Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Cakitttt >_<


__ADS_3

Belom tamat ya woi, belom hehe jangan di unfavoritin :>>


___________


"Morning" sapa Zia.


"Eh bidadariku dah bangun" balas Aska. Aska mengecup pipi Zia. 'panas' batin Zia saat memegang pipi Aska.


"Morning too sayang" Zia tersenyum. Zia melihat Aska yang mukanya pucat.


"Kamu sakit sayang?" tanya Zia. Aska menggelengkan kepalanya.


Drrrttttt... drrtttttt... drrttttttt...


"Masih pagi, baru bangun lagi. Udah bising aja" keluh Aska.


"Biar aku aja" Zia mengambil ponsel Aska.


β€”RAPβ€”


πŸ“ž Rap; kacau!! Perusahaan kacau balau. Kaca pecah, dan semua berantakan.


πŸ“ž Rap; Gue udah liat di cctv selipan lo. Ada beberapa orang masuk paksa. Mereka buat kekacauan semua ini. Gue juga liat di depan ada yang mau bakar Asz. Tapi gagal karena kepergok sama satpam yang patroli.


Zia; nyerocos mulu cangkemmu rap.


Zia; Aska sakit, dia gak kerja. Lu handle aja semuanya.


πŸ“ž Rap; lah serius? Gak jadi ngerjain dia gue. Kampret lah, capek gue ngomong.


Zia; jadi itu tadi boongan?


πŸ“ž Rap; hehe iya


"Lihatlah betapa goblokknya teman mu yang satu ini" keluh Zia pada Aska yang tidur di pahanya.


"Baru tau kamu? Udah dari lahir dia kek begitu," jawab Aska.


πŸ“ž Rap; ya maap. Yoda yoda. Maap gua ganggu nih. Get Well Soon bos. Assalamualaikum ( mematikan teleponnya )


"Waalaikumsalam"


Zia meletakkan ponsel Aska lalu mengelus rambut Aska.


"Tulah, katanya kebal gak bakal sakit. Ini buktinya" omel Zia.


"Kesalahan teknis sayang" jawab Aska dengan suara khas orang sakit.


"Kamu mau makan apa?" tanya Zia.


"Makan kamu"


"Aku serius sayang. Kamu tuh lagi sakit sempet sempetnya ngelawak"


"Aku gak mau makan, aku mau kamu" jawab Aska.


Zia bingung, karena setelah mereka menikah ini pertama kalinya Aska sakit.


"Yaudah tidur lah" Zia mengelus rambut Aska. Aska pun mulai tertidur lagi.


Melihat Aska yang tertidur pulas, dia mencoba memindahkan posisi Aska. Dia ingin turun dan membuatkan Aska bubur.


Ketika dia ingin pergi, Aska memegang tangannya.


"Jangan pergi, aku butuh kamu" keluh Aska dengan mata tertutup.


Zia kembali berpindah ke sebelah Aska, lalu mengelus pipinya sampai ia tertidur lagi.


|β€’β€’β€’β€’β€’|


Akhirnya Zia berhasil keluar dari kamar dan membiarkan Aska istirahat.


Sesampainya di bawah, dia terkejut melihat mama mertuanya yang menonton televisi bersama dengan Refiona.

__ADS_1


"Mami kapan datang?" tanya Zia sambil menyalami tangan maminya.


"Belom lama, mami gak mau bangunin kamu takut ganggu. Lagian ada Fiona disini" jawab Maminya.


"Zia udah bangun dari tadi. Tapi itu, Aska pucet banget. Zia mau turun buatin bubur aja susah" jelas Zia.


"Aska emang gitu sayang, dia manja banget kalau sakit" balas maminya.


"Sama dong kayak Aksa" sahut Fiona.


"Kan kembar" jawab Maminya, Fiona cengengesan.


"Aska sakit karena hujan-hujanan kemaren ya?" tanya Refiona.


"Mungkin, kemaren tuh Zia udah ajak buat neduh. Aska malah bilang, aku kebal gak bakal sakit. Ehh, sekarang malah sakit" curhat Zia.


"Sering gitu emang dia," balas maminya.


"Eh mami sama kak fio mau makan apa? Biar Zia buatkan" ujar Zia.


"Gak usah, nanti kami buat sendiri"


"Kamu buatin bubur aja buat Aska, habistu ke kamar. Dia kalau sakit, setiap 10 menit tidur pasti bangun lagi" jelas Maminya


"Oh yaudah, kalau gitu Zia tinggal mi, kak" Zia pun pergi.


