
Setelah istirahat yang cukup, Zia bangun dalam keadaan segar bugar riang gembira. Ia langsung menuju kamar mandi, bersiap-siap, lalu keluar kamar menuju dapur untuk sarapan pagi.
"Sudah bangun, sayang?" tanya grossmutter dalam bahasa Jerman. "Ahh iya sudah, grossma. Ini mengapa sepi? Ke mana yang lain?" tanya Zia gantian.
"Grossvater, onkel, dan vater sudah pergi menuju kantor. Mutter-mu pergi bersama dengan mutter Luis."
"Mereka pergi terlalu cepat, Zia bahkan belum menyapa onkel Lee dan tante Yossie. Lalu di mana Luis sekarang, grossmutter?"
"Bukan mereka yang terlalu cepat, tapi kamu yang terlambat bangun, sayang. Luis pergi ke sekolah. Sudah, makanlah sarapanmu. Grossmutter ingin pergi ke kamar."
"Perlu Zia antar?"
"Tidak usah, makanlah yang kenyang," Zia tersenyum lalu duduk di kursi dan mulai makan sarapannya. "Hum. Kalau di Jerman jam delapan pagi berarti di Indonesia jam dua siang," gumam Zia.
Ia mengambil ponsel, berencana menghubungi Luis.
^^^Ziamanda; Mein gutaussehend cousin, beeil dich nach hause, mir ist langweilig!^^^
^^^(*Sepupuku yang tampan, cepat pulang, aku bosan!)^^^
Karena tak kunjung mendapat balasan, Zia pun melihat ruang chatnya yang penuh. Masih sambil makan, ia membuka salah satu obrolan grupnya yang baru.
...ciwikyuttt...
Qiarasan; Nama grupnya buriqq
Taniaput; Initu baguss ra, kita semua sgt kiyutt
Alyak; Ga penting sii.
Alisyaica; @Taniaput kamu kreatip sekali
Taniaput; @Alyak sama aja lu macem si Qia, ga ngehargain gue
Taniaput; @Alisyaica y
Alisyaica; @Taniaput gua gampar mampuss lu
Taniaput; Hahahaaaaa
Taniaput; @Ziamanda apa kabar zi??
Alyak; Si Zia gak aktip. Dia lagi tidur mungkin
Qiarasan; @Alyak sotoi belio
Alyak; @Qiarasan KAN GUE BLG MUNGKIN
Qiarasan; Y
Taniaput; HAHAHAHAHHAA
Alisyaica; pms smua suu
__ADS_1
^^^Ziamanda; hahaha.^^^
^^^Ziamanda; guten morgen guysssss^^^
Alisyaica; @Ziamanda itu artinya apaan zii?
Alyak; @Ziamanda gue kira lu tidur Zi. Lu dimana sekarang? Enak banget anjay bisa bolos
^^^Ziamanda; @Alyak oiya dongg, guee di Jerman^^^
^^^Ziamanda; @Alisyaica artinya selamat pagi bun^^^
Qiarasan; HAH? Lu di Jerman? Kapan perginya?
^^^Ziamanda; sehari setelah di skors gue brangkat^^^
Taniaput; Lu gak dimarahin bokap nyokap lu Zi?
Alisyaica; Lu pergi sendiri?
^^^Ziamanda; @Taniaput kagak, di sekolah lama gue juga sering kena skors kek begini, jadi dah pada hapal^^^
^^^Ziamanda; @Alisyaica kebetulan bokap nyokap gue mau ke Jerman kemaren ada urusan kerjaan katanya, yaudah gue ikut sekalian holiday daripada gabut di rumah^^^
Taniaput; Wah, enak banget jadi lu, kalau gue mungkin udah di bogem sama bokap gue
Qiarasan; Berapa lama di sana?
^^^Ziamanda; gue juga kena omel dulu tann, cuma ga di bogem ajee^^^
Alyak; GUE MAU OLEH OLEH KHAS JERMANN!!
Alisyaica; GUE JUGAA!
^^^Ziamanda; capslock jebolll. aman aman, ntar w bawain!^^^
Qiarasan; Gue juga mau oleh oleh
Taniaput; Gue jugaaaa jangan lupaa!
^^^Ziamanda; iyeee ntar gue beliin smuaa^^^
Alisyaica; Aww, tengss lop lop :*
Zia meninggalkan obrolan chat itu dan beralih ke room chat dengan Luis setelah melihat notifikasi balasan.
Luis; Ich bin im zimmer baby
(Aku di dalam kamar)
"Lah gimana sih? Grossmutter bilang Luis sekolah. Ini kenapa di kamar? Mana yang bener?" gumam Zia heran. Karena penasaran, ia beranjak pergi menuju kamar Luis.
