
Ayo jangan lupa like, komen, dan vote oke 🤩
Zia tersenyum lalu pergi meninggalkan kafe bersama dengan Bian.
"Itu pelayan Lo aja tadi kenal sama gue, masa iya waktu first meet Lo gak kenal sama gue?!" tanya Bian saat di dalam mobil, perjalanan menuju kampus.
"Lah ngapain gue ngepoin orang ege?! Gue itu sibuk, ngepoin orang itu cuma buang buang waktu, gak ada untungnya di gue" jawab Zia.
"Jih, calon bini gue kenapa gini amatt?"
"Ngapa lu kagak suka??" tanya Zia datar.
"Buset, kenapa jadi sensi gini??" tanya Bian balik.
"Mana saya tau sayakan tidak tau" jawab Zia acuh.
"Emmm.. gemess gue" ujar Bian sambil mengacak rambutnya Zia.
"Lepasin tangan lo atau gue patahin?!" tanya Zia.
"Tangan Lo aja masih sakit, jangan gitu. Gak boleh, gak baik Lo cewek. Kalau gue gak masalah" jawab Bian.
"Pale lu ijo, gue kayak gini biar bisa jaga diri ya tolongg!!" balas Zia.
"Iya iya, udah ngomelnya? Udah sampe kampus ini" ujar Bian
"Lah? Cepet amat" kata Zia lalu turun dari mobil Bian. Bian juga ikutan turun dari mobilnya.
"Mau gue anterin sampe kelas?" tanya Bian.
"Kagak usah, gue bisa sendiri" jawab Zia. Tetapi Bian tetap saja mengikutinya.
"Ngapain Lo ngikut?" tanya Zia.
"Mau anterin Lo ke kelaslah" jawab Bian.
"Kan gue bilang gak usah" balas Zia
"Kan gue mau sendiri" jawab Bian
"Tau gitu gak usah nanyaa!!" suruh Zia, Bian cengengesan melihat Zia yang kesal.
"ZIA" panggil seseorang.
"Ica kuu, taniaa" teriak Zia.
"Gilee.. kayak gak jumpa 5 tahun aja dah parah banget" sahut Bian.
"Berisik lu!!" balas Zia.
"Syirik amat!" sahut Ica
"Kantin kuy!" ajak Tania.
"Kuy" balas Zia.
"Ehhh tunggu woii!!" teriak seseorang.
"Eh Ivan, Dimas, Luis, Kris" kata Zia.
"Ikut dong, kantin gak ngajak" balas Dimas.
"Ya udah ayok" ajak Ica, mereka pun tiba di kantin. Mereka berbincang bincang, bersenda gurau dan menikmati pagi ini. Tiba tiba ponsel Ivan berbunyi, sebuah pesan singkat dari Aska.
✉️ \= Bigboskocak; Angkat panggilan gue, gak pake lama!!
Ivan hanya membacanya saja. Gak lama kemudian ponsel Ivan berbunyi lagi dan ada panggilan video dengan Aska.
—Bigboskocak—
Aska; assalamualaikum mamang
Ivan; waalaikumsalam apaan?
Aska; ada kelas?
__ADS_1
Ivan; nggak, lagi free semua (menunjuk ke mereka)
Ivan; ada apa?
Aska; nggak.
Aska; Zia mana? (memberikan hp ke Zia)
Zia; Holla
Aska; Haiii.
Aska; Makan yang banyak biar gendut
Zia; ogah, eh tau dari mana gue lagi makan??
Aska; itu tadi nampak lagi ngunyah.
Zia; Oo gitu (memberikan kembali ke Ivan)
Aska; Van, gue mau ngomong dong sama Luis.
Ivan; hp gue di gulir mulu, banyak amat fansnya. (memberikan hpnya ke Luis).
Aska; menjauh! (Luis menjauh dari keramaian)
Luis; apaan?
Aska; Feeling gue gak enak banget hari ini.
Luis; Tentang?
Aska; Zia.
Luis; Kita sepaket, gue sama om Zeco juga ngerasa gitu. Gak tau yang lain.
Aska; Pinjem hpnya Zia, Lo pasang apk pelacak. Siapa tau ntar ada apa apa jadi bisa di lacak.
Luis; gak pake apk juga gue bisa ngelacaknya.
Luis; bakal ada apaan ya kira kira? Bingung gue!
Aska; Semoga aja gak ada hal buruk terjadi. Balik ke temen Lo sana. (Luis kembali ke rombongan)
"Ada apa?" tanya Kris.
"Gak, gak ada apa apa" jawab Luis.
Aska; Van, si Sam udah sampe Indonesia?
Dimas; ntar sore ******!!
Aska; lah iya, lupa. Ngegas amat si Dimas, peemes?
