
"Zia, bangun ya sayang. Papa mohon, papa bakal kabulin permintaan kamu, apapun itu. Tapi kamu harus buka mata kamu dulu. Jangan buat papa panik. Ayo bangun, kamu mau keliling dunia papa bakal turutin. Yang penting kamu bangun sayang" pinta Zeco melas sambil menunduk.
"Bener pa? Kita keliling dunia?" tanya Zia. Zeco mendongak mendengar suara yang dia tunggu selama ini.
"Zia? Kamu udah bangun?" tanya Zeco.
"Iya pa, Zia udah bangun emang Zia kenapa??" tanya Zia.
"Hah? Nggak apa apa kok. Kamu ada yang sakit??" tanya Zeco
"Nggak pa"
"Jadi kapan kita keliling dunia?" tanya Zia.
"Kapan kamu mau?" tanya Zeco mengelus rambut hitam panjang milik Zia.
"Besok"
"Hah besok??" tanya Zeco, Zia mengangguk.
"Ya udah besok"
"Beneran besok?"
~
"Pa, pa bangun" panggil Zeva.
"Iya besok" jawab Zeco dengan mata tertutup.
"Ma, papa ngomong apaan? Kenapa disuruh bangun malah bilang besok?" tanya Zai.
"Gak tau, papa kamu ngigau ini" jawab Zeva.
"Lucu om Zeco kalau lagi ngigau" sahut Luis.
"Iya, gue anaknya aja baru lihat kayaknya" kata Zean.
"Hilih bicit" balas Zai.
"Pa? Pa bangun. Papaaa" panggil Zean. Zeco terbangun.
"Eh?!" tanya Zeco.
"Papa mimpi apaan besok besok?" tanya Zai.
"Loh, Zia kok masih tidur?" tanya Zeco.
"Papa kenapa sih? Zia memang masih tidur dari tadi." jawab Zean.
"Loh?" tanya Zeco lagi.
"Dih papa kenapa sih?" tanya Zeva.
"Berarti papa mimpi? Tapi kenapa kayak kenyataan?" tanya Zeco.
"Kamu kenapa sih Ze?" tanya Lee.
"Tau tuh, kagak jelas" sahut Zeva.
"Nggak, tadi papa mimpi Zia udah bangun dari tidurnya waktu papa janjiin ajak dia keliling dunia. Di tanya kapan maunya dia bilang besok," jelas Zeco.
"Coba papa test" suruh Zai.
"Kagak usah ngaco!" sahut Zean.
"Ya siapa tau mujur" tawar Yossie.
"Si tante mah, yakali. Dikira Zia lagi main film apa?" sambar Zean
__ADS_1
"Ya udah, kita coba aja." balas Zeco. Dia menarik nafasnya dalam dalam, dan mengeluarkannya pelan pelan.
"Zia, bangun ya sayang. Papa mohon, papa bakal kabulin permintaan kamu, apapun itu. Tapi kamu harus buka mata kamu dulu. Jangan buat papa panik. Ayo bangun, kamu mau keliling dunia papa bakal turutin. Yang penting kamu bangun sayang" pinta Zeco mengulang kata katanya seperti yang ada di mimpi, tetapi Zia tetap terpejam.
"Emang cuma mimpi" ujar Zeco setelahnya.
"Zean bilang juga apa" balas Zean.
"Emang Lo bilang apa bang?" tanya Zai.
"Au ah, dek dek kapan sih lo bangun? Demennn amat buat kita khawatir" ujar Zean pada Zia.
"Gue rindu celotehan lo kak. Kapan sih bangunnya?" tanya Zai.
Tok tok tok...
"Assalamualaikum," salam Abizar dan teman temannya Zia.
"Waalaikumsalam, kalian datang?" tanya Zeco.
"Iya om" jawab mereka.
"Kenapa kalian tidak liburan? Kalian kembali untuk liburan bukan?" tanya Zeva.
"Ada yang kurang jika Zia tidak ikut bergabung tante" jawab Qiara.
"Wah, om bersyukur Zia punya teman yang setia seperti kalian" puji Zeco.
"Berapa lama kalian disini?" tanya Lee dengan bahasa Indonesia.
"Papa..?" panggil Luis.
"Papa sudah bisa bahasa Indonesia sekidit sekidit, jadi bukan hanya kamu yang bisa Luis" jawab Lee. Mereka tertawa mendengarnya.
"Papa salah. Bukan sekidit sekidit, tapi sedikit sedikit" kata Luis membenarkan.
"Hanya beda sekidit" sahut Lee.
"Ah itu pokoknya, sekidit" ujar Lee.
"Serah mu lah bang" balas Zeco, mereka tertawa mendengarnya.
"Mungkin setengah bulan kami disini om" jawab Alya.
"Ooh begitu" kata Zeco.
