Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Back again


__ADS_3

"Udah nyoba foto didepan?" tanya Zia seketika dia lupa pertanyaannya yang sebelumnya. 'untung dia kaga nanya lagi" batin mereka.


"Belom" jawab Tania.


"Kalian ngapain disini? Rindu sama gue yaaaa?" Kata Zia


"Kumattt narsisnya." Ujar mereka bersamaan Zia hanya tertawa.


"Gue naik ke atas bentar ya, ada sesuatu yang penting" pamit Zia.


"Iyaa serahlo." Jawab Tania, Zia pun menuju lift lalu naik ke lantai 3.


"Huh huh huh.."


"Ngapa ngos-ngosan Lo mas?" tanya Tania.


"Gak bernafas gue setelah dia nanyain Aska, takut keceplosan" jawab Dimas.


"Huh, sama gue juga. Untung aja" sahut Ivan.


______


Zia menuju ruangan pribadinya. Melihat semua cctv nya, siapa tau ada kejanggalan atau kelicikan.


"Oke semua amann" gumam Zia. Kemudian dia melihat keuangan kafenya, ternyata kafenya untung besar. Dia beranjak keluar dari ruangannya menuju tempat para pelayan.


"Mbak kepala pelayan, kumpulin semuanya di ruangan biasa ya" ujar Zia. Kepala pelayan hanya mengangguk. Ruangan itu ada di lantai bawah paling belakang kafe. Ruangan cukup besar dan dikhususkan untuk tempat perkumpulan. Setelah selesai menyuruh pelayan, Zia menuju ruangan itu dan duduk santai dikursi kebesarannya.


"Sudah semua?" tanya Zia dengan dingin. Semuanya menjadi merinding. Sebenarnya Zia hanya mengetest mereka saja.


"Sudah nona" jawab kepala pelayan


"Keuangan kafe kita...-" Zia sengaja menjeda ucapannya.


"Keuangan kafe kita untungnya sangat besar, saya akan memberikan kalian bonus karena kerja keras kalian." Ujar Zia sambil tersenyum.


"Wah, saya kira kenapa" ujar salah satu pelayan


"Ada.. apa dengan mu?" tanya Zia


"Kau membuat kesalahan?" tanyanya lagi.


"Ahh tidak nona, saya hanya merasa sedikit merinding karena dengan perkataan anda tadi yang begitu dingin" ujarnya.


"Ooh begitu baiklah. Saya sudah memberikan kalian bonus, tempat tinggal, dan gaji yang cukup. Jangan sampai saya mendengar ada suatu kelicikan ataupun penghianatan. Paham?!" teriak Zia.


"Paham nona" jawab mereka bersamaan.


"Saya tidak suka itu, karena saya sangat berbaik hati pada kalian" lanjutt Zia.


"Baiklah, kembali bekerja. Tetap tersenyum dan semangat" suruh Zia, lalu dia keluar dari ruangan dan menuju teman temannya.


"Lama banget dah lu" protes Tania.


"Iyee namanya orang penting" jawab Zia.


"Kuliah di mana kalian?" tanya Zia.


"Ya sama kayak lo lah. Di Big Bang" jawab Ica

__ADS_1


"Hajab histeris tuh masyarakat big bang" ujar Zia


"Kenapa gitu?" Ivan


"Siswa siswi SMA Kebangsaan cantik cantik imut imut ganteng ganteng dodoll" jawab Zia.


"Wah jadi pengen dodol" komen Tania


"Lu ngidam?" tanya Zia.


"Enak aja, Lo kira gue hamil?" tanya Tania.


"Siapa tau Lo udah mantap mantap sama Dimas"


"Sembarangan" jawab Tania semuanya tertawa.


"Histeris ya? Ya jelas, orang ada guee" jawab Dimas.


"Taniaaa lakiklu kumaatt" ujar Zia mereka pun kembali tertawa dan berbincang sampai lupa waktu. Mereka selalu berbincang tanpa ada yang bermain hp. Sungguh pertemanan yang luar biasa.


________


Sore harinya, Zia sudah pulang 2 jam yang lalu, dan sekarang lagi rebahan dikamarnya. Karena dia haus dan persediaan air dikamarnya habis, dia turun menuju dapur. Melewati ruang keluarga. Dia melihat mama dan papanya sedang menonton tv. Saat Zia lewat ternyata lagu yang didengarnya setiap hari berputar.


"KU MENANGISSSSS MEMBAYANGKANN BETAPA KEJAMNYA DIRIMU ATAS DIRIKU" Zia mengikuti nyanyian yang ada di tvnya. Membuat mama dan papanya terkejut kemudian tertawa. Dia tetap menuju dapur. Setelah dari dapur dia menghampiri mama papanya.


"Tiap hari nonton beginian, kagak bosen apa mama sama papa?" tanya Zia.


