
"Kenapa tadi pulang kerja mukanya kusut kayak gitu?" tanya Zia sambil memilih milih buah di supermarket.
"Enggak" jawab Aska. Zia beralih ke Aska. Memegang pipinya dengan kedua tangan.
"Gue istri Lo sekarang. Susah senang gue bakal ada buat Lo. Jadi, gue mohon jangan tutupin apapun dari gue" pinta Zia. Aska memegang tangan Zia yang di pipinya setelah itu dia genggam.
"Bukan apa apa, gak ada yang gue sembunyiin dari Lo."
"Lo kasih tau atau gue yang cari tau?" tanya Zia.
"Gue beneran gak sembunyiin apapun. Kalau ada apa apa pasti bakal gue kasih tau"
"Oke terserah" balas Zia dia kembali memilih buah.
"Ya jangan marah gitu dong"
"Gaaak biasa aja" jawab Zia. Aska terus menggodanya.
"Gue rindu Aksa" kata Aska tiba tiba sambil tersenyum. Zia melihat ke Aska, memegang pipi Aska dengan tangan kecilnya.
"Hmmm, kita ke makamnya nanti. Oke?" tanya Zia, Aska mengangguk setuju.
"Biar cepet kita bagi tugas, Lo cari cemilan, gue mau cari pembersih ruangan dan para sodaranya" suruh Zia. Mereka pun mencar.
Di tempat cemilan, Aska mengambil banyak cemilan, karena dia tau istrinya itu doyan banget ngemil apalagi ada teman temannya yang super duper rusuh.
"Eh, Aska kan?" tanya seseorang, wanita yang ditemuinya 6 bulan yang lalu, di depan hotel yang diinap Zia, Lindi Steffia.
"Oh iya hai" sapa Aska dingin.
"Kok bisa ada disini? Kamu sama siapa?" tanya Lindi.
"Sama istri" Aska selalu dingin, dia menjawab sambil memilih cemilan.
"Ohh kamu udah nikah" ujar Lindi sok sedih.
"Lo udah nikah?" tanya Aska basa basi.
"Belom sih, masih nyari" jawab Lindi.
Ting..
Ponsel Aska berbunyi.
✉️
My Wife ❤️ ;
Come here
Aska;
Kenapa
My Wife ❤️ ;
Pantesan gak mau datang, ada cewek cantik.
My Wife ❤️ ;
Come here quickly or I'll go with Bian.
Aska;
Cangkemmu kui yang, ojo macem macem!!
"Aaishhh"
"Kenapa?" tanya Lindi.
"No, I'm leaving first" jawab Aska lalu pergi. Lindi menatapnya heran, dia kembali sibuk dengan kesibukannya.
"Zia" panggil Aska. Zia menghadap ke Aska, Aska menarik tangan Zia, Zia berada di belakang Aska.
__ADS_1
"Mau apa lo?" tanya Aska.
"Ah, nggak. Bukan apa apa." jawab Bian.
"Go please" suruh Aska.
"Tapi..." Aska maju sambil menunjukkan gumpalan tangannya.
"Fine" jawab Bian lalu pergi. Aska melihat kebelakang.
"Are you okay?" tanya Aska. Zia diam.
"Hei, are you okay?" tanya Aska lagi.
"Fragen Sie mich nicht. Geh einfach mit deinen Fans dorthin!" balas Zia.
"Lo cemburu?" tanya Aska menggoda.
"Gak" jawab Zia singkat, sambil berjalan ketempat lain, Aska menariknya Zia jatuh dalam pelukan Aska.
"Ehrlich zu mir, warum?" tanya Aska.
"Lo kenapa lama banget sih? Lo pikir gue setenang itu liat bian? Lo gak liat, dia udah kayak orang jahat" keluh Zia, ya. Penampilan Bian berubah, dia seperti preman bahkan lebih dari kata preman.
"Iya iya sorry, gue minta maaf gue salah." balas Aska, Zia memaksa lepas pelukannya.
"Sana pergi sama fans Lo. Ngapain Lo samperin gue. Kan enak kalo gue dibwawa swama bwian" suruh Zia, mulutnya udah ditutup oleh tangan Aska, tapi dia tetap menyelesaikan perkataannya. Aska mengecup bibir Zia sekilas.
"Ngapain gue kesana Lo kan disini" ujar Aska. Zia cuma diam. Mereka melanjutkan kegiatan.
Sampai dirumah, Zia tetap diam membuat temannya heran.
"Kenapa?" tanya Ivan pada Aska.
"Tadi gue ketemu Lindi" jawab Aska.
"Gob*lok, ngapain Lo ketemu Lindi?" tanya Ivan.
