Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Jalan sepi


__ADS_3

๐Ÿ“ž "Big home Hitler di serang tadi. Gue gak yakin siapa pelakunya, yang jelas mereka cari flashdisk proyek HzIn sama FvZ. Mereka pergi setelah Zai kasih flashdisk yang isinya cewek pake bikini di Amerika"


๐Ÿ“ž "Feeling gue gak baik, pasti ada beberapa dari mereka yang lagi di Padang buat samperin lo atau ngikutin lo. Dan gue yakin, mereka juga bakal serang lo atau Zia. Jadi sekarang, lo dimana?"


"Mampuss gue" Aska keluar dengan tergesa-gesa lalu mencari taksi online.


"Pak pak, saya aja yang bawa mobilnya boleh?" tanya Aska yang sudah terlalu panik. Pak supirnya hanya mengangguk. Mereka berpindah tempat.


Aska melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Dia yakin, orang yang dikatakan Rafael akan menyerang di tempat sepi.


Satu tangan Aska sibuk menelepon Zia dan temannya yang lain. Namun, tidak ada balasan sama sekali. Aska makin panik.


~


Setibanya dijalan yang cukup sepi, terlihat Aksa, Dimas, Ivan, Samuel, dan Jimmy sedang bertengkar dengan beberapa orang berpakaian serba hitam.


Aska memberhentikan mobilnya jauh dari tempat mereka berkelahi. Dia membayar taksi itu lalu berlari menuju mobil sambil mengendap-endap.


Setelah melihat mereka semua aman, Aska muncul dan menendang tangan preman yang mau menusuk Ivan dari belakang. Mereka terus bertengkar di jalanan sepi itu.


"Askaa" lirih Zia. Aska melihat ke Zia. Zia dan Ica ditodong pistol. Mereka lengah, mereka gak memperhatikan yang di dalam mobil. Karena kelengahan mereka, nyawa Zia dan Ica taruhannya.


Zia ditodong oleh wanita. Sedangkan Ica ditodong oleh pria. Mereka semua memakai baju serba hitam, masker dan topi.


Aska melihat mata cewek yang menodong Zia, dia teringat dengan tragedi salad buah. Zia ditodong oleh...


Salsabila.


Tiba tiba aipon Aska berbunyi.


"Halo?" tanya Aska.


๐Ÿ“ž "Gue kirimin beberapa bodyguard Asz termasuk Dandi. Jaga jaga. Lo dimana?"


"Telat" Aska mematikan teleponnya.


"Lepasin istri gue!!" bentak Ivan.


"Apa mau kalian?!" tanya Samuel. Mereka diam.


"Bisu" cibir Dimas.


Bugh..


Bugh..


Para penodong jatuh ditendang seseorang, bertepatan dengan Zia menendang perut orang dibelakangnya.


"Lu kira gue cewek lemah? Jangan lupa gue punya julukan barbar!" Zia mengambil alih pistol dan mengarahkannya pada penodong itu.


"Njib, Zia emang gila" cibir Dimas. Aska menarik Zia, lalu meletakkan Zia ke belakang tubuh Aska.


Aska juga mengambil alih pistol dari tangan Zia. "Sa, ringkus itu cewek" Aksa menghampiri wanita itu.


"Yang nendang satu lagi siapa?" tanya Samuel. Mereka melihat seorang pria yang memakai kacamata hitam.


Dia perlahan melepas kacamata hitamnya. "Bang Kris" ujar mereka bersamaan.


"Lama tak bersua" sapa Kris sambil senyum pepsodent.


"Ivan, belakang lo!!!" mereka berbalik.


Baku hantam kembali terjadi. Cewek yang diringkus Aksa terlepas.


Tiba tiba..


Liu.. Liu.. Liu.. Liu.. Liu..


Para pria serba hitam itu pergi terbirit-birit. Aska dan Ivan mengejar salah satunya. Aska mendapatkan wanita yang menodong Zia, dan Ivan mendapatkan pria yang menodong Ica.


"Ada selotip atau tali?" tanya Ivan.


"Kagak ada" jawab mereka bersamaan.


Cittttttt...

__ADS_1


Satu mobil hitam datang. Aska tanda dengan plat mobilnya, itu mobil para bodyguard Asz.


'gercep kali si rap' batin Aska.


Mereka keluar mengambil alih para perusuh ini.


"Naik apa kalian?" tanya Aska.


"Pesawat pribadi bos Aska" jawabnya. Aska mengangguk sekali.


"Dalam mobil penuh gak?"


"Nggak bos, pak Rafael hanya menyuruh saya sama dua pasukan lainnya. Disana juga ada kekacauan tadi" jawab Dandi.


"Kekacauan apa?" tanya Zia. Dandi menatap Aska. Aska menggeleng sedikit.


"Udah, ayok balik" ajak Aska.


"Bos ini?"


"Masukkan ke mobil kalian, ikut ke villa" jawab Aska.


"Maskernya?" tanya Dandi.


"Gak perlu dibuka, gue tau dia siapa" Aska menarik Zia.


"Tunggu.. tadi Liu Liu suara apaan?" tanya Kris.


"Sirine mobil Asz BG" jawab Aksa.


"Oh iya, thank you bang. Mau ikut mampir ke villa?" tanya Aska.


"Next time ajalah. Gue ada urusan. Gue pergi dulu ya" mereka tersenyum, Kris pergi.


"Woi" panggil Aska pada yang lain.


"Ntar di villa gue jelasin. Masuk buruan" suruh Aska. Mereka kembali menuju villa.


