
Satu bulan kemudian.
Zia dkk sudah melewati masa masa tersulit mereka di SMA. Mereka sudah menjalani berbagai macam ujian yang membuat otak ingin meledak. Nilai nilai ujian mereka pun memuaskan. XII IPS 3 murid murid yang anti diem, dan banyaknya siswa dari pada siswi. Mereka mendapat nilai tertinggi dibandingkan anak IPA. Semuanya terkejut, yang mendapatkan posisi pertama bukanlah Qiara ataupun Samuel, tetapi Zia Amanda Hitler, siswi baru SMA Kebangsaan. Berkat IQnya yang tinggi dia mendapatkan posisi pertama setelah melewati Qiara dan Samuel.
Dia memang tampak rajin masuk sekolah setiap harinya. Tetapi saat orang melihat catatan dibukunya tak ada catatan apapun, hanya beberapa lembar. Banyak yang mengira Zia licik. Zia membayar guru untuk itu. Tetapi mereka salah, saat upacara bendera setelah pengumuman hasil dia berdiri di Tribun dan berani membuktikan pikiran negatif tentangnya.
"Saya Zia Amanda Hitler. Saya mengatakan saya tidak pernah licik dalam segala hal. Saya tau kalian semua hanya merasa iri kepada saya dan ingin menjatuhkan mental saya. Tetapi tidak berlaku bagi saya. Saya berdiri disini untuk menantang diri saya. Saya akan membuktikan kebenaran bahwa saya sama sekali tidak licik!" Ujar Zia dari tribun wajahnya terlihat santai.
"Apa yang akan kamu lakukan kali ini Zia?"tanya pak Adit disebelahnya.
"Bagaimana kamu akan membuktikannya?" tanya Bu Yesi.
"Saya akan mengulang ujian dari bapak ibu guru. Saya mohon buatkan saya soal baru, soal yang susah. Saya akan mengerjakannya diatas tribun ini setiap hari" ujar Zia lantang.
"Atau jika perlu, ujian lisan saat ini dihadapan semua siswa siswi SMA Kebangsaan." lanjut Zia.
"Selama ini, saya sabar karena banyak yang mencemooh saya, saya tau kalian iri dengan saya yang bisa berteman dengan Aska Ivan dan Dimas. Saya tau mereka King disekolah ini. Oleh karena itu, kalian selalu memfitnah saya dengan yang tidak tidak. Kalian selalu mengambil kesimpulan sendiri tanpa tau keadaan sebenarnya." lanjut Zia. Dia marah sangat marah. Bahkan sesekali dia tersenyum dengan senyuman liciknya yang membuat nyali para siswa siswi SMA Kebangsaan menciut.
"Bapak ibu guru yang terhormat, bisakah kalian membuatkan soal baru untuk saya?" tanya Zia.
__ADS_1
"Kami akan membuatkan yang terbaru untuk kamu." jawab Roy setelah mereka diskusi.
"Berapa lama waktu yang saya butuhkan pak, bu?" tanya Zia masih diatas tribun.
"Seperti ujian sebelumnya, 4 hari dengan batas waktu yang dipercepat. Kamu setuju?" tanya Bu Saysi.
"Berapa waktunya kalau saya boleh tau?" tanya Zia.
"1 jam." tantang Bu Saysi. Semua yang melihatnya, ada yang merasa iba, dan ada yang merasa puas.
"SAYA TERIMA!" Ujar Zia. Membuat kaget semua guru dan siswa terkejut. 1 jam waktu yang sangat cepat. Zai yang melihat semua ini kesal, sangat sangat kesal. Lagi lagi kakak tercintanya difitnah. Semua teman teman Zia di XII IPS 3 pun tidak merasa iri padanya, mereka senang Zia membawa nama baik kelasnya yang selalu ribut. Mereka juga merasa kasihan melihat Zia. Mereka membantu Zia memberikan buku catatan tetapi Zia selalu menolak. Dia hanya ingin berusaha melalui otaknya.
4 hari terlewati, Zia selalu ujian di Tribun dan dia selalu menyelesaikan ujiannya kurang dari sejam. Semua kaget melihatnya. Mereka memang menghitung lamanya Zia ujian. Jika Zia berbalik kekelasnya, itu berarti Zia sudah siap mengerjakan ujiannya. Ujiannya sekarang telah selesai. Dia selalu menggunakan otaknya tanpa melihat buku atau apapun. Dewan guru bilang pengumuman hasil ujian Zia akan dibacakan saat upacara bendera.
