
"Oy kebo tercinta, bangunn" Aska menoel-noel pipi istrinya.
"Masih ngantuk"
"Aishh.. ayo bangun jadi ke Korea gak?? Mau liat oppa gak? Ayok bangun!!" ajak Aska.
"Lah? Kan besok"
"Harus periksa ke dokter dulu.. kalau kamunya baik-baik aja ya jadi berangkat"
"Terus kalau nggak?"
"Yaaa.. gak jadi"
"Ahhh gak asikk" keluh Zia.
"Ya moga baik-baik ajalahh. Bangun makanyaa kebo"
"Suruh bangun tapi meluk gini.. maunya apa ya pak?" Aska cengengesan.
"Yoda buruan"
- ////
"Jadi besok?" tanya mama Zeva.
"Iya jadi mi," jawab Aska.
"Langsung ke Korea?" tanya Zeco.
"Nggak Pi, ketemu papa mama dulu di Jepang baru besoknya ke Korea" jawab Aska.
"Tapi tiketnya..."
"Itu tiket kawe" jawab Aska santai. Zia menatap Aska datar. Sangat sangat datar.
"Kita pake pesawat pribadi sayang, biar kamunya aman nyaman" kata Aska.
"Bagus gitu, mama juga tenang kalau kamu pergi" kata Zeva.
"Manut yang penting kesono" ujar Zia.
"Bang bang" Zai mengode Aska mendekat. Aska mendekat ke Zai.
"Selamat.. menikmati.. kecemburuan.. yang.. sangatt sangatt besar.. ketemu oppa oppa idola, auto di cuekin lo mampusss" bisik Zai.
"Laknattt"
"Aaaaaawww aas-sakit gubluk. Tega banget bang astaghfirullah" keluh Zai. Kakinya diinjak oleh Aska.
Aska yang sengaja menginjaknya pura-pura tidak tau dan melanjutkan sarapan.
"Gue ngapain??"
"Dih sok polos, pengen nampoll!!"
"Hahaha"
"Oh ya betewe, lu sama sipa juga mau pergikan?" tanya Aska pada Luis.
"Syifa bambang bukan sipa"
"Sama sama awalan s dan akhiran a. Gak ada masalahnya" kata Aska.
"Kok ada si orang macam diaaaaa?" tanya Zean kesal sambil menunjuk Aska.
"Bang Ze kenapa?? Waras?" tanya Zia.
"Laki bini emang sama.."
- -
"Sayang.. yakin nih mau ke Korea?" tanya Zia di mobil, mereka baru kembali dari dokter kandungan untuk check-up.
Dokter bilang, kandungan Zia sehat dan baik-baik saja sehingga mereka bisa pergi berlibur.
"Kenapa? Mau aku batalin aja? Bisa kok"
"Is ya gak gitu sayangg"
"Jadi??"
"Yaa.. emangnya kamu gak cemburu gitu kalau semisal ya semisalll aku ketemu sama oppaa oppa?"
"Bahas cemburu? Ya jelas aku cemburu. Banget malah. Tapi... kalau itu kemauan kamu, itu permintaan kamu, dan itu bisa bikin kamu bahagia.. aku gak bisa tolak. Karena kebahagiaan kamu itu prioritas utama dalam hidup aku" jawab Aska.
"Aaaaaa, makasihh sayangg" Zia mendekat ke Aska mengecup pipinya lalu bersandar.
"Tau batasan ya! Awas aja kalau bertindak yang nggak-nggak"
"Aku bertindak yang iya-iya kok sayang bukan yang nggak-nggak" goda Zia. Aska menatap datar Zia yang sedang cengengesan.
"Prank kemaren itu sengaja, biar aku duluan yang bikin kamu cemburu"
"Tapi aku gak cemburu" ujar Zia.
"Prett, gak cemburu apaan. Di surprise-in bilangnya bodo amat" protes Aska. Zia tertawa.
"Ngeselin banget sih!! Mau surprise pake acara prank prank kayak gitu" Zia menjauh dari Aska.
Aska memencet tombol otomatis mobilnya lalu mendekat ke Zia. "Kan cemburukan" ledek Aska. Zia menatapnya sinis.
__ADS_1
Cup~
"Cemburu tanda cinta, love you sayangg"
- ••• -
Perjalanan panjang yang ditempuh membuat mereka kelelahan saat tiba di Korea.
Aska dan Zia tiba di Korea setelah satu hari full di Jepang bersama Hans dan Alice.
Mereka baru tiba di Korea lima jam yang lalu. Saat ini mereka berdua sedang berada di dalam kamar apartemen Yuka –sepupu Aska– yang memang pindah ke Korea dan sukses di Korea.
"Laper gak?" Zia mengangguk.
"Mau keluar?" Zia mengangguk lagi.
"Mau makan apa?"
"Soto"
"Hah? Soto?"
"He'em.. soto"
"Tau gitu gak usah ke Korea sayang. Di Indonesia kan banyak"
"Isss, pasti bedalah suasananya" jawab Zia. Aska menatap Zia datar.
"Susah nyarinya sayangg" Zia mulai mengeluarkan puppy eyes andalannya.
"Yaudah siapp siapp"
Setelah selesai, mereka keluar kamar.
"Yuka"
"Iya kenapa kak?"
"Lo gak kemana-mana kan? Gue pinjem mobil"
"Nyetir sendiri?"
"Ada Dandi" Aska memang membawa Dandi sebagai bodyguard.
"Mau kemana? Emang kakak tau Seoul? Seoul kan gede"
"Ada GPS"
"Yoda yodaa" Yuka memberikan kunci mobilnya.
