Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Back school


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G ✨


Malam harinya, mereka sudah berkumpul dimeja makan.


"Papa mama kapan baliknya, kok nggak ngehubungin Ze?"


"Tadi malam di Jerman jam sembilan malam." mereka pun kembali makan dengan tenang.


"Zean, keruangan papa sekarang." suruh Zeco setelah selesai makan. Zean pun mengikuti Zeco keruangannya.


"Gimana udah?" tanya Zeco


"Udah clear pa. Tenang aja."


"Bagus.. papa bangga sama kamu. Yaudah kamu bisa kembali ke kamar kamu."


"Perusahaan di Jerman kenapa pa?" tanya Zean.


"Udah gak kenapa kenapa kok."


"Oo yaudah kalau gitu Ze ke kamar Zia dulu."


Dikamar Zia, Zia sedang mempersiapkan segalanya, besok dia sudah bisa kembali ke sekolah.


"Zia."


"Kenapa bang?"


"Abang punya temen, temen abang merantau disini, dia cewek, dia gak punya kerjaan, jadi semalam abang suruh kerja di ZiCF gak kenapa kenapa kan?"


"Iya gak kenapa kenapa bang. Namanya siapa?"

__ADS_1


"Alika, dia rada tomboi gitu. Ah iya temen temen kamu udah tau tentang ZiCF."


"Hah?? Kok bisa??"


"Kemaren abang kesana, ngajakin makan makan temen kamu, karena mereka bantuin abang."


"Oooo, yaudah gapapa. Lagian cepat atau lambat mereka pasti tau." kata Zia.


"Yaudah abang keluar dulu. Kamu istirahat yaa!" suruh Zean sambil mengacak rambut Zia. Lalu pergi menuju kamarnya. Zia pun menuju ke alam mimpinya.


Keesokan harinya..


Zia berangkat sekolah memesan grab, dia sengaja tidak ingin membawa mobil. Zia berangkat kesekolah menggunakan masker, dan softlen padahal Zia sangat tidak menyukai itu tetapi dia ingin menjahili temannya. Setelah sampai di SMAnya Zia menjadi pusat perhatian, banyak yang menduga Zia anak baru. Zia langsung menuju kelasnya XII IPS 3. Didalam kelas mereka terheran heran melihat kedatangan Zia seperti orang misterius.


"Lo salah kelas?" tanya Joshua. Zia hanya menggeleng.


"Misterius" sahut Tania.


"Gue yang buka atau lo yang buka!" suruh Ivan. 'galak bener bang' batin Zia. Zia hanya diam saja, Ivan pun mendekat dan membuka maskernya. Zia hanya cengengesan. Lalu bergeser.


"Hai gays, Zia kembaliiii" teriak Zia.


"Lo kapan pulangnya?" tanya Ivan


"Halusinasi pasti gue" kata Qiara.


"Kok gue gak yakin ya." sahut Ica


"Gue juga, Ziakan matanya albino" protes Alya.


"Zia bukan sih?" tanya Tania.

__ADS_1


"Hmm.. bentar" kata Zia, dia berbalik, Ivan masih disampingnya kemudian Zia membuka softlen nya.


"Udh Zia belom?" tanya Zia


"Yah simonyong, lu pake softlen ternyata" sahut Tania, Zia cengengesan.


"Lo belom jawab pertanyaan gue. Lo kapan pulangnya?" tanya Ivan.


"Semalam, gue sampe jam tiga sore" jawab Zia


"Aaaaa rinduuuu" teriak Eza sambil ingin memeluk Zia, Ivan pun dengan sigap memeluk Zia duluan.


"Dih, lu kenapa Van?" tanya Jimmy.


"Ntah gak tau." jawab Ivan masih sambil memeluk Zia, Aska yang baru masuk keheranan, karena Ivan tidak pernah memeluk cewek dihadapannya.


"Pacar baru Van?" kata Aska, Ivan pun melepas pelukannya.


"Hah Ziaa?" tanya Aska terkejut dan langsung memeluk Zia gantian. Zia hanya diam, dia tidak membalas pelukan Ivan maupun Aska. Tania pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Aska lalu memisah pelukan mereka.


"Kalian berdua muluk dah! Gue juga rindu tau sama Zia." Komen Tania. Lalu memeluk Zia, Zia pun membalasnya.


"Oleh olehhh" bisik Tania, Zia pun langsung melepas pelukannya menatap sinis Tania, Tania hanya cengengesan. Bu Lesta pun datang.


"Zia kamu sudah kembali?" tanya Bu Lesta.


"Iya buk, udah" jawab Zia.


"Kalau gitu kembali ketempat duduk kamu." suruh Bu Lesta. Sebelum ketempatnya Zia berbisik ke Tania.


"Hadiahnya di ZiCF. Kesana aja, gue tunggu! Ajak yang lain." bisik Zia, lalu berjalan ketempat duduknya.

__ADS_1


__ADS_2