Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Temen lama


__ADS_3

Teman lama


"Aku udah nemuin data diri Febby, dan dia baik, pinter masak, bisa bikin kue, mantu idaman kamu kan?" tanya papa Zia setelah mereka di kamar.


"Wow.. ternyata dia anaknya Fernando Odegraad"


"Fernando siapa pa?"


"Sahabat papa dulu itu loh, yang dari Spanyol. Suaminya natera"


"Oooo.. pantesannn mirip natera, ternyata anaknya" sahut mama Zia. Papa Zia pun tersenyum senyum.


"Eh? Kenapa pa?" Tanya Mama Zia.


"Kamu lupa?" tanya papa Zia.


"Lupa apa?" tanya Mama Zia balik.


"Kita dulu pernah menjodohkan mereka sewaktu bertemu mereka di kafe, saat itu mereka berumur 5 tahun."


"Oahhh iyaa."


"Kita kerjain aja mereka" ujar papa zia, lalu mengambil hpnya.


Zeco: waalaikumsalam, luga bisa hubungi keluarga Fernando? Bilang padanya bertemu saya di ZiCF besok jam 7 malam.


Luga: baik tuan.


(Luga, pria yang menjadi sekertaris Zeco)


Keesokan harinya, saat malam hari dikediaman Aska.


"Lama kali sih papa pulangnya?" keluh Mama Aska saat papanya baru tiba.


"Maaf ma, papa banyak meeting" ujar papa Aska


"Ngeles tuh ma, palingan gajadi makan diluar" sahut Aska saat menuruni tangga.


"Yaudah ayok sekarang berangkat." ajak papanya

__ADS_1


"Ganti baju dulu baru berangkat" suruh mamanya, papa aska pun pergi kekamarnya untuk mengganti baju.


Dikafenya Zia, keluarga Hitler dan keluarga Fernando pun sudah tiba.


"Mau pesen apa?" tanya Zeco. Semua pun memesan makanannya.


"Ini kafe anakmu Ze?" tanya Fernandez.


"Iya nan, ini dibeli sendiri sama dia, gapake minta tolong sama aku" jawab Zeco.


"Jadi, kenapa ngajakin ketemu gini?"


"Eh iya aku minta maaf, aku tau kamu dari Spanyol pasti capek"


"Lah tau darimana?" tanya Natera.


"Anakmu, Febby Kania dia pacar anakku Zean Yudhania." Jawab Zeco


"Yang benar saja?" tanya Fernando


"Iya kami tidak berbohong, bahkan malam ini Febby menginap dirumah kami, Zia anakku sangat menyukai calon kakak iparnya itu" lanjut Zeva.


"Iya tera, dia cantik aku menyukainya"


"Kau ingat tentang kafe beberapa tahun yang lalu, kita menjodohkan mereka saat masih umur 5 tahun?" tanya Zeco.


"Ah iya, ternyata benar² kehendak ilahi" sahut Fernando


"Ayo kita kerjai mereka," ujar Zeco.


"Bagaimana caranya?" tanya Fernando


"Kami akan bilang pada Zean jika dia ingin dijodohkan. Kamu juga bilang kepada anakmu jika dia juga ingin dijodohkan, bila mereka tidak mau, paksa dan ancam dengan segala cara. Dan jangan beritau mereka tentang siapa calon jodohnya. Bagaimana setuju?" jelas Zeco


"Aku setuju, calon besan." jawab Fernando, mereka pun tertawa. Dari kejauhan, keluarga Aska sudah tiba di cafe Zia. Papa Zia pun melihatnya. Keluarga Aska melangkahkan kakinya menuju meja Zeco dan Fernando.


"Wah.. bagaimana kau bisa disini tuan Kusuma?" tanya Zeco.


"Aku suka makanan disini, aku membawa orang rumah untuk mencicipinya" jelas Hansyah Kusuma, papa Aska.

__ADS_1


"Suatu kebetulan." Ujar Fernando.


"Bagaimana kalian bisa saling mengenal?" tanya Natera.


"Kami berteman dulu, dan terpisah begitu saja." jelas Hans


"Ah iya kenalkan ini Alice, istriku. Dan ini Aska anakku."


"Wah benarkah dia anakmu? Dia kerumah ku semalam untuk menjemput anak gadisku." ujar Zeco.


"Benarkah? Jadi kafe ini kafe anak gadismu?" tanya Hans.


"Ah iya benar, dia membuatnya dengan uang yang ditabungnya sendiri." jawab Zeco.


"Aku jarang menemukan gadis sehemat dia" ujar Fernando.


"Benarkan yang Aska bilang, dia berbeda dari cewek yang lain" tutur Aska.


"Dimana anak kamu?" Tanya Alice pada Zeva.


"Aku juga tidak tau, aku tidak melihatnya dirumah hari ini." jawab Zeva. Zeco melambaikan tangannya memanggil kepala pelayan.


"Ada apa tuan besar?" tanya pelayan


"Apakah Zia disini?" tanya Zeco


"Iya tuan, nona muda sedang disini. Sejak dia pulang sekolah, dia lagi istirahat" jelas pelayan.


"Bangunkan dia, bilang jika papanya disini" suruh Zeco.


"Baik tuan" ujar pelayan kemudian pergi menuju ruangan Zia.




Mon maap kalau typo ya guys 😂


Selamat Membaca ✨🤗

__ADS_1


__ADS_2