
*Sebelum Zia berada di club itu.
Zia sedang berada dikamarnya dan menikmati terpaan angin malam. Zia selalu berfikir kenapa dia selalu dijahatin padahal dia tidak pernah jahat pada siapapun, kecuali emang dia sedang diganggu. Pikirannya berkecamuk, disatu sisi dia merasa sedikit menderita, disisi lain dia tidak ingin membuat keluarganya sedih.
"Ke club enak nih pasti, segelas alkohol juga bakal nenangin pikiran gue" lirih Zia, dia mengganti bajunya dengan Hoodie lalu menutupi kepalanya dengan topi. Lalu dia keluar kamar dan berniat pergi dengan mobilnya yang sudah sembuh dari goresan.
"Mau kemana Zia?" tanya mamanya.
"Tempat teman ma, Zia pamit dulu assalamualaikum" jawab Zia, dia menyalami tangan mama dan papanya lalu pergi meninggalkan rumahnya menuju ke club.
Dia selalu meminum alkohol itu, tanpa sadar tiga botol telah habis.
"Ini tidak enak, tapi aku suka" ujar Zia dengan kesadarannya yang sudah menipis. Sampai pada akhirnya Aska, Ivan dan Dimas menghampirinya.
"Zia" panggil Aska.
"Eih, Aska? Kemana aja lo selama ini?" tanya Zia sambil ingin meminum alkohol itu lagi. Tetapi ditahan oleh Aska.
"Udah cukup, kenapa Lo mabuk si Ziaa?" tanya Aska, lalu dia menggendong Aska dan membawanya ke apartemen.
____
"Dia siapa kak?" tanya Yuka.
"Teman gue," jawab Aska
"Terus gue ngapain disuruh kesini?"
"Gak mungkin kalau gue sama dia disini cuma berdua Yuka."
"Tolong Lo gantikan bajunya ya"
"Kenapa nggak Lo aja kak?" goda Yuka.
"Ah udahlah cepat. Nanti lo tidur dikamar tamu." suruh Aska.
"Terus lo tidur dimana kak?"
"Gue tidur di sofa"
"Yakin Lo kak?" tanya Yuka.
"Jadi gue tidur dimana sama Lo atau gak sama zia? Bakal lepas kendali gue" jawab Aska, Yuka tertawa mendengarnya.
"Baiklah baiklah" ujar Yuka lalu pergi menuju kamar Aska.
"Wah dia cantik sekali, gue suka liatnya pandangan pertama. Pasti kak Aska suka sama nih cewek" gumam Yuka. Lalu dia bergerak hendak mengganti pakaian Zia. Dan teringat akan sesuatu. Dia pun keluar menuju Aska.
"Dia pakai baju apa?" tanya Yuka.
"Lo gak bawa baju?"
__ADS_1
"Ya nggak lah, Lo gak nyuruh kak" jawab Yuka.
"Pakein baju gue aja, cari dilemari." suruh gue.
"Tenggelam lah dia pake baju Lo"
"Belom tentu ege" jawab Aska.
"Ya deh iya, serah lo" jawab Yuka, dia pun kembali ke kamar Aska menggantikan baju Zia. Setelahnya dia ke kamar tamu dan tidur disana.
›››
Pagi hari telah tiba..
Zia mengerjapkan matanya, dan mencium aroma di kamar ini. Dia merasa ini bukan aroma kamarnya, tiba tiba kepalanya sedikit pusing.
"Awwh.. gue dimana? Mama papa pasti khawatir" gumam Zia.
"Udah bangunnn?!" tanya Aska. Dengan setelan baju koko, sarung, dan peci dikepalanya, Zia terpukau melihatnya. 'dia kalau alim kayak gini lucu, makin ganteng. eh gue kok disini. itu Aska? gue mimpi?" tanya Zia dalam hati.
"Kok gue disini?" tanya Zia dia menundukkan kepalanya dan melihat bajunya sudah berbeda. Dia berdiri dan mendekati Aska.
"Lo apain gue ka?" tanyanya sinis sambil mencubit Aska.
"Dih apaan, gak gue apa apain juga. Eh ini sakit nda, sumpah." Keluh Aska.
