Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Tugasssss


__ADS_3

"Baiklah anak anak. Bapak ingin kalian buat tugas kelompok tentang materi yang bapak sampaikan. Kelompoknya sesuai tempat duduk kalian" suruh pak Roy.


"Astaga pak. Kenapa harus sebangku sih pak? Gak bisa milih gitu pak?" protes Zia


"Tidak bisa Zia. Diawal bapak masuk ke kelas kalian sudah perjanjian bukan. Jika perkelompok adalah sebangku? Bapak juga tau, diantara kalian yang sebangku pasti sedang pacaran"


"Ya Allah pak, masa saya satu kelompok sama anak Dugong pak" keluh Zia sambil menunjuk Aska.


"Pengen ditabok, seganteng ini juga" balas Aska.


"Tidak ada protes lagi kan? Dikumpulkan 2 hari lagi. Bapak akhiri jam pelajaran kita hari ini. Ketua" panggil pak Roy. Joshua pun berdiri.


"Terimakasih pak." Sahut mereka bersamaan.


"Iya sama sama. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" lalu pak Roy keluar dari ruangan.


"Ngapa gue harus sama lo dugongg?"


"Sssttt.. berisik" sahut Eza.


"Breaking news gays. Ternyata Eza pacaran sama Shinta" kata Jimmy.


"Wah wah.. akhirnya dia terbebas dari masa jonesnyaa. Congrats ya za. TERAKTIRIN GUA KEKANTIN" teriak Zia ditelinga Eza.


"****** budek" ledek Sam. Mereka pun semua tertawa.


Saat hendak pulang, Zia bilang pada Aska.


"Gue gak suka nunda² ka, ntar kita kerjain tugasnya!"


"Iya terserah, dikafe lo aja"


"Kesorrann" ledek Zia lalu pergi menggunakan motor favoritnya. Aska melihat Zia sambil cengengesan.


____________________________


"Mau kemana Aska?" tanya Alice saat sore tiba.

__ADS_1


"Kerja kelompok." jawab Aska.


"Sama siapa? Tumben?" tanya Alice lagi.


"Anaknya tuan Hitler" bisik Aska makin pelan lalu meninggalkan rumah.


"Anak siapa sih, gak sopan." sahut Alice.


Setelah tiba Aska langsung menuju lantai tiga. Tetapi tidak bisa karena pengenalan wajahnya yang bukan sebagai karyawan atau bos. Aska turun di lantai dua.


"Mbak" sapa Aska pada Alika.


"Eh Lo?!" tanya Alika.


"Panggilin Zia dong. Lu bisa kan?" tanya Aska.


"Ya ntar gue suruh kepala pelayan." jawab Alika sambil meninggalkan tempat. Beberapa lama Aska menunggu Zia pun datang.


"Lo telat!" peringatan Aska.


"Kok gue gak bisa ke lantai tiga sih?" tanya Aska.


"Muka lo sama scan seragam gak terdaftar. Jadi gak bisa." jawab Zia.


"Udah ayok ke perpustakaan, jangan macem macem lo. Ntar gue bunuh!" Peringatan Zia.


"Perpustakaannya dimana emang??" tanya Aska.


"Ruangan pribadi gue lah. Udah ayok cepet"


"Ini makanan gue belom nyampe goblokkk"


"Ntar gue suruh orang anter" Aska pun hanya mengikuti kemudian masuk ke dalam ruangan pribadi Zia. Ruangannya sangat luas, di pojokan ada banyak tumpukan buku di raknya. Juga ada lemari pendingin kecil, dan ada kamar mandinya. Seperti apartemen.


"Gila bat dah ini. Persis sama apartemen gue" sahut Aska. Zia hanya mengacuhkan Aska yang merebahkan dirinya ditempat tidur, Zia melangkah menuju tumpukan bukunya. Setelah mengambil kepentingannya Zia mengajak Aska keluar.


"Lah gue kira ngerjain disini." sahut Aska.

__ADS_1


"Ogah, Lo mesum. Lo orang pertama masuk ruangan ini. Sekarang impas, Lo dulu pernah masukkan gue ke rumah kayu cantik markas legend triplebad." Sahut Zia.


"Kelantai satu aja, gue butuh minuman bukan makanan." Ujar Zia. Mereka pun kelantai satu.


Disaat Zia sedang mengerjakan, Aska menyodorkan sebuah kotak kecil.


"Apa ini?" tanya Zia


"Buka aja, kalau gak suka gue balikin" Zia membukanya dan melihat hardcase yang bagus berwarna abu abu. Diujung atas ada Huruf Op dan dibawahnya ada huruf Tb


"Optb?"


"One princess Triple badboy" sahut Aska.


"Gue sukaaaa.. makasihh" Zia melepas softcase beningnya dan langsung memakai hardcase dari Aska. Aska senang jika Zia menyukai hadiahnya itu. Aska mengambil sebatang rokok dari jaketnya. Zia yang melihat merampasnya.


"Gausahh ngerokok kalau sama gue! Sejak kapan lo ngerokok?"


"Seminggu lalu" jawab Aska.


"Gue bilangin Tante Alice ntar lu. Orang ngerokok gak banyak yang suka, bakarin duit doang. Udah gitu buat rugi. Kesehatan sendiri aja gapernah dijaga apalagi kesehatan anak bini lu?" ceramah Zia. Aska mengambil lagi dari kotaknya. Zia merampas kotak itu.


"Gak usah ngerokok atau lo kerjain ini tugas sendiri! Gue gak suka lo ngerokok, kalau mau ngerokok jangan dihadapan gue!" Suruh Zia lalu menbuang rokok itu ketempat sampah yang dibawa pelayan.


"Itu masih penuh mandaa" berontak Aska. Zia pun beranjak dan ingin meninggalkan Aska. Aska menarik tangannya.


"Jangan pergi. Gue minta maap. Gue janji gabakal ngerokok lagi seumur hidup gue!" sahut Aska.


"Lo yang janji! Jadi lo ga bisa ingkari!" sahut Zia lalu duduk kembali. Aska menatap muka kesal Zia yang melanjutkan tugasnya.


"Lo cantik banget kalau lagi kesel gini" puji Aska.


"Bacot ah. Gausah gombal! Ga bakal mempan sama guee. Kerjain tugas lo cepet. Gue mau balik. Bokap nyokap mungkin nungguin, gue gaada pulang daritadi"


"Kebiasaan sih Lo. Kasian Tante Zeva nunggu Lo dirumah" sahut Aska, Zia hanya mengacanginya. Dari kejauhan ternyata Alice melihat Aska dan Zia. Alice tau Aska merokok, tetapi dia susah jika keinginannya tidak terpenuhi, jadi Alice membiarkan Aska merokok.


"Hebat sekali dia, bisa membuat Aska berhenti melakukan keinginannya yang salah" gumam Alice lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2