
Jangan lupa like, coment, dan votenya ya gays😍
"Hah, kenapa gak bilanggg" kata Zia menutup mukanya dengan tangan lalu keluar. 'lucu banget sih Lo, gemes gue jadinyaa' batin Aska
Gak lama kemudian Aska keluar dari kamarnya dia melihat Zia yang seperti orang yang bosen.
"Deeer" Zia terkejut dan menatap sinis Aska yang tertawa.
"Kalau gue mati gimanaaa??" tanya Zia.
"Kalau mati ya gak hidup kok" jawab Aska.
"Tau ah serahlo"
"Eit, jangan ngambek gitu donggg"
"Gue laperrr" keluh Zia
"Yaudah tunggu bentar biar gue masakin."
"Sok bisa masak dah luu"
"Bisa woe" jawab Aska.
"Serius?"
"Iyaaa"jawab Aska.
"Gue bantuin,"
"Terserah lo" Aska pun berjalan menuju dapur apartemennya diikuti Zia.
"Mau masak apa kita hari ini chef Aska?" tanya Zia. Aska pun memberitaukan menu yang akan dimasaknya hari ini. Zia hanya mengiyakannya. Mereka memulai masak, dan sesekali bersenda gurau, sampai masakan itu jadi. Mereka seperti sepasang pengantin baru.
"Lo kuliah jam berapa?" tanya Aska.
"Rada siang kenapa?" tanya Zia
"Mending Lo mandi dulu baru kita makan" ujar Aska.
"Gue pake baju apa? Eh gue pake baju yang sebelumnya aja deh ya?" tanya Zia.
"Baju gue banyak, pake baju gue aja sono. Baju Lo bau alkohol itu"
"Kebanyakan ntar baju Lo yang gue pinjem"
"Yaudah gak apa apa"
"Yadeh serah, ntar gue bawa pulang gue cucii"
"Lo mandi dikamar gue, biar gue mandi di kamar mandi yang itu" tunjuk Aska.
"Thank you"
"Iya udah sana cepet, tadi katanya laper" tanpa menjawab Zia kembali ke kamar yang sebelumnya dia pakai untuk tidur.
Zia pun selesai mandi, Aska juga sudah ganteng. Tatanan rambutnya sangat sangat mempesona begitu juga dengan Zia. 'ganteng, berasa terlahir kembali gue kalau ketemu dia' batin Zia.
"Ayok makan" ajak Aska mereka pun makan dengan tenang.
__ADS_1
"Lo kenapa di Indonesia?" tanya Zia disela sela makannya.
"Ada libur dari sananya" jawab Aska.
"Wah asik dong" Aska hanya tersenyum dan tidak menjawabnya, dia menatap lama Zia.
"Lo jago ya nutupi seluruh semua beban Lo. Atau selama SMA emang Lo selalu nutupin semua?" tanya Aska, Zia hanya diam mendengarnya.
"Lo mau gak full day sama gue?" tanya Aska.
"Hah eh?"
"Gue tau Lo ada masalah, gue mau buat Lo bahagia hari ini. Tuan putri bersedia?" tanya Aska.
"Gue kuliah Aska"
"Pulang kuliah gubluk"
"Yadeh iya, terserah" jawab Zia.
"Gue kuliah pake baju ini?" Tanya Zia.
"Ntar gue beliin baju"
"Eh gue aja deh yang beli, kebanyakan ngerepotin gue" Zia beranjak mencari kartu atmnya.
"Lah dimana?" gumamnya.
"Udah, ntar gue beliin. Anggep aja gue lagi baik hati"
"Narsis amat masyaallah." Balas Zia
"Mobil Lo tinggal aja disini. Gue anter Lo ke kampus. Calon suami Lo gak marahkan?" tanya Aska.
"Gak gak masalah kok, tunangan juga belum, dia juga gak pernah bilang cinta ke gue" jawab Zia.
"Terus curhat?" tanya Aska meledek, sebenarnya dalam hatinya sangat bahagia.
"Nyesel gue jawabnya" ujar Zia dia mengambil pakaiannya yang diletakkan ditempat terpencil, semua pakaian yang dikenakannya termasuk bajunya Aska dimasukkannya ke mobil.
