Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Come back!!!


__ADS_3

Author gak jahat kok readers 😁


H a p p y R e a d i n g ✨


Di Amerika, Aska sedang bersantai di rumah neneknya. Dia selalu memikirkan tentang Zia. Dia rindu pertengkarannya dengan Zia. Dia mengambil hpnya yang biasa digunakan saat di Indonesia. Dia mengaktifkan ponselnya yang selama ini sengaja dimatikan. Tertera beberapa panggilan tak terjawab dari Zia.


"99+" ujar Aska.


"Kapan gue bisa balik ke Indonesia ya? Gue rindu sama kalian" katanya lagi bermonolog. Dia membuka pesan chat dari Qiara, dia mengirimkan beberapa foto yang dicandid dengan sengaja, mulai dari Pulau Boracay sampai foto Zia yang menindih Aska dengan tidak sengaja. Ingin rasanya Aska menelpon Zia saat ini, tetapi dia mengurungkan niatnya.


"Sabar Aska, Lo bentar lagi bakal kembali ke Indonesia. Jangan sekarang. Tahann" lanjut Aska. Dia pun mematikan ponselnya yang itu, dan meletakkan kembali ketempat sebelumnya. Tiba tiba ponselnya yang lain berbunyi panggilan dari Ivan


β€”Anakbuahgiblikβ€”


πŸ“ž Ivan; assalamualaikum woe.


Aska; waalaikumsalam kenapa?


πŸ“ž Ivan; banyak berita hot tau!!!


Aska; berita apaan?


πŸ“ž Ivan; jangan kaget, pingsan ataupun mati ya!!


Aska; iya apaan cepet dah.


πŸ“ž Ivan; gue gak tega mau bilang ini sama lo


Aska; kelamaan.


πŸ“ž Ivan; Zia.. Zia mau dijodohin sama Bian.


Deg!


Hati Aska rasanya perih dan sakit.


Aska; ooh.


πŸ“ž Ivan; ooh? Lo gila? Lo mau biarin gitu aja?


Aska; jadi gue harus gimana? Kalau udah takdir ya mau gimana lagi van.


πŸ“ž Ivan; gausah sok tegar ka!!


Aska; terus ada berita apa lagi?


πŸ“ž Ivan; sebulan belakangan ini... Ziaa


Aska; Zia kenapaa?


πŸ“ž Ivan; Zia di teror, dengan berbagai macam bentuk. Zia.. zia yang biasanya ceria sekarang cenderung kalem dan gak banyak omong. Masih ngoceh juga sih kadang, tapi gak sebanyak biasanya.


Aska; hah? Gimana? Kok bisa? Siapa pelakunya? Kalian gak nyari?


πŸ“ž Ivan; satu satu dugong!!!


πŸ“ž Ivan; gue gak tau alasannya kenapa. Pelakunya juga belum keungkap sampe sekarang. Orang suruhan Zia juga udah nyari tapi belum ketemu juga. Bahkan orang suruhan bokapnya juga belum ada yang nemuin.


Aska; Zia..


πŸ“ž Ivan; sabar yaa lo ka, kita bakal cari kok pelakunya sampe ketemu.


Aska; gue gak bisa berbuat apapun disini, Lo jagain dia ya.


πŸ“ž Ivan; iya pasti. Lo jangan lupa pulang kalau ada libur!


Aska; iya nyettt. (Memutuskan panggilannya).


"Huh, Aska Lo harus gimana??!" tanya nya sendiri.


Ting.. Ting..


Pertanda pesan masuk dari temannya yang di Amerika.


Albert;


Dosen bilang kita dapat liburan 10 harii.


Aska;


Thanks For Information


"Dosen gue emang paling pengertian" ujar Aska sumringah. Dia turun menghampiri kakek dan neneknya.


"Ada apa Aska? Kenapa kamu senang gitu?" Tanya neneknya.


"Aska mau ke Indonesia, Aska dikasih liburan 10 hari. Bolehkan?" tanya Aska.

