Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Chapter 80


__ADS_3

Zia bergegas menuju rumahnya, dia takut terjadi apa apa dengan keluarganya itu. Setelah tiba dirumahnya Feelingnya benar. Para bodyguard papanya sedang baku hantam dengan para musuh. Ada yang mencoba masuk tetapi tidak bisa karena ada pengaman yang Zia lakukan dengan kode. Hanya beberapa orang yang mengetahuinya.


"Hai para pengecut" sapa Zia.


"Beraninya kau menyela kami!" sahut salah seorang musuh.


"Bos mu sudah dipenjara. Pergilah menjenguknya. Tadi dia bilang, akan memberikan salah satu aset berharganya untuk kalian" ujar Zia berbohong. Majulah salah satu pria, Zia mengenalnya. Dia adalah Abang Mr. Kiw.


"Hai, pria tampan" sapa Zia. Entah mengapa dia malah tersenyum. 'astaga mulut gue!! kok jadi jijik gue, sok cakep lagi nih baj****n' batin Zia.


"Bisakah kau menghentikan semua ini?" tanya Zia


"Asal kau mau bersama denganku" ujarnya. 'dasar raja kecoa yang menjijikkan' batin Zia lagi.


"Berbalik lah, dan kalian menutup mata" suruh Zia. Suaranya melembut, dia juga sudah melepas atributnya. Zia menyuruh semua bodyguard papanya untuk memberikan suntikan sekilas seperti orang yang cek darah. Tetapi suntikan itu berisi sesuatu yang membuat mereka tertidur. Setelah semuanya terkena, Zia memasukkan mereka kembali kemobil mereka. Meletakkan salah seorang menjadi supir dan membiarkannya menginjak gas. Dia mengemudi dalam posisi tidur. Sampai akhirnya mereka menabrak dan terjadi ledakan. Seolah-olah semua hanya kecelakaan.


Setelah itu Zia masuk dan melihat mamanya dan Febby ketakutan.


"Sudah aman" ujar Zia. Tak lama kemudian papanya dan yang lain tiba dirumah.


"Selesai?" tanya Zeco.


"Finish!" Seru Zia.


"Siapa pelakunya?" tanya Zeco.


"Perusahaan musuh TZrai. Yang dibangun oleh Mr. Kiw dan dijalankan oleh abangnya" jawab Zia.


"Kamu memang cerdas" puji Zeco.


"Kalian baik baik saja?" tanya Febby.


"Kami baik baik saja," jawab mereka bersama.


"Semua tuntas sekarang. Musuh sudah musnah dan semua kembali seperti semula" ujar Zeco.

__ADS_1


"Mandi sana kalian tidak tau apa kalau keringat begitu bau?" suruh Zeva


"Mamaa.. tanteee" keluh mereka bersama. Kemudian tertawa.


___________


Saat ini Zia sudah mandi dan sedang beristirahat di ranjangnya.


"Indonesia." gumam Zia.


Toktoktok.


"Paan?" tanya Zia saat Zai masuk.


"Dipanggil papa di ruang keluarga" jawab Zai. Zia pun bangkit dan menghampiri Papanya.


"Ada apa pa?"


"Mr. Kiw?" tanya papanya.


"Yes, Mr Kiw. Dia yang membuat semua kacau!" Jawab Zia.


"Tenang. Data yang dia berikam pada perusahaannya itu tidak terlalu penting. Abangnya juga sudah mati karena ledakkan mobilnya. Bisa dipastikan perusahaannya akan mengalami kebangkrutan" jawab Zia.


"Zia, kata katamu?" tanya papanya, papanya melihat cctv di laptopnya.


"Mengkuliti?" tanya Zeco menahan tawa dan berpura serius.


"Gertakan sedikit pa. Papa bayangkan betapa liciknya dia setelah dia diangkat menjadi tim dan gajinya membesar. Wah masih saja manusia yang kurang tau bersyukur" Zeco hanya tertawa mendengarnya.


"Kamu Putri papa yang paling barbar." puji papanya.


"Menghina atau memuji?" tanya Zia, papanya menyedikan bahunya.


"Hampir saja kamu ditembak olehnya" ujar Zeco. Mamanya terkejut.

__ADS_1


"Astaga Zia kamu baik baik ajakan? Gak lagi nahan sakit?" tanya Zeva memutar badan Zia.


"Mama sayang, Zia baik baik aja nih, gak ada yang luka kok" jawabnya.


"Zean bagaimana denganmu? Gangster itu melukaimu?"


"Tentu saja tidak. Aku cukup kuat melawan mereka ma"


"Laki gue sombong amat" sindir Febby dari dapur.


"Aku denger sayangg" teriak Zean.


"Luis kau bagaimana?" tanya Zeva.


"Aku baik Tante, lihatlah aku tidak terluka bahkan aku makin tampan"


"Geer banget Lo" ledek Zia. Semua hanya tertawa.


"Zai gak ditanya?" tanya Zai.


"Kamu sama papa, kamu pasti baik baik aja. Kamu gak luka kan?"


"Nggak dong ma" jawab Zai.


"Ahhh syukurlah" ujar Zeva tenang.


"Pa, ma. HzIn biar Zia yang urus, untuk sementara. Karena Zia juga belum kuliah" kata Zia.


"Kamu di Big Bang, di universitas abang kamu atau mau dimana?" tanya Zeva.


"Big Bang" jawab Zia mantap.


"Luis juga" sahut Luis.


"Baiklah terserah kalian. Papa hanya mengikuti keinginan kalian. Sekarang mari kita makan. Hari ini menantu papa yang membuat makanan." Ajak Zeco.

__ADS_1


"Semoga tidak mengecewakan" sahut Febby.


Mereka pun makan malam. Karena mereka makan sudah lewat dari jam biasanya dan ditambah mereka lelah jadi mereka langsung tidur dan menikmati mimpi.


__ADS_2