Tanpa mengetuk pintu, Zia menyelonong masuk. Ternyata Luis sedang membuka bajunya dan terlihat berbagai luka lebam di lengannya, di ujung bibirnya juga sedikit berdarah.
__ADS_1
Zia panik, dengan cepat ia mendekat ke arah Luis. "LUIS?! What's wrong with you?!"
"Kebiasaan, ketuk pintu dulu bodoh, baru masuk!" kata Luis dalam bahasa Jerman, "Aku lupa. Ini kau kenapaa? Habis ngapain??"
"Aku baik-baik aja. Ini hanya karena pertengkaran antara pria gentle," jawab Luis santai. "Huh. Sini ku bantuu."
Luis membiarkan Zia mengobati lukanya. "Grossmutter bilang kau sedang di sekolah. Lalu mengapa kau di rumah sekarang?"
"Aku bolos hahaha. Tadi ada seorang pria menghampiriku saat aku pergi sekolah. Dia pernah berkata aku mengambil kekasihnya. Dan ternyata, mantan kekasihku hanya sedikit mirip dengan kekasihnya. Aku juga tidak tau mengapa dia memukuliku lagi, padahal aku sudah putus dengan kekasihku yang mirip kekasihnya. Oh iya, aku putus dengannya karena dia selingkuh."
"Kau sama saja bodohnya dengan Zai. Tidak pintar memilih pasangan. Zai punya mantan yang sangat tidak sopan. Kau tau, aku di skors sekarang ini pasti karena ulahnya. Besok-besok jika kau sedang mendekati perempuan katakan padaku! Aku akan memilihkan yang terbaaaaaaiik untukmu."
"Iyaa, baiklah," jawab Luis pasrah. "Eh iya, kau bilang apa tadi? Benarkah mantan kekasih Zai yang menyebabkanmu di skors? Bagaimana bisa?" Zia menjelaskan kronologi berdasarkan analisisnya.
"Kau tidak boleh berburuk sangka seperti itu. Tapi kau benar-benar tidak mencuri, bukan?"
"Apa kau bodoh? Jelas tidak mungkin. Papaku punya banyak uang. Credit cardku juga selalu terisi. Buat apa aku mencuri?" Luis menyedikan bahunya. "Barangkali kau iseng."
"Kau membuatku kesal, Luis! Sebagai gantinya, ajak aku pergi jalan-jalan sekarang!" amuk Zia. "Kau gila? Aku sedang bolos dan banyak orang yang mengenalku. Bagaimana jika nanti malam saja? Aku janji."
"Tapi aku sangat bosan sekarangg!!"
"Ayo menonton film horor, aku mempunyai beberapa DVD film horor." Zia berpikir sejenak, "Oke ayo!" Ia duduk di sofa depan kasur Luis. Luis pun berjalan menuju tv dan memasang DVD-nya.
"Kau sepupu yang baik bukan? Ambil beberapa minumn dan makanan di dapur, biar nanti tidak perlu ribet bolak-balik," suruh Luis dengan senyum merayu. "Dasar pemalas!" Zia pergi menuju dapur dan kembali dengan beberapa minuman dan makanan.
Mereka mulai menonton film horror. Ketika Zia ketakutan ia langsung menutup matanya dengan bantal. Tanpa terasa sore pun tiba, mereka sudah menonton film hantu tiga episode. Saat filmnya habis, Luis mengeluarkan DVD-nya dan membuka tv komedi Jerman.
"Luis aku rasa kau sangat bodoh. Aku tidak terlalu mahir bahasa Jerman tapi kau malah menyetel itu. Aku kembali bosan sekarang."
Luis diam seolah-olah tidak mendengar. Zia membiarkan Luis lalu menyandarkan kepalanya di paha Luis dan tak lama kemudian tertidur.
"Zia, Zia. Kau sangat cantik walaupun sedang tidur. Andai kau bukan sepupuku, aku pasti akan menjadikanmu pacar. Namun takdir menyatakan kalau kita hanya sepupu," gumam Luis mengusap rambut Zia.
"Hwahaha. Aku memang cantik, wleee!" kata Zia tiba-tiba sambil menjulurkan lidahnya, Luis terkejut. "Bukankah kau sedang tidur?"
"Yah sekilas. Aku terbangun dan aku juga mendengarkan apa yang kau katakan. Sudahlah, jangan lupa janjimu nanti malam. Awas saja jika kau tidak menepati janjimu."
"Tidak akan aku tepati."
"Aku adukan kau dengan ongkel Lee!!"
"Dasar pengaduuu!!!"
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
noteee;
*Grossvater \= Kakek
*Onkel \= Paman
*Vater \= Ayah
__ADS_1
*Mutter \= Ibu
^^^Revisi, 2021.^^^