
π "Nah, tadi malem pas lu udah balik. Pacarnya ntah mantan pacarnya Bian dateng ke nikahan Bian. Dia marah-marah gitu anjirr, dia ngungkapin semuanya sambil nangis terus marah-marah"
π "Si cewek ini bilang, kalau Bian nikahin Lindi karena kebobolan, dan om Mahen juga terpaksa setuju sama pernikahan mereka. Bukannya bantah perkataan si cewek, tapi om Mahen sama istrinya diam dan santai aja gitu"
π "Berarti kan bener apa yang dikatakan cewek itu"
"Bisa jadi aja sih, mereka kan bos sama sekretaris, gue juga pernah liat mereka berdua timpah-timpahan di supermarket"
π "Njirrr gilaasi, si Bian keringat dingin gitu"
π "Si Lindi santai tapi keringet dingin juga keliatannya"
"Wekaweka, prihatin gue. Takut ntar di porotin Bian nya"
"Dahlah, gosip aja lu pagi-pagi!" Aska langsung mematikan teleponnya. Sedangkan Rafael sudah mengumpat di rumahnya.
Setelah mematikan ponselnya, Aska turun ke bawah untuk sarapan. Dia tidak menghampiri Zia karena tidak ingin mengganggunya yang tidur di dalam selimut.
"Selamat pagi" Aska menyapa semuanya.
"Selamat pagi" jawab Zia.
"Loh kok?" Zia cengengesan.
"Aku dah bangun waktu kamu bangun" jawab Zia.
"Yang di tempat tidur tadi?"
"Em... Hantu?"
"Ngaco!" Zia tertawa.
"Duduk lah, kita sarapan bareng" ajak Zeco. Mereka pun sama-sama duduk dan bersebelahan.
"Kalian berdua kenapa tadi malem tidur diluar bukannya dikamar? Zean juga kenapa di kamar Zafran?" tanya Lee.
"Oh itu.."
"Zai aja yang jelasin Ongkel" Zai bersuara.
"Jadi gini, tadi malem tu bang Zean sama bang Aska ngatai kak Zia gitu. Nah abistu, pas ditanya bang Zean "istri lu bukan?" bang Aska jawab "bukan istri gue, istrinya Rafael" kata bang Aska gitu" jelas Zai.
"Woi ngaco lu!! Mana ada, hoax hoax!" sahut Aska. Zai cengengesan.
"Begimana sih?" tanya Luis.
"Ya hampir sepenuhnya bener yang dibilang Zai, cuma jawaban gue gak gitu. Gue bilang iya tapi pake embel-embel kayaknya. Nah Zia marah ngunciin gue gak boleh masuk kamar. Gue tidur di luar sedangkan Zia tetap dikamar"
"Gue udah cek juga ke kamar untuk kedua kalinya tadi malem, ya masih terkunci. Eh gak tau paginya malah tidur sambil duduk gitu" kata Aska.
"Widii, betingkah sih. Terus Zean?" tanya Zeco.
"Bang Ze kena juga, diomelin kak Febby. Tidur pake bantal pink, selimut pink sama boneka juga. Persis kek banci" jawab Aska. Zia pun tertawa.
"Tak kusangka, Zean adalah banci" ledek Zia. Semua orang tertawa.
"Kampret kampret" kata Zean kesal.
"Baper, baperrr.. baperan lo woi bapak anak dua" ledek Zai.
"Diem lu bapak anak tiga" bales Zean.
"Pa pa, bang Ze ngeledek papa" adu Zai pada Zeco.
"Ngggak paaa astaghfirullah"
"Loh, kan tadi abang bilang bapak bapak anak tiga, kan papa sendiri yang anaknya tiga" jawab Zai dengan wajah sok polosnya.
"Bukan gitu samsudin!!! Aaahh pengen menghilang. Doraemon bantu sayaaaa"
"Bocil"
"Hahahahaha"
- -
__ADS_1
"Sayang.."
"Em?" tanya Aska. Aska belum pergi kerja, dia masih di kamarnya mengganti baju. Saat ini, Zia sedang memakaikan dasi pada Aska.
"Aku mau sesuatu"
"Apaan tuh?" tanya Aska.
"Ketemu EXO" Aska langsung memejamkan matanya sekilas sambil menghela nafas.
"Kan kamu yang nawarin kemaren" ujar Zia.
"Biar kamu buka pintunya, tapi kamukan gak buka pintu"
"Ya tapikan.. apalah" Zia hendak pergi, Aska menahannya.
"Jangan ngambek" Zia diam sambil melihat ke bawah.
"Oke okee, jadi mau kamu gimana? Kita undang Exo kerumah?" tanya Aska. Zia mendongak lalu menggeleng.
"Kita ke Korea, aku mau ke Namsan tower, pengen makan-makanan Korea, terus pengen ke ahh.. apa ya lupa namanyaa. Pokoknya pengen ke Korea" jawab Zia penuh semangat. Aska menghela nafas.
