Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Ketemukan?!


__ADS_3

Setelah beberapa jam mereka menerima asupan pelajaran, istirahat pun tiba. Mereka pergi ke kantin bersama, dan makan ditempat yang sama.


"Lo bedua udah jadian ya?" tanya Ica pada Zia dan Aska disaat lagi makan, mereka berdua pun tersedak.


"Iya lo berdua udah jadian?" tanya Ivan.


"Nggak!" Jawab mereka barengan.


"Dih kompak banget" protes Dimas.


"Lo jarang meluk cewek, ngomong sama cewek dan sebagainya. Tapi setelah Zia masuk kok lu jadi beda ka?" tanya Sam.


"Sebuah perubahan." jawab Aska singkat.


"Lah lo juga van, Lo juga gapernah meluk cewek" kata Jimmy.


"Kan dia adik tercinta gue" jawab Ivan, Zia pun cengengesan.


"Sejak kapan lo punya adek?" tanya Sam.


"Sejak dulu sih bang, sejak gue kenal sama ini bayi panda." jawab Ivan. Yang lain pun hanya mengangguk angguk.


"Lo pada tau berita terbaru hari ini gak?" tanya Jimmy.


"Eh iya.. makasih lo kalian udah pernah bantu abang gue, meskipun gue gak pernah tau bantuin apaan" ucap Zia.


"Lah si monyet, gue mau ngasih tau berita hot juga" sahut Jimmy. Zia tertawa.


'hal yang paling gue rindukan, suaralo, ketawalo, dan senyumanlo' batin Aska sambil melihat Zia.


"Yaudah iya lanjut dah lu. Berita apaan sihh?" tanya Zia.


"Salsa out dari sekolah kita, katanya sih dia pergi ke luar negeri, ngelanjut sekolah disana." sambung Jimmy. Zia pun terkejut.


"Hah? Kok bisa? Kepseknya jadi ganti baru?" tanya Zia.


"Iya" jawab Qiara.


"Ganteng tau, masih muda, tapi udah nikah. Namanya Adit" kata Alya.


'adit? jangan jangan..' batin Zia.

__ADS_1


"Woi, yang disebelah lo lebih ganteng kalee" protes Jimmy, Alya pun mencubit pipi Jimmy.


"Iyaa maapp"


"Wah apa apaan ini, gue pasti banyak ketinggalan berita. Lo berdua pacaran?" tanya Zia. Alya pun mengangguk.


"Traktirin gue!" suruh Zia sambil mengeluarkan senyumannya.


"Gapunya duit bang" keluh Alya.


"Lo pikir gue abang abang" protes Zia, yang lain pun tertawa.


"Ah iya.. sekarang gue tanya. Orang yang gangguin lu di jerman pas kita vidcall siapa?" tanya Dimas.


"Aaaa itu.. sepupu gue namanya Luis Immanuel." jawab Zia.


"Yeh.. gue pikir lu dijodohin sama itu orang" sahut Dimas lagi.


"Nama ignya apaan zi?" tanya Tania.


"Hitluis7" jawab Zia. Tania pun langsung mencarinya. (mon maap readers, ini nama ignya ngasal, jadi jangan di search di ig).


"Selebgram ya dia, eh dia anak semata wayang?" tanya Tania. Zia pun hanya mengangguk.


"Bokaplo berapa bersaudara Zi?" tanya Alya.


"2.. bokap gue sama bokapnya dia, bokap gue adekan" jawab Zia.


"Jadi lo cucu perempuan satu satunya?" tanya Ica.


"Iyaap benar sekali." jawab Zia.


"Hwuaahhh" kata Qiara. Gak lama kemudian bel berbunyi tanda masuk ke kelas.


"Udah bel, ayok masuk kelas." ajak Ica.


"Kuy." ajak Zia.


Saat menuju kelas, Zia tidak melihat jalan.


"Pak" sapa teman temannya. Zia pun menoleh dan sang guru pun juga menoleh.

__ADS_1


"Bapak??" tanya Zia terkejutt. 'aduh astaga, m*mpus gue, ternyata beneran dia' batin Zia.


"Oh kamu lagi. Ngapain kamu disini?" tanya Pak Adit.


"Saya yang seharusnya bertanya, ngapain bapak disekolah saya?" tanya Zia balik.


"Dia itu kepsek baru bodoh!" bisik Tania.


"Ooo bapak kepsek, annyeongaseo pak, welcome to my school" sapa Zia sambil menundukkan badannya seperti orang Korea, pak Adit tau dan suka Korea, karena istrinya bule blasteran dari Korea.


"Ahh kamu gak pernah berubah ya Zia! Kenapa saya harus ketemu kamu lagi?" tanya Adit.


"Bapak juga tidak pernah berubah! Kenapa saya harus ketemu bapak lagi disekolah ini" ujar Zia meniru perkataan Adit. Adit pun menatap sinis.


"Mianhe pak! Saya ingin tamat disekolah ini pak. Saya TIDAK akan membuat kasus kok pak tenang aja!" kata Zia, teman temannya pun terkejut.


"Astaga Zia. Baiklah terserah kamu!" kata Adit lalu pergi dari hadapan Zia.


"Otaklu sengklek ya?" tanya Tania, Zia hanya menyengir. Mereka sudah berada di kelas.


"Lo kenal?" tanya Ivan


"Kenal, dia kepsek disekolah SMA pertama gue." jawab Zia


"Lo berapa kali pindah si Zi?" tanya Sam.


"Tiga kali. Tiap tahun pindah. Kenak kasus mulu, difitnah mulu. Kasus gue disekolah bapak itu banyak sebenarnya"


"Sebutin?" suruh Ica


"Pas kelas X itu, gue sering cabut ke kantin, ke UKS, dan tempat tempat lainnya, gue sering jahilin bapak itu dulu."


"*****, padahal kepsek loh!" kata Qiara.


"Gue dikeluarin dulu gara gara apa ya. Oh iya gara gara gue berantem sama anak kelas XII sampe properti sekolah banyak yang rusak. Ditambah gue sering cabut sama bolos" jawab Zia.


"Gak nyangka gue punya temen sebarbar ini" kata Tania.


"Badgirl nih harusnya" kata Jimmy


"Gue udah tobat." kata Zia menatap tajam ke Jimmy

__ADS_1


__ADS_2