
"Perasaan ini pertama kali gue kerumah Zia" kata Dimas saat mereka digarasi.
"Iya gue juga" jawab Ica dan Tania.
"Lah, masa pertama kali???" tanya Zia.
"Iyaa, pertama kalii" jawab mereka.
"Haha yaudah, masuk dulu yuk," ajak Zeco.
"Zean ke kantor dulu ya" pamit Zean.
"Tihati Bang" teriak Zia. Zean hanya mengangguk. Mereka pun masuk ke dalam rumah Zia. Rumah mewah yang sangat luas.
"Eh ada tamu" tanya Yossie.
"Zia kamu udah pulang?" tanya Lee.
"Iya ongkel" jawab Zia.
"Guys kenalin ini bokap nyokapnya Luis" kata Zia.
"Salam kenal om, tante. Kita temennya Luis sama Zia" ujar mereka bersamaan.
"Lucass" panggil Zia di gendongan Yossie. Gak lama kemudian turun Zeva.
"Eh kamu kok pulang?" tanya Zeva.
"Mama ngusir?" tanya Zia datar.
"Baper amat" sahut Zai.
"Eh Lo bolos?" tanya Ivan.
"Enggak bang, gue liburr" jawab Zai.
"Libur apa? Asal aja. Bilang aja kalau boloss!" sahut Zia.
"Ada tamu juga gak ada berubahnya." sahut Yossie.
"Tamunya kan temen Zia tante. Mereka jelas tau lah Zia kek gini." jawab Zia.
"Biii.. buatin makanan sama minuman untuk temen Ziaa" suruh Zeva.
"Jadi ngerepotin tante" sahut Tania.
"Gak usah sok malu, biasanya malu maluin" balas Zia.
"Kalian pasti menderita punya temen kayak Zia" ujar Zeva.
"Mama kok gitu?" tanya Zia sinis.
"Karena gak gini" sahut Zai.
"Diem Lo kembaran dugong" balas Zia. Semua tertawa mendengar pertengkaran mereka yang tidak pernah habis. Tiba tiba Bian mendapat panggilan mendadak yang mendesak. Dia menghampiri Zia yang masih saja berdiri. Bian mencium kening Zia, yang sekarang menjadi kebiasaan terfavoritnya.
"Doyan amat nyium kening" ujar Zia.
"Adegan yang mata gue gak bisa ngeliatnya, tolong guaa Jonesss!" teriak Luis. Mereka tertawa mendengar keluhannya Luis.
"Gue pergi dulu, jangan bandel!" suruh Bian.
"Bian pamit dulu om, tante ada urusan mendesak di kantor" ujar Bian menyalimi tangan orang tua Zia.
"Oh iya, hati hati" balas Zeva dan Zeco. Bian juga berpamitan pada Yossie dan Luis dalam bahasa Jerman.
__ADS_1
"Gue duluan" pamit Bian lalu pergi dari rumah Zia.
"Makasih ya kalian udah mau temenan sama anak om yang kebanyakan bacot gini" ujar Zeco.
"Iya om" jawab Ica mewakili.
"Eh duh siapa namanya mama lupa." tanya Zeva sambil menunjuk Ivan.
"Udah tua sih, Ivan ma" jawab Zia.
"Nah itu, Samuel mana Van?" tanya Zeva.
"Sam kuliah di Paris tante" jawab Ivan.
"Kok bisa pisah gitu?" tanya Zeco.
"Sam maunya di Paris om. Ivan maunya disini" jawab Ivan.
"Emm.. bapak gak ngantor?" tanya Zia pada Zeco.
"Ngusir secara halus ya?" tanya Luis.
"Suudzon aja dahh!" balas Zia.
"Ada tamu? Rame banget? Temen kamu Zia?" tanya Lionard. Dia menggunakan bahasa Jerman yang jelas saja banyak yang tidak tahu menahu artinya.
"Iya grossvater, ini temen Zia. Grossvater pakai bahasa Inggris saja agar mereka mengerti. Ongkel dan Tante juga" suruh Zia.
"Baiklah" jawabnya dengan bahasa Inggris.
"Apaan zi?" tanya Ica.
"Nggak. Ini kakek gue yang dari Jerman." jawab Zia.
"Lah, bahasa apaan?" tanya Tania.
"Bahasa Jerman lah" jawab Ivan
"Sok sokan, salah arti baru tau rasa" sahut Ica.
"Hahahaha" tawa Luis.
"Kamu kenapa Luis kerasukan?" tanya Lionard dengan bahasa Inggris.
