Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Photo shoot ala ala


__ADS_3

Di tempat lain


Tok tok tok


"Assalamualaikum"


Ceklek


"Waalaikumsalam, eh ada nak Zai. Masuk dulu" ujar Ibu Kinan.


"Hehe, iya Tante" Zai masuk dengan perlahan


"Kan udah dibilang panggil ibu aja, ibu bentar lagi jadi mertua kamu." Zai tersenyum malu.


"Hehe iya bu. Kinannya mana bu?" tanya Zai.


"Masih siap siap itu, duduk dulu nak Zai. Biar ibu buatin minum" suruh ibu Kinan.


"Nggak perlu repot-repot bu" kata Zai gak enak.


"Nggak ngerepotin kok"


"Nggak usah Bu"


"Bener nih?"


"Iya Bu" Zai senyum.


"Om sama bang Rap kemana bu?" tanya Zai.


"Om keluar kota, Rafael kerja" jawab ibunya sambil senyum.


Hening.


"Duh, ibu mau pergi nih. Kinannya lama banget"


"Mau kemana Bu?"


"Ada urusan" jawab ibunya.


"Bentar ya ibu samperin Kinan dulu" Zai hanya mengangguk. Ibu Kinan pergi ke kamar Kinan mengecek keadaan Kinan.


Zai menunggu diruang tamu sambil memainkan ponselnya.


"Ni manusia emang gak ada akhlak, jalan jalan adeknya kagak diajak malah pamer doang" cibir Zai saat melihat foto-foto yang dikirim Zia di WhatsApp nya.


"Nak Zai" panggil ibu Kinan.


"Eh iya bu" Zai meletakkan ponselnya disaku baju.


"Kinannya sakit" Zai terkejut.


"Sakit apa Bu? Terus kinannya gimana Bu?"


"Lagi istirahat dikamarnya. Kamu bisa dipercaya kan?" tanya Ibu Kinan.


"Kenapa Bu?"


"Ibu mau pergi, kamu jagain Kinan ya. Ibu takut dia kenapa kenapa. Urusan ibu mendesak" kata ibunya.


"Ah, iya gak apa apa Bu. Zai bakal jagain Kinan. Zai nggak apa apain Kinan kok" ibunya tersenyum.


"Ayok ibu tunjukkan kamar Kinan" Zai bangkit lalu mengikuti, Ibu Kinan yang hendak menunjukkan kamar Kinan.


"Ini kamar Kinan. Ibu pergi dulu ya" Kinan hanya tersenyum lalu salaman.


"Hati hati Bu" ibu Kinan balas tersenyum lalu pergi.


Tok tok tok


"Sayang" panggil Zai lembut.


Tak ada jawaban, Zai membuka pintu kamar Kinan.


Zai melihat Kinan yang berbaring di tempat tidurnya. Zai menghampiri Kinan.


Muka Kinan yang putih itu terlihat sangat sangat pucat. "Sayang" panggil Zai lagi dengan suara lembutnya. Zai mengelus pipi Kinan.


"Hangatt" Kinan memegang tangan Zai. Perlahan matanya terbuka.


"Mas?" Zai tersenyum.


"Udah minum obat?" tanya Zai. Kinan menggeleng.


"Minum obat dulu lah, ya"


"Gak mau ah, pahit" tolak Kinan.


"Nanti mas kasih yang manis setelah minum obat" tawar Zai.


"Sama aja pahit" jawab Kinan.


"Belom lagi dicoba" Kinan menggeleng.


"Nggak mau mas pait pokoknya pait" kata Kinan.


"Di mana obatnya?" Kinan menunjukkan tempatnya.


"Obat apa sayang?" tanya Zai. Kinan menyebutkan nama obatnya.

__ADS_1


"Minum ya?" Kinan tetap menggeleng.


"Nggak mauu, kegedean itu obatnyaaa"


"Yaudah duduk dulu kalau gitu" Kinan menurut.


"Kamu mau buah?" Kinan menggeleng.


"Maunya apa hm?"


"Nggak ada, maunya cuma mas" jawab Kinan pelan. Zai tersenyum manis.