"Mami sama kak fio kalau mau nonton film di situ ya" Zia menunjuk ruangan yang cukup besar. Mereka mengangguk sambil senyum.


Zia pun pergi ke dapur membuatkan Aska bubur.


--Β·


Zia kembali ke kamarnya dengan semangkuk bubur hangat. Saat dia masuk dia melihat Aska yang menonton televisi.


"Kok malah nonton si bukannya istirahat?" tanya Zia.


"Kamu nggak ada disini" jawab Aska.


"Aku buat bubur sebentar"


Zia pun kembali ke tempat tidur, dengan manjanya Aska tidur di paha Zia.


"Besok besok jangan main ujan lagi, jadi sakit kan" protes Zia.


"Hm"


"Jangan hm hm ajaa"


"Hm"


"Makan dulu"


"Suapin" rengek Aska.


"Duduk lah" Aska yang lemas pun duduk dan bersandar, matanya tetap tertutup.


"Uuu baby kolot, manja banget" ujar Zia lalu menyuapi Aska.


Baru dua suapan, Aska sudah menolak suapan buburnya.


"Kenapa?" tanya Zia.


"Pahit" jawab Aska, dia kembali berbaring di paha Zia.


Zia menyicipi buburnya, dan tidak ada rasa pahit sama sekali.


"Ini gak pahit sayang, makan ya"


"Nggak mau, itu pahit"


"Gimana kamu mau minum obat kalau gak mau makan?"


"Obat aku kamu kok" jawab Aska.

__ADS_1


"Lagi sakit sempat sempatnya gombal. Gimana la coba"


"Makan dulu" Aska menggeleng.


"Atau aku pake cara lain nih?" Aska menggeleng.


"Sayang, makan"


"Nggak mau sayang, itu pahit"


"Jadi kamu maunya apa?" tanya Zia.


"Kan dah aku jawab, aku maunya kamu"


"Gombal mulu si"


"Sayang bunda kamu tega. Masa ayah dipaksa" keluh Aska sambil mengelus perut Zia.


"Ayah harusnya makan, biar bunda nggak marah" Zia menirukan suara bayi.


"Nggak mau" balas Aska.


"Kalau sakit manja sama sifat ngeselinnya bertambah ya" gumam Zia. Dia pun membiarkan Aska tidur kembali di pahanya.


"Ay, makan dululah, ya" pinta Zia.


"Udah kenyang"


"Kenyang gimana, kamu baru makan dua suap. Aku buatin ayam goreng bumbu kari spesial ya" tawar Zia.


"Nggak mau, semuanya tu pahit"


"Ya iyalah pahit, kamu kan lagi sakit. Tubuh kamu juga panas. Nah saat tubuh kamu panas, salah satu bagian otak yang berfungsi sebagai penerjemah rasa kehilangan kepekaan untuk sementara waktu"


"Bagian itulah yang bertanggung jawab untuk membedakan rasa yang dikirimkan oleh lidah. Ketika bagian ini tidak bekerja normal, maka semua makanan akan diterjemahkan sebagai rasa pahit" jelas Zia.


"Kamu tau darimana?" tanya Aska.


"Gugel" jawab Zia santai.


Setelah itu, Zia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


βœ‰οΈ


Zia;


Belikan jeruk, anter kerumah. Kalau bisa, lo coba dulu, manis atau nggak. Kalau gak manis gak usah jadi beli. Cari yang manis kayak bos lu.


Rapael;


ndehh.. banyak banget request nya bukk!!!


Zia;


Bawel lu, cepet bawa. Lima menit sampe.


-


Zia meletakkan ponselnya lalu kembali berfokus ke Aska, ternyata Aska sudah tertidur pulas. Aska sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat tampan. Dimata Zia, tidak ada yang tampan selain Aska dan papanya tercinta.


"Kamu pasti kecapekan pulang dari Bali karena istirahatnya gak lama. Ditambah lagi kamu banyak masalah. Terus kemaren kamu hujan hujanan. Gimana gak sakit coba."


"Dibilangin ngeyel banget sih, jadi sakit kan" omel Zia terus menerus.


"Iya bu dokter maapp, janji gak diulang lagi" balas Aska.


"Yaudah tidur lagi lah" suruh Zia.


"Jangan kemana manaa" rengek Aska


"Aku gak kemana mana, aku disini untuk kamu sayang" jawab Zia. Aska membuka matanya perlahan, lalu tersenyum.


"Makasih"

__ADS_1


"Cepet sembuh, jangan sakit sakit lagi" Zia mengecup pipi Aska lalu mengelusnya lembut.


__ADS_2