
"Gak nyangka gue punya temen sebarbar ini" kata Tania.
"Badgirl nih harusnya" kata Jimmy
"Gue udah tobat." kata Zia menatap tajam ke Jimmy
"Ceritain dong tentang tiga kali pindah." pinta Qiara.
"Ogah. Ntar gue plesbek. Banyak yang nyakitin hati." sambung Zia.
"Plisss" pinta Alya juga.
"Bu Lesta mana ini, ngapa kagak masuk masuk dah!?" Tanya Zia.
"Bu Lesta pulang, lagi gak enak badan. Udah lu ceritain aja, gue juga penasaran" sahut jo
"Hmm.. nostalgia jadinya. Di SMA pertama, gue punya banyak temen tapi gue cuman dimanfaatin sama mereka semua. Di depan mereka baik banget, dibelakang ternyata beda. Gue pindah karena kasus kasus gue yang gue bilang tadi. Kalau di SMA kedua gue, gue itu dingin banget orangnya, kalem, gue juga gak punya temen. Gue males temenan sakit hati ujungnya, segala manusianya juga sering banget buat ngeganggu gue, pernah ada cowok yang gangguin gue, berkali kali ganggu gue, gue laporin ke guru, gurunya pilih kasih karena dia anak pemilik disekolah itu. Dia masih ganggu gue terus menerus. Dia pernah megang tangan gue, gue tendang anaknya. Yang lain ngelapor, gue dihukum habis habisan sama guru BK, padahal gue udh bilang bukan gue yang salah. Gue kembali jadi badgirl buat dikeluarkan dari sekolah itu. Akhirnya gue di d.o dari sekolah itu. Ini lah sekolah terakhir gue. Gue maunya tamat disini. Gue suka disini, gue ketemu kalian yang baik sama gue, gue ketemu temen masa kecil gue, gue punya temen sekocak kalian. Intinya gue seneng banget disekolah ini" jelas Zia.
"Yah terharu jadinya." kata Tania.
"Pengen nabok deh jadinya." Sahut Alya.
"Lo gak dimarahin bokap nyokap zi pindah mulu?" tanya Joshua.
"Kagak, gue di d.o bray, yakali gue gak pindah sekolah. Bokap nyokap gue juga tau kelakuan gue disekolah lama"
"Hah kok bisa?" tanya Jimmy
"Bokap gue ngirim bodyguard yang sebaya sama gue, jadi apapun kelakuan gue pasti dia tau" jawab Zia
"Disekolah ini siapa bodyguard Lo?" tanya ara
"Zai" jawab Zia.
Bel pun berbunyi lagi. Pak botak masuk ke kelas mereka bersama seorang pria.
__ADS_1
"Anak anak.. ini guru baru kalian pengganti sementara Bu Lesta."
"Bu Lesta kemana pak?" tanya Joshua.
"Bu Lesta sedang sakit dan tidak bisa masuk dalam jangka waktu yang lumayan lama."
"Bapak tinggal dulu ya, Zia, nanti keruangan saya setelah jam ini berakhir." suruh pak botak.
"Hai anak anak. Nama saya Royerd Otesi. Selama di jam saya. Gak ada yang main hp. Ulangan diadakan setiap sebulan sekali. Ditiap Minggu bakalan ada kuis." Jelas pak Roy
"****** gue punya guru kek gini kejamnya" gumam Zia pelan.
"Saya mau bikin kalian duduk berkelompok. Biar saya juga tau, nama nama kalian." pak Roy pun menyobek kertas dan menulis nomor di kertas itu. Satu persatu murid maju dan mengambil kertas. Ternyata Zia sekelompok dengan Aska, Ica dengan Ivan, Tania dengan Eza, Alya dengan Jimmy, dan Qiara dengan Sam. Mereka duduk sesuai nomor yang sudah ditentuin.
