
"Kenapa?" tanya Ambri.
"Kakak gue ngidam, abang ipar minta bantuan" jawab Zai.
"Lahh, ngidam apaan?" tanya Irsyad.
"Lontong"
"Eh itu, mbak itutu jual lontong" usul Ambri.
"Mana?" tanya Zai. Ambri menunjukkan warung lewat dari kantin kampus.
"Emmm.. pinter banget Ambri Asrial. Jadi sayang" balas Zai.
"Najis paduka" kata Ambri. Irsyad dan Zai tertawa.
"Pegang nih kartu, lu bayar punya lu sama punya gue, sekalian tanya tu anak bertiga bayar juga" suruh Zai.
"Lah gilaa, kerasukan apa si?" tanya Irsyad.
"Tadi gue ketemu tu anak, itu anak deket sama kakak gue. Dia belom makan, yaudah gue ajak terus gue traktir" jawab Zai.
"Lu pikir kantin bisa pake kartu gini ogeb?" tanya Ambri.
"Lah gak bisa?" tanya Zai.
"Makanyaa! Ke kantin tiap hari, jangan pas jam istirahat keluar kampus mulu" balas Ambri.
"Tau tuh, makanan disini sama aja kayak makanan luar. Pesenan lo tiap hari juga sama." balas Irsyad.
"Ya gue gak tau nyet" Zai mengambil kartunya lagi, dia membuka dompetnya dan mengeluarkan tujuh lembar uang berwarna merah lalu memberikannya pada Ambri.
"Cukup?" tanya Zai.
"Kelebihan oon" balas Ambri.
"Ah udahlah protes mulu. Bayar noh, gue cabut dulu" Zai menepuk pundak Ambri, dia berjalan meninggalkan kantin. Tetapi berhenti karena ada yang memanggilnya.
"Mas Zai" Zai berhenti tanpa berbalik.
"Mas Zai kenapa? Marah sama Kinan?" tanya wanita itu, dia Kinan.
"Untuk apa mas marah sama kamu? Gak penting juga kan. Udah ya" Zai pergi lagi. Kinan mengejarnya lalu memeluk dari belakang.
"Maapin Kinan kalau ada salah. Jangan ketus gitu kek mas" rengeknya.
Zai paling gak bisa diginiin.
Zai berbalik lalu memeluk Kinan.
Semuanya tak luput dari pandangan para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kampus Zai.
Setelah selesai berpelukan, Zai mengelus lembut pipi Kinan.
"Mas mau kemana?" tanya Kinan
"Cari lontong" jawab Zai
"Untuk?"
"Kak Zia"
"Ngidam?" Zai mengangguk.
"Ikuttt" pinta Kinan.
"Kamu kuliah empat puluh lima menit lagi" balas Zai. Kinan melihat arloji di tangannya.
"Emm.. Kinan tetep ikuttt. Mas gak kuliah karena samperin Kinan di jalan. Jadi, Kinan juga bolos kuliah demi temenin mas cari lontong" ujar Kinan.
"Yakin? Kamu kuliah pake uang ibu loh. Kalau pake uang kak Zia mah gak apa apa" tanya Zai. Kinan berfikir. Lalu mengambil ponselnya.
βIbuuuβ
Kinan; ibuu, Kinan capek belajar terus. Pengen refreshing. Bolos boleh gak sama mas Zai.
"Kenapa nama mas disebut?" tanya Zai tanpa suara. Kinan malah meletakkan telunjuknya di bibir.
π Ibu; sekali ini aja. Jangan keseringan.
__ADS_1
Kinan; siap boss. Assalamualaikum (mematikan teleponnya)
"Boleh" kata Kinan.
"Jadi?"
"Jadi?" tanya Kinan balik. Zai malah cengengesan.
"Udah ah, kuliah sana. Gak bagus bolos"
"Kan mas bolos" balas Kinan.
"Mas udah profesional, kamu masih pemula" jawab Zai.
"Udaaahhh ayok" Kinan menarik tangan Zai.
"Mau kemana?" tanya Zai. Kinan berhenti lalu menatap Zai.
"Is gimana sih mas gak jelas. Katanya beli lontong" jawab Kinan cemberut. Zai cengengesan.
"Yaudah ayok" Zai menarik tangan Kinan lalu berbalik.
Bugh
Zai menabrak seseorang.
"Maaf tuan muda" ujarnya.
"Lah. Lo ngapain disini?!"
"Atas perintah tuan besar Zeco untuk mengawasi anda hari ini"
"Jadi bodyguard nurut bener sih" cela Zai.
"Tuan muda mau kemana?" tanya nya.
"Bukan urusan lu" komen Zai.
