
Zia POV
Pagi yang cerah, gue udah bangun dari tidur yang nyenyak. Tetapi gue masih mau tiduran sampai ada alarm alami yang bangunin. Gue buka hp dan melihat semua urusan yang gue urus belakangan ini.
Dua bulan setelah kejadian kemarin. Kantor papa kembali berjalan lancar. Dan program yang datanya pernah dicuri si penghianat itu sekarang menjadi aplikasi terpopuler. Perusahaan papa sekarang menjadi perusahaan IT nomor 1 terbaik se Indonesia. Bahkan sekarang, papa gue jadi orang terkaya se Indonesia. Beberapa perusahaan yang dibangunnya semakin sukses dan berkembang pesat. Gue juga gak nyangka. Gue bisa bantu karyawan papa membuat semuanya. Tentang mobil itu? Mereka tgak bisa menyelesaikannya. Jadi gak ada yang mendapatkan mobil itu. Sekarang gue bisa mantau semua kerjaan dari smartphone dan laptop gue. Jadinya enak bisa rebahan doang tapi dapat duit.
Karena gue bosen gue berhenti mainin hp, gue jalan dan ngelihat foto kenangan saat malam Prom Night dan saat berlibur. Pandangan gue terhenti sama satu orang. Aska? Dimana ya dia sekarang gue rindu sama kejahilan dia. Gue tersenyum senyum saat mengingat pertemuan pertama gue sama dia.
Author POV.
Seketika Zia berhenti mengingat semuanya karena alarm alaminya telah tiba.
Tok tok tok
"Zia..."
Tok tok tok
"Ziaa.. bangun woi!"
Tok tok tok
"Ziaaaa banguuu..—" teriakan Zai berhenti saat melihat Zia keluar dari kamarnya dengan muka bantalnya.
"Berisikkk monyett, gue mau tiduurrr masih ngantuk" jawab Zia berpura pura dengan mata tertutup.
"Iss, cepetann bangun kakkk!" suruh Zia.
"Iyaaaa Zaii" jawab Zia kesal.
"Cepetann! Semua nunggu dibawah. Cepet"
"Iya Zai iya iyaaa!" sahut Zia sambil menutup pintunya.
"Untung gak kejedut gue, emang kakak laknat" ujar Zai lalu turun menuju meja makan.
__________
Dimeja makan
"Morning" sapa Zia.
"Lamaa bangett!" sahut Zean.
"Lagian ngapain nungguin Zia, emang ya kalau princessnya belom datang apapun bakal hampa" sambung Zia kepdan.
"Dah lah, kumat lagi dia" kata Zai.
"Morning too sayang" ujar mama papanya.
"Udah, sekarang kita makan aja. Gak usah pake protesan" ujar papanya. Mereka pun mengikuti keinginan papanya.
"Zean sama Febby udah nemuin rumah baru, ma, pa. Yaa nggak terlalu jauh kok dari sini." Ujar Zean saat selesai makan.
"Jadi?" tanya Zia.
"Dua atau tiga hari lagi kami bakal pindah" jawab Zean
"Buju gilee, laju amattt." protes Zai.
"Ngapain pindah sih bang?" tanya Zia.
__ADS_1
"Biar gak ada yang rusuh." jawab Zean.
"Kamprett!" sahut Zia dan Zai kompak.
"Kakak ipar lo mau buka praktek dirumah baru. Lo lupa, kakak Lo kan dokter" kata Zean lagi.
"Ooooooo kagak bisa disini?" tanya mereka bersamaan lagi.
"Kan udah gue bilang, biar gak ada yang rusuh" jawab Zean, Zia hanya menatap sinis dan melanjutkan makannya dengan santai.
"Zi udah selse makann. Mau ke kamar ganti baju" pamit Zia.
"Mau kemana lo?" tanya Zean.
"Mau ke HzIn?" tanya Zeco.
"Mau ke kafe, udah lama kagak ke sana. Kemaren tuh Zia nyuruh orang buat ngedekor bagian luar kafe, untuk spot foto." jawab Zia.
"Uang dari mana Lo?" tanya Zai
"Anda lupa saya punya tabungan banyak?" tanya Zia.
"Banyak amat sikap buruk dia, narsis, sombong pantesan ngejomblo" komen Zai.
"Bedain ya adikkuuh, single itu prinsip. Jomblo itu nasib. Dan gue bukan jomblo tapi single" jawab Zia lalu menuju kamarnya.
"Sama ajaa soloo" teriak Zai.
"Tau ah gua kagakk dengeerrrr" teriak Zia. Semua orang yang melihatnya tertawa.
"Solo lagunya Blackpink kan? Artis Korea itu loh" sahut si Zean.
