Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Chef amatiran


__ADS_3

"Ini gak adil" lirih Zai. Aska menghampiri Zai.


"Buka mata hati lo Zai, Zia. Zia emang gak suka sama pacar lo, tapi dia punya alasan."


"Media aja mengatakan dia transgender, itu bukan tipuan lo harus perca–" omongan Aska terhenti, karena suara seseorang. Zia juga keluar saat itu.


"Maaf saya merasuki tubuh adek kecil yang imut ini. Saya cuma mau kasih tau kamu, adrea itu cowok bernama Hayr Frile. Saya istrinya, tapi saya sudah meninggal karena tersiksa. Dia tidak tulus pada kamu, dia hanya butuh uang lalu pergi meninggalkan kamu. Lindi, Lindi itu adik angkatnya Hayr" jelas wanita itu, dia menggunakan tubuh Zafran.


"Nama lo siapa?" tanya Zean.


"Lah malah nanya nama" cela Luis.


"Kali aja gue tau, gue bisa penjarain si Rere. Eh bukan si Hayr." jawab Zean. Wanita ditubuh Zean cengengesan.


"Anci sioja" jawab Anci.


"Ini benar? Ini bukan tipuan?" tanya Zeco.


"Ini benar benar real tuan. Maaf saya datang mengganggu Zia dan membuat tangannya terluka. Saya hanya ingin menyelamatkan kalian dari kelicikan mereka" balas Anci.


"Anci" panggil Zia.


"Ah, ya. Zia, makasih ya. Aku senang kenal kamu. Aku mau tanya, kamu mau tetep bisa baca pikiran atau aku tutup lagi?" tanya Anci.


"Tutup aja" sahut Aska.


"Iyakah?" tanya Anci.


"Terserah kamu, tenang disana ya." kata Zia. Anci tersenyum, diapun keluar dari tubuh Zafran. Zafran pingsan. Luis memapah Zafran, membawanya menuju sofa.


"Ma- maafin gue kak" ujar Zai sambil menunduk. Karena tidak ada jawaban, Zai mendongak, dia tidak melihat disana.


"Kamu sabar ya Zai, kakak kamu butuh waktu, jangan diganggu oke?" kata Syifa.


"Iya kakak ipar" jawab Zai.


"Aska ke kamar dulu ya. Mau check keadaan Zia, Aska takut Zia kenapa kenapa" pamit Aska lalu pergi. Zai lesu, dia tau betul Zia susah memaafkan seseorang. Dia mengutuk dirinya sendiri yang lebih percaya si transgender dari pada sama kakaknya. Lamunannya terhenti saat Zeco bersuara.


"Papa setuju kamu sama siapa aja Zai, yang terpenting dia cinta sama kamu. Dia sayang sama kamu. Papa lebih suka yang sederhana, daripada yang sepantaran dengan kita. Lain kali, kamu harus selidiki dulu. Kalau bukan karena Zia dan Anci, papa gak tau lagi bakal gimana"


"Maaf pa, ma. Maafin Zai. Zai nyesel lebih belain si transgender dari pada kak Zia." balas Zai.


"Biar semuanya menjadi pelajaran buat kamu, jangan sampai terulang" sahut Febby.


"Iya kakak ipar" jawab Zai.


Di kamar legend Zia


"Sayang" panggil Aska. Aska melihat Zia yang berdiri di balkon. Tanpa basa-basi Aska memeluknya dari belakang. Zia tersadar dari lamunan dan melihat ke Aska.


"Manja banget suamiku? Kenapa?" tanya Zia.

__ADS_1


"Kamu baik baik aja?" tanya Aska. Zia berfikir untuk menjawab. Lama mendengar jawabannya, aska memutar tubuh Zia.


"Kamu baik baik aja" tanya Aska lagi, Zia menunduk. Air matanya turun tanpa disuruh. Aska memeluknya lagi.


"Jangan nangis sayang" pinta Aska sambil menenangkan Zia.


"Zai lebih milih dia dari pada aku. Aku salah apa? Hiks... hiks... Apa aku salah milih calon adek ipar aku sendiri?" tanya Zia masih memeluk Aska.


"Kamu gak salah kok. Kan cewek selalu benar" jawab Aska. Zia melepas pelukannya lalu kembali menatap pemandangan dari balkon.


"Orang serius malah bercanda" kata Zia, Aska cengengesan.


"Eh ngambek? Mau ice cream?" Zia menggeleng.


