Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Teror bermula


__ADS_3

"Dari mana kalian? Kenapa mau Maghrib baru pulang?" tanya mamanya.


"Nonton bioskop tante, diajakin Zia" jawab Luis, Zia yang disampingnya menginjak kaki Luis.


"Sakiit Zi" keluh Luis. Zia hanya tersenyum. Mamanya menggelengkan kepalanya.


"Mama mau kemana?" tanya Zia.


"Gak kemana mana" jawab Zeva.


"Oo, Zia mau ke kamar dulu, bersihin badan" pamit Zia lalu naik berjalan menuju kamarnya.


"Luis juga ya Tante" pamit Luis lalu menuju kamarnya juga.


Setelah mandi Zia keluar untuk makan malam.


"Gimana kuliah kamu Zia?" tanya papanya.


"Baik baik aja sih pa"


"Kamu Luis?"


"Baik baik aja kok om" jawabnya


"Syukurlah, ada yang bikin masalah?" tanya Zeco. Luis ingin menjawab tetapi disergap sama Zia dan Zia menyuruhnya untuk tetap diam.


"Gak ada kok pa" jawab Zia


"Baguslah"


"Grossvater sama grossmutter bulan depan mau keindonesia" ujar papanya.


"Mama papa ikut om?" tanya Luis.


"Iya kayaknya, om juga gak tau" jawab Zeco. Mereka pun melanjutkan makan. Setelah itu beristirahat di kamar masing masing.


_______


Pagi harinya, Zia sudah di dalam perjalanan menuju kampusnya. Kali ini dia tidak memakai mobilnya, melainkan motor sportnya. Lagi lagi Zia selalu menjadi bahan pembicaraan orang orang. Ada yang memujinya, dan ada yang mencelanya. Zia tidak ambil pusing dengan semua itu. Zia berjalan menuju kelasnya dengan headphone terpasang di telinganya. Sesampainya dia dikelas, Zia melihat ada kotak diatas mejanya.


"Apa itu?" tanya Dimas yang baru tiba bersamaan dengan Ivan

__ADS_1


"Gak tau, tiba tiba ada di meja gue" jawab Zia.


"Bukanya nanti aja pas dikantin, biar bareng Tania sama Ica" usul Ivan. Zia hanya mengangguk setuju.


⟩^^⟨


"Kotak apaan itu?" tanya Ica saat mereka dikantin.


"Eh sorry, gue baru datang" ujar Bian


"Kris mana?" tanya Dimas.


"Apaan?" tanya Kris yang tiba tiba muncul.


"Kagak kenapa kenapa" jawab Dimas.


"Itu kotak apaan?" tanya Kris.


"Udah, ntar dulu. Mendingan sekarang makan aja dulu." Suruh Bian mereka pun mengiyakan dan memesan makanan. Makanan pun tiba, mereka makan dengan tenang.


"Itu kotak isinya apaan sih? Penasaran guee?" tanya Tania disela makan mereka.


"Buka sekarang?" tanya Zia. Mereka hanya mengangguk. Dengan hati hati Zia membuka kotak itu, teman temannya pun berkumpul untuk melihat. Saat dibuka terlihat tikus mati penuh darah dengan kepala yang terpisah, dan ada secarik kertas disitu bertuliskan 'JANGAN SONGONG JADI MABA'.


"Nyesel gue nyuruh lo buka. Gak nafsu lagi gue mau makan" kata Tania, teman temannya pun sama seperti Tania, mereka berhenti makan. Tetapi berbeda dengan Zia yang masih melahap makanannya, sambil berfikir keras siapa yang berani ngirim hal seperti ini ke Zia.


"Gue kagak tau, tadi pas gue dikelas ini kotak udah diatas meja" jawab Zia.


"Lo masih lahap aja makan setelah liat gituan?" tanya Kris.


"Jadi? Ini mah udah pernah gue alami" ujar Zia.


"Emang lo tu ya, penuh misteri" sahut Bian.


"Udah makan aja lagi, ntar Lo pada kelaparan." suruh Zia.


"Gak nafsu gue asli" ujar Ica.


"Yaudah terserah lo sih ya." lanjut Zia


"Yang diteror nyantai aja liat dahh" sahut Dimas.

__ADS_1


"Lo lupa mas? Hidup dia kan penuh kesantuyan dan kebarbaran" balas Tania.


"Hm terserah" jawab Zia.



Seminggu sudah berlalu kotak itu datang terus menerus, isinya juga sama dan tidak pernah berubah. Zia tidak pernah memberitahukan keluarganya tentang ini. Saat ini Zia dan temannya sedang makan di kantin seperti biasa.


"Gue mau liat isinya dulu, siapa tau beda. Kalian gak usah liat, ntar gak nafsu makan ujungnya jadi kelaparan" suruh Zia, mereka pun mengiyakan perkataan Zia. Dia membuka kotak yang sama untuk kesekian kalinya. Dan tetap saja isinya sama, peringatannya pun juga sama.


"Siapa sih ini?" tanya Zia.


"Sama isinya?" tanya Luis.


"Iya sama. " Jawab Zia.


"Lo ada ribut cari masalah sama orang ga?" tanya Bian. Zia mengingat ingat.


"Hmm," kata Zia sambil mengunyah.


"Telan dulu cii" suruh Ivan. Zia pun menelan makanannya.


"Yang sewaktu bibir gue luka itu, itu gue abis berantem sama preman yang ngerusuh di kafe gue" jawab Zia.


"Dalangnya siapa?" tanya Kris.


"Nah itu, gue kagak tau"jawab Zia lagi.


"Atau ini dari kaliann??" tanya Zia curiga, sambil menyipitkan matanya.


"Bukan gue" kata Dimas


"Bukan gue" sahut Ica


"Bukan gue" sambung Tania


"Jelas bukan gue." sahut Ivan


"Bukan gue, kurang kerjaan banget gue" sahut si Kris.


"Bukan gue sumpah" lanjut Bian.

__ADS_1


"Terus siapaaa?" tanya Zia.


"Udahlah, bodo amat. Ntar juga capek sendiri" ujar Zia. Dia pun melanjutkan makanannya sampai habis. Setelah itu mereka kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran.


__ADS_2