
"Sayang, ayok tempat Aksa. Ngamuk lagi ntar dia kalau kita gak kesana kesana" ajak Aska.
"Emang kamu tau rumahnya?" tanya Zia.
"Ya suruh sharelock gampang kan"
"Magerrr" rengek Zia.
"Gimana nya bumil ni, rebahan mulu jarang gerak. Ayok ta" ajak Aska.
"Capek"
"Capek dari mana sih hm? Kamu di kantor cuma tidur di ruangan aku" Zia cengengesan.
"Mau ice cream"
"Ntar di jalan aku beliin"
"Iss, maunya sekarang" Aska keluar kamar menuju dapur. Dia menemukan satu cup ice cream lalu memberikan pada Zia.
"Suapin"
"Emmm.. manjanya istriku" Aska mengecup pipi Zia lalu menyuapinya.
"Is gak enak, rasa stroberi"
"Jadi kamu maunya rasa apa?"
"Vanilla"
"Yaudah siap siap buruan, kita beli sekarang"
"Aaaa.. mager ayy"
"Sayang ayok ih buruan" Zia tidak berpindah tempat.
"Aku pergi sendirian nih" Zia cuek masih melihat drama Korea di televisi.
"Yaudah aku pergi" Aska keluar dari kamar. Zia berlari langsung memeluk Aska.
"Bawel bener sih, gak sabaran" cibir Zia.
"Kamunya lama, ntar keburu kemalaman"
"Yaudah iya bentar aku ganti baju" Zia ke kamarnya lalu mengganti baju.
Zia keluar dengan baju hoodie, celana jeans, beserta sepatu putihnya.
"Tapi pagi feminim sekarang tomboy, bini gue langka emang" ujar Aska.
"Iya emang langka, cuma satu di dunia" sahut Zia. Aska cengengesan.
"Ayok" Aska menggandeng tangan Zia lalu pergi menuju rumah Aksa.
- -
"Sayang, chat Aksa dari hp aku, minta sharelock" Aska memberikan ponselnya.
"Namanya disini?"
"Aksaa, a belakang double" Zia mengirim chat pada Aksa melalui wa.
"Banyak juga yang chat ya, nomor gak dikenal semua" sindir Zia.
"Ya kan gak aku balas sayang, cuma kamu doang sama temen yang lain" balas Aska.
Drrttttttttt drtttt...
"Aksa telepon"
"Angkatlah" suruh Aska.
—Aksaa—
__ADS_1
📞 Aksa; assalamualaikum, kenapa malam ini si? Gue lagi tempat mertua.
Aska; waalaikumsalam, lah lu gak bilang ogeb
📞 Aksa; lah lu gak ngabarin nyet. Udahlah ya byee muah
Aska; najis gilaa ( mematikan teleponnya )
"Hahahahaha" Zia tertawa.
"Kenapa kamu?" tanya Aska.
"Gak apa apa, lucu aja tadi pake di kiss segala" Zia masih cengengesan.
"Maklum aja, rada gesrek dia mah" Aska, Zia tertawa.
"Yaudah, kita balik ya, kan gak jadi" ajak Aska.
"Gak usah pura pura lupaaa. Ice cream ay ice cream" Aska cengengesan
"Iya iya ini mo dibeli" Aska terus melajukan mobilnya yang berwarna putih.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di supermarket yang lumayan besar.
"Ahh, favorittt" Zia kegirangan.
"Diajak ke supermarket sumringah mulu. Demen amat ngemil"
"Iya lah, kan enak" jawab Zia.
"Yaudah ayok" mereka memasuki supermarket dengan gandengan tangan.
Zia keliling membeli banyak cemilan, dia juga mengambil sepuluh ice cream dengan rasa yang berbeda. Aska mengikutinya sambil membawa troli.
"Sayang, banyak bener dah"
"Persediaan" Zia cengengesan.
"Kebiasaan bangett ya ampun. Ini tempat umum ay"
"Jadi? Kenapa emang?" Zia memantau sekitar, lalu mengecup pipi Aska.
"Dah kann"
"Yaudah ayok bayar, kamu tunggu di mobil" Aska memberikan kunci mobil.
"Gak mau, ntar kamu digodain sama mbak mbak kasir" jawab Zia.
"Aku kan gak pernah peduli sama cewek lain, selain kamu, mama, mami" ujar Aska.
"Heleh, udah ayok. Drakor menungguku" Zia cengengesan.
"Awas aja kalau aku dikacangin nanti, aku hukum"
"Tegaa lu mah"
"Apa apaa?" tanya Aska.
"Nggak ini ada roti Regal, kamu mau?" Zia cengengesan. Aska mendekat lalu mengecup keningnya.
"Bisa aja ngelesnya, yaudah ayok bayar" mereka pergi menuju kasir.
Tanpa mereka sadari, dua orang dibelakang sedang memperhatikan keromantisan mereka, dia Bian dan Lindi. "Dah lah, memang harus mundur gue" ujar Lindi.
