
Keesokan paginya, alarm Aska berbunyi. Dia sengaja memasangnya agar tidak ketinggalan pesawat.
"Sayang bangun," Aska membangunkan Zia setelah membasuh muka.
"Eh udah pagi?" tanya Zia. Aska mengangguk lalu mencium pipi Zia.
"Ayok pulang, aku ada kerjaan numpuk. Kamu bantu ya" pinta Aska. Zia mengangguk setuju lalu pergi menuju kamar mandi. Aska langsung bergegas turun ke bawah. Izin dengan seluruh keluarga.
"Papi, mami, bang Ze, Zai, kak feb. Eh kok ada lo lu?" tanya Aska saat sedang absen.
"Gue dipanggil om Zeco" jawab Luis.
"Ooo"
"Kamu kenapa absen tadi?" tanya Zeco.
"Aaa.. Aska mau ajak Zia ke Bali hari ini. Tapi jangan bilang Zia." Ujar Aska.
"Hari ini? Sekarang?" tanya Zean. Aska mengangguk.
"Gue mauu ikut dong. Bali kan banyak turis" pinta Zai.
"Lo susul aja ya, ntar gue jemput." kata Aska. Zai berdehem. Gak lama kemudian Zia turun dengan muka bantalnya. Dia hanya membasuhnya saja tadi.
"Sarapan dulu gak?" tanya Aska.
"Sarapan dirumah aja" jawab Zia.
"Yaudah" balas Aska. Aska menyalimi tangan mertuanya.
"Hati hati" jawab Zeco. Aska mengangguk. Zia pun bergantian menyalimi tangan mama papanya.
"Zia sama Aska pulang dulu ya ma pa" pamit Zia.
"Hati hati ya sayang" kata Zeva. Zia membalas dengan jempolnya.
"Kak feb, bang Ze, Zai gue pergi dulu"
"Eh ada Lulu sama Fafa gue pergi dulu ya. Bye" kata Zia lalu pergi gitu aja. Keluarga menatapnya aneh.
"Anak aneh ya aneh" kata Zean. Mereka yang dimeja makan ketawa.
______________
Di perjalanan, Aska melajukan mobilnya cukup laju. Zia sampai terheran.
"Kenapa buru buru sih?" tanya Zia.
"Mau ketemu klien dari luar negri. Makanya buru buru. Kamu ikut nanti, aku kenalin sama klien aku." jawab Aska.
"Aku masih ngantuk, tidur lagi gak apa apa kan?" tanya Zia.
"Tidurlah" jawab Aska sambil mengelus rambut Zia. Zia tertidur.
★
Setibanya dirumah, ternyata ada helikopter di atas atap rumahnya, juga ada si Rafael yang menunggu.
"Gila lu tong, gue udah cepet cepet biar gak ketinggalan pesawat. Ternyata lu nyiapin helikopter pribadi gue" keluh Aska setekah memasukkan Zia ke dalam helikopter.
"Lu kagak suka desek desek-an apalagi Zia. Yaudah gue suruh yang ini aja" jawab Rafael
"Gue belum mandi anjiy" cela Aska.
"Mandi di Bali aja udah. Ayok buruan" ajak Rafael. Aska mengikuti Rafael yang masuk ke helikopter.
"Lo kok ikut jemput gue rap?" tanya Aska.
"Sebenarnya firasat gue gak enak pas mau pesenin lo tiket pesawat, makanya gue siapin aja helikopter. Gue juga ngambil beberapa berkas biar bisa handle dari jauh" jelas Rafael
"Debes lu bro" balas Aska.
"Gue tau" kata Rafael.
"Gak jadi muji gue, lo narsis" sahut Aska, Rafael tertawa.
"Awet ya tidurnya bini lo?" kata Rafael sambil melihat Zia.
"Mata lo mau gue culek?" tanya Aska datar.
__ADS_1
"Astaga gue cuma nanya ogeb"
"Dia ada masalah apaan?" tanya Rafael.
"Lo tau berita transgender kemaren?" Rafael mengangguk.
"Nah itu pacarnya adek ipar gue. Pas diceramahin sama istri gue, adek ipar gue ngeyel dan kekeh kalau itu settingan. Terus tiba tiba aja ada hantu gitu yang datang buat klarifikasi semuanya" jelas Aska.
"Kok serem?" tanya Rafael.
"Penakut lo bacot" cibir Aska. Rafael tertawa.
"Is gue belom mandi lagi"
"Halah halah, sok mandi. Biasanya ke kantor kagak mandi lu bos" ledek Rafael.
"Iyain, eh nggak beg·o" balas Aska. Rafael tertawa.
"Adek lo sakit apa sih? Cewek apa cowok?" tanya Aska.
"Cewek, gue juga bingung itu anak sakit apaan" jawab Rafael.
"Kakaknya ajaib bener" ledek Aska. Aska terus mengelus rambut Zia yang ada di pundaknya.
"Dalah cabut gue cabut, romantisan mulu set dah" keluh Rafael. Aska tertawa mendengarnya. Meskipun dengan suara kecil, tawa Aska membangunkan Zia.