"Maaf tuan muda, tapi saya harus tau anda kemana hari ini. Anda akan bolos bersama dengan nona cantik ini bukan? Siapa dia?"
"Buset dah kepo bener" protes Zai.
"Jadi tuan muda mau kemana?" tanya bodyguard lagi.
Zai geram ingin menonjoknya, tapi tangannya dimundurkan lagi.
Mahasiswa mahasiswi yang melihatnya tertawa, karena pertama kalinya paduka cool guy terlihat kesal dan memberikan kesan lucu imut imut.
Jodoh gue nih si Zai :^
Yakkk! halu terosssss thorr ><
Okeoke, Next!
"Huhhh sabarrr gue sabarr. Kenapa papa punya bodyguard ngeselin kayak lu" keluh Zai.
"Gue mau beliin kak Zia lontong, udah la ya gue pergi dulu" Zai beranjak pergi sambil memegang tangan Kinan.
"Eh tuan muda tunggu"
"Apalagiiii?"
"Zia siapa ya?"
"Gue bisa tendang lu sampe Afrika Selatan loh" balas Zai makin geram. Kinan cengengesan.
"Zia kakak gue woi! Anak keduanya papa. Pikun lu?!" tanya Zai.
"Aaaa.. nona muda Zia" katanya.
"Udah awas, rese bener" Zai pun pergi bersama Kinan. Lalu berhenti tiba tiba.
"Gak usah ikutin gue!" suruh Zai. Bodyguard itupun mengangguk dan pergi.
"Kalau bukan bodyguard papa udah gue hajar bener deh" ujar Zai. Kinan tertawa. Zai menoleh ke Kinan.
"Kenapa ketawa?"
"Mas lucu sih" balas Kinan.
__ADS_1
"Kenapa cubit tadi?"
"Ya mas ngawur bilang calon istri segala" jawab Kinan.
"Ya tapikan bener, mas calon suami kamu"
"Dah lah mas, gak usah halu terus kayak author sama readers" balas Kinan.
"Iya si, mereka sering halu. Tapi mas ke kamu gak halu kok. Tunggu aja beberapa bulan lagi, kamu jadi istri mas" kata Zai
"Tergantung author" balas Kinan. Zai diam lalu menarik tangan Kinan.
ΒΆΓΒΆ
"Lama benerr lontongnyaaaaaa" keluh Zia.
"Sabar sayang" balas Aska. Zia diam lalu menyandarkan kepalanya di bahu Aska.
Tak lama kemudian...
"Assalamualaikum" suara khas Zai.
"Lama banget siiii ah" protes Zia langsung.
"Ya sabar kali kak, jauh nyarinya. Kalau gak sama Kinan gak dapet nih lontong" balas Zai.
"Yauda mana sini" pinta Aska.
Tetiba ponsel Aska berbunyi.
βRAPβ
π Rap; assalamualaikum bos. Kali ini gue gak bohong kek beberapa hari yang lalu. Hari ini ada sekitar tiga atau empat cewek datang betengkar ngeributin nama lu.
Aska; siapa?
π Rap; gue gak kenalll
Aska; handle dulu lah, gue sibuk.
π Rap; lah gimana woi, ini betengkar sampe jambak jambakan.
π Rap; lu juga kenapa gak kerja, besok konferensi pers. Dan hari ini rapat. Malah lu suruh gue handle.
Aska; ribet, protes potong gaji ( mematikan teleponnya )
"Kenapa si?" tanya Zia.
"Ini si rap. Ribet banget" jelas Aska sambil memotong lontongnya.
"Kenapa?" tanya Zia lagi.
"Gak usah dibahas oke" Aska tersenyum lalu mengecup bibir Zia sekilas.
"Bang plis deh. Gue masih disini" protes Zai.
"Siapa suruh disitu?" tanya Aska santai.
"Ya pengen nyobain la"
"Gada gada, beli sendiri di warteg. Sono lu" usir Aska.
"Sayanggg"
"Kamu luar biasa" lanjut Zia. Aska dan Zia cengengesan, sedangkan Zai melongo.
"Tega bener hiks" Zai berdrama.
"Kinan mana?" tanya Aska.
"Ngambil sesuatu ketinggalan di mobil" jawab Zai.
Aska mengeluarkan salah satu kartunya dari dompet.
"Daripada lo ganggu gue sama Zia, mendingan lu ngapel sama Kinan. Nah, gue kasih modal" kata Aska.
"Wah wahh.. gak bener nih gak bener" Zai menyerobot kartunya.
"Makasih bang, gue cabut dulu ya. Oiya mobilnya masih gue pinjam ya"
__ADS_1
"Gue pergi assalamualaikum" Zai pun pergi menyusul Kinan.