Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Prom Night


__ADS_3

Di kediaman Hitler.


"***** gue lupaa" gumam Zia saat menonton tv.


"Apaan dek?" tanya Febby.


"Nanti malam Prom Night kak, Zia lupa belum beli baju" jawab Zia.


"Gak usah panik, mama udah beliin" sahut mamanya


"Eh?! Mama tau Zia mau Prom Night?" tanya Zia.


"Ya taulah sayang"


"Terus mana bajunya?" tanya Zia lagi


"Nanti malam mama tunjuinnya ya" ujar mamanya. Zia kembali menonton tv dan menikmati cemilannya yang dibeli dari Filipina.


___


Malam harinya.


"Aish, ngapain di make up sih kak pebb. Zia gak biasa pake giniannn" ujar Zia


"Udah diem aja kamu jangan berisik." suruh mamanya.


"Eddah busettt" jawab Zia. Dia saat ini sedang di-make up oleh mamanya dan Febby. Setelah selesai Zia pun turun kebawah. Zean, dan Zai yang melihat Zia terpukau dengan kecantikannya. Zia memakai gaun berwarna navy blue yang tidak terlalu terbuka, rambutnya digerai, menggunakan make up tidak terlalu tebal, dan memakai high heels berwarna gold yang tidak terlalu tinggi.


"Kedip woi kedip" teriak Febby


"Eh?" tanya Zean, Febby pun hanya tertawa.


"Gila gilaaa.. kakak gue cantik bangettt anjayy" puji Zai


"Bacottttt" sahut Zia.


"Kamu pergi sama siapa nak?" tanya Zeco


"Kata Ivan, Aska yang jemput pa" jawab Zia.


"Pangling gue, adek gue bukan sih?" tanya Zean.


"Adek akulah," sahut Febby,, yang lain hanya tertawa.


Tiba tiba bel berbunyi.


"Bii, bukain pintunyaa" teriak mama Zia.


"Baik nyonya" ujar pembantu, dia pun membukakan pintu ternyata ada Aska yang memakai tuksedo berwarna navy blue juga, dengan rambut yang ditata berbeda dari biasanya.

__ADS_1


"Assalamualaikum om, tante" ujar Aska memasuki ruangan, dia belom melihat ke arah Zia.


"Zianya ud....-" ucapan Aska terhenti saat melihat Zia, dia sama sekali tidak berkedip. 'astaga, cantik banget ni anak. Makin gak sanggup gue ninggalin Indonesia kalau gini' batin Aska. Zai melambaikan tangannya tepat dimuka Aska, Aska pun tersadar.


"Eh apaan ini tangan?" tanya Aska menyingkirkan tangan Zai.


"Kedip makanya, gue tau kakak gue cantik. Lo jaga bener bener bang" suruh Zai


"Iyaa, ribet amat dah luu" sahut Aska.


'aska ganteng banget malam ini. gak nyangka gue dia seganteng ini' batin Zia.


"Apa kita harus pergi sekarang?" tanya Aska pada Zia.


"Hah? Oh, ayok" sahut Zia, Zia menyalim tangan mama dan papanya kemudian dia menggandeng tangan Aska lalu pergi.


"Adek gue udah gede ternyata," sahut Zean setelah mereka pergi


"Mereka serasi ya" ujar Zeva, Zeco hanya tersenyum mendengarnya.


____________


Aska dan Zia pun sudah sampai di gedung mewah yang dijadikan sebagai tempat untuk Prom Night. Aska keluar duluan dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Zia. Zia tersenyum melihat tingkah Aska. Mereka pun masuk ke dalam gedung, Zia menggandeng tangan Aska. Saat Zia masuk semua orang terpukau melihatnya termasuk pak Roy.


"Wah wah wah.. King and Queen udah datang gaysss" sambut Jimmy.


"Hahaha.. ngaco lu jimm" sahut Zia.


"Bukan sih, gue bukan Zia" jawab Zia sambil tertawa.


"Wah wah wahh, murid saya bukan ini?" tanya Roy berbasa basi.


"Bukan pak" jawab Zia sambil tertawa.


"Pangling bapak liat kamu" sahut Roy.


"Hahaha.. bapak bisa aja" sahut Zia.


"Nikmatin ya, ini rezeki kalian. Udah liburan ke Filipina dikasih Prom Night juga" ujar Roy


"Pasti pak" jawab Aska.


"Yaudah bapak kesana dulu oke" Roy pun pergi meninggalkan mereka.


"Janjian ya kalian? Couple navy blue loh" ledek Tania


"Eh? Iya iya" pikir Zia.


"Fotokopi gue ya Lo?" tanya Zia

__ADS_1


"Ya nggak lah, Lo tu yang fotokopi guee" balas Aska.


"Udah hei udah, yang namanya jodoh emang gak kemana" ledek Dimas.


"Kampret Lo" sahut Aska tertawa.


"Kalian tu ya aduhh" keluh Eza


"Aduhhh.." sambung Samuel


"Aduhhhh.." dilanjutin Dimas


"Aduh apaan sih gila?" tanya Zia dan Aska barengan.


"Kompak bangettt kaliannn, lucu deh" ujar Tania.


"Ini ngapa manusia satu jadi alay?" gumam Zia tetapi didengar Aska.


"Ada yang aneh dari kita?" tanya Aska, Zia hanya menggeleng.


"Aduh apaan elahh?" tanya Zia lagi.


"Kalian ituloh aduhhh serasi bangettt" ujar mereka bersamaan.


"Kok gue bisa temenan sama kalian sih?" tanya Zia mereka hanya tertawa kecil.


"Wow amazing. You are very beautiful tonight zia" puji Ivan yang baru tiba bersama dengan Ica.


"Thanks. Lo juga ganteng banget malam ini" sahut Zia.


"Eh hai icaaaa. Udah jadian sama babang Ivan?" tanya Zia, Ica menatap Zia sinis, Zia pun tertawa melihatnya.


"Pak Radatt bakal kesini gak sih?" tanya Zia.


"Pak Radatt mulu. Kaga ada yang lain apa? Mo ngapain emang?" tanya Ivan


"Mau ngajakin mabar cacing" sahut Zia dengan wajah tanpa dosa. Semua teman temannya tertawa mendengar penuturan Zia yang ngasal.


"Kerasukan cacing ni anak." ujar Joshua.


"Bang shua, siapa nih pasangannya?" tanya Zia. Zia mengkode temannya untuk menggandeng pasangan masing masing.


"Eh ini kenapa gue yang jones sendiri ya?" tanya Joshua.


"Jo, coba Lo mundur 3 langkah jangan liat kebelakang" suruh Qiara.


"Buat?" tanya Joshua


"Turutin aja ribet amat!" Sambung Alya. Joshua menuruti mereka dan ternyata dibelakangnya ada cewek. Joshua menabrak cewek itu dan menolongnya yang hampir jatuh.

__ADS_1


"Hm.. Perfect to!" Ujar mereka bersamaan lalu tertawa


__ADS_2