
Zia dan Aska turun sambil bergandengan tangan, mereka menuju dapur, disana ada Zean, Febby, Zafran, Luis, dan Syifa.
"Udah ? Udah sehat sarap lo?" tanya Zean.
"Apa sih bang? Mau gue tabok?" tanya Zia. Zean menatapnya dingin.
"Tangan kamu gimana?" tanya Febby.
"Aman kak" jawab Zia.
"Gila lo kumat ya?" tanya Luis.
"Enak aja" balas Zia. Luis cengengesan.
"Aunty" panggil Zafran.
"Aunty kok ada yang ngikutin?" tanya Zafran.
"Hem?" tanya Zia sedikit panik. Bukan karena takut akan orang yang mengikutinya, dia takut Zafran kenapa kenapa.
Bisikan Zia dengan Aska tadi memang menyangkut tentang pengikutnya ini.
"Tadi waktu aku ngaca, aku lihat ada wanita ya kayak hantu gitu. Dia yang buat kita nyasar, dia yang buat aku bisa baca pikiran orang. Tapi dia cuma sebentar di dekat aku. Dia bilang, dia mau batalin rencana busuknya Adrea, karena adrea itu mantan suaminya yang selingkuh. Dia nikah muda tapi di kdrt-in terus sampai akhirnya meninggal. Nah tadi tuh dia suruh aku tidur, pas aku tidur dia masuk ke tubuh aku dan buat kekacauan." bisik Zia pada Aska ketika di kamar tadi.
Aska memang merasakan ada aura yang berbeda tadi saat wanita itu mempengaruhi tubuh Zia. Pura pura yang dimaksudkan Aska tadi, ketika Zia berakting di depan keluarganya setelah sadar. Wanita itu sekarang berada di belakang Zia. 'jangan ganggu Zafran plis jangan' batin Zia. Wanita itu berpindah ke belakang Zean sambil mengangkat jempolnya, lalu pergi. 'setan gaul' cela Zia dalam hatinya sambil cengengesan.
"Eh woi!!!" teriak Luis.
"Oi, kenapa cengengesan?" tanya Luis ketakutan.
"Lo kerasukan? Dek???" tanya Zean.
"Nggak monkey" jawab Zia.
"Mbak hantunya dah pergi dad" kata Zafran.
"Serius aja Zap, jangan takut takutin Daddy" kata Zean.
"Hahahah"
"Zafran aja kok, demen ngibul." Zia berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Zai mana? Si rere udah balik?" tanya Zia.
"Sidang sama papa" jawab Zean.
"Lindi?" tanya Zia.
"Udah pergi kayaknya" jawab Syifa.
__ADS_1
"Nih" Febby menyodorkan kue nastar.
"Cieahhhhh, bumil masih aja demen buat kue" ledek Zia, Febby tersenyum, dia ingin menjawab tapi diserobot Zean.
"Iyalah emang lu, mageran" ledek Zean.
"Eh sumpret, gue lagi yang kena?" tanya Zia datar. Mereka tertawa. Aska pergi mengambil minuman kaleng tanpa soda, lalu kembali. Ketika ingin minum, Zia merebutnya dan langsung meminumnya.
"Dendam ceritanya?" tanya Aska datar.
"Dih gitu amat sama istri sendiri" balas Zia. Aska cengengesan, dia menarik kepala Zia untuk bersandar di bahunya. Mereka menikmati semuanya berdua. Minum satu bagi dua, nastar yang banyak juga dibagi dua. Apapun dibagi berdua, asalkan bukan cinta yang dibagi dua:v
"Parah" cela Zean, Zia dan Aska tertawa.
"Mabar kuy ka" ajak Luis.
"Mabar apa dulu nih?" tanya Aska.
"Ikut dong" sahut Zai dari belakang.
"Udah sidangnya?" tanya Syifa.
"Udah kakak ipar" jawab Zai.
"Mana Rere?" tanya Febby.
"Masih bicara sama kanjeng ratu" jawab Zai.
Aska pun berjalan sambil melihat hpnya , tanpa sengaja menabrak Rere. Zia memperhatikannya. Itu adalah kesengajaan dari Rere. 'dasar' cibir Zia dalam hatinya.
"Maaf" kata Aska.