"Udah bangun?" tanya Aska.
"Loh kita dimana?" tanya Zia.
"Helikopter," jawab Aska santai.
"Mau ke?"
"Emmmm.. liburan" jawab Zia. Zia langsung antusias.
"Serius? Kemana? Aaaaa.. kamu baik banget sih" Zia nyosor memeluk Aska.
"Eh bukannya tadi kamu bilang mau ketemu client?" tanya Zia, Aska malah cengengesan.
"Derrrrrr...."
"Anjiy, monyet, komodo, buaya darat setan lo rap" umpat Zia.
"Keluar semua makhluk kebun binatang" kata Rafael.
"Lo ngapain disini? Bukannya lo di Bali?" tanya Zia.
"Gue kan asisten terbaik, jadi gue nemenin bos gue lah" jawab Rafael.
"Oh"
"Oh? Oh doang? Wah laki bini emang ngeselin. Pengen gue gorok" cela Rafael. Aska dan Zia tertawa. Zia mengambil hpnya lalu bersandar kembali di pundak Aska. Mengambil beberapa foto. Padahal mereka berdua benar benar jarang berfoto. Salah satu foto kocak Zia dan Aska dimasukkan ke Instagram pribadi Zia. Setelah itu dia kembali meletakkan hpnya. Mengecup pipi Aska.
"Makasih ya sayang, kamu kasih aku banyak kebahagiaan, sampai aku gak tau mau balas dengan cara apa" kata Zia. Aska mengecup keningnya.
"Senyum kamu untuk aku setiap hari udah buat aku bahagia" balas Aska.
"GUE NYAMUKKK,, NYAMUKKK" keluh Rafael dari kursi depan.
"Dih dih, ganggu aja ni anak kambing" ledek Zia. Aska tertawa.
"Laper.. tadikan belom sarapan" Aska memencet salah satu tombol. Datanglah robot yang menyerupai pramugari.
"Kamu mau makan apa?" tanya Aska.
"Apapun" jawab Zia. Aska menunjuk makanan yang ada dibuku menu. Setelahnya robot itu pergi.
Hp Zia terus berbunyi saat dia bermanja dengan Aska. Ketika dibuka banyak reply dari followers nya di Instagram. Namun dia malah menuju WhatsApp karena chat dari Ica
✉️
Ica onyet;
Woi
Woi
Woi
__ADS_1
Woi
Ica onyet;
Lo dimana sih Zi. Gue dirumah lo nih sama Ivan.
Zia memilih video call dengan Ica.
—Ica onyet—
📱 Ica; nah akhirnya, dimana lo?
Zia; helikopter, holiday.
📱 Ica; dih kagak ngajak ngajak. sama siapa lo?
Zia; mas crush ( menunjuk aska )
📱 Ica; anjiyy, padahal gue mau kasih kabar gembira.
Zia; paan tuch ( alay )
📱 Ica; Alaynya gak ilang astagaaaa
Zia; hahahahaha
📱Ica ; ( menunjukkan foto USG )
Zia; wanjaeee, ponakan baru?
📱 Ica; ( mengangguk )
Zia; uwuuuuuuu, congratulation mami icaaaa
📱 Ica; lu semua kagak ditempat, kesel gue beneran.
Zia; Tania? Alya? Qiara?
📱 Ica; Alya di tempat mertuanya, Tania lagi di Bali. Qiara di Paris. Lah lo jugaa gak disini.
Zia; utututu, susulin gue sini
📱 Ica; gue kabarin deh nanti. Lo cuma berdua sama Aska.
Zia; ada si rap.
📱 Ica; Rap? Aaaa... Bujang lapuk itu kan?
"Gue dengerrrrrrrrr!!" teriak Rafael. Mereka semua tertawa.
📱 Ica; bujang lapuk awas jadi nyamuk.
"Udah jadi nyamuk gue" balas Rafael. Lagi lagi mereka tertawa.
📱 Ica; ntar gue bujuk si Ivan buat ajakin liburan. Lo kemana?
Zia; gak tau, mas crush gak bilang.
📱 Ica; gue tanya Ivan aja ntar, yaudah gue matiin dulu. Bye~ (mematikan teleponnya)
Setelah selesai, Zia melihat-lihat akun instagramnya.
"Hp an mulu." Aska mengkode.
"Mas crushnya Zia mau apa?" tanya Zia.
"Suapin" rengek Aska.
"Manjanya mas crush kuu" Zia mengambil makanannya lalu menyuapkan ke Aska. Setelah selesai, Zia menyandarkan kepalanya di bahu Aska.
"Kita mau kemana?" tanya Zia.
"Bali" jawab Aska. Zia bangkit.
"Seriuss?" Zia kembali antusias.
"Kenapa?"
"Bali kan banyak turis seksi pake bikini. Wah pinter banget cari tempat wisata buat cuci mata" ledek Zia.
__ADS_1
"Eee.. ngomong apa sih? Mana mau aku ngelirik cewek lain, istriku lebih seksi gini" balas Aska.
"Gak tau ah mo pindah" Zia beranjak pindah tempat. Aska cuma cengengesan karena melihat pipi merona Zia.