
"Kusumaa, semangatttttt" support Ivan.
"Duh gugup gue" ujar Aska.
"Apaan sih? Gitu aja udah nervous" cibir Dimas.
"Diam deh," suruh Aska.
"Zia masih tidur, kita pergi sekarang" ajak Ica.
"Gak apa apa kan dia disini? Ntar ilang" ujar Aska.
"Pengen gue geplak bener deh" balas Samuel.
"Gue deg degan ****, ini lebih menguras detak jantung gue dari pada ketemu client besar" kata Aska.
"Kagak usah lebay!!" cibir Alya, mereka tertawa.
"Yaudah ayok" ajak Jimmy, mereka pun pergi ke suatu tempat.
Zia, dia ditinggal sendirian di apartemen itu. Karena tadi dia tidur, dan itu emang bagian dari rencana istimewa Aska. Sekarang, Zia baru saja bangun. Dia keluar kamarnya.
"Kok sepi?" tanya Zia.
"Askaaa, qiaraaa, samueellll.. icaa.. ivannn" teriak Zia. Dia melihat ada kertas diatas meja.
'Cepat datang ke kafe yang dekat dengan Eiffel Tower. This is dangerous,!!!' itulah pesan diatas kertasnya.
"Hah? Kenapaa ada apaa?" tanya Zia dia mengambil ponselnya, mencoba menghubungi mereka, tapi tidak satupun yang menjawab. Dia membalik kertas yang tadi 'Kata kuncinya kerajaan dan merah. Jangan lambat, kita takut Lo telat' isi di balik kertasnya.
"Ohhh shitt" umpat Zia, dia pun kekamarnya. Hanya mengambil jaket dan syal dari aska dan membiarkan baju tidur melekat ditubuhnya.
"Dimanaa coba?" tanya Zia masih sambil mencari.
"Sorry, miss, did you know about the royal cafe in shades of red?" tanya Zia pada bule asli Paris.
"Yes i know, that's Chez Francis" jawab bule itu sambil menunjuk kafe.
"Ohh.. thank you very much" balas Zia, dia pun berlari ke Chez Francis.
"Wah, benar benar mewah dan megah. Eh?! Tujuan gue kesini apa coba? Nah? Kenapa sepi?" tanya Zia dalam pikirannya.
"Excuse me, are you Miss Zia?" tanya seorang pelayan.
"Yes, I'm Zia. Why?" tanya Zia balik.
"Follow me" jawab pelayan itu. Zia mengikutinya dari belakang. Pelayan itu membawanya ke salah satu ruangan. Karena hari gelap dan lampu diruangan itu mati dia tidak bisa melihat apapun. Dan sekarang dia sedang menahan rasa takutnya. Tiba tiba lampu menyala dan menyorot kepada seseorang yang duduk sambil memegang gitar, dan ada beberapa rekannya seperti band.
🎶It's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
Is it the look in your eyes, or is it this dancing juice
Who cares baby, I think I wanna marry you
🎶Well I know this little chapel on the boulevard
__ADS_1
We can go
No one will know
Oh c'mon girl
🎶Who cares if we're trashed
Got a pocket full of cash we can blow
Shots of Patron
And it's on girl
🎶Don't say no no no no no
Just say yeah yeah yeah yeah yeah
And we'll go go go go go
If you're ready, like I'm ready
🎶'Cause it's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
Is it the look in your eyes or is it this dancing juice
Who cares baby, I think I wanna marry you
🎶Oh
Let the choir bell sing like ooh
So what you wanna do
Lets just run girl
If we wake up and you want to break up
That's cool
No I won't blame you
It was fun girl
🎶Don't say no no no no no
Just say yeah yeah yeah yeah yeah
And we'll go go go go go
If you're ready, like I'm ready
🎶'Cause it's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
__ADS_1
Is it the look in your eyes, or is it this dancing juice
Who cares baby, I think I wanna marry you
🎶Just say I do ooooo
Tell me right now baby
Tell me right now baby, baby
Just say I do oooooo
Tell me right now baby
Tell me right now baby, baby
🎶Oh
It's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
Is it the look in your eyes, or is it this dancing juice
Who cares baby, I think I wanna marry you.
Aska, Aska lah yang menyanyikan semuanya.
"Ahhh baper, kenapa si tukang rusuh bisa seromantis ini?" tanya Zia dalam pikirannya. Karena lagunya udah selesai, Aska pergi dari sana menghampiri Zia. Menggenggam tangan Zia.
"Gue, gue gak bisa ngucapin kata kata gombal. Yang gue katakan ini benar benar apa yang gue rasakan." permulaan Aska, semua temannya berada jauh dibelakang Zia, termasuk keluarganya.
"Sejak awal kita SMA, gue udah suka sama Lo. Gue fikir itu cuma sekedar suka, eh ternyata berkembang jadi cinta." Aska menjeda ucapannya.
"Melalui lagu yang gue nyanyiin tadi, gue mau Lo jadi istri gue, dan jadi ibu buat anak anak kita nanti" lanjut Aska. Zia terkejut, semuanya dadakan. Dia bahkan hanya mengenakan baju tidur saat itu. Aska melepas genggamannya, diapun berlutut, mengeluarkan kotak dan membukanya. Isinya adalah cincin yang super mewah dan sangat cantik.
"Zia, Will you marry me?" tanya Aska. Disitu dia sudah keringatan, benar benar takut dia akan ditolak. Zia? Zia mengedarkan pandangannya sambil mengusir air mata harunya. Betapa terkejutnya dia melihat seluruh keluarga dan teman temannya ada dibelakangnya.
"JAWAB NOH, CAPEK TAU BERLUTUT KAYAK GITU, JANGAN PHP" teriak Zean. Papa dan mama Zia tersenyum begitupun dengan yang lain. Zia kembali ke Aska, melihat raut wajah Aska yang seperti orang cemas. Zia menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan, dia gugup.
"I Will," jawab Zia tersenyum. Aska memasangkan cincinnya setelah itu dia bangkit dan langsung memeluk Zia. Zia membalas pelukannya sambil tersenyum-senyum. Aska melepaskan pelukannya. Diaa.. menyatukan hidung mancungnya dengan hidung Zia.
"Thank you," ujar Aska.
"Gue yang harusnya bilang gitu" jawab Zia. Aska tersenyum. Dia menjauhkan hidungnya sejenak. Mendekatkan wajahnya kembali ke wajah Zia sambil melirik bibir Zia yang merah tanpa polesan. Ketika hampirrrrr.....
"ASKA, BELUM SAH NAKK!!" teriak Hans, mereka pun tertawa. Aska pun tidak jadi mencium Zia dan pergi menghampiri mereka.
_______________
Isi, lokasinya, sama liriknya kalau salah ye maaap. Lagunya juga cuman pemanis, bingung mo lagu apaan, jadinya itu aja. Hehe
End, tapi boong 😂
See you next chapter 🤩
_______________
__ADS_1