
6 bulan kemudian..
Aska dan Zia sudah resmi menjadi pasangan yang sah 3 bulan yang lalu. Aska, pendiri dan pemimpin Asz group yang tegas, berwibawa, dia sangat menyayangi dan mencintai Zia. Dalam waktu beberapa bulan dia mampu membangun perusahaan megah dan rumah mewah yang tidak terlalu besar tetapi sangat nyaman untuk dihuninya bersama Zia dan anak anaknya kelak.
Asz group adalah perusahaan yang dibangunnya sendiri, perusahaan yang paling diminati semua orang. Perusahaan dengan gaji 25 juta perbulan, didalamnya lengkap dengan berbagai orang orang yang cerdas dan pintar. Asz lengkap dengan ruangan gym, ruangan refreshing, kafeteria, dan di atap ada tempat yang pas untuk berkemah. Asz termotivasi dari perusahaan NextIn di film Rich Man, yang diperankan oleh Kim Jun Myeon. Aska membangun semuanya dengan jerih payahnya dia selalu bersemangat karena wanita yang dicintai selalu ada disisinya.
′~′
Hari ini, rumah mereka akan kedatangan tamu tamu rusuh, Ivan dan para komplotannya. Kemarin Zia sudah membeli bahan makanan dan cemilan. Dia memasak semuanya hari ini buat para perusuh yang datang kerumahnya. Zia itu jago masak, cuma gak ada yang tau kalau dia punya skill memasak. Sekarang pukul 11:57 dirumah mereka. Para perusuh itu akan datang pukul 12:25.
Saat ini Zia sendirian dirumah, Aska sedang bekerja, pembantunya sedang pergi ke kampung halaman, mungkin besok atau lusa dia kembali. Karena pembantunya pergi, Zia yang menyiapkan segalanya. Seperti sekarang, dia sedang mengepel lantai. Ketika dia masih mengepel Aska sudah pulang dari kerjanya. Dengan baju kemeja yang dilipatnya sampai siku dan rambut yang ditatanya rapi membuat Aska benar benar tampan. Aska melewati Zia yang ngepel, langsung menuju kamarnya.
"Dih, kagak nyapa? Kenapa itu anak?" tanya Zia. Aska mendengar itu, diapun berbalik. Mencium kening Zia. Lalu pergi tanpa sepatah katapun.
"Aneh" gumam Zia. Dia melanjutkan ngepelnya. Gak lama kemudian, Aska turun kembali dan bulak balik melewati tempat ngepelnya Zia.
"Woi, kok rusuh sih!!!!" panggil Zia. Aska tetap saja bulak balik, sampai akhirnya karma menghampirinya, dia terjatuh. Zia tertawa keras, Aska menatapnya tajam.
"Hahaha, kualat ya mas ya?" tanya Zia.
"Suami jatuh bukannya ditolongi" cibir Aska sinis.
"Ditolongi kok, tapi setelah ketawa. Hahahahah" jawab Zia. Setelah itu dia mengulurkan tangannya membantu Aska. Aska sudah kembali berdiri, saat Zia berjalan dia yang terpeleset dan menarik tangan Aska. Posisi pun berubah, Aska berada di atas tubuh Zia.
"Mau goda gue iya hm?" tanya Aska.
"Hah?" tanya Zia. Aska melirik bibir Zia, saat hampir menciumnya para perusuh itu tiba.
"EH WOI, WAH PARAH. JANGAN BIKIN PRODUK DISINI DONG" teriak Dimas. Yang lain tertawa karena Dimas. Aska pun bangkit dan membantu Zia.
"Kok kalian udah dateng sih?" tanya Zia sinis, dia sudah kembali memegang pel pel-annya.
"Eh kenapa? Karena gagal gitu sama aska?" tanya Ica.
"Pala lu peang, liat nih, gue belum siap ngepel gara gara di gangguin si askaa" keluh Zia.
"Oooh, nanti dibantu Tania" jawab Qiara.
"Kok guaa?" tanya Tania. Zia tertawa.
"Udah gue aja" jawab Zia.
"Pembantu Lo mana?" tanya Alya.
"Pulang kampung, mungkin besok atau lusa baru balik" balas Zia.
"Loh jadi kita makan apa?" tanya Samuel.
"Bini gue yang masak, udah jangan protess, duduk disono!!" suruh Aska sambil menunjuk ruangan khusus perkumpulan. Ruangan itu dekat dengan kolam, dan ada di lantai atas.
