
Eyo wasap geng!! hehe.. jangan lupa like koment dan vote yaa 💖
_________________________________
H a p p y r e a d i n g !!✨
Saat mengamati gerak gerik Zia, tiba tiba ponselnya berbunyi. Panggilan dari RAP, dia pergi meninggalkan dapur.
—RAP—
📞 Rafael; udah tuntas mas bro, tinggal terbang aja. Penerbangan pagi, jangan sampe telat.
Aska; oke oke! mantep. Salut gue. Gak sia sia gue ajarin lo.
📞 Rafael; dih dihhh, ngajarin apaan. ngadi ngadi.
Aska; hahahahaha
Aska; jadinya hotel apa rumah bokap lo?
📞 Rafael; bokap
Aska; kedap suara gak?
📞 Rafael; wah parah lu parah benerrrr
Aska; hahahaha
📞 Rafael; kamar gue kedap suara kok, jadi lo yang make bos
Aska; gud boy. Lo debes deh rap.
Aska; gue matiin dulu ya. gue mau makan sama binii.
📞 Rafael; pamer terossss mentang punya bini
Aska; hahahaha (mematikan teleponnya)
"Teleponan sama siapa?" tanya Zia tiba tiba muncul.
"Astaga dragon ball" Aska terkejut. Zia tertawa melihat ekspresi Aska.
"Kok kayak setan sih? Udah mirip sama bang Zean" cibir Aska.
"Gue denger" Zean berteriak.
"Astaga" balas Aska. Zia tertawa lagi.
"Ketawa mulu, udah selesai masaknya?" tanya Aska.
"Belom" jawab Zia santai.
"Ngapain kesini? Nanti jadi gak enak tu makanan" sahut Aska.
"Dih dih, kamu gak tau udah diem aja" suruh Zia.
"Iyainnnn" balas Aska. Mereka pun berjalan menuju dapur lagi. Sambil menunggu Zia, Aska mengirimkan SMS untuk mang Iruh.
✉️
Aska;
Mang, suruh mbak Jum kemasin barang barang saya sama Zia. Saya mau pergi ke Bali selama 15 hari.
Mang Iruh;
Perginya teh besok den?
Aska;
Iya mang
Mang Iruh;
Oke, mamang sampein nanti.
__ADS_1
Aska;
Jangan lupa mang, makasih ya.
Mang Iruh;
Iya sama sama
"Kamu selingkuh ya?" tanya Zia penuh curiga.
"Selingkuh gimana?" tanya Aska.
"Dari tadi main hp mulu. Telponan aja pergi biasanya juga nggak" jawab Zia.
"Si RAP nanyain kabar" jawab Aska. Tidak ingin berdebat Zia hanya ber 'oh' ria lalu kembali fokus pada masakannnya.
Saat memasak, tiba tiba Zai datang menghampiri Zia. Zia mencoba untuk tidak perduli.
"Kak, maafin gue ya pliss"
"Kak, gue ajakin ke Jepang deh"
"Enggak deng ke Korea aja. Gue ajakin ketemu Lee Min-ho" ajak Zai. Aska melempar jeruk yang ada ditangannya kearah Zai. Tepat sasaran. Zai meringis kesakitan.
"Abang ipar laknat" cibir Zai.
"Betingkah sih, ngajakin istri gue selingkuh" balas Aska.
"Bitingkih sih, ngijikin istri gii silingkih. Hilih bicit!!" balas Zai. Zia diam meskipun sedang menahan tawanya. Aska merasa kesal ingin melempar lagi, tapi Zean datang.
"Buat dimakan bukan buat dilempar, lo yang gue lempar nanti" cela Zean lalu pergi.
"Wleee.." Zai meledek Aska. Zai kembali fokus pada kakaknya.
"Kak gue minnnnnta maaf kak"
"Demi siput bersuara kucing milik Spongebob, gue minta maaf tuuuuluuuuuss banget sama lo" kata Zai merayu lagi.
"Duduk sama Aska jangan ganggu gue" suruh Zia dengan nada dingin. Dengan kegirangan dia menghampiri Aska. Zai yakin, kakaknya sudah tidak marah karena memanggil dirinya dengan sebutan 'gue' bukan 'saya'.
"Dikit" balas Zai.
"Cih.. masih aja be·go" cibir Zia saat menuju meja. Ayam goreng bumbu kari spesial untuk Aska sudah selesai dia masak dan meletakkannya di meja makan. Dia mengambilkan nasi untuk Aska. Aska mengambilnya dengan senang hati. Aska pun mulai memakannya.
"Ajib, ini luar biasa. Kamu the best banget emang" kata Aska dengan tersenyum lebar.
