Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Plan


__ADS_3

Setelah makan tadi, mereka pun kembali ke apartemen. Di dalam mobil Aska dan Zia, Zia sudah tertidur. Tangannya terus menerus digenggam oleh Aska. 'gue gak bakal biarin Lo diambil siapapun kali ini' batin Aska sambil melihat Zia. Perlahan tapi pasti, dia melepas genggamannya. Dan mengambil ponselnya.


✉️


Aska;


Pa, Lagi apa?


Papa;


Kamu sakit nak?


Aska;


Dih papa


Papa;


Hahaha


Papa;


Kamu dimana?


Aska;


perjalanan.


Papa;


Kamu lagi nyetir? Kenapa pegang hp? Papa telepon ya?


Aska;


Zia tidur disebelah Aska, jangan.


Papa;


Kamu dari mana?


Aska;


Makan malam.


Papa;


Jadi kenapa pagi pagi buta kamu kirim pesan ke papa?


Aska;


disini sekitar jam dua belas malam, disana?


Papa;


Jam 6 pagi, papa lagi sarapan.


Aska;


emm.. pa


Papa;


Kenapa?


Aska;


Aska mau ***** Zia disini.


Papa;


Serius?


Aska;


Ya kali Aska bohong.


Papa;


Kabari papa lagi nanti, setir yang bener. Oke?


Aska hanya me read pesan papanya, dia juga meletakkan hpnya kembali. Kali ini dia benar benar bertekad untuk tidak membiarkan Zia jatuh pada orang lain.

__ADS_1


"Tunggu aja nanti" ujar Aska sambil menggenggam kembali tangan Zia. Gak lama kemudian mereka sampai di apartemen Qiara. Aska menggendong Zia sampai ke kamarnya. Meletakkannya di tempat tidur, dan membiarkan Zia tidur dengan jaket itu. Setelah berganti baju, Aska juga tidur disebelah Zia.


02:35, pagi hari di Paris.


"Ah, hah jangan jangan jangan hahh AAAAAA?!" teriak Zia, Zia mimpi buruk. Zia teriak dan terbangun dari tidurnya, juga membangunkan yang lain, mereka melihat Zia dari luar, teman temannya mengira Zia dan Aska sedang membuat produk, ternyata bukan, mereka ingin masuk tapi tidak jadi karena ada Aska disana.


"Kenapa? Hey? Kenapa?" tanya Aska kalem. Zia ngos-ngosan dan penuh keringat.


"Loh Lo?" tanya Zia dia melihat pakaiannya masih tetap sama.


"Gak gue apa apain kan belum sah" ujar Aska seolah mengerti maksud Zia.


"Kenapa teriak?" tanya Aska lagi.


"Gue mimpi diteror, dan ada yang nabrak gue, gue rasa itu tentang dua tahun yang lalu" jawab Zia. Aska mendekat ke Zia. Memeluknya. 'nyaman' batin Zia.


"Calm down! Ada gue disini. Jangan takut, gue bakal jaga Lo sampe kapanpun" kata Aska menenangkan sambil mengelus rambut hitam panjang milik Zia.


"Tidur lagi oke" suruh Aska, Zia mengangguk. Aska melepaskan pelukannya dia merebahkan tubuhnya duluan dan merentangkan tangannya.


"Sini" pinta Aska sambil menepuk lengan nya. Zia pun tidur di lengan Aska sambil memeluk Aska. Aska membalas pelukannya.


"Jangan khawatir, semua baik baik aja" ujar Aska.


"Nyaman, Lo selalu buat gue nyaman. Makasih" balas Zia.


"Gak usah bilang makasih, lihat Lo tersenyum dan tertawa itu udah cukup bagi gue" kata Aska, Zia tersenyum.


"Jangan sedih sedih lagi ya?" tanya Aska, Zia mengangguk. Mereka pun mencoba untuk tidur kembali.


06:15, Paris


"Morning, Gimana tidurnya nyenyak?" tanya Aska pada Zia yang baru bangun.


"Lah Lo dari tadi? tanya Zia.


"Gue tidur nyenyak kok, santai aja." jawab Aska. Zia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia merasa tidak enak karena dia tidur di tangan Aska. Dia yakin, Aska mungkin tidur tidak nyenyak.


"Senyum kek, buat semangat pagi gue" suruh Aska mengubah topik pembicaraan, Aska yakin dalam hati Zia merasa gak enak karena tangannya terpakai buat tidurnya Zia. Zia tersenyum manis mendekat ke Aska, mencium pipi Aska. Aska pun terkejut.


"Makasihh" ujar Zia tersenyum.


"Eh? Mulai berani ya sekarang" kata Aska sambil senyum menggoda. Zia menjulurkan lidahnya lalu berlari keluar kamar, diikuti Aska.