"Kamu lagi hamil sayang, jangan ke Korea ya. Kita undang aja kerumah" pinta Aska. Zia menggeleng.
"Undang kerumah?" Aska mengangguk.
"Nggak mau, maunya ke Korea"
"Ada permintaan lain?" Zia menggeleng cepat.
Aska berfikir...
"Gini aja, kita adain acara di perusahaan. Kebetulan kemaren juga menang tender besar. Kita undang Exo sebagai bintang tamu. Gimana?" Zia menggeleng lagi.
"Maunya ke Korea daddy" rengek Zia.
"Dua bulan lagi? Mau?" Zia menggeleng.
"Kelamaan"
"Iss, yoda gosa jadi" Zia menuju kasurnya kembali tidur.
"Yaudah, aku pergi dulu ya. Assalamualaikum" Aska keluar kamar.
"Aaaa gak peka! Kesel! Mending ajakin Ica" ujar Zia. Zia mengambil ponselnya.
βIcaalxβ
π "Tumben telepon? Kenapa?"
"Korea yuk, pengen ketemu Baekhyun"
π "Ngggak usah ngaco!! Ngawur aja pagi-pagi"
"Isshh!!"
π "Ajak Aska gih"
"Gak dibolehin!"
π "Undang aja kerumah kalau gitu, gue balik Indonesia deh"
"Tunggu, tunggu.. Lo dimana?"
π "London"
"Ahh!! Ngeselin!!" Zia langsung mematikan teleponnya.
Zia keluar dari kamarnya.
"Papaaa mamaaa" teriak Zia.
"Ruang keluarga" teriak Mamanya juga.
Zia langsung menuju mamanya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Zeva.
"Korea yuk" ajak Zia.
"Ngapain?" tanya Zeco.
"Ketemu cogan Korea pa" jawab Zia.
"Gak boleh, gak usah! Bahaya" Zia mengerucutkan bibirnya.
"Emang semua kagak ngizinin. Parah" Zia kembali ke kamarnya.
Dia rebahan, sambil membuka vlog para YouTubers yang ke Korea. Zia bolak balik pindah arah, hadap kanan, hadap kiri, bahkan tidur dengan posisi yang aneh.
Sampai tiba-tiba ada yang membalikkan tubuhnya dan menimpanya.
"Apa?" tanya Zia.
"Aku gak bisa kabulin yang itu, kalau kamu mau yang lain... Aku kabulin" Aska langsung menyosor ke Zia.
"Aaaaaaghhh... Aghhh" teriak seseorang dibawah, Aska dan Zia menghentikan aktivitasnya.
"Siapa? Ada apa??" tanya Zia. Aska menggelengkan kepala. Mereka berdua turun ke bawah.
Oh ternyataa..
Febby mau lahiran!!!
Zean yang saat itu ingin berangkat kerja mengurungkan niatnya. Dia menggendong Febby.
"Kaa, ambil mobil lu!" suruh Zean ketika melihat Aska. Aska pun berlari keluar, Zia mengikutinya.
Zean menggendong Febby sampai ke dalam mobil.
"Cepet!!!!!" suruh Zean panik. Aska pun melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi.
~~
"Welcome to the world baby.. aaa kiyuddd kaliii!" Zia mengelus pipi bayi Zean yang baru saja lahir satu setengah jam yang lalu.
"Cowok lagi, susah emang cari yang cewek" ujar Zean.
"Gak apa-apalah, yang penting sehat. Toh juga ganteng itu" sahut Zeva.
"Turun-temurun emang cowok terus" balas Lee.
"Hanya saya yang tercantik hahaha" ujar Zia.
"Cantik apaan?! Kayak singa betina gitu" ledek Zean.
"Bedosa loh kamu bedosa!" mereka tertawa.
"Waktu Zafran lahir Zia gak ada ya?" tanya Yossie.
"Masih koma waktu itu" jawab Zeco.
"Oh iya"
"Koma? Ohh iyaiyaaa inget inget" Zia cengengesan.
"Namanya siapa bang?" tanya Zai yang sedari tadi diam. Dia melihat anaknya Zean dengan tatapan yang tidak bisa diutarakan.
Anak keduanya Zean itu sangat sangat sangat sangat sangat sangat gemoy!!
"Kemaren Zafran Z, nah sekarang pake inisial nama Febby, F. Jadi, namanya adalah Frizy Zayden Hitler" jawab Zean.
"Tumben pinter lu cari nama bang. Bagus itu" Zean menatap sinis Luis. Luis cengengesan.
"Ahh gemoyyynyaa" Zia dan Zai sama sama gemas dengan Frizy.
"Sering-sering kerumah gue ya, jagain si kecil. Itung-itung latihan lo Zi" ujar Zean. Zia menatap Zean.
"Gue mau bikin lagi soalnya"
"GILA!!"
__ADS_1