Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Full day <3


__ADS_3

Full day <3


Dua hari setelahnya..


"Lo beneran udah sembuh kan Zai?" tanya Aska.


"Udah bang, aman." jawab Zai.


Hari ini, Zai bisa keluar dari rumah sakit. Dia juga akan menginap di rumah Rafael. Zean, Febby dan yang lain sudah kembali ke kotanya. Zeco dan Zeva masih berada di Jerman.


"Lo bisa bawa mobil? Lo disupiri rap aja ya" kata Aska.


"Gue bisa kalau sama Kinan" jawab Zai.


Pletak!!


"Aaaww.. sakit gblokk" cela Zai.


"Lo baru aja sembuh, jangan cari penyakit. Ngajakin orang lain lagi" ceramah Zia.


"Iyaiya," balas Zai.


"Rap, anterin Zai pulang ya. Gue sama Zia mau ehem.. pacaran" bisik Aska pada Rafael.


"Santai aja bos" balas Rafael menunjukkan jempolnya sambil cengengesan.


"Gue sama Zia duluan ya. Awas aja lu macem macem. Jangan malu maluin" kata Aska pada Zai.


"Kakak kandung sama abang ipar sama aja cerewet" gumam Zai.


"Apa Zai? Ulangi?" pinta Zia.


"Kakak kandung sama abang ipar sama sama perhatian" kata Zai sambil tersenyum.


"Nggak nggak, mas Zai boong" sahut Kinan.


"Kinan" Zai kesal. Kinan tertawa sambil mengangkat dua jarinya tanda damai. Zai reflek mengelus rambutnya.


"Zai" panggil Zia.


"Astaga, mon maap khilap" balas Zai lalu pergi keluar.


Zia menggeleng kan kepalanya.


"Kinan, kalau dia macam macam sama kamu kasih tau kakak. Oke?" Zia ceramah.


"Oke sip kak" Kinan hormat.


"Ya udah ayok" ajak Rafael.


"Kalian duluan, gue sama Zia mau ngurus administrasi" sahut Aska.


"Kita yang mau duluan, jadi kalian yang duluan." ujar Zia.


"Hahaha, kami pergi ya. Hati hati" kata Rafael.


"Kinan duluan kak"


"Okee" Zia membalas sambil menggunakan jari tangannya. Mereka pun pergi.


____________


"Kamu mau makan apa?" tanya Aska. Mereka berdua ingin keliling menjelajahi Bali.


"Emmmm.. terserah" jawab Zia.

__ADS_1


"Maaf, kita baru bisa seneng seneng sekarang, padahal besok udah harus pulang" Aska berbicara sambil menggenggam tangan Zia.


"Satu hari pun kalau itu sama kamu, itu berharga buat aku" balas Zia memandang Aska. Aska terpaku. 'ahh manisnyaa' batin Aska.


"Aaaaaaahhh" keluh Aska, dia berhenti di pinggir jalan.


"Eh kenapaa?! Kamu kenapaaa?!" tanya Zia panik.


"Aku meleleh, ahhh gimana dong" balas Aska. Zia mencubit Aska.


"Aku kira kenapaa, bikin panik aja sih" Zia bersidekap dada sambil melihat kearah luar mobil. Aska malah cengengesan.


"Jangan ngambek loh, sayang" goda Aska.


"Bodo" balas Zia.


"Gak mau ke pantai?"


"Ntah" balas Zia.


"Ohh yaudah" Aska berencana muter balik.


"Eh ehh ehhhhhhhhhhhh" Aska cengengesan.


"Jangan ngambek makanya, bilang dulu kamu sayang sama aku" suruh Aska. Zia malah melepas seat belt nya lalu mencium pipi Aska.


"Hormat kapten, Zia Amanda sanggggggat mencintai pria tampan bernama Aska Radiansyah Kusuma" kata Zia. Aska masih tercengang.


"Hahaha.. kamu kenapa bengong? Hey, kapten. Aku gak mau mati muda tau" Aska tersadar.


"Aba aba makanya," suruh Aska, dia pura pura fokus mengemudi. Kemudian memencet tombol otomatis. Dia melepas seat beltnya lalu nyosor ke Zia.


( You know lah ngapain hehe )


"Ntar malem barbeque-an enak kan ya" tanya Aska saat di dalam mobil, mereka baru saja selesai makan pagi.


"Nah iyaaa bener, enak banget" sahut Zia.


"Ke supermarket dulu berarti" kata Aska. Dia pun mutar balik mobilnya lalu pergi menuju supermarket.


Disepanjang jalan memilih bahan mereka pegangan tangan, sesekali melepasnya. Aska membawa trolinya, sedangkan Zia yang memasukkan barangnya.