"Terus alat tulis gue?" tanya Zia.
"Luis ntar bawain"
"Orang tua gue tau ini?" tanya Zia, Aska hanya berdehem. Mereka telah selesai makan dan hanya tinggal berangkat saja, Aska memperhatikan Zia dan membuat Zia jadi salah tingkah.
"Apaan?" tanya Zia, Aska mendekatinya melihat ke arah bibir Zia dan anehnya Zia malah menutup mata. Aska hanya mengambil sisa makanan yang terletak disudut bibirnya.
"Ngapain merem hm?" tanya Aska sedikit tertawa.
"Is lo tu ya" jawab Zia. Aska hanya tertawa kecil mendengarnya
"Kita berangkat sekarang?" tanya Aska. Zia mengangguk.
"Oke, sekarang aja. Biar Lo gak telat" suruh Zia mereka pun pergi menggunakan mobil Aska. Disepanjang jalan, ada rasa kebahagiaan yang berlebih dalam diri Zia begitupun dengan Aska.
Zia sampai di mall yang tidak jauh dari kampusnya, tempat yang emang selalu dijadikan buat cabut para mahasiswa.
"Pilihlah" suruh Aska. Zia memilih beberapa baju dan mencobanya. Saat dia selesai mencoba dan menampakkan dirinya Aska selalu protes.
__ADS_1
"Terlalu ketat, ganti!" suruh Aska.
"Terlalu terbuka, ganti!" Zia pun masuk kembali dengan wajah cemberut. Dan terakhir dia keluar.
"Ini baju terakhir gue, gue cap—"
"Ini bagus, ayok ke kampus Lo." Ajak Aska, dia membayar bajunya dan Zia melihat dikaca dan ternyata bajunya emang bagus dan dia suka. Zia mengambil baju Aska yang tadi lalu membawanya. Mereka pun menuju Big Bang University.
Sesampainya disana, ada ide jahil, nekat, dan niat yang bercampur dalam pikirannya Aska. Aska keluar dari pintunya dan membukakan pintu Zia. Mereka terkejut melihat Zia yang kali ini tampak berbeda dari sebulan belakangan.
"Mau bikin orang baper + cemburu?" tanya Aska.
"Hah? Terserah" jawab Zia, Aska pun mengecup kening Zia dan membuat semua mahasiswa baper, Zia juga termasuk.
"Mau bikin baper orang, eh jadi gue yang baper" gumam Zia pelan tetapi terdengar oleh Aska. Aska yang mendengarnya hanya tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi dan bersih.
"Udah sana masuk, belajar yang bener! Nanti kalau mau pulang telepon gue. Okee" suruh Aska, Zia hanya menjawabnya dengan isyarat tangan dan berjalan menuju kantin dengan wajah penuh senyuman.
››
Sesampainya di kantin,
"Wah, senyuman Lo akhirnya balik lagiiiii" ujar Taniaaa.
"Gak beres nih pasti, Lo kenapa hm?" tanya Dimas.
"Dia pergi dianterin Aska, ya jelas bahagia bangett. " sahut Luis.
"Syirik aja sih Lulu, gue kalem kalian protes giliran gue ceria Lo pada protes. Heran gue" jawab Zia.
"Aska di Indonesia?" tanya Ica, Zia hanya berdehem.
"Nih tas Lo!" kata Luis.
"Mama papa gak ngamuk kan?" tanya Zia hati hati.
"Nggak ege, semua baik baik aja" jawab Luis. Ivan melihat perubahan drastis dari Zia. Dia mengechat Aska.
Brivant;
Thanks! Berkat Lo nih Zia balik lagi. Sumpah, yang dikatain Dimas manjur emang.
—Bigboskocak;
Gue seneng kalau dia seneng. Ntar pulang dari kampus gue mau ngajak dia full day sama gue
Brivant;
Terserah lakuin yang Lo mau, gue sama Dimas sama yang lain kagak bakal ngeganggu lo.
—Bigboskocak;
Kalian selesai jam?
Brivant;
15:00
Aska hanya meread pesannya Ivan, dan Ivan kembali melihat Zia yang sudah kembali seperti semula.
__ADS_1