
Warninggg!!
Semua isi cerita ini hanya karangan dan tidak berdasarkan kenyataan ๐.
_________
"Hm.. Perfect to!" Ujar mereka bersamaan lalu tertawa.
"Hey anak anak." sapa Pak Adit bersama dengan istrinya.
"Bukannya dia murid kamu disekolah sebelumnya?" tanya Istri pak Adit dengan bahasa Korea, yang kebetulan Zia tau artinya.
"Iya, ibu benar. Saat itu ibu dan pak Adit masih pacaran kan ya?" tanya Zia. Istri pak Adit terkejut karena Zia mengetahui bahasanya.
"Eh sumpret, lu kok tau dia ngomong apaan?" bisik Alya.
"Gue apa yang gak tau, dalam otak lo juga gue tau lagi mikir apaan" bisik Zia balik.
"Gimana liburannya?"
"Hwahh, nikmat kali pak." Jawab Eza.
"Otak gratisan ya gini" sahut Tania. Pak Adit hanya tertawa.
"Tahun kalian nikmat. Lebih mewah dari biasanya. Yaudah bapak sama istri bapak kesana dulu ya" pamit pak Adit lalu pergi.
Host pun berdiri diatas panggung, seketika suasana hening. Host itu adalah Bu Yesi, bisa dibilang beliau adalah Pembina OSIS di SMA Kebangsaan. Dia berdiri untuk membacakan Raja dan ratu Prom tahun ini.
"Raja dan ratu Prom kali ini adalah.........-"
"Congratulation for..... Aska dan Zia" sambut Bu Yesi. Semua orang berteriak mendengarnya.
'cocok banget emang'
'luar biasaa'
'cantik banget Zia masyaallah'
__ADS_1
Teriak siswa siswi ipa dan ips lainnya. Aska dan Zia pun naik kepanggung.
"Apa yang akan kalian persembahkan?" tanya Bu Yesi
"Hah? Wah kami gak tau nih Bu" sahut Zia. Aska menuju tempat band dan mengambil gitar.
'duh, Aska udah megang gitar. bisa meleleh gue'
'cool babyy'
Teriak para siswi.
"Saya akan main gitar dan Zia yang akan nyanyi. Lo bisa kan?" tanya Aska.
"Suara gue burik monyet, Lo mau bikin gue malu?" Bisik Zia
"Aska aja yang nyanyi Bu hehe, suara saya burik Bu, gak baguss" ujar Zia.
"Kalian berdua saja daripada udur uduran." suruh Bu Yesi. Zia pun menarik nafas panjang.
"Mau nyanyi apaan?" Bisik Zia.
"Diketawainlah gue ntar, gegara Lo sih." bisik Zia.
"Udahh, lakik binik gak usah berantem disonoo!" teriak Ivan, yang lain pun hanya tertawa. Aska mulai memainkan gitarnya.
*๐ถ Waktu pertama kali, kulihat dirimu hadir. Rasa hati ini inginkan dirimu -aska.
๐ถ Hati tenang mendengar, suara indah menyapa. Geloranya hati ini tak kusangka -zia
๐ถ Rasa ini, tak tertahan -aska
๐ถ Hati ini selalu untukmu -zia
๐ถ Terimalah lagu ini. Dari orang biasa, tapi cintaku padamu luar biasaaa. -aska, zia
๐ถ Aku tak punya bunga, aku tak punya harta -aska
__ADS_1
๐ถ Yang kupunya hanyalah hati yang setiaa -zia.
๐ถ Tulus padamu -aska, zia sambil tatap tatapan*.
Semua orang baper melihat mereka.
Aska memainkan gitarnya sambil senyum manis membuat Zia salah tingkah.
'lesung pipi? Aska punya lesung pipi? kok gue baru tauu?' batin Zia.
'makin berat, haruskah aku tetap pergi meninggalkan?' batin Aska.
*๐ถ Hari-hari berganti, Kini cinta pun hadir. Melihatmu, memandangmu bagai bidadari. Lentik indah matamu. Manis senyum bibirmu, Hitam panjang rambutmu anggun terikat. Rasa ini tak tertahan. Hati ini selalu untukmu -aska sambil melihat Zia.
๐ถTerimalah lagu ini, Dari orang biasa. Tapi cintaku padamu luar biasa -aska dan Zia.
๐ถ Aku tak punya bunga, Aku tak punya harta -aska
๐ถ Yang kupunya hanyalah hati yang setia -zia
๐ถ Tulus padamu -zia dan aska. Lagu mereka pun selesai. Para penonton bersorak melihat mereka yang masih bertatapan*.
' tuh kan, aska kalau udah megang gitar, gue jadi baper '
' best couple '
'kok jadi gue yang baper? ****** dah!'
' lagi, lagi, lagi, lagi'
itulah yang dikatakan mereka. Zia dan Aska pun memalingkan wajahnya. Lalu Zia tersenyum didepan semua penonton.
"Astaga, kalau suara segitu bagusnya dikata burik, suara gue apaan dong?" tanya Alya.
"Merdu banget gila gila." sahut Tania.
"Multitalent emang." Sahut Dimas.
__ADS_1
"Astaga gue baper" sahut Ica.
"Sweeettt" sambung Qiara.