ร—ร—ร—ร—ร—


Setelah sampai villa. Mereka keluar dari mobil dan langsung masuk menuju dapur untuk mencari minum.


"Gudang" jawab Aska. Dandi menunduk lalu ingin pergi.


"Eh tunggu" Ivan mencegahnya.


"Iya pak?"


"Sebelum diletakkan disana, cek dulu gudang ada kaca pisau atau sejenisnya biar mereka gak bisa lolos. Dan juga, kunci pintunya! Jangan sampe lepas!!" kata Ivan.


"Baik pak" Dandi pergi.


"Tumben?" tanya Aska.


"Bini gue hampir mati gara gara tu orang. Kalau aja bunuh orang gak masuk penjara, udah gue bunuh dia" kata Ivan.


"Kalah bunuh orang gak masuk penjara, pembunuh makin banyak oonn" sahut Qiara.


"Iya sih. Eh btw, itu siapa ka?" tanya Ivan.


"Yang nodong Zia Salsabila, kalau yang nodong Ica gue gak tau siapa. Yang jelas tu orang sekongkol sama Salsabila. Salsabila mau balas dendam karena bangkrut, sedangkan pria itu mau ambil file proyek penting Asz dari hp gue." jelas Aska. Aska teringat sesuatu lalu merogoh kantongnya.


"Kok gak ada?!" tanya Aska dengan suara pelan. Dia menghampiri Zia mengecek di tas kecil Zia yang hanya diperuntukkan untuk tempat ponsel.


"Cari apa?" tanya Zia.


"Hp" jawab Aska. Aska mengeluarkan dua hp.


"Lah itu ada dua njib?" kata Jimmy.


"Bukan ituu" kata Aska.


"Yang mana?" tanya Zia.


"Asus?" Aska melihat Zia.

__ADS_1


"Kan kamu kantongi tadi" kata Zia.


"Ahh berarti hp itu yang diambil" keluh Aska.


"Berapa banyak hp lu oncom?" tanya Dimas.


"Tiga" jawab Aska.


"Apa aja njib?" tanya Alya.


"Asus ROG buat gaming, Samsung Galaxy Z Flip buat bisnis, iPhone XS Max buat random" jawab Aska.


"Anjirrr" kata Jimmy.


"Noh, lakinya punya 3. Berkelas semua. Lah bininya cuma satu, itupun gak ganti dari taun ke tahun" cibir Samuel.


"Tangan gue gak sabar pengen nabok lo, komeennnn muluu" Zia berancang-ancang namun diurungkan niatnya. Mereka tertawa melihat celotehan Zia.


"Au tuh, padahal enak. Tinggal minta sama Aska. Aska bilang ke bokapnya โ€˜Pa, minta hp baruโ€™. Nanti papanya bilang โ€˜Pilihlahโ€™. Aska milih, abistu dah dapat hp baru" sahut Ivan.


"Gue bayar uun. Mana pernah gue ngambil dari toko secara gratis. Pasti gue bayar" kata Aska.


"Anak yang berbakti." Ledek Dimas. Mereka tertawa lagi.


"Eh jadi tadi salah nyolong mereka?" tanya Refiona. Aska mengangguk.


"Untung aja salah hp njib, kalau nggak tuh data data perusahaan lo ada di tangan mereka" kata Samuel.


"Ya untungnya gitu sih, ya tapii.. Asus guee"


"Dalahh, besok beli baru" kata Zia.


"Emang kamu bolehin? Aku main game aja kamu ngambek mulu" kata Aska.


" Ye.. kalau main game tu tau waktuu! Ini nggak, main game berjam-jam. Sakit mata baru tau rasa" Aska cengengesan.


Disisi lain


"Lo gak apa apa?" tanya Zai pada Luis. Mereka balik ke Big home Hitler setelah kekacauan dibereskan.


"Nggak udah santai, goresan kecil juga. Udah diobati sama calon bini lo" jawab Luis.


"Lo kok tau ini?" tanya Zai.


"Gue tadi balik ada yang ketinggalan. Pas gue sampe tu orang datang nyerang gue. Ya gitulah, gue sendiri mereka rame rame. Gue tangan kosong mereka pake senjata. Jadilah seperti ini" jelas Luis.


"Ya udah, yang penting kan udah baik baik aja sekarang" kata Syifa.


"Kayaknya rumah harus dikasih keamanan tinggi ini" kata Zai.


"Ya kamu buat lah" suruh Syifa.


"Gak bisa kakak ipar. Kalau beginian urusannya Zia. Oh iyaaaa.. Zia tau gak tentang ini?" tanya Zai.


"Nggak" sahut Rafael. Zai, Luis dan Syifa melihat ke Rafael.


"Serius lu? Ntar dia kepikiran malah balik. Biarin dia refreshing tuh disana" sahut Luis.


"Gue tanya Dandi tadi. Aska gak ada bilang, Dandi juga gak bilang" jawab Rafael.


"Mereka baik baik aja kan?" tanya Zeco baru keluar dari kamarnya.


Rafael menunduk sekilas, "mereka baik baik aja tuan" jawab Rafael.


"Ah syukurlah mereka baik baik aja"


...__________________________________...


...Hi guys, Ciwi Barbar comeback!! ๐Ÿ˜...


...Maaf ya author jarang up, soalnya lagi banyak tugas๐Ÿ˜ด...


...Seterusnya, insyaallah bakal sering up deh ๐Ÿ˜...


...Oh iya, thank you buat yang masih setia nunggu up-nya ๐Ÿ˜...

__ADS_1


...See u next part!! ๐Ÿ˜โค๏ธ...


..._________________________________...


__ADS_2