Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Hoax!!!


__ADS_3

“BREAKING NEWS!! Pengusaha sukses pemilik Asz group, diduga berselingkuh di supermarket ”


"Berita macam apa ini?!!!" tanya Zean marah.


"Gak mungkin kan?!!!" tanya Zai. Mereka berdua sedang berada di ThsHz. Zai mengunjungi Zean sekalian membantu pekerjaan Zean. Zai sudah sedikit mengerti tentang seluk-beluk perusahaan.


"Ini bukan sekedar hoax Zai. Liat ada fotonya, Aska lagi diatas tubuh tu cewek sialan!!" balas Zean. Zean memakai jasnya.


"Mau kemana lo?! Gue ikut" pinta Zai.


"Kerumah Zia sana lo!" suruh Zean.


"Kak Zia di Asz."


"Ngapain?!"


"Dia sekretaris sementara bang Aska" jawab Zai. Zean menghela nafas lalu keluar dari ruangannya.


"Kalau ada yang datang, bilang saya sedang tidak ingin dikunjungi" Zean berkata pada sekretarisnya. Sekretaris itu mengangguk. Zean turun tangga dan sesegera mungkin menuju Asz group.


-----


Bughhh


"Abang!!!!!"


"Abang apa apaaan sih?!!" Zia menarik tangan abangnya.


"Gue kira lo terbaik buat adek gue. Nyatanya apa?!! Lo malah main dibelakang adek gue sialan!!!!" Zean meninju Aska lagi.


"A- apa maksudnya?!" tanya Zia.


"Diaa.. dia selingkuh!!" jawab Zean. Zia kaget. Dia menutup mulutnya dengan tangan.


"I- ini salah paham sayang. I- ini gak seperti yang kamu kira" Aska bangkit menghampiri Zia.


"Jadi apa hah?!!!" tanya Zean.


"Gue bakal jelasin bang"


"Jadi tadi malam, Zia minta beliin salad buah"


._._.


Flashback on ⏳


"Sayangg.. gak ada yang jual saladnya. Aku buatin aja ya nanti dirumah biar aku beli buahnya aja di supermarket"


"Terserah kamu ay. Cepet pulang yaa. Hati hati.."


"Iya sayang, assalamualaikum" Aska mematikan teleponnya.


Aska memutar balik mobilnya ketika melihat salah satu supermarket buka. Dia memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam supermarket.


Aska memilih banyak buah. Dia juga membeli beberapa keperluan untuk membuat salad buahnya. Saat memilih buah, ada seorang wanita datang menghampiri.


"Hai? Long time no see" ujarnya. Aska menoleh lalu kembali memilih buahnya.


"Dingin amat kayak kulkas 35 pintu" rayunya. Aska masih tetap cuek.


"Oy" wanita ini menarik tangan Aska.


"Lepasin Salsabila!!!" bentak Aska. Ya, wanita ini.. Salsabila. Musuh Zia di SMA. Karena bentakan Aska tadi, mereka menjadi pusat perhatian.


"Lo kok..... aaaah~" Salsabila terjatuh. Dramaa~~

__ADS_1


Aska hanya melihat tanpa berniat membantunya. Para pelanggan yang melihat adegan itu mengira jika Aska melakukan kekerasan. "Tolongin gue dong" rengeknya. Aska melihat sekilas.


"Nambah nambahin kerjaan aja sih!!" sarkas Aska. Dia mengambil sarung tangan di saku celana lalu memakainya.


Aska membantu Salsabila berdiri, tapi..


Salsabila malah menariknya sehingga Aska terjatuh diatas tubuh Salsa.


"LO APA APAAN SIH?!!!" Aska langsung bangkit dari atas Salsabila. 'ah sial!!' umpat Aska.


Dia menyelesaikan belanjaannya lalu pergi menuju kasir. Setelah itu dia pergi meninggalkan supermarket.


Flashback off ⌛


_._._


"Aku gak tau kalau ada yang foto kejadian itu"


"Bang, gue gak pernah selingkuhin Zia. Gue sayang sama dia gak mungkin gue selingkuh" ujar Aska. Zia memejamkan matanya, lalu menghela nafas.


"Kamu percayakan sama aku? Sumpah demi apapun, itu otak liciknya Salsa sayang. Pliss, percaya sama aku" bujuk Aska. Zia menarik tangan Aska. Aska disuruh duduk di sofa.


Zia keluar lima belas menit lalu kembali ke dalam ruangan Aska membawa kotak P3K. Dia membersihkan luka di bibir Aska.


"Aku percaya sama kamu. Aku yakin kamu gak bakal ngelakuin hal serendah itu. Aku percaya kamu gak mungkin selingkuh atau main dibelakang aku" ujar Zia setelah selesai mengobati Aska. Aska mendekat ke Zia lalu memeluknya.


"Zi--"


"Bang" Zia menatap Zean dengan tatapan yang tidak bisa diutarakan.


"It's okay. I'm sorry" kata Zean.


"Jadi? Gimana sekarang?!" tanya Zai.