"Oh iya, tadi yang dipanggil pak botak silahkan samperin" suruh Pak Roy. Tanpa menjawab Zia berdiri dan menghampiri pak botak.
Diruangan pak botak.
"Saya minta maaf sudah menskors kamu Zia. Saya tau semuanya salah paham."
"Oke gapapa pak tenang aja, saya bukan tukang dendam kok pak. Kalau gitu saya kembali ke kelas ya pak assalamualaikum" pamit Zia lalu pergi menuju kelasnya.
"Kenapa?" tanya Qiara.
"Pak Botak minta maaf" sahut Zia
"Semua itu ulah Salsa" kata Ica.
"Gue tau. Pas hari kejadian, si salsa itu senyum sinis sama gue. Gue mah tau dia gak suka sama gue semenjak kejadian di parkiran. Yang nyelakain gue hari itu juga dia. " jelas Zia.
"Gila sih itu anak. Untung udah pergi, lu tau pas dia pergi semua anak jadi tenang banget." sahut Tania.
"Yaiyalah.. banyak emang yang berharap dia minggat, apalagi kepsek ga guna itu." jawab Zia mereka pun terkejut.
"Eh astaga.. bukan kepsek baru suer, kepsek yang lamaa." jawab Zia lagi mereka pun hanya tertawa kecil.
__ADS_1
Selang beberapa menit kemudian, bel pulang berbunyi. Mereka pun bersiap dan bergegas meninggalkan sekolah mereka. Zia mengambil hpnya dan mengechat temannya digrup barunya dengan keempat temannya.
"Kalau mau hadiah, ke ZiCF jam setengah empat!" pesan Zia. Kemudian Zia menunggu abangnya menjemput, sudah lama dia menunggu abangnya tak kunjung tiba, dia pun menelpon abangnya.
*Zean: assalamualaikum, ada yang bisa saya bantu?
Zia: waalaikumsalam jemput gue bang yaampun. Gue udh lama nunggunya.
Zean: lah gue gak tau, lu aja baru nelpon dek.
Zia: astaga, gue udah nunggu lama lo bang, ternyata gue lupa nelpon lo. Yaudah gece jemput guaa!!*
Zia pun mematikan teleponnya. Dia menunggu lagi dan lagi. Tiba tiba Aska datang dan mencul didepannya.
"Setan.. buat kaget aja lo!" kata Zia.
"Kok lu belom balek? Sama gue aja kuy." ajak Aska.
"Nunggu abang gue, ogah. Lo ngapa baru pulang?" tanya Zia.
"Eh iya, gue ngapain ya?" tanya Aska.
"Lo perlu ke RSJ askaaaaa" teriak Zia, Aska pun berlari menuju mobilnya. Sampai didepan Zia dia berhenti dan keluar, membukakan pintu untuk Zia.
"Silahkan masuk tuan putri, daripada anda dicelakain lagi, mending pulang sama gue eh saya." ujar aska, Zia pun ketawa.
"Formal amat." Zia pun masuk ke mobil, diikuti Aska.
"Gue tadi latihan beladiri" kata Aska sambil melihat Zia, Zia hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf o. Tiba tiba Aska memberhentikan mobilnya. Zia pun bertanya tanya.
"Kenapa mogok?" tanya Zia, Aska pun mendekat kearah Zia, mengambil seat belt Zia dan memakaikannya pada Zia, Zia hanya melihat Aska.
"Liatin mulu sepuas lo. Gue tau gue ganteng" ujar Aska memacah suasana, Zia pun tersadar dan menyentil jidat Aska.
"Sakitttt.. gue pasangin karena untuk kesehatan lo mandaaa" protes Aska.
__ADS_1
"Gue tauuuuu askaaaaa.. udah cepetan anterin guee. Gue laper pengen tidur." ujar Zia ngawur.
"Leh gobl*k orang laper makan dia tidur, ajaib emang" sindir Aska sambil menjalankan mobilnya.