
Warning!
Semua bagian dari cerita ini hanya sebuah karangan tidak berdasarkan kenyataan 😊
-
-
"Ada apa pak?" tanya Zia, dia sekarang sudah diruangan pak Adit.
"Ternyata kamu bisa membanggakan kelas kamu dari segala tingkah kamu" jawab pak Adit.
"Maksud bapak apa ya kalau saya boleh tau?"
"Tidak... tidak apa²" jawab Adit. Adit berjalan menuju lemari berisi berbagai macam dokumen. Dia mengambil 2 surat.
"Congratulation Zia, berkat kecerdasanmu kamu mendapatkan beasiswa di Rusia."
"Saya tidak berniat kuliah di luar Indonesia pak, walaupun saya mendapatkan beasiswa itu."
"Tapi Zia, pikirkan baik baik kamu pegang saja surat ini"
"Jika kamu tidak ingin disini, ada satu surat lagi."ujar Adit lalu menyerahkan surat kedua.
"Big bang University" gumam Zia.
"Universitas ini terbesar di Indonesia, universitas idaman semua siswa siswi. Untuk masuk kedalamnya sangatlah sulit. Tetapi kamu beruntung mendapatkannya melalui jalur prestasi. Universitas ini memiliki banyak fasilitas, semua dosennya mengenyam pendidikan tinggi diluar Indonesia. Dan pemiliknya adalah pemilik sekolah ini juga" jelas pak Adit.
"Siapa sebenarnya pemilik sekolah ini pak?" tanya Zia.
"Pak Radatt, banyak yang mengatakan itu namanya. Beliau memiliki banyak kekuasaan dimana mana, perusahaannya juga banyak didalam maupun diluar negri. Bapak pun tidak tau bagaimana wajahnya." Jelas Adit.
"Apa bapak tidak pernah melihatnya atau bertemu dengannya?" Tanya Zia.
"Setiap ada pertemuan, dia selalu menggunakan kacamata dan maskernya. Banyak yang mengatakan dia memiliki seorang anak laki laki yang cerdas sama seperti kamu."
"Ooo"
__ADS_1
"Kamu bawa dua surat ini, jangan menyia-nyiakan kesempatan Zia, rundingkan ini dengan keluargamu" ujar Adit.
"Baik pak, kalau begitu saya pergi dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Zia berjalan keluar dari ruangan kepala sekolah.
"Eh Zia tunggu."
"Ada apalagi pak?"
"Ajak teman kamu pulang untuk packing barang barang. Kamu ketua di tour ini. Nanti malam kalian terbang jam 8" ujar Adit.
"Ogah pak, jangan saya dong pak. Joshua aja atau gak pak Roy. Bapakkan tau saya aja susah ngurusi hidup saya pak, apalagi hidup orang lain pak" jawab Zia.
"Ya sudah, beritau saja pada Joshua. Dia ketuanya. Pak Roy itu pembinanya"
"Oke pak, saya kembali ke kelas dulu" ujar Zia lalu dia meninggalkan ruangan Adit.
_______________
"Mereka suka dan senang pak" kata pak Adit di telepon.
"Iya pak, kalau begitu saya tutup teleponnya, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" sahut Mahendradatta.
Pemilik sekolah SMA Kebangsaan dan Big Bang University adalah Mahendradatta, papanya Bian, beliau memalsukan namanya menjadi Radatt. Big bang University juga merupakan universitas yang didalamnya ada Bian. Banyak yang tidak tau jika universitas itu miliknya. Bian juga ketua dari segala organisasi. Dia bisa melakukan apapun. Dia juga memiliki banyak fans. Tetapi Bian memang pria dingin, dan terkesan sangat cuek. Dia memiliki 1 sahabat yang selalu bersamanya sejak dia lahir namanya Kris Adiwijaya.
_______________
"Wah wahh.. liburan keluar negeri coyy." Kata Eza.
"Berkat Qiara, Samuel dan Zia ini. Debeslah" ujar Tania.
"Zia mana?" tanya Ivan
"Masih diruangan pak Adit kayaknya" jawab Qiara. Gak lama Zia pun muncul.
__ADS_1
"Panjang umur" ujar Alya.
"Eh apaan?" tanya Zia.
"Lo dicariin Ivan tadi"
"Apaan bivan handsome?" tanya Zia.
"Gak apa apa. Lo ngapain di ruangan kepsek." tanya Ivan.
"Gak ngapa ngapain." Jawab zia.
"Jo, lo ketua tour ini. Pak Adit pembinanya." Ujar Zia sambil mengambil tasnya dan menggantungkannya di pundak sebelah kiri.
"Mau cabut?" tanya Aska.
"Mari kita pulang teman teman. Kita butuh tenaga untuk nanti malam" ajak Zia menuju ke pintu kelasnya, semua temannya terheran.
"Pak Adit nyuruh kita pulang buat berkemas. Gue gak bohong" lanjut Zia.
"Oh iya gue lupa, jam setengah 8 stay dirumahnya pak Adit." Ujar Zia lagi. Mereka pun membawa tasnya untuk pulang.
Diperjalanan menuju parkiran ketua XII IPA 1 menghadang mereka. Zia yang tadinya berjalan ditengah tengah, maju menjadi yang terdepan.
"Mau apa? Cari masalah?" tanya Zia.
"Woles, congratss buat kalian." ujar pria itu.
"Lo siapa?" tanya Zia.
"Ketua XII IPA 1"
"Gue tau itu. Nama Lo siapa?" tanya Zia.
"Ray Aditya."
"Oh. Thanks" ujar Zia lalu berjalan kembali, tetapi Ray berdiri didepannya.
__ADS_1
"Lo mau gak jadi pacar gue? Gue cinta sama Lo" ujar Ray tiba². Temannya terkejut termasuk Aska, hatinya terasa sakit.
"Gue gak tau cinta, cinta cuma buang waktu gue. Bikin gue sakit hati. Maaf, gue harus pergi" ujar Zia. Aska pun tersenyum, karena Zia menolak Ray. Ray kecewa, dia emang playboy, banyak suka sama cewek tapi cuma buat mainannya. Kali ini, dia beneran suka sama Zia. Nyatanya dia ditolak, pupus sudah harapannya. Padahal semasa hidupnya tidak ada yang namanya penolakan. Zia dan temannya melanjutkan jalannya menuju parkiran dan pergi menuju rumah masing masing.