Aska, Zia dan juga Dandi pun pergi mencari soto.
"Jadi maunya apa hm?"
"Aku mau ke Kamong Cafe Kai"
"Makan apa dulu gitulah ya baru ke kafe"
"Tap---"
Drrrtt.. Drrrtt..
Protesnya Zia terhenti karena ponselnya berbunyi.
"Em? Halo? Ada apa?"
📱 "Assalamualaikum dulu kek"
"Iya waalaikumsalam icaa, ada apa?"
📱 "Ada kejutan, lo dimana?"
"Seoul"
📱 "Ngaco kau ngaco!!"
"Wih sumpah laa, gue di Seoul"
📱 "Aishh.. ga asikk!!"
"Ada apaan dah??"
📱 "Surprisee besarrrr,"
"Apaa?"
📱 "Hyaaaaaaaa.. ada anggota baruu.. hehehe" Ica menunjukkan foto baby yang berada di gendongan Ivan. Terlihat juga Dimas, Sam, Jimmy, dan yang lain disana.
"HAH?? Lu pada ngumpul?! Itu anakkk sahaaa caa?? Anak lu??"
📱 "Bukan gue odongg, tapi Qiaraa"
"Qiara udah lahiran?? Kapann? Dimanaaa?? Seriusss??"
📱 "Iyeee.. di Indonesia, jam dua siang tadi"
"Aaaaaaaaa"
📱 "Halo auntyyy" ujar Ivan.
"Imuttt bangettt tolongg!!"
__ADS_1
📱 "Sini dah lu, cepetan" Dimas bersuara.
"Gue di Korea anjib. Sumpahh nih" Zia menunjukkan hpnya keluar jendela mobil.
📱 "Aska mana? Tumben diem.. tumben juga mau kesono dia" tanya Ivan.
"Gimana ya van.. kalau bisa bikin bini gue seneng gue turutin lah" kali ini Aska ikut bicara.
📱"Bacotannyaaa!!" Ledek Samuel.
"Hahahah"
📱 "Ahh, gak mau tau pokoknya lu bedua kudu ke mari sekarang juga!!" suara Qiara.
"Kagak usah gila lu, gue baru sampe Korea beberapa jam yang lalu" ujar Aska.
📱 "Yoda gosa temenan kita" balas Qiara.
"Widih.. stress lo ya?" tanya Aska. Zia tertawa.
📱 "Ah gak lengkap kalian bedua ga disini. Baliklahh" keluh Jimmy.
"Mingdep" jawab Aska.
📱 "Sekarang la ogeb" Samuel mematikan teleponnya.
"Asal matiin aja makhluk kasar satu itu" keluh Zia.
"Kek gak tau sam aja kamu"
"Si raja gila" ujar Aska dan Zia bersamaan.
"Bos, kita kemana sekarang?" tanya Dandi.
"Kemana sayang?" Aska bertanya pada Zia.
"Indonesia...."
- + -
Bukan karena suami takut istri. Namun, Aska lebih suka dengan kata suami yang ingin menyenangkan istri.
Beberapa jam perjalanan terlewati. Mereka di Indonesia lagi sekarang. Lebih tepatnya di dalam mobil yang disediakan Rafael. Mereka sedang menuju rumah sakit tempat persalinan Qiara.
Terlihat dari wajahnya.. Zia kelelahan, bahkan sangat kelelahan.
Tapi.. ketika ditanya apa dirinya kelelahan? Zia selalu menjawab tidak sambil menunjukkan senyum manisnya yang dipaksakan.
Aska hanya bisa menghela nafas melihat istrinya yang keras kepala itu.
"Untung sayang" begitulah tanggapan Aska.
Sekarang, Zia sedang tidur di pundak Aska.
"Dandi, cari hotel terdekat aja, yang paling dekat sama RS"
"Siap bos"
Hanya butuh lima belas menit, mereka pun tiba di hotel.
Aska berharap Zia tidak terbangun agar bisa beristirahat terlebih dahulu.
Harapannya pupus..
Ketika mobil terhenti, Zia terbangun. "Udah sampe?"
Lagi-lagi Aska menghela nafas. "Istirahat dulu ya"
"Ini bukan di RS?"
"Istirahat dulu, tidur dulu. Masih ada banyak waktu"
"Ya tap---"
"Zia!!" Suara Aska sedikit meninggi.
"Jangan ngeyel ya pliss.. jangan bantah, kamu butuh istirahat"
"Iya maap" lirih Zia.
"Dandi, check-in dulu. Dua kamar. Satunya buat kamu" Aska menyerahkan kartu kreditnya.
"Ah.. iya terimakasih bos" Dandi pun pergi check-in.
Suasana hening di mobil. Zia terus saja menunduk. "Nggak usah nundukk" ujar Aska.
"Nggak usah galak juga" balas Zia pelan. Aska tersenyum miring mendengarnya.
Aska mendekat ke Zia mengangkat dagunya pelan. "Bilang apa tadi?"
"Itu ada semut lag---" Aska menyambar Zia.
"Bos say--"
"Bawa barang" Aska melepas ciumannya lalu menggendong sang istri.
"Ya Allah... kapan hamba punya istri? Hamba lelah melihat keuwuan ya Allah" keluh Dandi.
Dandi menuju belakang mobil mengambil barang-barang. "Mana bos sama bininya romantisan mulu. Gue juga pengen!"
"Tapi gak punya pacar.. sad banget gue:'( "
__ADS_1