"Ah iya gak apa apa mas" jawabnya sok lembut. 'ajg? mas? gila aja. gak mau hidup lagi ni bocah?' batin Zia bertanya tanya. Aska cuek lalu kembali berjalan menuju kamarnya. Zia bergerak, ingin menyusul Aska. Tanpa sengaja tapi dengan unsur kesengajaan, dia menabrak Rere.
"Sorry" ujar Zia. Rere diem sambil senyum terpaksa. Zia melanjutkan perjalanannya. Saat berada di tangga nomor tiga dia berhenti dan berkata "Lo homo ya?".
"Homo apaan? Gila lo? Rere cewek ogeb" cela Zai dari belakang.
"No no no! Dia bukan cewek" jawab Zia.
"Maksud lo apa dek?" tanya Zean. Semua orang bermunculan memusatkan perhatian pada Zia dan Rere.
"Dia transgender" jawab Zia polos.
"Ngaco lo ngaco" sahut Zai.
"Dia model kan?" tanya Zia pada Zai.
"Heem" jawab Zai.
__ADS_1
"Model terkenal?" tanya Zia lagi.
"Iya, kenapa sih?" tanya Zai balik
"Dia transgender to·lol" jelas Zia.
"Transgender apa Zia?" tanya Zeco.
"Dia cowok berubah jadi cewek" jawab Zia.
"Hah apa ? Maksudnya, dia cowok?" tanya Luis. Zia mengangguk santai tanpa dosa. Rere bersikap kalem.
"Gue tau kak, Lo gak suka sama rere, tapi gak gitu juga kali!" cela Zai.
"Keruang keluarga, channel TV nomor 8" suruh Zia. Mereka pun menuju ke ruangan itu.
🗣️ Seorang model ternama, Adrea Zeline merupakan warga negara asing yang tinggal di Indonesia dengan merubah tampilannya. Model yang biasa dipanggil Rere ini mempunyai nama asli berinisial H F , seorang model transgender yang baru terkuak kebenarannya beberapa jam yang lalu. Dia operasi plastik berubah menjadi wanita demi mendapatkan uang dari berbagai pengusaha pengusaha kaya.
Zai mematikan televisinya.
"Lo bayar berapa pihak tv buat bikin hoax kayak gitu hm?" tanya Zai pada Zia.
"Maksud Lo? Lo fikir ini tipuan?" tanya Zia.
"Bener kan ini tipuan? Gue tau lo gak suka sama rere jadi lo buat berita hoax kayak gini!!" bentak Zai pada Zia. Zean menampar Zai.
"Sadar to·lol sadar!!" teriak Zean.
"Wah, bang udah santai" suruh Zia.
"Kalian sekongkol kan?" tanya Zai lagi.
"Rupanya, adik kecil kita sudah berubah bang. Dia lebih percaya orang yang dikenalnya beberapa bulan dari pada kita yang bertahun tahun hidup bersama" kata Zia.
"Gila lo, lo belain si transgender ini?" tanya Luis.
"Cih, kalian sekongkol ternyata" kata Zai.
"Secinta apa lo sama dia sampe lo berani ngelawan gue yang UDAH NGEJAGAIN LO WAKTU LO KECIL? HAH?!" bentak Zia. Rere diam, tatapannya memancarkan dendam lalu memilih pergi dan berlari.
"Re tunggu" ujar Zai.
"KEJAR LAH KEJAR! GAK USAH PERCAYA LAGI SAMA GUE! DAN JANGAN PERNAH ANGGAP GUE KAKAK LO LAGI PAHAM?!" bentak Zia dia pergi ke kamarnya. Zai tetap mengejar Rere.
"Satu langkah kaki kamu keluar dari rumah, papa cabut fasilitas kamu dan keluarkan nama kamu dari daftar warisan!" ancam Zeco, Zai berhenti di jalan.
"Ini gak adil" lirih Zai. Aska menghampiri Zai.
"Buka mata hati lo Zai, Zia. Zia emang gak suka sama pacar lo, tapi dia punya alasan."
__ADS_1
"Media aja mengatakan dia transgender, itu bukan tipuan lo harus perca–" omongan Aska terhenti, karena suara seseorang. Zia juga keluar saat itu.