
Di Indonesia sekarang pukul setengah delapan malam. Karena besok hari libur, Qiara dan teman-temannya yang lain sedang berkumpul di salah satu kafe yang ada di mall.
"Enak jadi Zia, di skors bisa pergi ke luar negeri. Lah gue, digebukin yang ada," keluh Tania merasa bosan. "Jangan iri ya, anak baiq!"
"Iye-iyee, abis ini mau kemana? Kok lu berdua cuma pesen minum?" tanya Tania pada Qiara dan Alya. "Kami mau beli beberapa keperluan. Lu berdua ikut atau tinggal di sini?"
"Gue di sini," jawab Ica dan Tania kompak. "Oke kalau gitu, kalian di sini. Gue sama Aya mau pergi dulu, byee!" Qiara pergi sambil melambaikan tangannya.
Sepuluh menit kepergian mereka berdua, Ica dan Tania fokus kepada ponselnya tanpa memulai percakapan. Mereka sudah banyak berbincang tadi dan sekarang kehabisan topik.
"Halo? Boleh duduk di sini gak?" tanya seorang pria pada Ica. "Iya, boleh bareng, kan?" tanya pria lain menuju Tania, karena mereka duduknya berhadapan.
"Duduk aja, mas," jawab Ica tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. Lain halnya dengan Tania, ia menoleh terlebih dahulu. "Eh, lu?" Tania terkejut melihat lawan bicaranya.
"Dimas, kan?" Kedua pria itu adalah Ivan dan Dimas, tanpa Aska. "Iya gue Dimas, kenapa? Boleh duduk kagak? Capek berdiri tau," keluh Dimas. Tania mengangguk, Dimas pun duduk santai di sebelahnya.
'Jantung gue kenapa detaknya lebih cepet sih? Gila apa?' batin Tania kesal.
Ica yang tadinya asik, mengalihkan matanya dari ponsel dan melihat ke arah sampingnya dan betapa terkejutnya dia bertemu dengan Ivan. "Astaghfirullah, monyet! Ngapain lu di sini?" tanya Ica.
"Pelanin suaramu, sayang. Semua orang nengok tuu," bisik Ivan. Ica tersadar, ia malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ivan tertawa melihatnya. Selang beberapa menit kemudian Samuel pun datang.
"Eh? Hai, Ica, Tania."
"Haii."
"Qiara mana? Tumben cuma berdua?" tanya Samuel basa-basi. "Lagi nyari keperluan sama Alya," jawab Tania.
"Ooh, gue ikut gabung di sini yaa."
"Sipp, duduk aja."
Di sisi lain. Saat perjalanan kembali ke kafe, Alya di tinggal oleh Qiara. Eh tidak-tidak, lebih tepatnya Alya menyuruh Qiara duluan.
__ADS_1
Saat berjalan santai sambil bermain ponsel, tanpa sengaja seseorang menabraknya. "Jimmy? Hadehh, barang gue."
Jimmy tidak menjawab, ia membantu Alya mengambil barangnya yang terjatuh. Sampai di satu barang, tangan mereka bersentuhan, Jimmy dan Alya saling bertatapan.
Jantung mereka berdua benar-benar tidak terkontrol, detaknya lebih cepat dari biasanya. "Ehm." Jimmy langsung berdiri lalu membantu Alya.
"Lu mau kemana?" tanya Jimmy akhirnya bersuara, Alya menunjuk tempat yang ingin di tuju. Ia melihat ada Samuel dan teman-temannya di sana. 'Pantesan ada si Jimmy' batin Alya. Alya dan Jimmy pun berjalan ke arah kafe.
"Si Aska mana tumben gak ikut?" tanya Alya setibanya di sana. Jimmy merasa sedikit kecewa karena pertanyaan Alya. Terlihat lebay, tapi memang menyakitkan. Crush kalian nanyain cowok lain, sakit gak tuu?
"Aska ada urusan," jawab Dimas. "Oh."
"Oke pas! Buat vlog yok, ntar di masukin kanal youtube Jimmy. Gue bawa dua kamera di mobil," ajak Samuel tiba-tiba. "Samuel yang terhormat. Saya tidak punya akun youtube."
