
Para guru guru pun terkagum mendengar suara mereka. Bu Yesi pun naik ke atas panggung menghampiri Zia dan Aska.
"Lain kali jangan insyekur Ziaa. Suara kamu bagus banget loh" puji Bu Yesi.
"Sa ae ibu bercanda nya" balas Zia sambil tertawa. Tiba tiba ponselnya berbunyi, dia menjauh dari tempat dan mengangkat telepon dari papanya. Aska mengikuti Zia.
📞 Zeco; Nak, maaf bukan papa ngeganggu acara kamu, kamu bisa pulang sekarang? Ini penting. Kita harus ke Jerman. Penerbangannya jam 22:00
Zia; ada apa pa? Kenapa?
📞 Zeco; Nanti papa jelaskan barang kamu nanti akan dikemas sama mama atau kak Febby. Cepat pulang ya! Papa tunggu.
Sambungannya pun terputus.
"Hei kenapa? Ada apa?" tanya Aska lembut.
"Sorry, gue harus pulang sekarang. Bokap gue bilang ini penting. Gue mau ke Jerman" ujar Zia.
"Lo disini aja gak papa, gue bisa naik taksi" ujar Zia terburu buru tetapi tangannya dipegang Aska.
"Gue anter!" ujar Aska, mereka bergandengan tangan dan membuat para manusia iri. Saat Aska pergi Ivan menelponnya.
Aska; Apaan?
📞 Ivan; Lo dimana?
Aska; nganterin Zia, dia mau balik ke Jerman.
📞 Ivan; serius Lo jangan bercanda.
Aska; gue gak bercanda. Gue serius. Nikmatin aja tu pesta. Bilang sama yang lain oke.
Aska pun langsung mematikan teleponnya, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Setibanya dirumah Zia, papanya sedang memasukkan barang barang kebagasi mobilnya.
"Ada apa pa? Kenapa?" tanya Zia, Aska masih menunggu disitu.
"Ongkel nelpon tadi, papa gak tau kenapa. Dia cuma nyebut nama Luis, dan grossvater kamu." jelas Zeco. Air mata Zia keluar, papanya kembali masuk kedalam. Aska menghadap ke arah Zia.
__ADS_1
"Hei, kenapa nangis? Positif thinking oke. Mereka baik baik aja kok" ujar Aska menenangkan. Zia memeluknya erat dan menangis di pelukan Aska. Aska membalas pelukannya dan membelai rambut Zia. Riasan wajahnya luntur seketika.
"Positif thinking. Mereka gak kenapa kenapa kok ya. Udah dong nangisnya, sekarang Lo masuk bersiap buat keJerman. Jangan nangis oke." Zia melepaskan pelukannya. Aska menghapus air mata Zia lalu tersenyum.
"Masuk gih! Ganti baju. Hati hati ya gue pulang dulu!" suruh Aska. Zia mengangguk dan berjalan masuk. Jalannya berhenti dan melihat kebelakang. Aska masih diposisinya dan tersenyum, Zia berlari ke Aska dan memeluknya lagi, hanya sebentar.
"Lo hati hati ya. Thanks udah anterin dan nenangin gue" ujar Zia lalu masuk kerumahnya. Aska kembali kemobilnya meninggalkan rumah Zia. Dia mengambil hpnya, mengechat ivan. Setelahnya Aska pun melajukan mobilnya menuju basecamp OpTb.
________
Di lain tempat.
"Dimana mereka?" tanya Ica pada Ivan.
"Aska nganterin Zia pulang. Ada urusan mendesak Zia harus ke Jerman." jelas Ivan
"What?" tanya Tania.
"Kenapa? Kenapa dadakan? Kita gak bisa bareng sama dia sekarang. Gak lama lagi gue bakal ke Paris" keluh Qiara.
"Ada sesuatu mungkin. Udah gak papa, ntar kita bisa reunian" sahut Sam.
"Gue telpon ga diangkat lagi" kata Ica
Bigboskocak ; van, kalau acara udah selesai ke basecamp. Gue tunggu!
'apa lagi ini kenapa?' batin Ivan, dia memanggil Dimas untuk bicara empat mata.
"Apaan?" tanya Dimas, Ivan menunjukkan isi chatnya.
"Jadi sekarang?" tanya Dimas. Tiba tiba hpnya berbunyi lagi, pesan dari Aska pun muncul.
Bigboskocak; Jangan kesini sebelum selesai, kalian punya tanggung jawab sama anak orang! Jangan lupa!
Dimas dan Ivan pun kembali keteman temannya.
"Acara selesai jam?" tanya Ivan
"Kenapa?" tanya Samuel.
__ADS_1
"Ahh.. gak apa apa bang" jawab Ivan.
"Aska besok ke Amerika kan?" tanya Samuel.
"****** sekali, perlu gue sogok mulut ni anak" dumel Ivan.
"Besok?" tanya Alya.
"Van, Lo samperin Aska sana. Gue bisa pulang sama Alya. Kak, Lo bawa mobilkan?" tanya Ica. Alya sebenarnya pergi dengan Jimmy. Tetapi Ica mengkodenya.
"Iya gue bawa mobil kok."
"Lo juga mas, samperin Aska. Gue pulang ntar nebeng Joshua," suruh Tania.
"Samperin aja sana" suruh mereka bersamaan.
"Gue pergi sama lo ca, gue diajarin buat tanggung jawab. Lo masih mau disini?" tanya Ivan.
"Gue gak apa apa elahh. Udah cepetan sono" suruh Ica.
"Dim?" tanya Ivan, Dimas diam dan tak lama kemudian memeluk Tania.
"Maaf gue tinggal, maaf gue gak bertanggung jawab. Love you Tania Putri" bisik Dimas, dia melepaskan pelukannya dan pergi duluan dari Ivan.
"Sorry semua. Gue sama Dimas pulang duluan. Sorry gue gak bisa anterin lo ca."
"Iye udah cepetan sono" ujar Ica sambil tersenyum. Ivan pun menyusul Dimas.
"Kenapa pada lo suruh pulang?" tanya Samuel.
"Sam, jangan begok deh! Lo gak tau? Aska itu suka sama Zia cuma dia gak mau ungkapinnya. Apalagi besok dia harus ke Amerika dan Zia gak ikut nganter dia. Zia juga gak tau gue rasa kalau dia besok ke Amerika." ujar Ica. Tania masih terpaku dengan perkataan Dimas tadi.
"Nah itu makhluk satu ngapa coba?" tanya Jimmy. Alya melambaikan tangannya didepan wajah Tania. Tania pun tersadar.
"Eh iya apa?" tanya Tania.
"Lo kenapa?"
"No what what"
__ADS_1
"Jojoo, gue nebeng ya. Lu kan baikk" bujuk Tania, Joshua menatap jengah ke arah Tania.
"Iye serah lu da ah!" jawab Joshua, mereka pun kembali menikmati Prom.