"Oh jadi Lo tau Lindi van?" tanya Zia.
"Mam*pus deh gue, gak dapat jatah ntar malam" ujar Aska. Teman temannya tertawa.
"Gak mungkin gara gara itu doang, Zia gak segampang itu jadi gitu" sahut Alya.
"Kita beda tempat, dia jumpa sama Bian, gue jumpa Lindi. Dia chat gue suruh datang. Gue lama banget datang. Ternyata dia ketakutan. Kalian tau? Bian beda banget sekarang. Penampilan dia melebihi kata preman. Makanya Zia takut karena bian" jelas Aska.
"Bian stres gue rasa" sahut Qiara.
"Eh, dia belum nikah tau." kata Tania sambil menunjukkan sesuatu.
"Dalahhh gosa bahas dia" suruh Zia.
"Nah bener, kagak usah bahas dia. Kita bahas..."
"Liburan!" potong Alya saat Ica ngomong.
"Setuju" kata Zia antusias.
"Kemana??" tanya Tania.
"Korea" pinta Alya.
"Nah iya, gue pengen ketemu Chanyeol" ujar Zia.
"Gue pengen ketemu suhoo, tapi dia lagi wamil." kata Ica.
"Gue pengen ketemu Park Seo Joon" sambung Alya.
"Huaaa gue pengen ketemu Kai" keluh Qiara.
"Gue pengen ketemu Jaehyun " sahut Tania.
"Aaaaa" teriak mereka, kaum Adam cuma melihat mereka doang sambil terbengong.
__ADS_1
"Ini suaminya disini loh" kata Jimmy, tapi dikacangi mereka.
"Yaudah, kalian ke Korea kita ke Jepang. Kan banyak tu yang waw waw" saran Dimas. Tania menggetok kepala suaminya itu.
"Berdosa Lo, suami sendiri di getok" keluh Dimas.
"Eh? Kena ya? Maaf.." tanya Tania merasa bersalah.
"Gak ada akhlak sih" lanjut Tania setelahnya.
"Hahahaha" tawa mereka.
"Ke Kanada atau Turki gitu" saran Aska.
"Nah negara maple, gue nonton di Goblin kemaren" sahut Zia.
"Ke Amerika aja gimana, gue lihat banyak cewek seksi di Drakor the Heirs kemaren" usul Jimmy.
"Lo mau gue getok juga kayak Dimas?" tanya Alya datar.
"Jangan dong sayangg" pinta Jimmy.
"Terus jadinya kemana?" tanya Samuel.
"Tau nih, gak jelas" sahut Ivan.
"Bentar," pamit Aska, dia naik ke kamarnya mengambil laptop.
"Dalam negeri kita juga banyak tempat wisata. Kayak di film susah sinyal. Sumba bagus tau, atau kita ke Bali" saran Aska.
"Nah iya tuh, daripada keluar negeri, mending dalam negeri. Percuma kalau kita keluar negeri untuk wisata tapi gak pernah wisata dalam negeri" sahut Ivan.
"Jadi kemana?" tanya Samuel.
"Bentar gue cari" ujar Aska. Dia mencari tempat wisata luar biasa di Indonesia.
Mereka melihat semua tempat wisata di Indonesia.
"Gue bingung, Bali atau Sumba" keluh Zia.
"Iyaaa huhuu, gue bingung" sahut Tania.
"Sumbar aja gimana?" tanya Ica.
"Sumbar? Sumbar apa Sumba?" tanya Qiara.
"Sumbar, Sumatera barat. Kita ke kota Padang. Gue punya kakak disana" jawab Ica.
"Sejak kapan lo punya kakak di padang?" tanya Alya.
"Lo mah gak hits, kakak online gue lah" jawab Ica.
"Cewek kok, dia tinggal di kota Padang. Coba cari deh objek wisata kota Padang" lanjut Ica.
"Wahh, kerrren" sahut Samuel setelah melihat-lihat.
"Oke fix kita ke Sumatera barat." ujar Aska.
"Kapan?" tanya Jimmy.
"Besok" jawab Alya, dan Tania serentak.
"Bulan depan" jawab Dimas.
"Loh???" Tania.
"Kenapa mass?" tanya Tania.
"Gue punya proyek besar, harus diselesaikan bulan ini juga" jawab Dimas.
"Gue juga harus ke Paris" sahut Samuel.
"Yah kelamaan dong" keluh Zia.
__ADS_1
"Sebentar lagi itu, ini kan udah pertengahan bulan" jawab Aska.
"Iya deh terserah kapan" sahut Ica. Mereka masih terus berbincang-bincang tentang indahnya kota Padang.