Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Phobia


__ADS_3

Zia pun hanya mengangguk angguk sambil melihat sekelilingnya. Tempatnya penuh bunga, dimeja mereka juga ada. Disaat Zia lagi melihat bunganya, ternyata ada ulat yang tersembunyi Zia berteriak, Aska dkk pun terkejut. Ivan melihat ke arah bunga dan melihat ada ulat didekat daunnya, ivan memanggil pelayan untuk membawa bunganya. Saat ini Zia sedang memeluk Aska karena ketakutan.


"Udah gak ada kok, udah tenang" kata Ivan.


"Udah gak ada nda" kata Aska menenangkan, Zia pun melepas pelukannya.


"Lo kenapa zi?" tanya Dimas.


"Zia phobia ulat, tadi dibunga itu ada ulat, makanya dia teriak" jawab Ivan. Zia masih gemetaran, dia benar-benar phobia pada ulat. Ivan dan Aska memegang tangan Zia untuk menenangkan. Tiba tiba Aska menyenggol hp zia, dan hpnya pun jatuh dan pecah.


"Ekses gueee" teriak Ziaa. Ivan dkk pun terkejut.


"Sorry ndaaa, gue ga sengaja. Ntar gue ganti yang 11 pro max deh ya" bujuk Aska.


"Gue gak mau, lo ganti ekses gue yang samaa!" suruh Zia


"Ekses apaan sih?"tanya Dimas.


"Nama hp gue" jawab Zia.


"Ohh gue paham, kenapa namanya ekses, karena hpnya Zia iPhone xs max gubluk" jawab Ivan.


"Yaudah ntar gue ganti yang sama." bujuk Aska lagi.


"Lo sih ceroboh."


"Iya maapp nda maapp, gasengajaaa" sahut Aska.


"Panggilan khusus gue ke Zia, Manda" kata Aska.


"Gue panggil dia Cici" sahut Ivan.

__ADS_1


"Lah gue apaan? Gue panggil Zi."


"Terserah" sahut Zia


"Gue bliin yang 11 pro max aja yaa" tawar Aska.


"Ogah gue gak mau."


"Astaga, padahal lebih besar 11 pro max, gue kalau ditawari si Aska langsung mau gue. Ini anak emang ajaib" sahut Dimas.


"Gue gak terlalu suka. Gue lebih suka ekses." jawab Zia. Aska pun beranjak.


"Mau kemana?" tanya Zia, Ivan, dan Dimas.


"Beli ekses. Ayok!" ajak Aska.


"Yaudah sekalian balik aja kalau gitu, thank you Zi hadiahnya. Makasih ye" sahut Dimas. Mereka pun tertawa melihat tingkah Dimas. Kemudian pergi. Zia pulang bersama Aska.


"Ada apa tuan muda?" tanya Manajer toko itu.


"Kasih iPhone xs max 256gb fullset buat pacar saya pak." ujar Aska. Semua orang terkejut termasuk Zia. Karena setau mereka Aska tidak pernah berpacaran apalagi membawa pacarnya ke toko hp milik papanya. Zia pun mencubit Aska. Aska hanya tenang sambil menahan sakit.


"Tuan muda mau yang warna apa?" tanya manajernya


"Mau warna apa?" tanya Aska pada Zia.


"Gold" jawab Zia. Manajernya pun mengambilkannya. Aska pun membayarnya dengan kartu ATM miliknya.


"Tidak usah tuan muda, toko ini kan milik papa tuan." ujar manajer itu, Zia pun terkejut.


"Punya papa saya, bukan punya saya" kata Zia sambil terus menyerahkan kartu atmnya. Pegawai pun menerima.

__ADS_1


"Terimakasih tuan muda, semoga kalian langgeng. Kalian sangat serasi. " ujar manajernya itu. Zia dan Aska pun terkejut, membalas perkataan si manajer dengan tersenyum kemudian pergi meninggalkan toko.


"Lu ngomong asal jeplak aja, pengen gue tikam." sahut Zia, Aska pun cuma menyengir, dan terlihat sangat tampan, Zia pun jadi degdegan.


"Pantesan nawarin 11 pro max, belinya di toko lu sih"


"Kan gue bayar, pake uang gue sendiri"


"Terserah"


"Bagus gak? Lagian lo kenapa doyan xs max, padahal 11 pro max lebih menggoda" tanya Aska.


"Gak suka, gue lebih suka xs max bodynya seksi" sahut Zia.


"Sama kayak lo" bisik Aska. Zia pun mencubit Aska lagi.


"Awhh sakit.. asal nyubit aja lu, gue lagi nyetir ini" keluh Aska


"Bodo amat wlekk" sahut Zia sambil menjulurkan lidahnya. Kemudian mereka tertawa bersama. Gak lama mereka pun tiba dirumah Zia.


"Mm.. thank ya."


"Hehe iya thanks back, gue balik dulu ya" ujar Aska.


"Hati hati" ujar Zia, Aska pun melajukan mobilnya menuju rumahnya.


-


-


Hai readers..

__ADS_1


Jangan lupa like coment dan vote ya 💖✨


__ADS_2