Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Permanen


__ADS_3

London


Zia tiba di London malam hari, di jam Indonesia sekitar jam 3 pagi. Namun di London jam 9 malam.


"Dingin kali disini" gumam Zia, dia berjalan keluar bandara lalu memanggil taksi, menyuruh supirnya untuk pergi ke toko baju, jaket dan sebagainya. Setelah itu dia meminta si supir untuk ke hotel. Zia akan tinggal di hotel sementara waktu. Setelah check-in Zia menuju kamarnya dan langsung tidur.


—·


Indonesia..


08:30


"Bagaimana? Apa sudah ada kabar tentang Zia?" tanya Hans, dia baru saja tiba kembali di rumah Zia. Hans dan Mahen pulang pukul sebelas malam kemarin. Dan sekarang mereka sekeluarga sudah berada dirumah istananya Zeco.


"Tidak, belum. Belum ada kabar" jawab Zeco. Zeco dan Lee, mereka terjaga sepanjang malam. Tidak bisa tidur, resah dan gelisah karena belum mengetahui keberadaan Zia.


"Kau... Tidak tidur?" tanya Hans.


"Tidak, aku tidak bisa tidur. Aku takut Zia kenapa kenapa" jawab Zeco.


"Assalamualaikum" ujar Zean dengan muka lesu.


"Waalaikumsalam" jawab mereka.


"Bagaimana? Dari raut wajahmu om bisa tau jawabannya" ujar Mahen.


"Tidak, Zean tidak menemukannya" jawab Zean.


"Kamu udah pulang? Tidur lah!" suruh Febby yang mengantarkan minuman pada Zeco, Hans, dan Mahen. Zean mencium kening istrinya sejenak.


"Dimana baby Zap?" tanya Zean.


"Tidur di kamar. Nanti aku pindahkan ke kamar Zia. Tidurlah, kamu pasti sangat lelah" suruh Febby sambil memegang sebelah pipi Zean.


"Zean, Febby" panggil Abizar.


"Iya bang?" tanya mereka.


"Abang kalian ini masih single, tidak bisakah jika tidak bermesraan di depan abang?" tanya Abizar.


"Cari makanya, udah tua pun." balas Zai, mereka tertawa kecil.


"Tidak perlu memindahkan baby Zap, aku akan tidur di kamar Zia" balas Zean, dia pun pergi menuju kamar Zia. Abi juga pergi ke kamarnya. Febby menghampiri ibu mertuanya.


Di kamar Zia, Zean masuk.


"Wangi Zia, gue rindu wangi ini. Dek, dimana sih lo?" tanya Zean. Zean berjalan menuju ruangan belajar Zia.


"Disini, kita pernah belajar bareng" ujar Zean. Dia berpindah lagi menuju pajangan foto dikamar Zia. Dia tersenyum terpaksa.


"Lo baru sembuh dua bulan yang lalu dek, kenapa sekarang lo cari penyakit lagi?!" tanya Zean sambil memandangi foto mereka bertiga. Dia mengambil salah satu foto, foto Zean dan Zia berdua, tanpa Zai. Dibawanya menuju tempat tidur, memeluknya dan membawanya ke alam mimpi.


—·


London


7:35


(Indonesia \= 13:35)


Zia baru bangun dari tidurnya, mengucek matanya lalu bangkit.


"Huaaah, morning London" kata Zia.


"Udah lama gue gak kesini, setelah papa gak ngizinin gue kesini"


"Pa- papa?!" tanya Zia. Dia mencari ponselnya.


"292 panggilan tak terjawab from Papa"


"53 panggilan tak terjawab from Bian"


"121 panggilan tak terjawab from bang Ze"

__ADS_1


"61 panggilan tak terjawab from Ivan"


"Kasihan hp gue, untung gak eror" ponselnya berbunyi lagi.


"Pa- papa"


"Huh, bismillah" Zia mengangkatnya.


