
"Udah rapi kan ya?" tanya Zia pada Aska yang sedang membuka ponsel di sofa private room.
"Astaga sayang.. gak kuat aku ngajak kamu keluar kalau gini" balas Aska ketika ia menoleh.
"Kenapaa?? Jelek??"
"Kamu cantik bangetttt sayangg" Aska menghampiri Zia lalu mengecup pipinya berkali kali.
"Teros teross, kebiasaan" protes Zia. Aska cengengesan.
"Gak jadi pertemuan aja deh ah"
"Ih kamu gimana sih"
"Kamunya cantik banget"
"Ya ak---" Aska nyosor.
\=-\=
"Orang buru buru juga, sempet sempetnya nyosor" protes Rafael. Mereka bertiga sedang jalan keluar gedung Asz.
"Ck.. jones diem deh" balas Aska. Rafael menatapnya sinis masih sambil berjalan. Zia dan Aska tertawa.
·
"Bawa supir atau gue yang nyetir?" tanya Rafael.
"Supir" jawab Aska. Rafael berlari memanggil supir pribadi Aska. Sedangkan Zia dan Aska, masuk ke dalam mobil putih yang khusus untuk pertemuan dengan klien.
Beberapa menit kemudian, Rafael kembali dengan supir pribadi Aska. "Ngapa buru buru banget sih rap?" tanya Aska.
"Biar gak telat banget woi. Kebiasaan gak pernah on time" jawab Rafael.
"Restoran Jepang, JL 15 A7" suruh Rafael. Sopir hanya mengangguk. Dia pun mulai menjalankan mobilnya.
Lima belas menit di perjalanan, tiba tiba saja supir mengendarai mobil oleng oleng, itu disengaja. Unsur kesengajaan itu hanya Rafael yang mengetahuinya.
"Halo, bawa mobil putih yang satu lagi, sekaligus supir barunya!! SEKARANG!!" ( Rafael mematikan teleponnya )
"Kenapa rap?" tanya Zia.
"Mobil ini rusak kayaknya" jawab Rafael berbohong.
Supir itu semakin laju dan tidak mengikuti jalanan yang seharusnya. Dia membawa mereka ke kawasan hutan.
Rafael melihat kebelakang, memberi kode pada Aska untuk menutup mata Zia. Aska langsung melakukannya dan juga memakaikan headphone ke telinga Zia.
Tiba tiba Rafael mengeluarkan pistolnya dan langsung mengarahkan ke kepala supir. "Berjalan dengan seharusnya, atau.. anda mati saat ini juga?!" ujar Rafael.
Supir itu mengurangi kecepatannya. Semenit kemudian, dia ikut menodong Rafael dengan pistol yang ia bawa.
Rafael mengode Aska lagi. Aska mengambil remote control otomatis mobil, lalu memberhentikan mobilnya.
"Bos, pergi duluan. Didepan udah ada mobil lain yang nunggu" Rafael berbicara tapi menatap sang sopir.
"Hati hati" Aska dan Zia keluar perlahan, Aska tetap menutup mata Zia. Dari arah berlawanan, ada mobil melaju kencang hampir menabrak Aska dan Zia. Untung ada seseorang menariknya.
"Loh bang Abi?" tanya Zia.
"Kalian mau kemana? Naik mobil abang" suruhnya. Mereka memilih naik ke mobil Abi, lalu meminta diturunkan ketika bertemu mobil yang disuruh Rafael.
__ADS_1
·
"Rap kenapa ditinggal? Mata ku kenapa di tutup?" tanya Zia saat mereka tiba di restoran.
"Rafael ada urusan. Mata kamu ditutup tadi karenaa Rafael lagi buka baju. Udah ayok masuk" mereka berdua masuk.
"Wow, welcome mr Aska!!" sambut James.
"Michael James?" James mengangguk.
"My guess is correct if you are the James I know" balas Aska, mereka berpeluk ala pria.
"Terimakasih sudah mengingat saya" James berbahasa Indonesia sedikit tersendat.
"Siapa sayang?" bisik Zia.
"Temen kuliah aku di Amerika" jawab Aska.
"Dia siapa? Sekretaris mu?" tanya James pada Aska. Aska mengangguk.
"This is my secretary and my wife" Aska tersenyum senang.
"Wahh.. you are getting more and more successful. And finally there is a woman who managed to steal your heart" Aska cengengesan.
"Perkenalkan saya Michael James. Teman kuliah Aska. Saya kasih tau padamu, jika Aska itu gay di Amerika karena tidak ada satupun wanita yang dia dekati" ujar James pada Zia. Zia malah tertawa.
"I'm Zia Amanda, yeah .. I also think this guy is gay" mereka tertawa.
"Then, how about you? Who is the woman you love now?" tanya Aska.
