Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Interogasi


__ADS_3

*Dikediaman Aska, dia baru saja sampai di rumah.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, Dari mana ?" tanya Mama Aska.


"Ngumpul sama Ivan"


"Jangan bohong, Ivan aja pulang duluan daripada kamu" sahut papa Aska saat menuruni tangga.


"Nganter temen bentar tadi"


"Temen apa temen. Sampe dibeliin HP segala" goda papa Aska.


"Astaga paa."


"Bentar lagi punya menantu dong kita pa" goda Mama Aska.


"Dih mama apaan coba, itu teman Aska pa suer" ujar Aska meyakinkan.


"Temen apa temen" goda papa dan mama Aska bersamaan.


"Au ah" ujar Aska sambil kearah dapur mengambil minuman.


"Tadi Aska gak sengaja jatuhin hpnya sampe pecah, karena aska anak yang penuh tanggungjawab jadi Aska gantiin yang baru. Lagian Aska bayar"


"Kamu sama Ivan jarang temenan sama cewek. Apalagi bawa cewek kedalam mobil kamu. Palingan cuma mama" ujar mamanya.


"Mama penasaran siapa sih?" tanya mamanya


"Itu temen masa kecilnya Ivan, lagian Aska sama Ivan temenan sama dia karena dia beda ma, kalau cewek lain ketemu Aska jerit jerit abistu mimisan karena liat kegantengan Aska tapi dia beda."


"Anak siapa ini narsisnya subhanallah" ujar papa Aska.


"Bedanya apa?" tanya papa Aska.


"Pertama sekolah, Aska kan nendang pintu tuh jadi dia marah marah sama Aska, cuma dia satu satunya cewek yang berani kayak gitu sama Aska. Dia juga jago beladiri, pas tahun ajaran baru kemarenkan ada kompetisi tertunda, dia ikut dan jadi juara padahal baru masuk loh pa ma. Makanya Ivan Aska sama Dimas seneng main sama dia." Jelas Aska.

__ADS_1


"Kayak apa sih orangnya mama penasaran?" tanya Mama Aska. Aska mengambil hpnya dan menunjukkan foto Zia yang ada di profil whatsapp nya.


"Anak ini?" tanya mamanya.


"Iya ma kenapa?" tanya Aska


"Dia pernah bantuin mama, yang waktu itu mama bilang mama lagi belanja terus dirampok orang, dia yang bantuin mama ngehajar semua perampoknya, padahal 2 lawan 1."ujar mamanya, papanya yang tadi tidak melihat akhirnya melihat kearah hpnya Aska.


"Lah dia kan pemilik kafe ZiCF, tempat biasa papa meeting sama client. Kafenya bagus bertingkat, desain interiornya juga keren. Tempat makan sama minum aja dipisah. Makanannya juga enak enak" jelas papa Aska.


"Ini kenapa dia populer banget ya?" tanya aska.


"Dimana pa, besok kesana ya, biar mama suruh pembantu gak usah masak"


"Iya papa setuju, kita ke.."


"Dih ngapainnn?" tanya Aska memotong omongan papanya.


"Kamu tu ya, kita kesana aja besok makan malamnya" suruh papa Aska, Aska pun mengacak rambutnya.


*Dilain tempat.


"Duh ada yang gibahin gue ni pasti, idung sama telinga gue gatel" ujar Zia sambil memegang Flupy.


"Lo kenapa dek?" tanya Zean saat masuk ke kamar Zia.


"No what what bang, ngapa?" tanya Zia.


"Udah ketemu Alika?"


"Udah, ternyata dia yang pernah bantu gue waktu SMP." Ujar Zia. Zean pun hanya membulatkan mulutnya. Zia beranjak menuju kandang Flupy.


"Flupy, kamu disini ya, gud nait" kata Zia


"Setres adek gue. Mamp*s dah" gumam Zean.


"Turun sana, ada kak Febby." suruh Zean

__ADS_1


"Ngaco lu bang"


"Gue serius" sahut Zean, Zia pun tidak jadi meletakkan Flupy di kandangnya, dan membawanya turun melihat Febby.


"Kak pebbyyyy" teriak Zia, saat ditangga. Padahal Febby sedang berbicara dengan papa dan mamanyaa


"Eh haiiiii Ziaa" sahut Febby, Zia memeluk Febby.


"Eh itu Flupy nya ******" teriak Zai


"Eh iya lupa, mon maap flupy" kata Zia sambil tersenyum.


"Kakak kapan datengnya? Mau ngapain?" tanya Zia


"Kak feb mau nginep disini boleh ga?" tanya Febby.


"Boleh dong kak, emang kenapa kak?" tanya Zia.


"Orang tua kak feb pergi ke spanyol dari 2 hari yang lalu. kakak diajak Zean tinggal disini untuk malam ini dan besok." jelas Febby.


"Oke sip. Kalau gitu, ayok ke kamar Zia, kakak tidur di kamar Zia aja. Lo mau gak kak?" tanya Zia.


"Ya terserah."


"Nak Febby mau dikamar Zia atau dikamar tamu?" tanya Mama Zeva.


"Dimana aja ga papa kok tante"


"Dipilih dong kakak ipar, ntar gak nyaman" ujar Zai sambil memegang Flupy.


"Dikamar tamu aja deh. Kalau di kamar zia, ntar ka Feb malah ngeribetin" Ujar Febby sambil tersenyum. Mama Zia memanggil pelayan untuk membersihkan kamar tamu.


"Ngeribetin apanya?" tanya Zia


"Nggak kok kak, tapi gapapa deh kalau kakak maunya di kamar tamu" ujar Zia lagi.


"Buat diri kamu nyaman ya nak Febby, anggap aja rumah sendiri, ya maapin anak om ntar kalau sering ribut, apalagi anak om yang cewek sukanya teriak teriak. Mohon dimaklumi ya nak, om sama tante ke atas dulu" pamit papa Zia.

__ADS_1


"Papa selse nyindir langsung kabur ya" sahut Zia menatap sinis. Yang lain pun tertawa.


__ADS_2