Dimas; gue jantan *****
Aska; hahaha, ya udah terserah lu mau jantan ato betina. Gue matiin ini. Selamat beraktifitas. Assalamualaikum (panggilan terputus).
"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan.
"Siapa Sam?" tanya Bian
"Kembaran gue" jawab Ivan.
"Lo punya duplikat?" tanya Kris gantian. Ivan hanya berdehem.
"Biann" panggil seorang cewe centil yang berpakaian kurang bahan, siapa lagi kalau bukan Gisell. Bian yang dipanggil hanya bersikap biasa saja, bahkan mukanya jadi datar seketika.
"Hama pengganggu yang lain datang lagi" cibir Kris.
"Berisik Lo Kris, enak aja bilang gue hama pengganggu" balas Gisell.
"Lo... Siapa?" tanya Ivan.
"Gue Gisella Isya, tunangannya Bian" jawab Gisell.
__ADS_1
'pd amat jadi orang' batin Dimas
'buset ini si Gisell? Musuh barunya Zia?' tanya Ica dalam hati.
'ohh ini Gisell" batin Ivan.
'ngadi ngadi nih bocah' batin Luis.
'au ah bodo amat, serah lu' batin Zia.
"Gak usah ngada ngada ya tolong!! Pergi Lo!" suruh Bian.
"Dih kamu kok gitu sih sayang?" tanya Gisell manja.
"Sayang sayang, urat malu Lo putus? Udah diusir juga" sahut Kris.
"Biarin aja kenapa sih kak Kris, dia kan mau samperin tunangannya" suruh Zia. 'fix, zia gila!!' batin mereka.
"Lo siapa? Gue denger Lo deket banget sama calon suami gue?" tanya Gisell.
"Temen sekampus doang, gak perlu curiga. Sama kak Kris juga kan gue deket nih, ya kan kak" tanya Zia pada Kris.
"Zia, tunangan aku itu kamu, bukan dia" tunjuk Bian pada Gisell.
"Jangan ngadi ngadi bambang. Tunangan Lo ya dia, kita kan temenan" jawab Zia santai bahkan sangat sangat santai.
"Eh, tapi Lo berdua kok gak pake cincin sih??" tanya Zia. Gisell terdiam, Zia tersenyum sinis.
"Kok diem sih? Kan gue tanya?" tanya Zia.
"Atau itu cuma angan angan lo, karena Bian cowok ganteng di kampus ini?!" tanya Zia santai. Gisell sedikit emosi mendengar perkataan Zia. Para mahasiswa mahasiswi pun sudah mulai menjadikan Zia dan Gisell bahan tontonan.
"Iss, gue kan nanya. Kenapa gak dijawab??" tanya Zia lagi. 'ini kenapa gue ngerasa di permalukan sih sama ini anak?!' tanya Gisell dalam hati.
"Cincin gue ketinggalan" jawab Gisell asal.
"Cincin Lo kak Varo?" tanya Zia
"Cincin apa? Gue masih lajang" jawab Bian, Zia kembali tersenyum sinis. 'kan bener gue dipermalukan. tunggu aja balasan gue Zia!!" batin Gisell.
"Gue pergi dulu ya sayang, bye bye" ujar Gisell sambil mencium pipi Bian. Bian terkejut dan membelalakkan matanya, begitupun dengan yang lain. Tapi berbeda dengan Zia yang tertawa kecil.
"Hati hati awas jatuh" teriak Zia pada Gisell.
"Tunangan Lo keren ya kak" ujar Zia pada Bian sambil memakan cemilannya.
"Tumben panggil kakak?" cibir Kris.
"Lo dari tadi ngomong apa sih?" tanya Tania
"Tau tuh, gak jelas banget sumpah" sahut Ica.
"Atau Lo cemburu?!" tanya Dimas.
"Hahahaha" tawa Zia menggelegar di area kantin
"Kekuatan ketawanya be-goo" sindir Luis.
"Eh, gue mo bilang sesuatu nih" ujar Zia.
"Apaan?" tanya Ivan.
"Gue minta maaf nih sama kalian kalau gue banyak salah, atau banyak omongan omongan gue yang buat kalian sakit hati, baik yang disengaja atopun gak, tapi gue tau sih kebanyakan disengaja. Intinya gue minta maap" jawab Zia.
"Jih, ngomong apaan lagi nih bocah?" tanya Kris.
"Tau tuh, ngawur mulu dari tadi" sahut Ivan.
"Bodo amat ah, kebelet gue. Gue ke toilet dulu" pamit Zia.
"Mau gue temenin?" tanya mereka bersamaan, kecuali Dimas dan Kris.
"Busett, gak usah gak usah. Gue bisa sendiri" jawab Zia.
"Seriusan??" tanya Luis, Ica, Tania dan Bian.
__ADS_1
"Iyaaa, ih aneh ya Lo pada" jawab Zia lalu pergi menuju toilet.