"Bos Lo galakk" jawab Zia menjulurkan lidahnya lagi, Aska tersenyum gemas melihat Zia.


"Eh, betewe. Kalian tadi malam buat produk?" tanya Dimas.


"Matane, produk apa" jawab Zia.


"Produk gitulah" jawab Jimmy.


"Aishhhh, diam diamm. Gue gak dengerrr" jawab Zia sambil menutup telinganya. Mereka tertawa melihat Zia.


"Kenapa tadi malam teriak?" tanya Ica.


"Pagi ca bukan malam" cela Qiara.


"Nah itu" kata Ica.


"Bukan apa apa, cuma mimpi buruk tentang kecelakaan." jawab Zia.


"Lo sering mimpi itu?" tanya Samuel.


"Nggak, baru sekali ini" jawab Zia.


"Ohh, baguslah kirain dah sering" sahut Alya.


"Gue mau keluar bentar cari bahan makanan" pamit Qiara.


"Gue ikuttttt" pinta Zia. Qiara pun mengiyakannya. Mereka berdua pergi ke supermarket.


"Help me please" ujar Aska saat mereka sedang menonton.


"Jangan gila Aska, Lo kenapa minta tolong?" tanya Jimmy.


"Gue mau ***** Zia disini nanti malam." ujar Aska.


"Serius, baru tadi malam jadi." balas Ivan antusias.


"Pesona Zia besar bro, takut gue dia diembat orang lain" jawab Aska.

__ADS_1


"Bagus baguss, gud job! Gak sia sia gue ngajarin Lo" sahut Dimas.


"Ngajarin apaan Lo?" tanya Samuel.


"Gak ada sih" jawab Dimas.


"Gob*lok" cibir Alya.


"Bantu gue oke?" tanya Aska.


"Aman, kasih tau aja gimana scenarionya" jawab Ivan, Aska mengangguk. Tiba tiba ponsel Aska berbunyi. Aska mengangkat panggilan video itu dan pergi ke kamarnya.


—Papa—


📞 Hans; Assalamualaikum


Aska; waalaikumsalam pa.


📞 Hans; jadi gimana tadi?


Aska; Aska mau ***** Zia disini.


"ZECO, ZE" teriak Hans dari sana.


Aska; Pa, papa apaannnnn??!


"Ada apa Hans?" tanya Zeco.


"Bagaimana ini? Ada orang yang lancang ingin meng*****kan putri cantik mu" jawab Hans. Mereka menyusun drama untuk menguji Aska.


Aska; papa, dih papa tega


"Siapa? Mana orangnya?" tanya Zeco seolah-olah marah.


"Ini" tunjuk Hans pada ponselnya.


"Oh kamu? Kamu punya apa sampai lancang meng*****kan putri saya?" tanya Zeco.


Aska; Emm.. saya punya kesetiaan, saya punya cinta, dan saya punya tanggung jawab om.


📞 Zeco; kamu lulus.


Aska; hah?


📞 Hans; hahahahaah. Jangan permalukan papa, ***** wanitamu dengan benar dihadapan calon ******mu.


Aska menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskan dengan perlahan. Dia pun memberanikan diri mengatakannya.


📞 Zeco; tadi sudah dikatakan kalau kamu lulus, jadi jangan panggil om lagi. Om sekarang **** kamu.


Aska; Huh.. syukurlah. Papaa hansss masa iya Aska gini doang. Papa kerumah om Zeco dong.


📞 Zeva; tidak perlu lagi Aska.


Aska; Tante? Loh? Pada mau kemana?


📞 Alice; persiapkan semuanya, emmm. Jangan lupa untuk share lokasinya.


Aska; hah?


📞 Zean; see you adek ipar. (Mematikan teleponnya)


"Jih? Ini gue eror apa gimana? Pada mau kemanaa sih??" tanya Aska. Dia pun kembali keluar kamarnya.


"Kenapa? Kok Lo jadi kayak orang go*blok gitu?" tanya Ivan.


"Bokap gue aneh, ntahlah. Biar aja"


"Sam, telepon bini Lo, masih lama atau nggak dia. Kalau udah mau pulang suruh lebih lama" suruh Aska.


"Jih, kampret Lo mah" kata Sam. Aska nyengir kuda. Sam menelpon istrinya itu. Setelah selesai, Aska memberitahukan mereka tentang rencana yang sudah dia pikirkan.


______________________________


Holaa readers..


Ada yang bisa nebak gak tuh yang di sensorin dari tadi ? 😁


Komen dibawah ya kalau tau 😁


See you next chapter 🤩

__ADS_1


______________________________


__ADS_2