Hari ini hari Senin, yang artinya pengumuman ujian Zia akan diberitahukan saat upacara. Zia memang cemas, dia takut malah akan dibawah nilainya yang sebelumnya. Tiba saatnya, pak Adit mengatakan bahwa nilai ujian Zia lebih tinggi dari sebelumnya. Pak Adit menjelaskan tentang nilai nilainya yang saat ini dengan yang sebelumnya. Pak Adit juga membacakan soal yang susah menurutnya tetapi dijawab benar oleh Zia. Zia tersenyum sinis mendengar penuturan pak Adit. Semua tercengang, terutama temannya. Dia dipanggil untuk menaiki Tribun.
"Saya berterima kasih kepada seluruh dewan guru yang membuatkan saya soal baru. Terimakasih kepada pak Roy, pak botak, dan pak Adit yang sabar menerima saya disini. Maafkan saya yang selalu membuat kalian susah. Terimakasih juga kepada teman teman saya di kelas XII IPS 3 support dari kalian yang akan saya rindukan nantinya. Dan terimakasih kepada manusia yang selalu memfitnah dan selalu mencemooh saya. Tanpa kalian sadari pahala kalian yang kalian kumpulkan mengalir kepada saya."
"Dalam hal ini, saya bukan bermaksud menyombongkan diri saya. Saya tau, sombong hanya akan menghancurkan segalanya. Saya tidak pernah licik dalam hal apapun. Saya emang bukan cewek kalem dan diem. Saya cewek yang banyak keinginan dan selalu melakukan apa yang saya inginkan. Saya bukan orang yang menghalalkan segala cara untuk mengikuti kemauan saya. Saya tidak pernah membayar guru untuk memenuhi nilai saya. Dan saya juga tau, semua guru guru disini menjadi jujur setelah keluarnya kepala sekolah sebelumnya. Seperti yang kalian ketahui, kelakuan saya memang mines. Tetapi tidak dengan otak saya." lanjut Zia dengan tatapan sinisnya.
__ADS_1
"Jadi, saya mohon jangan membuat nama saya tercemar setiap harinya. Benci saya silahkan saya tidak perduli. Saya hidup bukan untuk membuat kalian terkesan. Ucapan saya ini bisa kalian ambil hati, pikirkan dengan otak, dan lain kali jangan menyebar fitnah jika tidak punya bukti. Sekian, terimakasih." Ujar Zia sambil menuruni tribun. Perkataan Zia benar benar pedas, membuat semua orang mengangakan mulutnya.
"Emang ajaib anak monyet, orang mah terakhirnya, ucapan saya yang pedas jangan diambil hati. Eh dia kagakk" ujar Eza. Zia yang sudah dibarisan hanya tersenyum sinis.
"Baiklah.. setelah ini siswa siswi XII IPS 3 mendapatkan hadiah spesial, yang khusus dari pemilik sekolah ini." Sahut pak Adit setelah Zia turun.
"Hadiah apa pak?" tanya Joshua.
"Kalian mendapat tiket wisata ke Filipina. Kalian juga akan didampingi oleh pak Roy. Kalian bermalam di hotel punya pemilik sekolah ini. Nanti malam kalian akan berangkat. Persiapkan diri kalian, saya yang akan mengantarkan kalian kebandara" jawab Pak Adit. Semua siswa siswi IPS 3 bersorak gembira.
"Sampai kapan pak?" tanya Jimmy.
"Jum'at pagi kalian akan pulang, nanti malam kumpul dirumah saya ya. Disana kalian bisa tour keliling Filipina." jelas pak Adit.
"Pak Roy? Anda bisa menemani mereka?" tanya Pak Adit.
"Saya bisa pak" jawab pak Roy sambil tersenyum. Zia melihat kearah siswa siswi XII IPA. Mereka melihat dengan tatapan gak suka.
"Siswa siswi XII IPA, bisakah kalian menatap santai ke arah kami? Apa kalian juga menginginkan tiket ini?" tanya Zia. Mereka pun hanya diam.
__ADS_1
"Baiklah.. Kalian bisa kembali ke kelas masing masing. Zia Amanda Hitler, harap keruangan saya" suruh pak Adit. Zia pun mengiyakan perkataan Adit.