"Yang bener loh askaaaaa!" teriak Zia.
"Kak gue pul--" ucap Yuka terhenti.
"Cantik" gumam Zia.
"You too" jawab Yuka.
"Gue Yuka, sepupunya Aska. Nice to meet you"
"Eh, gue Zia. Temennya Aska, nice to meet you too." balas Zia.
"Gue pulang duluan ya, mau kesekolah" pamit Yuka.
"Lo kelas berapa?" tanya Zia.
"11" jawab Yuka.
"Oh yaudah hati hati" kata Zia sambil tersenyum.
"Bawa mobil kan Lo?" tanya Aska.
"Iya, gue pamit dulu ya kak Aska, kak Zia"
"Iya hati hati," ujar Aska dan Zia serempak.
__ADS_1
"Serasi" ledek Yuka lalu keluar dari apartemen Aska.
-
"Kemana aja Lo selama ini hm? Gue telpon Lo gak pernah angkat?"
"Gue nanya yang lain mereka malah gak pernah jawab."
"Kemana aja sih ka? Kemanaa? Kenapa gak kasih kabar ke guee?" tanya Zia bertubi tubi. Aska berjalan menuju Zia dengan pakaian yang tetap tidak berubah. Aska memeluk Zia.
"Maafin gue gak bilang sama Lo, gue di Amerika. Gue kuliah disana" jawab Aska.
"Ya tapi setidaknya kan lo bisa kasih kabar ke gue" kata Zia. Aska mengeratkan pelukannya dan Zia juga membalas pelukan Aska, dia merasakan kehangatan saat memeluk Aska.
"Iya gue minta maaff" ujar Aska sambil membelai rambut Zia. Aska melepas pelukannya.
"Terus sekarang gue tanya, Lo kenapa di club sendirian tadi malam?" tanya Aska.
"Gue...gue" jawab Zia terbata bata.
"Apa Zia? Lo tau gak, Lo itu cewek. Bahaya kalau ke club sendirian. Kalau Lo di apa apain gimana hm?? Setidaknya Lo bisa ajak Dimas ataupun Ivan kenapa harus sendiri?" tanya Aska sedikit emosi dan khawatir.
"Lah tadi niatnya gue yang mau marahin dia karena gak ada kabar, sekarang malah gue yang kena semprot" gumam Zia pelan namun terdengar oleh Aska. Aska memeluknya kembali.
"Gue khawatir sama Lo Zii, lain kali jangan sendiri oke! Lo kalau mabuk ketemu orang jahat, Lo gak bisa ngapa ngapain. Jadi jangan ngelakuin hal ini lagi dalam keadaan sendiri paham! " suruh Aska, Zia pun hanya mengangguk. Aska melepas pelukannya.
"Maaf tadi gue suudzon sama Lo"
"Gak masalah, lagian gak mungkin gue ngapain Lo, Lo kan princessnya triplebad." Kata Aska, pipi Zia memerah mendengarnya dan jantungnya berdetak cepat. Zia mencoba untuk menetralkan semuanya.
"Lo dari mana pake sarung, baju koko sama peci gitu?" tanya Zia.
"Sholat subuh"
"Matahari udah terbit baru sholat?" tanya Zia.
"Gue bangun tidur tadi langsung sholat, kata bokap gue bisa kalau gitu. Yang penting bangun tidur langsung sholat. Eh pas gue selesai lo udah bangun" jelas Aska
"Oooo gitu"
"Lo laper gak? Mau makan?" tanya Aska.
"Eh, emang Lo ada makanan ?"
"Ya dimasak dululah" jawab Aska.
"Emang lo bisa masak?" tanya Zia, Aska pergi menuju kamarnya Zia mengikutinya.
"Ngapain Lo ngikut?" tanya Aska
"Lo belom jawab pertanyaan gue, gue penasaran" tanya Zia.
__ADS_1
"Lo keluar dulu deh, gue mau ganti baju."
"Hah, kenapa gak bilanggg" kata Zia menutup mukanya dengan tangan lalu keluar. 'lucu banget sih Lo, gemes gue jadinyaa' batin Aska.