—Papaqueh—


Zia; Ha- halo assalamualaikum.


📞 Zeco; ZIA, KAMU DIMANA? KEMANA SAJA KAMU? KAMU MAU BUAT PAPA MALU? KENAPA KAMU SETUJU KALAU KAMU KABUR KAYAK GINI ZIAA? KAMU GAK TAU BETAPA KHAWATIRNYA KAMI.


'papa marah, papa bentak gue. ini.. ini pertama kalinya papa ngebentak gue. gue tau gue salah. gue tau gue demen bentak orang. tapi gue.. gue gak suka dibentak, apalagi sama orang yang gue sayang. hiks hiks... gue egois gue emang egois.' batin Zia.


📞 Zeco; ZIA!!!


Zia; Hiks... Hikss... Hikss.. ma- maaf pa. Hiks... Hiks..


📞 Zeco; Zia, Zia jangan nangis nak. Zia maafin papa nak. Papa khawatir sama kamu.


Zia; Hiks... Hiks.. Zia.. Zia yang minta maaf pa. Zia.. Zia gak bermaksud untuk buat papa malu. Hiks... Hiks... Maaf- maafin Zia pa.


📞 Zeco; Maaf sayang.. maaf, maafin papa ngebentak kamu.


Zia terus menerus menangis, matanya sudah bengkak karena menangis. Disisi lain, Zeco paling tidak bisa melihat dan mendengar anaknya menangis. Sekarang Ponsel Zeco di ambil alih oleh Alice. Zeva? Zeva sedang tidak bersemangat, dia hanya ingin mendengar suara anaknya secara langsung. Panggilan mereka berubah menjadi panggilan video.


📞 Alice; Zia, nak. Ini tante Alice. Kamu ingat kan?


Zia; Hiks.. iya tante. Zia, inget kok. Hiks..


📞 Alice; Jangan nangis sayang.


📞 Alice; Kamu kenapa kabur semalam hm? Kita semua khawatir sama kamu.


Zia; Zia punya alasan tante. Hiks..


Zia; Tante, tante bisa ajakin papa, mama sama yang lain keluar. Berdiri di deretan parkiran mobil?


Zia; Zia mau kasih tau alasan Zia ke kalian.


"Ayok, Zia ajak kita ke parkiran" ajak Alice disana. Mereka semua pergi menuju parkiran.


📞 Alice; Udah nak, kenapa?


Zia; Zia kirim foto lewat Whatsapp, tante bukain ya. (Zia mengirim fotonya, Alice dan yang lain sudah melihatnya). Ponsel Zeco berpindah kepada sang pemilik.


📞 Zeco; Kenapa plat mobil ini sayang?


Zia; Dua tahun yang lalu, saat Zia di jalan dob kj. Posisi Zia kecelakaan, ponsel Zia dicampak sama Hany dan Gisell di jalan. Zia berniat mengambil hp itu, Zia mendapatkannya tapi setelah itu Zia tertabrak. Plat mobil itu, pemiliknya yang buat Zia koma dua tahun, Zia sempat memfotokannya sebelum hp Zia mati.


📞 Zeco; Kamu? Kamu udah ingat semuanya sayang???


Zia; Iya pa, Zia ingat. Zia ingat semuanya sekarang.


Zia; Sekarang, coba papa lihat di deretan parkiran itu.


*Mereka melihat satu persatu.


"Ini. Ini mobil siapa?!" tanya Hans.


"Mobil Bian" jawab Mahen.


"Ja- jadi?!!" tanya Zeco.


Zia; Zia minta maaf, Zia gak berniat buat bikin papa, om Mahen sama yang lain malu. Zia memang setuju sejak awal. Zia ikhlas, tanpa paksaan. Zia juga gak masalah tentang perjodohan yang papa buat. Tapi sekarang Zia rasa Zia gak mau jadi istri Bian. Maafin Zia om Mahen, tante Lita.


