
Di kamar Luis.
"Kamu kenapa ngajakin ke kamar? Di bawah banyak orang tau" kata Syifa.
"Istri Zai seksi banget, gak mau liat dosa."
"Kamu gak liat apa tadi, bang Zean aja mainin hp. Aska tadi juga ngajakin Zia pergikan?" kata Luis lalu berbaring dikasurnya. Luis menepuk tangannya yang direntangkan, dia menyuruh Syifa untuk tidur ditangannya. Syifa mengikuti kemauan Luis.
"Aku heran sama bang Zean, kamu dan Aska." kata Syifa sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Herannya?" tanya Luis.
"Cowok lain kalau liat yang begituan ngejreng kan. Tapi kalian beda." jawab Syifa.
"Setiap orang berbeda sayang. Aku, Aska sama bang Zean beda sama cowok yang lain"
"Aska, dia hidup emang terlahir untuk bodo amatan. Aku pernah dikasih tau sama Ivan, sebelum Zia masuk ke SMA nya waktu itu. Aska bener bener jarang banget buat bicara, tapi setelah Zia masuk, dia berubah dari biasanya"
"Kalau bang Ze... Bang Ze itu bisa dibilang Fakboy. Dia dulu banyak deketin cewek yang persis kayak pacarnya Zai. Para cewek itu cuma di deketin, dibaperin, habis itu ditinggalin. Kalau aku jadi cewek itu, bang Zean pasti bakal aku maki habis habisan" Syifa ketawa karena perkataan Luis yang terakhir.
"Tapi seiring berjalannya waktu, dia ketemu sama kak Febby. Dia berubah, dan jadi bodo amatan sama cewek seksi kayak pacarnya Zai. Bang Zean itu sebelas dua belas sama aku. Cuma bedanya, aku gak Fakboy." jelas Luis sambil melihat langit langit kamarnya.
"Aku jadi ngerasa beruntung banget punya kamu. Sebenarnya aku heran kenapa kamu milih aku dari segitu banyaknya wanita dibumi" ujar Syifa.
"Setelah kenal kamu aku ngerasain hal yang berbeda. Berawal dari satu tatapan yang kamu berikan ke aku. Aku terpukau, aku ngelihat perbedaan antara kamu dan kebanyakan cewek lainnya. Makanya aku pilih kamu untuk jadi teman hidupku" jawab Luis melihat ke Syifa.
"Ntah iyaa, kok aku gak percaya." balas Syifa.
"Dih, kok malah gitu?" tanya Luis, Syifa cengengesan.
"Zai kok bisa sih cari calon istri yang kayak gitu? Aneh tau rasanya. Zia emang belum berhijab, tapi dia gak pernahkan buka aurat sebesar itu. Kak Febby juga, mereka selalu tertutup." kata Syifa.
"Tante Zeva juga tertutupkan?" lanjut Syifa.
"Zai itu nyeleneh. Zia kesini itu pasti ada tujuan tersembunyi. Liat aja nanti. Aku juga dikasih tau sama Zia kalau bakal ada..."
"Ada apa?" tanya Syifa kepo.
"Ada konflik" bisik Luis.
"Serius?" tanya Syifa. Luis mengangguk.
"Zia selektif banget milih orang. Dia juga bisa deteksi sifat sifat manusia."
"Kalau misalnya aku gak ketemu sama kamu tapi ketemu wanita lain, Zia pasti bakal ngelakuin hal yang sama. Dia selalu punya ide buat ngebongkar rencana busuk seseorang"
"Jadi, pacarnya Zai itu punya rencana busuk?" tanya Syifa makin penasaran.
"Aku gak tau pastinya, tapi mungkin iya. Tadi pagi Zia cerita juga sama aku. Kalau mereka ketemu waktu joging. Pacarnya Zai itu menatap Zia gak suka, tapi menatap kagum ke Aska" jawab Luis.
"Kok gitu sih?" kata Syifa. Luis bergeser menghadap ke Syifa, Syifa juga menghadap ke Luis.
__ADS_1
"Nggak tau apa yang akan terjadi nanti, tapi siap siap aja. Kamu nanti bakal tau sifat barbarnya Zia" kata Luis. Syifa cuma mengangguk angguk kan kepalanya.
"Gak mau kebawah gitu?" tanya Syifa, Luis menggeleng.
"Yaudah kalau gak kita pergi aja. Ikutin Zia sama Aska atau kemana gitu. Ayolah ya ya yaaaa" pinta Syifa. Luis menatap Syifa gemas. Dia langsung mengambil hpnya.