__ADS_1
"Iya deh iyaaa" jawab Jimmy. Mereka pun pergi ke ruangan itu. Zia menyelesaikan pekerjaannya setelah itu bergabung.
"Gila si Aska, luar biasa rumahnya" puji Jimmy.
"Pemandangannya indah banget dari sini" sahut Qiara.
"Udah gak usah berlebihan, emang bagus kok rumah gue" ujar Aska.
"Jih? Sombong amat" cibir Zia.
"Iri bilang bosss" balas Aska.
"Kok go*blok sih? Ini kan rumah kalian berdua" sahut Alya.
"Lah iya ya?" tanya Zia dan Aska berbarengan, mereka tertawa.
"Inii.. Makanan minumannya mana woi?" tanya Tania.
"Anggep aja rumah sendiri" ujar Zia.
"Kalau udah anggep rumah sendiri, silahkan ambil sendiri. Kan rumah sendiri" sahut Aska.
"Laki bini emang gak ada yang beres ya gini. Dari tadi ngajak gelut." cibir Ivan, Aska dan Zia tertawa lagi. Mereka bercanda ria dirumah Zia. Mereka menonton film di suatu ruangan layaknya bioskop.
"Habis berapa M bikin rumah ginian?" tanya Dimas.
"Kepoo amat lu" jawab Aska.
"Zi, laper" keluh Ivan saat mereka selesai menonton dan sudah kembali ke ruangan yang ada di lantai atas.
"Tunggu 30 menit" suruh Zia, dia mencepol rambutnya memperlihatkan lehernya yang putih.
"Leher Lo tutup" bisik Aska sinis.
"Hareudang mas hareudang" balas Zia, dia pun langsung pergi ke dapur.
∞
Saat Zia lagi masak, Aska datang dan langsung memeluk Zia dari belakang.
"Datang datang rusuh" cibir Zia.
"Masak apa?" tanya Aska.
"Ntar juga tau" balas Zia. Aska mengeratkan pelukannya.
"Mau bunuh bini Lo? Kagak bisa bernafas ini gueee" keluh Zia.
"Gue kasih nafas buatan" tawar Aska.
__ADS_1
"Mesummmm, sono lu. Ntar kaga selesai selesai iniii" suruh Zia.
"Mesum sama bini sendiri juga, kalau sama bini Ivan baru marah" jawab Aska. Dia pun menjauh, Zia berbalik menatap Aska dengan sinis. Aska menatapnya balik sambil senyum, dia menunggu Zia di meja makan.
"Tatap tatapan teros kapan kami makannnnnn???" tanya Dimas sedikit berteriak.
"DIAMM" balas Aska. Zia tertawa.
Beberapa menit kemudian, makanan siap. Mereka langsung pergi ke meja makan karena lapar.
"Bjirr, enak. Lo kok bisa masak?" tanya Qiara saat mencoba makanan Zia.
"Zia apa yang tidak bisa" ujar Zia menyombongkan diri. Mereka semua pun makan bersama.
|♪|
"Ayy.. ayangggg" panggil Zia berpura pura alay, mereka sudah selesai makan sejak tadi, Zia juga baru selesai mencuci semua piring kotor.
"Askaaaaa.... budek amat sihh!!" panggil Zia.
"Hm? Apa?" tanya Aska, dia datang kedapur.
"Budek kali, heran gue. Tunggu habis suara gue dul—" omongan Zia terhenti, Aska mencium bibirnya.
"Untung gue udah nikah kan," ujar Dimas. Mereka nyengir lalu kembali menatap televisi.
"Rame orang ege" cibir Zia.
"Marah marah mulu sih, kenapa manggil?" tanya Aska.
"Minuman abis" jawab Zia.
"Gue beli deh," jawab Aska.
"Guee mo ikuttt"
"Yang jagain rumah?" tanya Aska.
"Temen Lo banyak ege. Lagian biasanya juga gak dijagain" jawab Zia. Aska pun mengangguk setuju. Mereka berjalan ke arah kumpulan temennya.
"Hehhhhh woi, gue mo pigi dulu. Jagain rumah gue" pamit Aska.
"Kemana?" tanya Ivan.
"Supermarket"
"Bedua?" tanya Ica.
"Hm" jawab Zia.
__ADS_1
"Udah ah, banyak tanyaa. Kita pergi dulu. Jagain awas aja ada yang ilang" kata aska.
"Dikata kita penculik apa? Pengen nabok" cibir Tania. Mereka tertawa, Aska dan Zia pun pergi menggunakan sepeda motor.