"Abi, tinggal dimana kamu selama ini?" tanya Zeco.
"Kos kosan bang" jawab Abizar singkat.
"Apa? Mengapa tidak dirumah abang saja?" tanya Zeco.
"Aku akan merepotkan mu bang" jawab Abizar.
"Zai udah pernah ketemu sama bang Abi pa. Zai sama Zia udah ajakin eh dia bilang kapan kapan" sahut Zai.
"Lo ketemu? Kapan?" tanya Zean.
"Setahun yang lalu kayaknya, waktu mau kompetisi" jawab Zai.
"Ooh, jadi ini orangnya. Pantesan familiar" sahut Tania.
"Kamu kenal saya?" tanya Abizar.
"Anda yang berjalan bersama kepsek mengkoordinasikan lapangan waktu itu." jawab Tania.
"Ooh, yang Lo bilang ganteng kayak orang Korea itukan?" tanya Ica menerka. Tania hanya mengangkat satu alisnya, artinya iya.
"Tinggal saja dirumah abang. Kapan pun kamu datang, pintu rumah abang terbuka lebar untuk kamu." kata Zeco, Abi cuma tersenyum.
__ADS_1
"Bagimana kondisi Zia?" tanya Abizar.
"Belum ada perubahan" jawab Zean.
"Emm.. om bisa minta tolong. Om, tante sama yang lain mau pergi. Jadi kalian bisa jaga Zia?" tanya Zeco.
"Tenang aja om, kami pasti bakal jagain." jawab Samuel.
"Terima kasih"
"Ya sudah, ayok kita pergi" ajak Zeco, mereka pun pada pulang, kecuali Zai. Zeco saat itu ingin ke perusahaannya, dia mengajak Zeva untuk beristirahat. Lee dan Yossie juga pulang untuk istirahat. Zean, pergi ke kantornya.
·—-_-—·
"Ziaaaaa, ayok lah bangun" suruh Tania.
"Kapan sih Lo mau melek?" tanya Tania. Mereka yang lain hanya diam, mengingat ingat kenangan dengan Zia. Mengingat ingat senyuman manis Zia. Mengingat ingat celotehan Zia.
"Zia, bangun. Lo tau gak, gue sama Ivan udah jadian" bisik Ica, yang lain tidak mendengarkan bisikan Ica. Luis melihat Zia, memperhatikan sesuatu.
"Ta-tangan Zia bergerak" ujar Luis.
"Bentar gue panggil dokter" sahut Jimmy lalu keluar. Dokter pun datang dan memeriksanya.
"Itu tadi hanya gerakan reflek, nona Zia masih dalam keadaan koma." jelas dokternya setelah memeriksa.
"Saya permisi" pamit dokter lalu pergi.
"Hm... Gue kira Lo udah bangun Zi" kata Alya.
"5 menit lagi, Zia pasti bangun" tebak Zai.
"Kagak usah ngawur!" sahut Abizar. Zai diam mereka menunggu dan ternyata dugaan Zai salah.
"Lo bilang 5 menit lagi, mana kampret?" tanya Dimas.
"Eh belum ya?" tanya Zai.
"Au ah, adek sama kakak sama aja ternyata" cibir Jimmy.
"Aska mana ya?" tanya Tania.
"Kagak usah tanya Aska deh, Bian yang calon suaminya aja mana?" sahut Ivan.
"Bener lu" balas Dimas.
"Khawatir sih gue, belum jadi apa apa aja dia kagak sigap, apalagi jadi suami" cibir Jimmy.
"Iya, mending sama Aska dah dia. Jadi temen aja sigap apalagi jadi suami, gak kayak Bian" sahut Tania asal.
"Itu mulut apa bukan? Asal ceplos aja, kalau Bian denger gimana?" tanya Samuel.
"Bodo amatlah Sam, nyatanya emang gitu" sahut Qiara.
"Udah diem, kagak usah gibah! Doyan amat nge-ghibah" suruh Abizar. Mereka pun diam, hening seketika. Beberapa menit kemudian kembali ribut karena para ciwi ciwi lagi gosip. Para cowok? lagi mabar sekampung.
Saat mereka lagi asik tiba tiba masuk abang ojol anterin makanan.
"Siapa yang pesen?" tanya Abizar setelah kang ojol pergi.
"Gue bukan" jawab mereka satu persatu.
"Dari papa, papa barusan chat. Tanyain udah sampe atau belum makanannya. Papa suruh kita makan siang pake ini. Papa gak mau penolakan" sahut Zai.
"Emang debes sih, bapak sama anak sama sama baik" sambar Alya.
"Ceileh" ujar Zai.
"Bilang makasih sama bokap lu Zai" balas Samuel perwakilan.
__ADS_1
"Sans aja bang" kata Zai. Mereka pun mulai memakan makanan yang diberikan Zeco.