Brukk..


"Kenapa?" tanya Aska.


"Berita lo"


"Iya gue ta--"


"Cewek yang disupermarket Salsabila. Yang fotoin lo namanya Mika. Ya salah satu reporter gitu" potong Rafael.


"Mika??" tanya Zia.


"Mikaaa Ambon!!!" Zai dan Zia kompak.


"Ohh berarti Salsa yang waktu itu!!" ujar Zean. Zai dan Zia berdehem.


"Mantan tersayangnya Zai" cibir Zia.


"Matamui" jawab Zai. Zia tertawa.


"Ini bukan suatu kebetulan" sahut Aksa, dia datang dengan setelan ala CEO.


"Ruangan pakbos ngapa jadi rame?" Ceplos Rafael.


"Bukan suatu kebetulan? Berarti ini rencana?" tanya Zean.


"Bisa jadi bang. Mika sama Salsabila musuh lo di SMA kan Zi?" tanya Aksa. Zia mengangguk.


"Ya ini balas dendam. Logikanya, ngapain mereka bedua ada di supermarket yang sama kayak Aska di jam segitu?" lanjut Aksa.


"Nah bener" sahut Zai.

__ADS_1


"Rap, cek cctv. Setelahnya, gue mau konferensi pers" ujar Aska.


"Oke" Rafael keluar.


"Ntar gue bantu pecat si Mika. Gue balik" ujar Zean.


"Tiati bang" jawab Aska. Zean berdehem lalu pergi.


"Gue nanti bantu jatuhkan Salsabila, gue pergi" kata Zai. Zai mengikuti Zean.


"Gue bantu ngapain?" tanya Aksa.


"Bantuin kasih tau Squad blangsak" jawab Zia.


"Yaudah ntar gue kasih tau" jawab Aksa.


"Gak diundur lagi kan ini?!" tanya Aksa.


"Gue bakal selesaikan hari ni juga. Gak bakal diundur lagi ke Padang. Santai aja" jawab Aska.


"Oke, gue pergi" Aksa pergi lagi.


"Eh.. itu si Aksa kok bisa kesini?" tanya Zia.


"Oya, gue lupa kan" Aksa balik lagi.


"Anak gaib!!" ujar Aska. Aksa tertawa.


"Nanti malam kerumah gue! Gue tunggu pokoknya gak boleh gak datang!" Aksa pun pergi.


"Hm"


"Aku balik kerja ya" Zia beranjak pergi. Ketika tepat didepan pintunya. Aska membalik tubuh Zia menariknya lalu memeluk erat Zia.


"Aku sayang kamu. Aku cinta kamu. Aku gak bisa hidup tanpa kamu. Aku mohon, jangan pernah tinggalin aku. Jangan pergi dari hidupku. Kumohon." ujar Aska.


"Aku juga sayang sama kamu. Aku cinta sama kamu. Selama kamu gak pergi dari hidup aku. Aku gak akan pernah pergi dari hidup kamu" Zia membalas pelukan Aska.


"Makasih sayang" Aska mengeratkan pelukannya.


"Kunci dari sebuah hubungan adalah kepercayaan. Aku percaya sama kamu jadi jangan buat kepercayaanku hancur" Aska mengangguk-angguk.


"Oke kalau gitu pak bos.." Zia melepas pelukannya.


"Semangat!! Saya mau lanjutin kerja" Zia pergi ke mejanya.


"Aku pria beruntung yang memiliki kamu. Dan akan menjadi pria bodoh jika selingkuh darimu" gumam Aska sambil menatap Zia yang asik dengan komputernya.


____________


“Tentang berita itu. Itu adalah berita hoax! Saya tidak pernah berselingkuh dengan siapapun karena saya sangat mencintai istri saya!! Saya akan menuntut orang yang membuat berita hoax tentang saya** !! ”


Hanya itu yang Aska katakan di konferensi pers.


Perkataannya itulah yang membuat Mika gusar, dia gelisah takut di pecat atau mungkin di penjara. "Sal.. gimana?!" tanya Mika.


"Gimana apanya?" tanya Salsa.


"Ah lo mah! Nyesel gue berteman sama lo. Kalau gue ikut Shinta dari dulu pasti gak bakal kek gini!" Mika pergi dari hadapan Salsa.


"Kenapa tu anak?" tanya Salsa bingung. Dia kembali menonton film kesukaannya.


Jika kalian bertanya tanya bagaimana biaya hidup Salsa. Sebenarnya, semenjak dia menghilang beberapa tahun yang lalu. Papanya mulai merintis perusahaan.


Tidak terlalu besar, namun.. yaa.. lumayan mencukupi kehidupan Salsa. Perusahaan itu sekarang sudah dipegang Salsa, karena papanya sudah tidak ada lagi di dunia empat belas bulan yang lalu.

__ADS_1


Tiba tiba ponselnya berbunyi. Raut wajahnya berubah. "Mati gue mampuss" Salsa beranjak dari rebahannya lalu pergi dengan tergesa-gesa.


__ADS_2