"Zia kenapa bisa lupa gini?" bisik Mahen.
"Karena cedera otaknya, dia amnesia sementara. Dia cuma bisa ingat sama keluarganya" jawab Zeco berbisik juga.
__ADS_1
"Tunggu aja waktu yang tepat, lambat laun ingatan Zia bakal balik" bisik Zeco lagi.
"Lo.. emang gak kenal sama gue atau pura pura gak kenal?" tanya Bian.
"Saya tidak kenal kamu dan mereka" menunjuk ke teman temannya.
"Pa? Om?" tanya Bian saat melihat kebelakang.
"Ya sudah, kamu kenalan dulu. Ini om Mahen, calon mertua kamu, dan ini istrinya tante Lita. Ini Bian calon suami kamu" jelas Zeco.
"Nah kalau ini, teman teman kamu. Ini Ivan temen masa kecil kamu. Ini Samuel, Jimmy Dimas, Tania, Alya, Qiara, sama Ica" kata Zeco lagi.
"Eddah, papa kok tau semua namanya?" tanya Zai bingung.
"Lah iya?" tanya Zeco.
"Hai Zia? Apa.. kabar?" tanya Ica.
"Saya baik baik aja," jawab Zia tersenyum.
"Pengen nangis gue kalau gini" bisik Tania.
"Sabar sayang, kita harus tunggu ini" bisik Dimas menenangkan sambil merangkul Tania.
"Temen temen kamu juga udah mau nikah Zi." sambung Zeco.
"Benarkah?" tanya Zia.
"Samuel sudah menikah dengan Qiara, Ivan dan Ica mereka masih bertunangan sama seperti Dimas dan Tania. Kalau Jimmy sama Alya, mereka persiapan nikah setelah lebaran" lanjut Zeco.
"Kapan?" tanya Zia.
"Gak lama lagi, Lo jangan lupa datang ya" sahut Alya.
"Iya, saya pasti datang," balas Zia sambil tersenyum.
"Besok" sahut dokter.
"Gila ini dokter apa setan? Ngapa tiba tiba muncul?" tanya Zai. Mereka tertawa.
"Besok nona Zia baru bisa pulang." kata dokter itu.
"Dia siapa pa? Dia temen Zia juga atau dia Jin?" tanya Zia.
"Dia dokter yang ngerawat Lo Zia" jawab Zai. Zia hanya membalas dengan huruf O.
"Baru kali ini saya dikatai jin" gumam si dokter.
"Salah dokter sendiri yang muncul tiba tiba" balas Qiara yang mendengarnya.
"Zia kenapa sih? Kok bisa disini?" tanya Zia.
"Emmm.. bukan apa apa kok" jawab dokternya.
"Saya pergi dulu ya," pamit dokternya setelah memeriksa.
"Lo bener gak tau siapa gue?" tanya Bian lagi. Bukan jawaban yang didapat tapi pesan singkat dari Luis.
✉️: Luis; Jangan dipaksa as*, Lo mau buat Zia tambah sakit?
Dia melihat ke arah Luis dan temannya Zia, mereka semua —teman teman Zia— menatap sinis ke arah Bian.
"Emm.. yaudah kalau gak ingat gak apa apa" kata Bian. Mereka pun kembali seperti semula.
__ADS_1
…_…_…_…_…_…_…_…_…_…_…_…
Keesokan harinya, Zia pulang kerumahnya. Karena Zafran rewel, Febby tidak ikut. Dia membuat kue favorit Zia dirumah sambil menunggu Zia datang. Gak lama kemudian Zia datang bersama Zeco dan Bian.
"Udah sampai?" tanya Febby.
"Iya kak" jawab Zia.
"Nama kakak siapa Zia lupa?" tanya Zia.
"Febby Zia, kak Febby" jawab Zeco.
"Ooh iya"
"Kakak buatin kue kesukaan kamu nih" ujar Febby memberi kuenya. Zia mengambil kuenya dan memakannya.
"Zia suka, ini enak" katanya.
"Baguslah kalau kamu suka" jawab Febby sambil tersenyum walaupun didalam lubuk hatinya masih merasakan kekecewaan.
"Bersabar, ini gak akan lama" bisik Zean menyemangati Febby sambil merangkulnya.
"Zia, kamu istirahat sana" suruh Grossmutternya.
"Iya grossma, Zia ke atas dulu ya semua" pamit Zia sambil tersenyum lalu naik ke kamarnya, dia dibantu oleh asisten rumah tangga.
Sesudah Zia naik, seluruh keluarga pun meeting di ruang keluarga.
"Jadi gimana cara mulihin ingatan Zia?" tanya Lee.
"Iya gimana? Zia memang kenal sama Zean, tapi Zean bisa rasain sakitnya mereka yang terlupakan" tanya Zean ikutan.
"Endingnya rada kebucinan gitu ya bang?" tanya Zai.
"Hah?" tanya Zean.
"Nggak bang nggak" jawab Zai.
"Yang lain serius kalian malah bercanda" sahut Febby.
"Maaf kakak ipar," balas Zai. Papa, mama dan yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Jadi gimana?" tanya Lionard.
"Kita tunggu waktunya aja pa, lambat laun dia pasti ingat semuanya" jawab Zeco.
"Kita gak bisa paksain, kita cuma bisa tunjukkin kasih sayang yang kita punya untuk dia. Kita juga harus kasih hal hal yang dulu sering kita lakukan ke dia. Sekalian bantuin Zia untuk ingat teman temannya. Zeco juga sakit hati sebenarnya, mereka yang selalu ada disamping Zia selama dua tahun, malah terlupakan" lanjut Zeco.
"Itu bukan sebuah ketersengajaan Ze" sahut Lionard.
"Tapi sama saja pa." jawab Zeco.
"Sudah tenanglah. Luis, hubungi teman mu. Jika tidak sibuk, ajak Zia ketempat kalian sering bersama." suruh Lee.
"Iya pa" jawab Luis. Setelah selesai meeting mereka pun kembali ke kamar masing masing.
________________________________
Holla readers!!!
***Author mau tanya nih, gimana sih cara nampol orang** online*??
Yang tau jawabannya komen ya 😂
__ADS_1
See you next chapter 🤩
________________________________