Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Filipina 2


__ADS_3

Warning!!


Jika ada kesalahan nama tempat, lokasi, ataupun typo. Author minta maaf sebesar-besarnya. 🙏🏼


____________


Pagi hari lagi.


Mereka selalu sarapan di kafe dekat hotel. Dan disitu mereka selalu ada pertemuan dengan James. Hari kedua di Filipina, sesuai schedule tempat kunjungan mereka pertama hari ini di Manila Ocean Park.


"Manila Ocean Park merupakan oceanarium dan letaknya ada di ibukota Filipina. Pengunjung yang datang kesini bisa melihat sedikitnya 14.000 biota laut dan terbagi dalam 277 spesies yang unik. Tempat unik yang ada di Manila Ocean Park dan banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah pameran ubur-ubur atau Jellies Exhibit. Tidak hanya itu saja Music Acquatica Water pun menjadi favorit bagi wisatawan. Music Acquatica Water tersebut adalah wahana air berupa kolam renang dan wahana air lainnya yang bisa kalian nikmati disini. Peraturan yang harus ditaati pengunjung adalah pengunjung tidak diperkenankan membawa foto atau handycam dikarenakan flash yang ada di kamera tersebut bisa mengganggu habitat yang ada di tempat wisata itu. " jelas James panjang lebar saat diperjalanan.


"Wah, fantastis" ujar Zia setelah sampai di Manila Ocean Park.


"Wah, siapa sih pemilik sekolah kita. Baiknya subhanallah." Puji Alya. Mereka semua menikmati pemandangan yang ada di Manila Ocean Park.


___________


Setelah dari Manila Ocean Park, James mengajak mereka menuju Air Terjun Pagsanjan, yang terletak di Pagsanjan, Laguna, Filipina.


"Air Terjun Pagsanjan, dekat Cavitini di Provinsi Laguna. Salah satu atraksi utama di kawasan ini, air terjun tiga tingkat dapat dicapai dengan sampan kano asli, atau, jika kedengarannya agak ekstrim, dimungkinkan untuk mendaki dan keluar dari Cavitini. Waktu tempuh untuk menuju Air Terjun Pagsanjan dari sini sekitar 1 jam lebih." Jelas James.


Ditengah tengah perjalanan


"Bisakah kita mampir sebentar, saya sangat lapar." keluh Jimmy.


"Eh?!" tanya Alya.


"Baiklah, kita akan mampir sebentar. Saya lupa, saat ini memang waktunya makan siang." jawab James. Mereka mampir ke restoran masakan halal. Selesai makan, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Pagsanjan. Di perjalanan Zia mendapat pesan dari Zai.


Zai; eh, pakabar kakak laknatku tercinta. Jangan lupa pulang, adikmu ini menunggu*'.


Zia yang melihat isi pesan dari Zai pun tertawa.


"Zia, kau? Sakit jiwa?" tanya Ica yang disebelahnya. Zia menunjukkan isi pesan dari Zai, Ica pun ikut tertawa. Zia memanggil panggilan video kepada Zai.


"Halo, assalamualaikum adek laknat" sapa Zia

__ADS_1


"Eh, waalaikumsalam kakak laknat" jawab Zai.


"Adek kakak gaada bedanya emang." ujar Jimmy.


"Zai itu siapa yang dibelakangmu?" tanya Zia.


"Jangan menakutiku ku mohon" jawab Zia.


"Bahasa Lo jadi aneh, Lo kenapa. Itu yang dibelakang Lo siapaa?" tanya Zia. Zai melihat kebelakang, ternyata Bian.


"Oalah..***** itu yang nganterin lo pulang kemarenn" ujar Zai.


"Hah? Siapa?"


"Pikun, dah lah nceng"


"Pengen nabok, untung kamu jauh" ujar Zia.


"Jangan keluarkan kealayanmu. Malu sama manusia manusia disitu."


"Lo mau kemana kak?" tanya Zai.


"Air terjun.. apa tadi we?" tanya Zia pada temannya.


"Pagsanjan" jawab Qiara.


"Air terjun apaan?" tanya Zai.


"Air Terjun Pegangsaan" jawab Zia, Qiara menepuk dahinya.


"Gue gak salahkan?" tanya Qiara temannya hanya menggeleng. Aska mendekat ke Zia. Dia duduk dimobil tepat dibelakang Zia. Aska menepuk jidat Zia.


"Pagsanjan bukan Pegangsaan. Asal bunyi aja." Sahut Aska.


"Nah iya itulah pokoknya" jawab Zia.


"Hi calon abang ipar?" sapa Zai, Zia dan yang lain terkejut.

__ADS_1


"Ngawur ******! Tau ah. Gue tutup nih" ujar Zia. Zai malah yang mematikan teleponnya. Zia mengechat Zai di Whatsapp.


Ziamanda; GUE GABAKAL BELIIN OLEH OLEH BUAT LO!!!!


Zaiananta; Jangan gitu dong kak, ampun deh ampun.


Ziamanda; BODOAMAT GUE GAK PERDULI.


Zaiananta; Kasihanilah adikmu ini


Zia hanya meread pesan Zai, Zai berulang kali menelpon Zia kembali dan menyepam Zia. Zia hanya berpura² marah sekarang.


"Sudah sampai" ujar James. Semuanya pun turun dari mobil.


"Selamat datang di air terjun Pagsanjan." Ujar James. Mereka menggunakan sampan kano untuk menuju air terjun tiga tingkat. Mereka bermain disitu sampai jam 2 siang menjelang sore.


"Jika sudah, kita akan lanjut menuju Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa" ujar James pada Roy


"Anak² ayok kita lanjut" ajak Roy. Mereka pun mengikuti.


"Kemana selanjutnya tuan?" tanya Ivan


"Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa. Taman nasional ini berada di Pegunungan Saint Paul, di pesisir barat pulau ini, berbatasan dengan Teluk St. Paul. Di dalam goa terdapat ornamen-ornamen pahatan alam berupa stalagtit dan stalagmit. Beraneka macam bentuk ada di sini dan terserah orang hendak menerjemahkan apa. Ada batu bulat besar sehingga dinamakan jamur. Ada juga bebatuan yang tampak mirip Bunda Maria, ada batu patah mirip lambung kapal sehingga diberi nama titanic. ada puluhan batuan yang menyerupai bentuk sesuatu benda dan inilah daya tarik dari sungai bawah tanah ini." jelas James.


"Naik apa, saya melihat di google waktu tempuhnya 25 jam" tanya Zia.


"Kita akan terbang, dari Manila menuju Kota Puerto Princesa, Filipina. Sekarang kita kembali dulu ke Manila" jawab James. Mereka hanya mengikuti tour mereka. Masalah penerbangan selama ini, mereka selalu dibayarkan, termasuk Dimas. Tetapi untuk masuk ke area itu sendiri, mereka membayar dengan uang masing².


_________________


Saat ini mereka sudah tiba di Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa.


"Kita bisa melihat dan berkeliling dengan menggunakan kapal serta menikmati semua keindahan alamnya." tawar James. Mereka pun mengikuti saran dari James. Mereka menggunakan kapal untuk melihat Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa.


"Lokasi wisata ini sempat menjadi dan masuk ke dalam tujuh keajaiban dunia pada tahun 2011" jelas James. Mereka menikmati semua pemandangan yang ada di Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa.


Beberapa jam disitu, mereka kembali ke Manila. Malam harinya mereka makan di restoran biasa, setelah itu mereka beristirahat di hotel.

__ADS_1


__ADS_2