Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Malu


__ADS_3

Di Jerman..


[ Bahasa Jerman ]


"Paa.. kenapa dimatatikann?" tanya Zia


"Abang kamu mau nganter kak Febby."


"Ooo, yaudah kalau gitu Zia ke kamar dulu yaa pa"


"Nak.."


"Iya pa?"


"Gimana menurut kamu tentang kak Febby?"


"Menurut Zia, kak Febby baik, ramah, enak juga diajak ngobrol. Zia juga pernah denger sih, katanya kak Febby jago bikin kue. Nah itu kakak ipar idaman Zia. Kenapa pa?" tanya Zia.


"Nggak apa apa. Yaudah sana katanya tadi mau ke kamar."


"Papa gak jelas.. yaudah Zia ke kamar dulu."


Saat sampai dikamar tiba tiba ada Luis, Zia pun terkejut.


"Astaga... Aisshh, Luis kau kenapa? Kau membuatku terkejut." keluh Zia.


"Ya aku minta maaf." pinta Luis.


"Kau sudah pulang ya? Katakanlah! Aku tau kau ingin mengatakan sesuatu."


"Kau akan pulang besok atau lusa, aku ingin ikut. Aku ingin ke Indonesia, aku ingin melihat Zai dan Zean disana. Aku ingin berkunjung ke negara mu"


"Bagaimana sekolahmu jika kau ikut denganku? Kau tau, Indonesia tempat paling nyaman bagiku. Aku rasa jika kau disana seminggu akan terasa kurang. Jadi, jika kau ingin kesana saat kau sudah lulus saja. Minta pada onkel Lee untuk kuliah bersamaku di Indonesia" suruh Zia.


"Itu akan membutuhkan waktu yang lama"


"Jangan kau tunggu, pasti akan cepat."

__ADS_1


"Ayok ikut aku, apa kau tidak ingin membeli oleh oleh?" tanya Luis.


"Kau yang bayar?" Luis pun hanya mengangguk.


"Hahaha.. tidak usah Luis, aku mempunyai banyak teman. Kau sarankan saja padaku apa yang pantas dan cocok dijadikan sebagai oleh oleh."


"Baiklah.. cepat bersiap, jangan lama-lama,"


"Terbalik. Kau yang lebih sering lama Luis!" Luis hanya cengengesan dan pergi dari kamar Zia.


Keesokan harinya di Indonesia..


Mading sekolah rame pengunjung karena foto memalukan Salsa. Dia pun menjadi trending topik dikelasnya. Salsa melihat dan berfikir apa yang dilakukannya semalam. Dia hanya ingat jika dia berada di kafe bersama Zai, 'gak mungkin Zai yang melakukannya' pikir salsa. Salsa pun pergi dari Mading dan mencari keberadaan Zai.


"Heeh.. Lo apain gue semalam?" tanya Salsa kasar.


"Lah gue apain? Gue ga ngapa ngapain." Jawab Zai.


"Terus foto gue yang dimading?" tanya Salsa lagi.


"Lo kemaren ngajak gue ke club. Di club lo mabuk karena kebanyakan minum, gue udah ajak Lo pulang, Lo nya gak mau. Yaudah gue tinggal, setelah gue udah MAU sampe rumah, gue balik lagi ke club buat nganterin Lo pulang. Keadaan lo pas gue jemput pake pakaian utuh terus lagi tidur di sofa. Foto yang dimading juga gue gak tau kapan diambil. Gue diclub juga gak minum minum. Intinya gue gak tau tentang foto di Mading! Lo bikin gue susah tau gak! Nyesel gue ngajak Lo pergi tadi malam." jawab Zai ngeles, karena sudah diajarkan oleh abangnya.


"Seingat gue, gue itu lagi makan sama Lo di kafe favorit kita. Gue gak inget kalau ke club"


"Terserah lo terserah. Capek gue gendong Lo. Dari club ke mobil gue gendong, dari mobil ke kamar Lo gue juga yang gendong. Bokap Lo nanya gue bilang aja Lo nya ketiduran dijalan." jawab Zai.


Teng..teng...teng..teng...


"Kenapa lagi bel bunyi banyak banget." gumam Salsa. Zai pun meninggalkan salsa dan menuju lapangan. Di Tribun sudah ad seorang pria masih muda.


"Perkenalkan, saya kepala sekolah baru kalian. Nama saya Adit Taufik. Ada yang mau ditanyakan?" Tanya pak Adit


Semua yang mendengar pun terkejut.


"Umur berapa pak?"


"Udah nikah pak?"

__ADS_1


"Rumahnya dimana pak?"


Itulah pertanyaan pertanyaan Unfaedah siswa siswi SMA Kebangsaan.


"Saya masih 27 tahun saya baru saja nikah."


"SELAMAT DATANG DI SMA KEBANGSAAN PAK ADIT" teriak mereka semua bersamaan dari kelas X sampai kelas XII.


"Terimakasih anak anak. Semoga SMA kita bisa berbeda dengan sebelumnya." sapa pak Adit kemudian turun dari tribun. Aska selaku ketua OSIS naik ke tribun, dan menyetop siswa siswi yang ingin membubarkan diri.


"Eh tunggu tunggu.. jangan bubar dulu." suruh Aska.


"Apa lagi bang" teriak seluruh anak kelas XI.


"Kalian mau tau gak kenapa kepsek kita diganti?"


"Kenapa bang kepseknya diganti?" tanya seluruh siswa siswi.


"Kalian dengerin ini." Aska pun memutar rekaman cctv tentang kelicikan salsa. Dia memutar dan nendekatkan suaranya dengan mic. Semua orang tercengang dan salsa pun ikut tercengang.


"Jadi kalian udah dengar semuakan. Gue selaku ketua OSIS disini ingin meluruskan yang salah. Bukan karena yang terfitnah teman sekelas gue. Tetapi karena kebenaran harus ditegakkan." Pak botak pun keluar dari ruangannya dan memperhatikan dari jauh.


"Jadi gini teman teman.. berita tentang hilangnya uang sekolah itu bukan karena Zia yang mengambilnya, tetapi karena ulah Salsabila Putri bapak Safiq Mantan kepala sekolah kita. Kepala sekolah kita mengetahui hal ini, tetapi dia tetap DIAM dan membela anaknya, bukankah itu tindakan yang salah?" tanya Aska.


"Setelah ini, kalian gak perlu takut lagi untuk dikeluarkan sama dia, gak usah takut ancaman dia, karena dia udah TIDAK punya HAK untuk itu."


'udah fitnah orang, jadi wanita murahan, parah ya kakak kelas kita'


'gak nyangka gue'


'keren nih ketos'


'akhirnya bebas'


Itulah yang dikatakan seluruh siswa siswi SMA Kebangsaan.


"Oke, sekian dari saya kalian bisa bubar, assalamualaikum" tutup Aska dan turun dari tribun.

__ADS_1


__ADS_2