Ketika melihat senyum Zai, Kinan langsung mengalihkan pandangannya. Saat itulah Zai perlahan membuka obatnya dan menyiapkan minum untuk Kinan.


Zai menggigit pelan obatnya. ( Gak sampe masuk mulut ya guys obatnya, cuma di gigit doang sama si Zai :v )


Zai memutar kepala Kinan. Dia langsung mencium Kinan untuk memasukkan obat ke mulut Kinan. Setelah masuk Zai melepas ciumannya lalu menyodorkan air putih pada Kinan.


"Jahat!!!" Kinan menatap Zai kesal setelah obatnya tertelan.


"Biar kamunya cepet sehat. Mas gak suka liat kamu sakit gini" Kinan mengalihkan pandangannya.


"Sayang" Kinan gak mau menatap Zai.


"Bu dokter masak gak mau minum obat sih"


"Bodo amat ah" Kinan menenggelamkan diri ke dalam selimut sambil membelakangi Zai.


"Marah nih ye" Kinan tidak perduli.


"Sayang" Zai mencubit pipi Kinan.


"Sakittt" Kinan memukul pelan Zai.


"Duh, sakit kan tangannya. Udah diem tangannya" Zai menarik tangan Kinan. Kinan menarik lagi tangannya.


"Jangan ngambek gitu sama calon suami. Gak baik"


"Loss" Zai gemas dengan tingkah Kinan.


"Yaudah deh, tidur aja kamu. Mas tunggu disini" Kinan tidak menjawab, tapi dia mulai memejamkan matanya.


Zai melihat Kinan. "Udah tidur" kata Zai mengelus rambut Kinan. Kinan berbalik menghadap Zai.


"Gemesin banget" Zai mengecup kening Kinan.


Lama kelamaan, Zai mengantuk dan tertidur di kursi dekat ranjang Kinan.


โˆ†โˆ†


๐Ÿ“ Padang, Sumatera Barat.


"Gajah apa yang kakinya empat?!" tanya Dimas. Mereka sedang bermain teka teki di villa sekarang.


Mereka berdua terlalu jenius, atau teman teman mereka yang terlalu goblokkk?


"Kagak usah goblokk goblokk banget woi elahh! Gajah kakinya emang empat!!" kata Zia.


"Hah?" tanya Alya.


"Eh?" sahut Qiara.


"Oh iya!! Gajah kan kakinya empat" Samuel tersadar.


"Lah iyaaaaa!!!" mereka kompak. Dimas tertawa.


"Kampret! Dia ngasih teka teki gak pernah bener. Jadi pusing saya" kata Alya sambil meletakkan kepalanya di bahu Jimmy. Jimmy mengelus rambutnya.


"Dia gak salah si sebenernya, lu pada aja yang...."


"Yang apa, Aska?!" tanya Ivan sinis.


"Yang begoo!!" Dimas tertawa ngakak.


"Bangssat bener, astaghfirullah!" sahut Samuel. Mereka tertawa.


"Eh, btw. Besok terakhir disini kan?" tanya Qiara. Tania berdehem.


"Gue belum pengen balik njim. Masih pengen refreshing" sahut Dimas.


"Sumatera Utara la kuy" ajak Aksa.


"Ada apa disana?" tanya Jimmy.


"Danau Toba" jawab Refiona.


"Terusss?"


"Yaa.. ntah" jawab keduanya kompak.


"Kembaran gitu emang satu spesies. Bininya pun sama" ujar Dimas kesal. Mereka tertawa lagi.


"Aaayok la keluar. Cari apa gitu, oleh oleh. Baju atau makanan" pinta Tania.


"Hmm.. benerr! Gue bosen" sahut Zia yang ada di paha suaminya.


"Gak punya capek kalian? Besok aja lah" ukat Ivan.


"Astaga Van. Kita disini kan liburan bukan rebahan. Gimana sih?!" kata Alya.

__ADS_1


"Ya, kita baru hari ini istirahat sayang. Nanti kamu kecapekan" balas Jimmy.


"Gak capek kami tu, kagak!" sahut Qiara.


"Kalian gak mau pergi?" tanya Tania. Mereka menggeleng.


"Kuy, kita pergi sendiri" ajak Tania. Mereka beranjak.