"Enggak lah, beda sama kamu" jawab Zeva. Tiba tiba ponsel Zeco berbunyi, panggilan dari Lee. Dia pun mengangkatnya.


Zeco; waalaikumsalam kak, kenapa?


Zeco; apalagi kak kenapaa?


📞 Lee; udah cepetan kamu kembali ke sini. Mama pingsan tadii


Zeco; APAAA?! Jangan bercanda kakkkk!!!


Zia dan Zeva pun terkejut karena Zeco berteriak.


📞 Lee; kali ini aku tidak berbohong. telepon yang kemarin aku tidak mengatakan mereka kenapa. Dan sekarang aku mengatakan alasannya. Tidak mungkin aku berbohong. Itu sama saja aku mendoakan mama sakit.


Zeco; baiklah baiklah, aku akan kesana.


Zeco pun memutuskan panggilannya.


"ZAI, ZEAN, FEBBY, LUIS KELUAR!!" teriak Zeco. Semuanya pun keluar dari kamar dan menuju ruang keluarga. Zia dan Zeva panik, kenapa Zeco seperti ini.


"Bersiaplah, kita harus kembali ke Jerman. Grossmutter pingsan." suruh Zeco sambil terus menerus panik. Zia dan Zeva terkejut.


"Cepat! Papa tidak mau terjadi apa apa sama grossmutter kalian. Ma, kemasi barang papa sekalian. Papa akan menyuruh pilot untuk membawa helikopter kita" suruh Zeco. Semua pun naik ke atas dan berkemas kemas.


'jerman again' batin Zia saat mengemasi barangnya. Dia mengganti bajunya dengan baju tidur lagi. Ntah kenapa semenjak hari itu dia lebih suka memakai baju tidur saat ingin keluar negri. Zia memakai baju tidurnya dan terpasang di lehernya headphone. Kemudian dia keluar sambil membawa koper. Helikopter pun sudah standby di halamannya bersama dengan pilot. Setelah semua masuk ke dalam helikopter sang pilot pun menerbangkannya menuju Jerman.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di Jerman dan langsung menuju rumah sakit Hitler.


"Mama kenapaa kak?" tanya Zeco.


"Mama kurang darah" jawab Lee.

__ADS_1


"Hah? Gimana bisaa?!" tanya Zeco lagi.


"Aku tidak tau Zeco"


"Mama dimana? Sudah sadar?" tanya Zeco panik.


"Mama sudah sadar, masuklah" jawab Lee, Zeco pun langsung masuk ke kamar mamanya.


"Mama kenapa? Kenapa gini?"


"Bukan apa apa nak. Mama sudah tua, maklum saja. Ini bisa terjadi" jawabnya.


"Pulanglah dulu kerumah. Beristirahat dan ganti bajumu. Mama tidak apa apa" suruh mamanya. Tetapi Zeco dan keluarganya masih saja tetap diruangan mamanya. Zia yang haus, pamit pada keluarganya dan pergi menuju kantin rumah sakit. Dia menikmati minumannya sambil melihat orang berlalu lalang. Tiba tiba ponselnya berbunyi, panggilan video berbasis grup bersama Tania, Ica, dan Ivan. Ada dimas juga yang bersama dengan Ivan.


📞 Ivan; Lo dimana?


Zia; back again to Jerman


📞 Ica; ngaco ih.


Zia; lah lu liat, emang rumah sakit Indonesia kayak begini manusianya? (memperlihatkan manusia manusia Jerman)


📞 Tania; eh serius lu? Ngapain Lo balik lagi?


Zia; Grossmutter gue sakit.


📞 Dimas; grossmutter?


Zia; di Indonesia bilangnya nenek.


📞 Ivan; sakit apa kok bisa??


Zia; gak tau gue.


📞 Ica; besok kuliah tau.


Zia; astagaa gue lupaa!!! Izinin gue deh ya. Bilang kalau gue ada urusan di Jerman. Asli gue lupa, gue gak inget.


📞 Tania; kalau lupa ya gak inget.


📞 Ivan; yaudah lo baik baik aja disana, ntar bakalan kita sampein.


📞 Dimas; kaga ospek dong lu, enak amat.


Zia; gue kepengen ospek sih sebenarnya tapi yaudalah no problem.


📞 Dimas; kebanyakan manusia mah kagak suka ospek, lah ini anak ngapa doyan?


Zia; gue mah bukan kebanyakan manusia.


📞 Dimas; Lo kan manusia ajaib, hahahaa


📞 Tania; sengklekk! jaga diri baek baek ya lu cepetan pulang!


📞 Ica; baru semalam jumpa sama Lo curut. Eh udah balik aja ke Jerman.


Zia; ye maapp. Yaudah gue tutup nih ye, gue mau ke kamar mama bokap.


📞 Ica; iya jaga diri lu

__ADS_1


Zia hanya mengangguk kemudian mematikan teleponnya. Dia pun berjalan kembali ke kamar inap grossmutternya.


__ADS_2