โAskaโ
๐ Aska; assalamualaikum, kenapa?
Luis; waalaikumsalam, dimana posisi?
๐ Aska; kepo sekali anda, jangan ganggu deh plis.
Luis; gue tabok mau lo?
๐ Aska; hahahaha
Luis; Syifa mau ikut sama kalian. Gue juga kagak mau disini, bisa khilaf.
๐ Aska; gue di mall. nanti gue share lokasinya.
Luis; yaudah iya.
๐ Aska; (mematikan teleponnya).
"Gue belum selesai bicara udah dimatiin." protes Luis.
"Ke mall katanya. Mau nyusul?" tanya Luis.
"Mau" jawab Syifa.
"Mau belanja?"
"Emmmm.. belum tau"
"Yaudah ayok" ajak Luis menarik tangan Syifa.
"Ih tunggu dulu, ngerapiin pakaian."
"Gak usah cantik cantik, nanti kamu ditatap sama cowok lain. Aku gak suka" balas Luis.
"Iya iyaa," jawab Syifa. Luis pun menarik tangan Syifa setelah selesai membenahi pakaiannya.
"Bang, gue pergi dulu." pamit Luis saat dibawah.
"Eh lu pada mau kemana sih? Aska sama Zia juga pergi" protes Zean.
"Kemana mana hati ku senang" jawab Luis sambil berjalan ke arah pintu.
"Sepupu luknut" cibir Zean. Luis terkekeh.
__ADS_1
"Syifa sama Luis pergi dulu, assalamualaikum!!!" teriak Luis. Mereka berdua pun menuju mobil, lalu pergi menyusul Zia dan Aska.
_______________
Saat macet di jalan, Zia mengajak Aska dan Zafran untuk berfoto. Setelah itu, Zia memasukkan fotonya dalam instastory Instagram pribadinya. Banyak yang berkomentar tentang foto itu. Ada komentar positif, ada juga komentar negatif. Tapi Zia tidak memperdulikan hal itu. Hanya satu yang dia balas, saat ada followers berkata;
โHamil diluar nikah ya? Bukannya nikahnya baru tiga bulan? Anaknya kok udah besarโ
Zia membalasnya dengan video sambil tersenyum.
โJari kakak gak di sekolahin ya? Aku itu anaknya Daddy Zean sama mommy Febby. Foto itu tadi, fotonya aku, aunty Zia dan samchon Aska. Sekolahin dulu jarinya gih kak biar sopan" Zafran yang berkata di dalam video itu. Di dalam video Zia cuma tersenyum, dia tidak menyuruh Zafran mengatakan hal itu.
Zafran memang anak yang berbeda, di umurnya yang masih tiga tahun lebih dia dapat memahami beberapa hal. Zean dan Febby, menjadikan ponsel dan tv sebagai media edukasi untuk Zafran. Zafran tau kata kata โJari kakak gak di sekolahin ya?โ berawal dari Zean yang berkata begitu saat melihat berita artis yang di hujat netijen. Kata kata lain yang Zafran katakan murni dari pikirannya. Satu kata terbaik untuk Zafran adalah, Cerdas.
"Mantap bos" kata Aska dia mengangkat tangannya untuk bertos, Zafran pun membalasnya.
"Besok Zafran mo buat sekolah jari ah. Biar jarinya gak kayak kakak yang tadi" kata Zafran. Zia malah tertawa.
"Pintar banget sih sayangnya aunty" kata Zia gemas. Zafran malah tersenyum sangat manis.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di mall. Mereka jadi pusat perhatian karena visual mereka yang luar biasa. Ditambah dengan Zafran yang sangat tampan meskipun menggunakan baju tidur.
'astaga, cantik banget kakaknya'
'abang adek kan ya?'
'bukan bukan, itu pemimpin Asz group. Tuan Aska'
'sebelahnya? yang digendongnya?'
'anak istrinya kayaknya'
Begitu kata para pengunjung saat melihat mereka.
Aska dan Zia membiarkan mereka, lalu pergi menuju lantai atas untuk bermain diruangan bermain.
Saat asik bermain, tiba tiba ponselnya Aska berbunyi.
โLuluisโ
๐ Luis; dimana lo pada? Gue cariin kagak ada.
Aska; ruangan bermain lantai 3.
๐ Luis; gak bilang sih.
Aska; kan udah gue bilang kampret!!!
๐ Luis; hahahahaha (mematikan teleponnya)
Setelah selesai menelepon, dia kembali bermain dengan Zafran dan Zia.
__ADS_1