Zia; Zia gak mau punya suami yang tidak bertanggung jawab. Zia tau mungkin Bian gak sengaja, tapi seharusnya Bian bantu bawa ke rumah sakit bukan pergi gitu aja.


"Maaf, maafin gue maaf" pinta Bian.


Brukkkk...

__ADS_1


Zean membogem Bian.


"Zeann!!!!" teriak Zeco. Zia mendengar dan melihatnya.


Zia; BANG ZEEE!!


Zia; Bang Ze, Zia mohon jangan kayak gitu bang!!!


"Lo koma dua tahun dek, dan itu karena dia!! Semua kasus pembulian lo, peneroran lo. Semua ulah fansnya yang iri sama Lo!!!" jawab Zean.


Zia; Semua udah berlalu bang. Kalau abang masih kayak gitu, sampai kapan pun Zia gak bakal pulang ke Indonesia.


"Kamu dimana sayang?" tanya Zeva.


Zia; Zia disini ma, tempat ini. Mungkin Zai yang tau dimana.


Zia; Zia minta maaf sekali lagi om Mahen, tante Lita. Zia gak bisa lanjutin pernikahan ini. Zia matikan teleponnya assalamualaikum.


"It's okay, Zia, come on, you're strong." ujar Zia bermonolog.


"Gue lapar, mending keluar cari makanan" Zia mencuci mukanya. Setelah itu mengambil jaket, dan sebagainya. Lalu pergi keluar hotel.


—·


Di Indonesia, kediaman Zeco Hitler.


"Maaf Mahen, sepertinya semua harus batal permanen" ujar Zeco, mereka sudah berada di dalam rumah istana Zeco.


"Tidak masalah. Yang dikatakan Zia semua benar, jika Bian bertanggung jawab dia tidak akan kabur" balas Mahen.


"Sudahlah, yang penting kita tau Zia baik baik saja" lanjut Mahen.


"Zai, dimana Zia?" tanya Zeco.


"Zai gak tau pa, suer" jawab Zai.


"Kenapa Zia bilang kamu tau?" tanya Hans.


"Nah itu dia om, Zai gak tau"


"Menurut perkataan Zia 'Kalau abang masih kayak gitu, sampai kapan pun Zia gak bakal pulang ke Indonesia.' Zia di luar negeri" sahut Abizar.


"Iya, Zia pasti gak di Indonesia" sambar Febby.


"Kak feb, sejak kapan dibelakang Zai? Ngagetin aja ah" tanya Zai.


"Gimana Zean?" tanya Alice.


"Emosinya masih belum terkontrol tante. Dia marah besar. Febby aja dikacangin" jawab Febby.


"Bang Ze kebiasaan" cibir Zai.


"Zean, kalau terjadi apapun sama adeknya susah mengendalikan diri sendiri. Mau itu Zia ataupun Zai. Jadi kamu sabar aja ya, 30 menit lagi Zean bakal sadar dari emosinya" balas Zeva.


"Iya ma, Febby ke kamar dulu ya" pamit Febby lalu pergi.


"Zia where Zia where Ziii aaaaa" teriak Zai seperti ingat sesuatu.


"Apaan sih monyet?!" tanya Luis.


"Pa, papa dikatain monyet sama bang Luis" adu Zai.


"Anak Zeco bukan sih ini?" tanya Hans.


"Ya Allah om, gitu amat" balas Zai sok sedih, mereka menggeleng kepala sambil sedikit tertawa melihat Zai.


"Kamu kenapa teriak?" tanya Lee.


"Zia ada di London. Favorit city" jawab Zai.


"Eh, bisa jadii" sahut Abizar.


"Bang Luis coba lu.. apa namanya lupa gue kan. Coba lu, lu lacak!!" suruh Zai. Tanpa menjawab Luis ke atas mengambil laptopnya. Melacak keberadaan Zia.

__ADS_1


"Iya, dia di ibu kota Inggris. London" jawab Luis.


__ADS_2