"Makanlah," balas Zia sambil tersenyum juga.
"Kak gue mau" pinta Zai.
"Gue masakin spaghetti aja mau? Itu pas pasan. Abang ipar lo rakus" balas Zia. Zai senyum pepsodent. Dia senang akhirnya kakaknya benar benar tidak marah. Dia mengiyakan perkataan Zia. Padahal dia ingin ayam goreng milik Aska.
"Bentar" kata Zia, Aska menarik tangannya Zia.
"Makan dulu sini, Zai biarin aja. Kamu belom makan dari tadi" ajak Aska.
"Nanti aja, masakin buat Zai dulu" balas Zia.
"Ya udah aku makannya nanti aja" Aska meletakkan sendoknya.
"Loh kok gitu?" tanya Zia.
"Karena gak gini" balas Zai.
"Diem lo" Aska memarahi Zai.
"Utututu sabar dulu ya abang ipar. Adek iparmu juga lapar" kata Zai. Zia cengengesan.
"Sebentar ya" Zia menghampiri Aska mengecup pipinya lalu kembali ke dapur.
"Astaga mata gue ternodai" keluh Zai.
"Bacot" balas Aska.
"Ih kasaarr" balas Zai. Lagi lagi Zia tertawa di dapurnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Zia kembali dengan sepiring spaghetti ditangannya.
"Maaci kakakqueh" ujar Zai.
"Alay" balas Aska.
"Sensi mulu? Pms ya bos?" tanya Zia. Aska menatapnya tajam, Zia malah cengengesan. Dia menghampiri Aska lalu duduk disebelahnya.
"Makan gih, untung masih lumayan anget" kata Zia. Aska memulai makannya lagi sambil menyuapi Zia.
"Gue jones, gue harus apaa? Kasihan gue" kata Zai. Aska dan Zia tertawa ngakak.
"Nanti anak gue, mama papa, sama Febby bangun mau dimarahin?" tanya Zean. Dia lagi menggendong Febby yang ketiduran.
"Wah sanggup ya bang gendong bumil?" tanya Zia.
"Gue kan kuat. Udah diem jangan berisik banget kalian!!" jawab Zean lalu pergi menuju kamarnya. Mereka melanjutkan makan.
"Zai" panggil Zia.
"Iya kak" tanya Zai.
"Lain kali jangan be·go-be·go banget ya?" kata Zia.
"Iya kak, sorry ya. Gue tau pasti lo masih sakit hati sama gue. Gue minnnnnnnnta maaf yang sebesar-besarnya buat lo" balas Zai. Zia membalasnya dengan senyuman. Hening di meja makan.
"Zai, Lo mau gue cariin istri?" tanya Zean.
"Siapa?" tanya Zai.
"Lo tinggal pilih dek, fans abang ipar lo banyak. Lo di ajak ke hadapan media langsung populer" sahut Zia.
"Hem"
"Bang ada lowongan di Asz group?" tanya Zai.
"Ada OB" balas Aska.
"Lo dendam deh kayaknya sama gue" balas Zai mulai tersulut emosi. Zia tertawa, Aska tersenyum sinis.
"Lo bisa apa?" tanya Aska mulai serius.
"Stalker orang" balas Zai.
"Gak bermutu, gue buang gak kepake" balas Aska.
"Dih dih dih, mulai sombong rupanya big bos. Jangan lupa diatas langit ada langit" sahut Zia.
"Maap tuan putri, hanya candaan" balas Aska, setelahnya dia ketawa.
"Nanti gue cariin yang pas buat lo" kata Aska.
"Oke sip," balas Zai.
"Gue duluan ngantuk. Makasih spaghetti nya kak" pamit Zai lalu pergi.
"Besok balik kan?" tanya Zia.
"He'em" balas Aska. Setelah meneguk air putih.
"Udah selesai?" Aska mengangguk.
"Masih lapar?" Aska menggeleng.
"Kamu?" tanya Aska.
"Udah kenyang" jawab Zia.
"Yaudah ayok istirahat" ajak Aska.
"Piringnya belum dicuci" kata Zia.
"Kamu putri pemilik rumah disini, bukan pembantu. Biar mbak nidja aja" balas Aska. Aska menggendong Zia seperti Zean menggendong Febby.
Aska membawa Zia ke kamar. Setelah tiba meletakkan Aska perlahan di tempat tidur. Dia juga merebahkan tubuhnya di samping Zia. "Tidur oke?" Zia mengangguk lalu memeluk Aska. Aska juga memeluk Zia. Mereka pun mulai masuk ke alam mimpi.
__ADS_1