__ADS_1


"Kakek dan nenek tidak pernah melarangmu." balas kakeknya dengan tersenyum.


"Bisakah kakek menelpon papa? Kumohon" pinta Aska.


"Baiklah baiklah" jawab kakeknya lalu menelpon Hans.


"Kau boleh pulang, dan papamu akan membelikan tiketnya." Kata kakeknya setelah selesai menelpon papanya


"Thank you very much grandfather" ujar Aska.


"Kakek nenek tidak ingin ikut?" tanya Aska.


"Tidakk. Lain kali saja. Berkemaslah!" suruh neneknya. Aska mengangguk dan kembali ke kamarnya.


"Kenapa dia sesenang itu kembali ke Indonesia?" tanya kakeknya setelah Aska kekamar


"Mungkin dia rindu dengan Hans dan Alice, atau bisa saja dia merindukan kekasihnya" jawab neneknya.


"Ah iya benar" jawab kakeknya sambil tersenyum.


_______________________


Di Indonesia,


"Kacau! Gimana Zia ?" tanya Zeco. Zeva hanya menggelengkan kepalanya.


"Siapa peneror itu? Dan kenapa kita tidak bisa menemukannya? Ini sudah hampir satu bulan!" ujar Zeco frustasi.


"Pa, bersabarlah. Semua pasti akan kembali seperti semula." jawab mamanya.


"Kapan ma? Kapan? Papa gak bisa liat Zia kayak gini. Dia.. dia menderita"


"Atau kita batalkan saja perjodohan Zia dengan Bian, karena Bian kan dia seperti ini?" tanya Zeco.


"Papa gak boleh suudzon kayak gitu. Kita harus suport Zia terus menerus" sahut mamanya. Zia keluar dari kamarnya dan melewati ruang keluarga yang disitu ada mama dan papanya.


"Eh dek?" panggil Febby. Selama peneroran itu, Febby dan Zean kembali tinggal dirumah papanya. Zeco takut itu berimbas pada seluruh keluarganya. Zia hanya tersenyum membalas sapaan Febby.


"Eh, berantem sama abang yok! Abang rindu tau" ujar Zean yang tiba tiba muncul. Zia hanya diam saja, Zia benar benar berubah sekarang.


"Oh ayolah Zia, jangan seperti ini papa mohon" pinta Zeco yang bergabung dengan mereka.


"Lupakan semua beban Lo kak, Mana Zia yang barbar dan penuh kesantuyan?" tanya Zai. Zia memejamkan matanya dan menarik nafas dalam dalam. Tiba tiba suara hp Zeco berbunyi ada pesan masuk.


Luga;


Tuan, peneror itu pernah membeli ulat mainan di toko sss. Saya sudah menyelidikinya dia seorang lelaki.


Lakukan penyelidikanmu dengan benar! Pembeli itu pasti ramai.


Luga;


Tidak tuan, toko ini sepi bahkan sangat sepi. Saya sudah melihat cctv di toko ini. Dan pria itu membeli dengan setelan yang sama terus menerus. Dia menggunakan hoodie black, topi dan juga masker.


"Papa dapat informasi dari sekretaris papa" ujar Zeco seketika wajah Zia berubah.


"Siapa paa?" tanya Zia antusias.


"Papa rindu kamu yang seperti ini Zia, jangan berubah lagi papa mohon" pinta papanya.


"Maafkan Zia semuanya," ujar Zia sambil menundukkan kepalanya.


"Zia hanya berpura pura seperti ini, sebenarnya Zia ingin mengajak perang pada peneror itu, bahkan Zia ingin mengulitinya" ujar Zia. Mereka terkejut.


"Lalu kenapa kamu menjadi seperti ini?" tanya Zeva.


" Zia hanya ingin menyenangkan mereka. Zia tau pasti mereka bahagia liat Zia menderita. Percayalahh, Zia hanya berpura pura" ujar Zia


"Ah syukurlah, tapi kamu membuat kami semua khawatir sayang" ujar papanya. Zia menundukkan kepalanya.


"Zia minta maaf" ujar Zia lagi.