"Ck! Ngeyel kali" Aska menahan Zia.


"Aaaaa.. sayanggg!!! Is kamu pengen bunuh aku keknya biar bisa nikah sama seling--- cup~"


"Kalau ngomong jangan sembarangan, aku gak punya selingkuhan" potong Aska.


"Yaudah. Yaudah, aku yang cari selingkuhan" kata Zia.


"Ehh?" Zia tertawa.


"Udah diem, menetap di villa sehari aja!" pinta Samuel pada Qiara.


"Iyaiyaa" Qiara nurut.


"Ini baru istriku" Samuel merangkul Qiara.


"Berarti daritadi lo gak dianggap istri Ra" kata Tania.


"Eh iyaya!" sahut Alya.


"Nggak gitu woi! Ah elah! Parah lu bedua"


"Hahaha"


"Dari pada gabut. Photo shoot ala ala kuy" ajak Ica.


"Nah itu lebih bagus!" sahut Ivan.


"Siapa fotografer nya?" tanya Alya.


"Si Qiara apa nggak Sam" jawab Ica.


"Boleh juga tuh, kuy Zi, Ref" ajak Qiara.


"Kuy" jawab Refi.


"Kalian aja, gue gak minat" jawab Zia.


"Anti kamera apa gimana si ni anak?!" tanya Ica kesal.


"Dia tu asal diajak foto bareng pasti ngeles terus!!" sahut Tania.


"Kalian tau sendiri Zia gimana? Instagramnya juga gak banyak foto dia. Kebanyakan foto keluarga, foto sama Aska, foto sama Luis, foto sama kita. Foto dia sendiri aja jarang. Foto paling cuma masuk insta storynya" sahut Alya.


"Singkatnya, dia emang anti kamera" Qiara memperjelas.


"Susah foto sama artis emang" kata Alya. Zia tertawa.


"Gue gak minat suer deh. Gue liatin aja, ntar kalau mood gue ikut" jawab Zia.


"Gak ada! Pokoknya harus!" Ica menarik tangan Zia untuk ganti baju.


"Eh, caa, caa"


"Ikut aja!!" sahut Qiara.


"Emang pemaksaan kalian ya!"


ยทโ€“


Baru beberapa foto, Zia sudah lelah lalu menyosor ke paha Aska untuk bermanja-manja.


Sedangkan temannya yang lain sudah menatapnya kesal, karena Zia terlalu malas untuk bergerak.


"Lanjut sanaa. Masa kamunya gak ikut. Apa yang mau dipamerin ke anak anak nanti?" suruh Aska mengelus pipi Zia.


"Capek boskyu" jawab Zia.


"Apaan gitu doang capek. Tadi aja katanya gak capek" ledek Aska. Zia menatap kesal Aska.


"Lagian itu udah banyak. Kalian juga udah ikut tadi pas difotoin anak buah eagle" jawab Zia.


"Cah mageran" sindir Dimas.


"Diem lu!!" Dimas cengengesan. Dia dan yang lain pun ikut ikut photo shoot ala ala squad blangsak.


Zia dan Aska diam menatap mereka sambil makan cemilan. "Sini hp kamu. Semuanya" pinta Zia.


"Buat apa?" tanya Aska. Zia cuma menghela nafas, lalu bangkit dari rebahannya. Aska menarik Zia lagi tidur ke pangkuannya, Aska memberikan ketiga hpnya.


Zia membuka satu persatu hp Aska. Aplikasi utama yang dibukanya adalah WhatsApp dan Instagram yang ada di hp iPhone dan Samsung Aska.


"Wah.. asrama cewek disini" sindir Zia saat melihat isi WhatsApp di hp iPhone.


"Kan gak pernah aku balas sayang. Percaya deh sama aku. Aku cuma cinta sama kamu" Zia manggut-manggut sambil memakan cemilannya dengan cepat.


"Jangan cepat cepat" kata Aska.


"Aww" Zia meringis karena bibir tergigit giginya sendiri.


"Ha kan bedarah. Udah dibilang jangan cepat cepat" omel Aska. Zia menatap Aska datar lalu beranjak pergi.

__ADS_1


Aska malah menarik tangannya dan ya....


Begitulah~


__ADS_2