"No what what i'm fine" jawab Luis.
"Ya sudah, kalian makan dan minum ya. Om mau kerja dulu" pamit Zeco.
"Hati hati pa" ujar Zia lalu memeluk papanya. Zeco membalas pelukan Zia dan menjawab perkataan Zia dengan deheman, lalu pergi.
"Tante mau ke atas dulu ya" pamit Zeva.
"Opa juga mau ke kamar" pamit Lionard.
"Opa opa, emang apaan sih opa opa?" tanya Zia.
"Zia, kamu" balas Lionard.
"Peace oppaa koreaa" jawab Zia sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya ✌🏼. Mereka berdua pun pergi juga.
"Tangan masih lemes udah betingkah aja" sahut Kris.
"Kak ini siapa?" tanya Zai.
"Tanya sendiri lah kok susah amat"
__ADS_1
"Sayton!!!!!" teriak Zai.
"Maap maap nih ya, semoga aja kalian gak kapok main kerumah Zia. Emang gini manusianya. Jadi sabar aja" sahut Luis.
Plak
Plak
"Sakit woi tulul" sahut Luis setelah dapat geplakan dari Zia dan Zai.
"Gue Kris, temennya Bian" ujar Kris.
"Gak tanya gue gak tanya" ujar Zia.
"Heran gue, punya sepupu gini amatt" balas Luis.
Mereka tertawa karena keluhan Luis. Mereka berbincang-bincang sampai siang. Kemudian Ivan dan temannya pulang kerumah masing masing.
______
Sore harinya, Zia sedang menonton drakor yang disambungkan di tvnya. Dia menonton film Goblin. Padahal dia sudah nonton beberapa kali, tapi tetap saja menontonnya. Tiba tiba ada suara bel bunyi.
"Bibi belanja, mama, papa? Ais masa gue yang bukain?" gumam Zia. Dengan malas Zia beranjak, menuju pintu dan melihat sang tamu dan ternyata tamunya sangat tampan.
"Masnya nyari siapa?" tanya Zia. 'lah kenapa gue panggil mas? ganteng banget lagi ini laki orang' batin Zia.
"Saya mau ketemu sama tuan Zeco" jawab Pria itu sambil tersenyum manis.
"Mas gak usah senyum gitu, ganteng banget jadinya." jawab Zia. Pria itu terheran mendengar perkataan Zia.
"Mas masuk dulu, biar saya panggilin" suruh Zia, pria itu pun masuk dan duduk di ruang tamu. 'gak nyangka gue anak si bos cantik bener, coba aja gak dijodohin pengen gue kawinin. eh tapi apalah daya gue cuma bawahan.' batin pria itu. Gak lama kemudian Zia turun.
"Mas mau minum apa?" tanya Zia.
"Nggak usah, tangan kamu masih sakit kan" tanya pria itu.
"Ya bukan saya yang buatin mas" jawab Zia.
"Nggak usah, jadi ngerepotin" sahut pria itu.
"Raflysa Luga" ujar Zia membaca nama diseragam pria itu.
"Luga" panggil Zeco.
"Pa, ini sekretaris pribadinya papa??" tanya Zia.
"Iya kenapa?" jawab Zeco.
"Kok masih muda?? Ganteng banget lagi" puji Zia.
"Lah, udah sana sana. Drakor kamu nungguin itu" suruh Zeco sinis.
"Sinis amat pa, gak boleh kejam kejam pa sama sekretaris. Mereka juga manusia." sahut Zia lalu pergi menuju ruang keluarga. Luga yang melihat mereka dari tadi hanya tersenyum. 'kocak anaknya si boss.' batin Luga.
"Ntah apa aja yang dibilangnya. Maafin ya ga" ujar Zeco.
"Tidak masalah Tuan" jawab Luga.
"Jadi ada apa kamu kesini?" tanya Zeco. Luga melihat sekitar, dan melihat Zia yang sedang mendengarkan percakapan mereka. Luga tetap diam. Zeco mengikuti luga yang melihat sekitarnya.
"Ooo, ya sudah. Mari keruangan kerja saya" ajak Zeco. Luga pun mengikuti Zeco. Zia terus saja melihat mereka sampai sampai tidak sadar ada orang disampingnya.
"Zia?" panggil orang itu.
"Demi apapun jangan ganggu gue" sahut Zia sambil menutup matanya. Orang itu tertawa mendengarnya, saat Zia melihat ke samping ternyata dia adalah...
__ADS_1