"Martabak?"


"Coklat?"


"Cilok?" pertanyaan Aska dijawab dengan gelengan kepala.


"Minuman soda?" tanya Aska yang terakhir, Zia berbalik sambil mengangguk.


"Gak! Gak boleh." tolak Aska.


"Tadi nawarin" Zia membalas sambil memanyunkan bibirnya. Aska maju mencium bibir Zia. Zia diam tanpa menolak. Cukup lama adegan ini terjadi. Beberapa menit kemudian, Aska melepaskannya. Dia melihat Zia yang terpejam.


"Nanti malam ya" punya Aska. Zia menatapnya heran. Aska cengengesan.


"Kamu gak mau makan? Ayok makan siang" ajak Aska.



"Mana Zia? Gak apa apa kan?" tanya Zeco.


"Zia gak apa apa kok pi" jawab Aska.


"Mbak, buatkan makanan untuk saya sama Zia" pinta Aska.


"Mau dibuatin apa den?" tanya mbak nidja.


"Emm.. saya aja deh yang masak mbak" pinta Aska.


"Dih dih, bisa masak emang?" tanya Luis.


"Ya bisa lah, Aska gitu loh" Aska menyombongkan diri.


"Kok gue takut hancur itu dapur?" Zean bertanya.


"Santuy ae bang, kagak bakal hancur kok" balas Aska sambil cengengesan. Aska menuju kulkas mengambil bahan makanan. Dia berencana membuat nasi goreng spesial untuk Zia.


Dia mulai berkutik di dapur layaknya chef internasional.

__ADS_1


"Gila, ini wanginya enak banget." kata Zean setelah Aska selesai masak. Zia mencium wangi masakan Aska keluar menuju dapur.


"Kok keluar?" tanya Aska.


"Laper" jawab Zia cengengesan.


"Tadi katanya nggak lapar" balas Aska. Aska meletakkan nasi goreng spesial itu di meja. Zia melihat ada berbagai campuran, sosis, bakso, telur dan yang lainnya.


"Wah enak tuh" Febby datang.


"Kak feb mau? Nih makan dulu. Bumil harus didahulukan" suruh Zia.


"Kamu makan aja, kamu belom ada makan. Kakak nanti minta buatin Zean" jawab Febby.


"Zia gak yakin sih," balas Zia.


"Sama" sahut Luis dari ruang keluarga. Mereka tertawa, Febby pergi menuju ruang keluarga.


"Makan gih" suruh Aska.


"Punya kamu?" tanya Zia.


"Aku nggak lapar makan lah" balas Aska. Zia mulai memakannya.


"Emmmmmmm, enak banget demi apa. Kok kamu bisa masak sih?" tanya Zia heran.


"Dulu, waktu kecil aku sering diajakin main masak masakan sama anak tetangga" jawab Aska.


"Ya kan masak pura pura, ada ada aja kamu" balas Zia. Aska tertawa. Aska berpindah tempat duduk disebelah Zia. Mengelus rambut Zia.


"Makan yang banyak, abisin. Aku gak mau kamu kurusan. Nanti mama bilang kamu gak aku kasih makan" kata Aska, Zia mengangguk.


"Aku cuma bisa buat nasi goreng ini buat kamu. Aku gak bisa masak yang lain" lanjutnya.


"Ini lebih dari cukup," jawab Zia, dia menyandarkan kepalanya di pundak Aska.


"Aku sayang kamu" kata Aska.


"Aku juga sayang kamu" balas Zia. Aska mengelus rambut Zia sambil diselingi kecupan. Zia kembali seperti semula.


"Chef.. aaaaaa." Zia ingin menyuapi Aska.


"Makan aja untuk kamu" suruh Aska.


"Ah gak asik" sahut Zia, ketika ingin memasukkan kemulut Zia Aska menarik tangan Zia lalu memakan nasinya. Zia cengengesan.


"Enak juga ya" kata Aska.


"Debesss" balas Zia. Mereka cekikikan, makan sambil suap suapan.


Di ruang keluarga, mereka melihat Aska dan Zia didapur. Karena ruangan nya tidak terlalu jauh, dan pembatasnya adalah pintu kaca.

__ADS_1


"Papa seneng Zia punya Aska" kata Zeco saat melihat Zia ketawa ketiwi, suap suapan dan lain sebagainya dengan Aska.


"This is really true love" sahut Luis.


__ADS_2