"She's at home"
~•,•~
"Siapa lo?! Apa mau lo?!" tanya Rafael menatap sinis sopir. Kenapa Rafael tidak menyadari tadi?! Sopir ini menggunakan masker dan kacamata, pakaiannya tertutup dan serba hitam.
'begoo Rafael begoo!!' umpatnya dalam hati.
Supir ini membuka kacamata dan maskernya dengan satu tangan. "Hayr Frile?!" Rafael terkejut.
"Long time no see" jawab Hayr.
"Kita selesaikan diluar mobil!" suruh Rafael. Mereka berdua sama sama keluar. Rafael mengganti pistolnya dengan pisau tajam. Begitupun dengan Hayr. Mereka bertengkar dengan pisau itu.
Pertengkaran terhenti ketika pisau Rafael menggores perut Hayr. Darah bercucuran. "Nikmati kesakitan mu tuan Hayr" Rafael tersenyum sinis melihat Hayr tergeletak di jalan.
Rafael mengambil ponselnya dan menelepon seseorang. Telepon tidak diangkat, tapi orang yang ditelepon sudah muncul terlebih dahulu.
"Urus dia! Jangan tinggalkan jejak!" Rafael masuk ke mobil lalu pergi menuju restoran Jepang.
- - -
Rafael melajukan mobilnya sangat laju. Di jalan yang sepi dia menemukan paku bertebaran, ingin berhenti namun.....
"Remnya blong?!! Bangst!!" umpat Rafael. Secepat mungkin dia meraih remote control otomatis di belakang dan memberhentikan mobilnya.
Dia berhasil keluar dari mobil, tiba tiba sekumpulan orang muncul mengepung Rafael sambil menodongkan pistol.
"Mau gelut?" tanya Rafael santai. Tidak ada yang menjawab.
"Tunggu bentar, gue telepon bos gue dulu. Sabar ya!!" Rafael mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
–Bos sengklek–
📞 Aska; dimana Lo?!
Rafael; bos dimana?
📞 Aska; ngapa nanya balik?
Rafael; aa.. kemungkinan gue telat banget nih. Jaga jaga disana, oke!
📞 Aska; woi?!
Rafael; ( mematikan teleponnya )
Dari restoran itu, Aska melacak keberadaan Rafael. Setelah menemukannya, Aska menghubungi beberapa bodyguardnya untuk membantu Rafael.
·-
"Kita mulai sekarang?" tanya Rafael. Semua tetap diam. Rafael bergerak menendang mereka satu persatu. Dia mengeluarkan pisau lipat di sakunya sebagai bantuan menghabisi para musuh.
-.
"Itu bang Rafael kan?" tanya Zai.
"Hah? Iya mas. Bang rafaelll" mata Kinan berkaca-kaca. Zai mengarahkan mobilnya ke tempat tersembunyi.
Setelahnya dia memakai masker, Zai juga memakai topi. "Tetap disini jangan keluar!!! Mas bantu bang rap dulu" ujar Zai. Ketika ingin keluar, Kinan menahannya.
"Hati hati" Zai mendekat ke Kinan, mengecup kening Kinan sekilas, lalu keluar dari mobil.
...
"Zai?" tanya Rafael. Zai meletakkan telunjuknya di bibir yang tertutup masker. Rafael mengangguk. Mereka berdua kembali menghajar para musuh.
Gak lama kemudian, beberapa bodyguard Aska muncul. Mereka membantu Rafael dan Zai. Dalam waktu sepuluh menit, para musuh tumbang.
"Kalian, urus ini!! Saya masih ada urusan bersama tuan Aska" mereka mengangguk.
"Bawa mobil ini kebengkel" Rafael menuju salah satu mobil yang dipakai bodyguard.
Dari dalam mobil, Rafael melihat Zai lewat. "Woi adek ipar!" Zai berhenti lalu menatap Rafael.
"Thank you!!" Rafael senyum. Zai membuka maskernya.
"Jangan sungkan sama adek ipar!!" balas Zai. Mereka berdua senyum pepsodent.
"Gue duluan!" Zai mengangguk, Rafael pergi.
--
Kali ini, Rafael benar benar tiba di restoran Jepang. Setelah keluar dari mobil, dia berlari ingin masuk kedalam restoran.
Tetapi, karena tidak melihat jalannya, dia menabrak seorang wanita.
Rafael menarik tangan wanita itu kemudian memeluknya agar tidak terjatuh.
.
Dari kejauhan
"Sepertinya, sebentar lagi kita akan menikah sayang" ujar Zai pada Kinan. Kinan dan Zai saling tatap sambil senyum penuh arti.
__ADS_1
"Kita ke McD aja ya" Kinan mengangguk. Mereka pergi meninggalkan tempat.