Samuel nyengir, "Yaudah youtube gue. Adik yang baik, ambilkan kameranya ya," perintah Samuel menghadap Ivan.
"Abang kamprett ya gini. Ada butuhnya baru baek!" Dengan sangat terpaksa, Ivan pergi mengambil kameranya, walaupun dengan dumelan.
"Gue ngerasa ada yang kurang kalau gak ada Zia," kata Tania membuka topik baru. "Gue juga. Ngerasa ada yang kurang kalau gak ada Aska."
"Mau buat konten challenge. Eh tapi gue rasa kurang nih kameranya.." kata Samuel mengutak-atik kamera. "Di mobil gue ada satu," sahut Qiara.
"Kenapa gak bilang, sayang? Ambil sana." Qiara pun pergi ke parkiran untuk mengambil kameranya. "Cuma tiga? Masih kurang satu."
"Banyak banget begoo!"
"Biar pas, kan delapan orang inii."
"Ca.. di mobil ada gak?" tanya Alya. "Mana gue tau, bentar gue cek," Ica pun pergi sendirian. "Kalian pada ngapain sih emang bawa kamera? Emang udah direncanain ini??" tanya Tania bingung.
"Kalau gue buat ngevlog bikin konten dadakan," jawab Samuel. "Iyalah youtubersss," ledek Jimmy.
"Ahahaa, keren kan gueehh?"
__ADS_1
"Iyaain."
"Kalau di mobil gue buat cctv sih," kata Qiara yang sudah kembali ke kafe. "Oohh begitu. Eh itu Ica juga bawa kamera."
"Lah kok ada?" tanya Alya heran. "Punya bunda. Kan kita pake mobil bunda tadi."
"Yaudah gakpapalah. Nih, Sam."
"Oke pas." Samuel menyalakan kamera dan mengatur semuanya. Setelah itu ia memulai videonya dengan pembukaan ala-ala youtuber.
"Kita di sini mau challenge kekompakan, nah untuk mencari kandidat, kalian berdua main batu gunting kertas. Lu berdua juga, yang menang jadi satu tim," kata Samuel pada Ica dan Tania, Ivan dan Dimas.
Mereka main batu gunting kertas. Dan ternyata Ica berpasangan dengan Ivan, Tania dengan Dimas.
"Oke udah dapat dua pasangan. Gue sama Jimmy main batu gunting kertas. Qiara sama Alya juga berdua. Nah kalau misalnya gue sama Qiara barengan gunting, gue sama Qiara jadi pasangan. Ini gak penting siapa yang menangnya ya."
Seperti mendapat keberuntungan. Qiara pun berpasangan dengan Samuel karena sama-sama kertas, Alya dengan Jimmy karena sama-sama batu.
"Okee, permainannya gini, jadi nanti kita sama-sama ngevlog, kita belanja beli sesuatu dengan total di bawah seratus ribu gak boleh lebih. Minimal satu tim dua barang, buat sepasang. Dalam waktu tiga puluh menit harus kembali kesini, gak boleh lewat dari tiga puluh menit. Konsekuensi kalah menangnya belakangan. Pahamm?!"
"Deal, deal."
"Wait, yang bayar belanjaan siapa?" tanya Ica. "Cowoklah, cowok pemimpin, cowokkan ketua!"
"Aman."
"Harus satu tempat apa gimana?" tanya Alya gantian. "Gak perlu satu tempat, tapi empat tim gak boleh satu tempat. Jangan lupa struk belanjanya biar adill," jawab Samuel.
"Masing-masing pegang satu kamera, ya. Jangan lupa di hidupkan. Oiya atur timernya di hp." Mereka pun menyiapkan semuanya.
"Gue sama Qiara tim pertama, Ivan sama Ica tim kedua, Jimmy sama Alya tim ketiga, terus Dimas sama Tania tim keempat, nanti kumpulnya di kafe ini lagi."
"Owkeeii!"
__ADS_1
"Oke siap, mencar ya! 1... 2... 3... Mulai!"
^^^Revisi, 2021.^^^