"Eh tau tauan dari mana Blackpink? Itu lagu sendiri membernya ege, si Jennie" kata Febby.
"Woi, beda ya. Oppanya beda, kalau mereka emang untuk semua, kalau kamu mah untuk aku doang. Gak boleh untuk semua" ujar Febby, Zean tersipu malu mendengarnya. Semua hanya tertawa melihat sikap Zean yang sok malu malu yang biasanya malu maluin.
"Om gak ngantor?" tanya Luis.
"Nggak, om mau quality time sama tante kamu" jawab Zeco.
"Quality time pret, sok sokan si papa mah" komen Zean lalu pergi.
"Suami Lo kok gitu sih kakak ipar?" tanya Zai.
"Kakak gak tau, aneh emang manusia satu itu" jawab Febby.
"Punya anak gak ada yang genah. Keluarga kita bobrok semua orangnya" protes Zeco. Semua yang mendengar hanya tertawa. Gak lama Zia keluar.
"Princess pamit dolo ya gaysss" teriak Zia.
"Ehhh salim dulu!" suruh Zeva.
"Lupa ma" jawab Zia cengengesan.
"Luis gak ikut?" tanya Zeco.
"Nggak om, Luis mau tidur lagi"
"Iya seharusnya orang diem dirumah, kalian pasti capek dua bulan belakangan bantuin papa, apa kamu gak capek Zia?" tanya Zeco.
"Zia strong papaa. Assalamualaikum" ujar Zia lalu pergi.
__ADS_1
"Barbar yang kelewatan" sahut Zean yang muncul lagi.
"Mau kemana kamu?" tanya Zeco.
"Ngantorlah pa apalagi" jawab Zean.
"ThsHz buat kamu ya! Kamu yang urus semuanya" suruh Papanya.
"Okesiappp, ntar Zean yang urus. Kalau gitu Zean pergi dulu. Assalamualaikum" kata Zean menyalimi tangan orangtuanya. Setelah itu Febby menyalimi tangannya lalu mengantarkannya ke depan.
"Hati hati ya" ujar Febby.
"Iya sayang" jawab Zean sambil tersenyum lalu membawa mobilnya menuju kantor papanya.
__________
Zia baru saja sampai dikafenya dengan motor tercintanya. Dilihatnya pekerjaan orang suruhannya cukup memuaskan. Dia sangat senang, kafenya akan semakin ramai.
"Nona Zia? Wah selamat datang" sapa kepala pelayan.
"Terimakasih mbak. Bagaimana kafe? Semua baik baik saja?" tanya Zia memasuki kafenya.
"Semua baik baik saja mbak" jawab Pelayan, Zia mengedarkan pandangannya dan melihat ada Ivan, dan Ivan melihatnya.
"Ivan?" gumam Zia,
"Mbak kembali bekerja. Semangat!" suruh Zia lalu dia menghampiri Ivan, Ica, Dimas dan Tania.
"Mimpi ini pasti mimpi, bangunin gue tolonggggg!" kata Dimas.
"Gue tabok lu ntar" ujar Zia.
"Kapan pulang?" tanya Ivan.
"2 bulan yang lalu" jawab Zia, temannya semua terkejut.
"Aska mana?" tanya Zia sambil meminum minumannya yang baru datang. Seketika temannya menegang.
"Beberapa perusahaan papa lo kena masalah bukan?" tanya Tania mengalihkan pembicaraan, Zia hanya berdehem.
"Karena itu gue pulang dadakan 2 bulan yang lalu. Dan ngurusin semuanya tanpa ngabarin kalian. Sorry" ujar Zia.
"Santuy aja," jawab mereka bersamaan.
"Udah nyoba foto didepan?" tanya Zia seketika dia lupa pertanyaannya yang sebelumnya. 'untung dia kaga nanya lagi" batin mereka.
•—•
*Zia; Hay gays!!! makasih ya yang udah mau baca cerita kebarbaran gue.
Aska; gue bakal terlupakan setelah di Amerika, beberapa episode nanti gue bakalan muncul lagi kok, jadi Lo pada tetep baca nih cerita yaa.
Samuel; tetapp stay at home ya gays. biar negara kita cepat sembuh.
Dimas; kami disini akan menghilangkan rasa gabut kalian kok.
Tania; eh besok puasakan?!
Alya; iyaa, puasa dirumah ajaa.
Ica; kalau gituu Segenap keluarga Ciwi Barbar mengucapkan—
__ADS_1
"Selamat menunaikan ibadah puasa 1441 hijriah 🙏🏼🙏🏼*"
Author minta maap ye kalau ada kesalahann 🙏🏼 tetap stay with Ciwi Barbar okee 😹 Sampai jumpaaaaa 👋🏼👋🏼