
Kuyyy, rameinn... udah mulai sepi nihhh :(
Jangan lupa like, dan votenya yaaa ππΌππΌ
β’β’β’
"Jangan ingetin itu kak feb, Awww malu banget" ujar Zia sambil menutupi mukanya dengan bantal.
"Dih dih dih.." cibir Zean.
"Mau gue jotos apa gimana sih lo bang? Lagi pms lo ya? Sensi mulu." cela Zia dengan muka datar. Zean malah tertawa.
"Abang mu itu lagi aneh emang, kurang piknik" jawab Febby.
"Kak feb ngode ya? Ciaahhh.. bang kak Febby minta liburan loh" kata Aska.
"Gak peka banget jadi suami, parah parah" ledek Zia.
"Kamu mau liburan?" tanya Zean pada Febby. Saat Febby ingin menjawab anak ajaib datang, si Zai.
"Liburan? Liburan kemana? Ikut dong gueeee" pinta Zai.
"Eh cecunguk, dari mana kamu?" tanya Zia.
"Jemput istri calon"
"Calon istri gobΒ·lok, ih au ah" protes Zia.
"Itu maksud gue" kata Zai sambil cengengesan.
"Mana?" tanya Zean.
"Apanya?" tanya Zai.
"Lemot banget otak lo Zai!" kata Zean datar.
"Masih diluar, takut sama Zia dia" jawab Zai.
"Lo mau gue cakar?" tanya Zia, Zai menggeleng diikuti dengan nyengir kuda khasnya. 'nyengir aja ganteng adek gue, ya allah. sia sia banget kegantengannya kalau dapat cewek model kentang' batin Zia.
"Papi mami mana sih?" tanya Aska kebingungan.
"Kenapa cariin papi nak?" tanya Zeco yang tiba tiba muncul dari pintu masuk.
"Tuh kan, papa kayak hantu, muncul tiba tiba" cela Zia. Zeco senyum pepsodent. Zia beranjak menyalimi papa mamanya. Aska juga melakukan hal yang sama.
"Papa mama dari mana?" tanya Zia.
"Papa mu ngajakin mama jalan jalan" jawab Zeva.
"Asekk, papa emang pengertian banget" kata Zia.
"Ya iyalah" balas Zeco sombong.
"Jangan dipuji sayang, papa kamu nanti terbang" sahut mamanya lalu pergi ke kamar duluan, Zia cengengesan.
"Pi, ada yang mau Aska kasih tau ke papi" ujar Aska pada Zeco.
"Apa itu?" tanya Zeco, Aska menjawab dengan kode yang tidak dimengerti orang lain.
"Oh yaudah kita keruang kerja papi aja" ajak Zeco.
"Loh loh? Apaan kok gue gak tau??! Dih" cela Zia. Zeco dan Aska mengabaikannya dan berjalan menuju ruang kerja Zeco.
"Udah diemmm, bacot mulu astaga" cibir Zean.
__ADS_1
"Suka suka gue dong" balas Zia.
"Baby Zap, sama aunty yok. Aunty males disini. Daddy kamu galak" ajak Zia pada Zafran.
"Iya aunty, Daddy galak. Masa iya Daddy bilang mau buang Zafran ke laut kalau dede baru udah lahir" ujarnya.
"Wahh, Daddy kamu benar-benar kejammm. Nanti kamu aunty bawa ke rumah aunty mau?" tanya Zia.
"Nggak mau, nanti Zafran malah gangguin aunty sama samchon. Kalau gangguin Mommy sama Daddy kan gak apa apa" jawab Zafran tersenyum Pepsodent.
"Awww gemesss" Zia menggendong Zafran.
"Mana calon istrimu dek?" tanya Febby pada Zai.
"Diluar kak gugup dia"
"Suruh masuk lah" kata Febby.
"Sayangg masuk lahh" suruh Zai. Rere pun masuk, dia menggunakan gaun pendek diatas lutut yang menampakkan bahunya. 'baju kurang bahan dipake' batin Zia mencibir. Jiwa menghujatnya sudah mulai muncul ke permukaan.
"Halo bang, halo kak. Nama saya Adrea Zeline. Panggil aja Rere" katanya sambil tersenyum.
"Duduk re" suruh Febby.
"Iya kak" jawab Rere, Rere pun duduk di sofa, berhadapan dengan Zean dan Febby. Zean menatapnya terus menerus. Rere jadi salah tingkah karena Zean.
"Bang mau gue culek tuh mata?" tanya Zai saat melihat Rere yang risih. Zean tidak menjawab, dia mengalihkan pandangannya ke ponsel.
"Bang Ze, gue keluar dulu. Mau ajak Zafran main" kata Zia.
"Hm" jawab Zean singkat sambil memainkan ponselnya.
"Daddy mu emang, irit banget bicaranya" ujar Zia pada Zafran, mereka masih disana.
"Kesal kenapa?" tanya Zia.