"Akhirnya adek gue come back!!!!" ujar Zean girang.


"Luiss, jangan kasih tau pada yang lain"


"Gue tau!" jawab Luis.


"Gue tau Lo pada pasti rindu bacotan gue yangggggg sangat sangatttt..." mulut Zia ditutup Zai.


"Udah diem" suruh Zai


"Tadi Lo nyuruh gue ngoceh sekarang? Gue gantung juga Lo di pohon toge!!" ujar Zia kesal.


"Papa tadi bilang dapat informasi, informasi apaan?" tanya Zia.


"Peneror itu ternyata laki laki" jawab Papanya.

__ADS_1


"No no no!! Gak mungkin om" sahut Luis.


"Om juga gak tau, sekretaris om bilang dia pernah membeli ulat mainan di toko sss"


"Itu toko sepi banget pa sumpah" jawab Zean.


"Iya sekretaris papa pun juga bilang gitu" jawab Zeco. Mereka semua tampak berfikir hingga akhirnya Zia buka suara.


"Ahaaaa" kata Zia mengejutkan mereka.


"Hampir lepas nih jantung gue, gila emang Zia" sahut Zai. Semua tertawa mendengarnya.


"Aha apa Zia?" tanya mamanya.


"Kak peb," panggil Zia.


"Iya dek?" tanya Febby.


"Bikin kue yok, Zia bosen" ujar Zia sambil senyum Pepsodent.


"Kampret kampret, gue kira apaan. Ni anak emang euh!!" sahut Zean. Zia hanya tertawa


"Gak usah serius serius amat bos" jawab Zia.


"Yaudah, ayok kita bikin kue" ajak Febby.


"Gajadi deh kak, kakak banyak urusan kan? Pasien kakak? Next time aja deh ya" ujar Zia.


"Gampang amat berubah emang ini, kayak di tipi tipi" protes Zai mereka hanya tertawa mendengarnya.


"Yaudah iya, terserah kamu Ziaa" jawab Febby.


β€Ήβ€”β€Ίβ€”β€Ί


Disisi lain.


"Akhirnya Indonesia." Ujar Aska, dia sudah tiba di Indonesia setelah beberapa jam di dalam pesawat. Dia sudah didepan pintu rumahnya dan belum memencet belnya. Saat ingin memencet belnya ternyata Yuka, sepupunya ingin keluar.


"Kak Aska?" tanya Yuka.


"Yes" jawab Aska, Yuka pun memeluk Aska.


"Makin ganteng aja Lo kak"


"Lo mau kemana?" tanya Aska.


"Keluar bentar"


"Gimana SMA di Indonesia?"


"Baik baik aja kok,"


"Ada yang gangguin?"


"Nggak kak,"


"Ada pacar baru?"


"Eh? Kak Aska banyak tanya ya"


"Hahaha, yaudah kakak masuk dulu ya,"


"Iya kak, Yuka pergi dulu ya"


"Iya hati hati"


"Oke kak" Yuka pun pergi meninggalkan Aska. Aska masuk kerumahnya dan berteriak.


"Aska Come back!!!!" ujarnya.


"Assalamualaikum dulu Aska!!!" suruh mamanya


"Assalamualaikum mamiku papikuuuu" kata Aska.


"Ya ampun, kok jadi alay ni anak setelah di Amerika?" tanya Hans.


"Gitu amat si papa" protes Aska. Hans memeluk Aska dan bergantian dengan Alice.


"Istirahat dulu sana. Pasti capek kan?" tanya Alice Aska mengangguk dan berjalan menuju kamarnya membawa koper.


_β€’


Keesokan harinya, Aska keluar rumah dan menghirup udara segar pagi hari di Indonesia.


"Mau joging" tanya Alice.


"Nggak, Aska kerumah Ivan dulu ya ma" pamit Aska.

__ADS_1


"Hati hati ya sayang" ujar mamanya.


"Iya ma" Aska menyalimi tangan mamanya dan berjalan menuju rumah Ivan.


__ADS_2