"Gue udah lama mundur, ya mau usaha gimana pun juga kalau udah kek begitu susah di ganggu" jawab Bian.
"Bener lu, eh tumben aja lo bijak gini?!"
"Gue emang bijak. Udah ni lo mau beli apa? Ya kali kesini cuma buntuti mereka doang" ujar Bian.
"Gue lupa bawa uang"
"Gue bayarin, tapi potong gaji"
__ADS_1
"Pelit amat lu bos" Bian cengengesan.
"Nggak kok, udah buruan pilih" Lindi mencari cari apa yang dia inginkan. Tiba tiba Bian menariknya. High heels yang di gunakannya terpeleset, mereka berdua sama sama jatuh.
Posisi Bian diatas badan Lindi sambil menopang tubuhnya dengan tangan, sedangkan Lindi menarik kerah baju Bian dengan kedua tangannya.
Bibir mereka juga saling menyatu. "Lo godain gue? Kalau pengen ntar dirumah" ujar Bian setelah menaikkan kepalanya.
"Dih"
Terdengar bunyi siulan. "Tuan Bian, ahh romantis sekali kalian. Saya tunggu undangannya ya" Aska pun pergi sambil menggandeng istrinya.
"Kampret" umpat Bian, dia berdiri dari atas tubuh Lindi. Satu tangannya berkacak pinggang yang satunya menggaruk kepalanya.
- -
Disisi lain
Aska tertawa terus menerus sampai dirumah. "Kamu tu ketawa mulu, demen amat ngejek orang" cela Zia.
"Lucu tau ay liat ekspresi mereka" Zia jadi ikut ketawa.
"Ay aku mau live ig"
"Aku mo nonton Drakor" Zia menuju kamarnya membawa beberapa cemilan yang dibeli.
Aska mengikutinya, dia live di dalam kamar. Dia menyandarkan ponselnya di meja. Zia tidak memperdulikan Aska dan tetap menonton drakornya.
Sesekali Zia melirik Aska. "Gak usah sok kecakepan deh" ledek Zia. Aska pura pura tidak mendengarnya, tapi dia cengengesan saat live.
"Eh guys, gue mau cerita ni. Nah, tadi tu kan pas gue lagi di supermarket ada mantan tunangan istri gue lagi ciuman sama.. kemungkinan sih pacarnya. Eh masa istri gue mukanya cemberut, kek orang cemburu gitu" ujar Aska sambil melirik Zia. Zia melemparnya bantal.
"Ih bedosaa" Zia menghampiri Aska dan ikut live, dia mengelus kepala Aska yang kena timpuk bantal, sesekali mengecupnya.
"Nggak guys boong itu mah, Aska mah demen boong. Gue aja belum tunangan sama tu orang" balas Zia.
"Heleh, ngaku deh kamu, gagal move on kan"
"Enak aja, kamu tu yang gagal move on sama mantan kamu" ledek Zia balik.
"Aku gak punya mantan, mantan aku cuma kamu kali"
"Prett" Zia kembali ke Drakor.
"Iyak gelot terus" Aska membaca komenan para penonton live-nya, itu komentar dari Ivan.
"Iya sorry bang" jawab Aska cengengesan.
"Kak, kakak udah punya pacar?" Aska membaca komenan lagi. "Gila apa gimana, gue tadi kesitu masih nanya pacar" gumam Zia.
"Kagak punya pacar" jawab Aska.
"Gue mau dong kak jadi pacarnya kakak" -netijenn. Aska melirik Zia yang kesal.
"Emm.. gimana ya" balas Aska.
"Aska dah punya bini woi!! Followers baru apa gimana sii? Kan di postingan Aska banyak foto Aska sama istrinyaaa" teriak Zia kesal. Aska tertawa. Zia mem-pause drakornya dan menghampiri Aska.
"Aska udah punya bini yaa, bininya pacarnya" Zia ngegas dalam live. Aska cengengesan, dia menarik Zia untuk duduk di pangkuannya. Berulang-ulang dia mengecup pipi chubby Zia.
"Is apaan si, lagi live juga" ujar Zia.
"Ya biar mereka tau, kalau aku punya kamu. Kamu punya aku" jawab Aska. Zia membalas kecupan di pipi Aska. Aska dan Zia kembali melihat ponselnya membaca komentar.
"Widiiiw baper" -netijen. Aska dan Zia tertawa.
"Yak romantisan teros, gue yang solo panas nii" Zia membaca komentarnya masih tetap di pangkuan Aska.
"Astaga rap, buruan cari bini makanyaa. Kelamaan jadi bujang lapuk sii" ledek Zia. Mereka berdua tertawa.
"Eh ini, brvnalx__ si Ivan kan? Ngajak live bareng" ujar Zia pada Aska.
"Yaudah terima" suruh Aska. Mereka pun juga live instagram bersama Ivan dan Ica.
__ADS_1