"Daddy gak pernah ajak Zafran liburan. Zafran kan juga mau kayak aunty keliling dunia. Setiap di ajakin, Daddy bilang βIyaβ terus tapi gak pernah berangkat" jawab Zafran. Zia mendekat ke Zean.
"Emang, suami dan ayah yang susah peka kamu bang." kata Zia, Febby cengengesan. Zean malah menatapnya dingin.
"Gak usah sok dingin setan" cela Zia pada Zean, Zean tetap sama.
"Zai, abang lo ngape?" tanya Zia pada Zai.
"Kagak tau gue kak, kayaknya kumat" jawab Zai meledek.
"Ada aura mistis makanya kumat dia. Hahahaha." tawa Zia. Zia mengambil kunci mobil Zai yang dimeja.
"Dek pinjem mobil. Gue mau ajak Zafran keliling" kata Zia.
"Bawa aja, bahan bakarnya isiin ya kak" jawab Zai.
"Luknut" balas Zia. Saat Zia keluar, dia menemukan Luis dengan istrinya di depan pintu.
"Hyaaa, syifaaaa.." kata Zia bersemangat.
"Ongkel" kata Zafran, Luis mengambil alih gendongan Zafran lalu pergi meninggalkan Zia dan Syifa. Zia pun memeluk Syifa. Syifa membalas pelukan Zia.
Syifa Annisya, istri sholehah yang ditemukan Luis saat dia sedang bekerja di Turki. Syifa asli Indonesia, namun dia melanjutkan kuliah S2 nya di Turki. Pertemuannya dengan Luis cukup berkesan. Dalam satu kali tatapan, Luis langsung jatuh cinta pada Syifa. Dia memperpanjang urusannya di Turki demi ta'arufan dengan Syifa. Setelah merasa sanggup, Luis pun menghalalkan Syifa.
Syifa punya kepribadian yang sangat baik. Dia sangat sholehah, cantik, dan sangat sempurna. Zia pernah berfikir, kalau sepupu anehnya itu memelet Syifa. Tapi nyatanya tidak, mereka menikah karena saling mencintai. Pernikahan mereka satu bulan setelah Zia menikah, dan dilaksanakan di Indonesia.
"Aku pikir kamu di turki" kata Zia setelah melepas pelukannya.
"Beberapa Minggu yang lalu emang di Turki sih. Luis suruh pulang, katanya mau ngajakin ketemu sama calon istri Zai." jelas Syifa.
__ADS_1
"Loh, luis ikut ke turki?" tanya Zia.
"Ikut, cuma sebentar disana. Ngambil barang yang ketinggalan." jawab Syifa.
"Huaaa enak banget kamu, aku pengen lanjutin kuliah tapi males. Kuliahnya jadi ngulang ntar" keluh Zia.
"Eh semprul, ngapain ngobrol depan pintu? Masuk!" suruh Zean.
"Hati hati ya fa, Zean lagi kumat" bisik Zia. Syifa tertawa.
"Eh, Zafran tadi mana? Zap, baby zapp" panggil Zia.
"Zap di dalam auntyyy" balas Zafran sedikit berteriak.
"Ayok masuk" ajak Zia, Syifa mengikuti Zia.
"Assalamualaikum" kata Syifa.
"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan.
"Eh ada Lulu, apa kabar lu?" tanya Aska, dia baru keluar dari ruangan mertuanya.
"Lulu Lulu, nama gue jangan diganti kampret. Nama gue keren gitu di ganti aneh aneh" keluh Luis. Mereka tertawa.
"Bang Luis baperan," sahut Zai.
"Nah bener, makin baperan dia" sahut Syifa. Mereka pun tertawa lagi.
"Mana calon istrimu Zai?" tanya Luis.
"Ini" Zai sambil menunjuk ke Rere. Luis berbalik langsung memeluk Syifa.
"Eh?"
"Kita ke kamar aja ya sayang" ajak Luis, dia langsung pergi ke lantai atas.
"Makin aneh aja si aneh" ledek Aska.
"Ngomongin apa aja sama papa?" tanya Zia.
"Nggak ada, jadi nggak?" tanya Aska pada Zia.
"Jadi apa?" tanya Zia bingung.
"Oh gak jadi, ya udah" Aska berjalan ke sofa. Beberapa detik kemudian dia mengerti maksud Aska. Ice cream.
"Eh jadiiiiii aaaaa..." pinta Zia. Aska langsung menarik Zia.
"Tunggu sayang" pinta Zia.
"Kenapa?" tanya Aska. Zia menyuruh Aska berbalik. Terlihat muka berharap Zafran yang ingin ikut. Aska langsung menggendongnya.
"Bang anak lo gue culik" kata Aska lalu pergi. Dia menggandeng tangan Zia, sambil menggendong Zafran. Mereka tampak seperti keluarga bahagia.
_______________
Edit:
Uwhuu, sambil menunggu up-nya Ciwi Barbar, kalian bisa baca karya author yang satu lagi π judulnya ; Four Crazy Girls
Jangan lupa like, saran dan vote yaa π
See you next chapter π€©
________________
__ADS_1