Mereka berkeliling, mencari berbagai bahan. Mereka juga membeli banyak cemilan dan minuman kaleng. Sampai total belanjaan mereka "Satu juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu"


"Oh ini" Aska memberikan kartu andalannya. Sedangkan Zia menunggu diluar.


Setelah selesai, Aska menghampiri Zia. Zia ingin membawakan barangnya tapi Aska melarang "Ini tugas aku" kata Aska. Zia pun menuruti suaminya itu dan berjalan menuju mobil.


~β€’β€’


Akhirnya mereka tiba di pantai.


Zia langsung menyusuri pantai, rambutnya terbang terbang karena digerai. Aska menikmati ciptaan Allah yang paling indah baginya, yaitu Zia.


Aska mengabadikan momen itu dengan kameranya. Dia memfoto Zia dan kadang mereka berdua foto bersama. Sampai akhirnya mereka lelah dan duduk di tepi pantai.


Zia dengan posisi duduk, sedangkan Aska bermanja dan tidur di paha Zia. Zia tau Aska ke silauan, dia melindungi mata Aska dengan tangannya. Aska menarik tangannya dan meletakkan di dada.


"Aku butuh sinar matahari, dan juga... kamu" kata Aska. Zia tersenyum.


"Makasih kamu udah mau terima aku sebagai pendamping hidup kamu. Makasih atas semua dukungan kamu sampai aku bisa sesukses ini sekarang. Makasih karena kamu selalu ada buat aku dan selalu menerima kekurangan aku. Satu hal yang perlu kamu tau..."


"Aku bersyukur karena kamu ada di hidup aku" kata Aska sambil menatap mata Zia. Zia masih tersenyum.


"Aku yang seharusnya bilang makasih ke kamu, atas segalanya. Segala kebahagiaan yang kamu kasih buat aku, segala perjuangan kamu, dan segala gala gala galanya. Aku juga sangat sangat bersyukur kamu selalu ada buat aku." balas Zia.

__ADS_1


"Aku sayang kamu" Aska mengelus pipi Zia. Zia mengecup kening Aska.


"Aku juga sayang kamu" balas Zia. Mereka tatap tatapan dan sama sama tersenyum manis.


Setelah lama, Zia mengedarkan pandangannya.


"Ay, mau es krim" rengek Zia. Aska menepuk pelan pipinya.


"Ih ih" Aska tertawa. Dia bangkit lalu mencium pipi Zia.


"Ayok beli" ajak Aska sambil menarik Zia. Mereka pun pergi beli es krim.


Β·


"Pak, es krimnya rasa vanilla satu" kata Zia.


"Kamu?" tanya Zia pada Aska.


"Aku nggak, kamu aja" balas Aska. Zia pun mengangguk.


Setelah selesai mereka kembali ke tempat tadi.


"Kamu gak mau nih? Yakin?" tawar Zia menggoda.


"Aku mau dengan cara yang beda" jawab Aska sambil melihat bibir Zia yang belepotan es krim. Tanpa aba aba, lagi lagi Aska menyosor ke Zia.


β€”


"Sangat manis, aku suka" ujar Aska.


"Kamu tuh ya, depan umum asal nyosor aja" proses Zia. Aska tertawa.


"Barbeque-annya kita berdua aja yuk," ajak Aska.


"Loh kok berdua? Kan ada rap, Kinan sama Zai"


"Tapi aku maunya cuma berdua sama kamu, kita ke villa yang kemaren ada bang Zean. Sekalian buat produk" ajak Aska. Zia merona.


"Ah kamu mesum" Zia mendorong dada Aska lalu pergi.


Aska menghampiri sambil memeluknya dari belakang.


"Yakin gak mau?" tanya Aska. Zia masih merona dan terdiam.


"Cieee, istri aku malu malu. Gemesin deh" ledek Aska.


"Apaan sih" lirih Zia yang masih merona. Aska melepas pelukannya lalu membalikkan tubuh Zia.


"Emm.. cari oleh oleh yok? Atau kamu mau cari sesuatu buat Zafran atau kak Febby." ajak Aska.


"Nah ide bagus, daripada kamu godain aku mulu" balas Zia.


"Ooh, kamu gak mau digodain. Mbak mbak itu cakep ya pake bikini" kata Aska sambil melihat turis. Zia mengecup pipi Aska.


"Gak usah genit, udah punya istri" kata Zia. Lalu berlari.


"Kampret kamu ya" balas Aska. Mereka pun kejar kejaran disana.


_______________________________


Maapkeun kebanyakan kissing scene πŸ˜‚ author kebanyakan nonton drakor, jadi kebawa gitu πŸ˜‚ tapi kalau nonton auto tutup mata kok suer βœŒπŸΌπŸ˜‚


Ramein, kasih bonus nih ntar🀩✨


_______________________________

__ADS_1


__ADS_2