
Zia telah selesai kuliah, dan dia menelpon Aska. Tanpa dia tau Aska sudah berada di dalam mobil yang terparkir kampusnya.
—Kucingkecil—
📞 Zia; dimana pak?
Aska; ceilah kayak gue supir aja dah!!
📞 Zia; (tertawa, Aska melihat Zia yang tertawa) gue udah siap kelas nih.
Aska; plat nomor ******
📞 Zia; buat apaa? Gue udah didepan mobil itu dah.
Aska keluar dari mobilnya, Zia pun mematikan teleponnya.
"Kamprett emang" kata Zia sambil tersenyum sinis.
"Mau pulang kerumah gak lo?" tanya Aska.
"Emmm.. pulang gak ya??" tanya Zia sambil memikir mikir. Aska mendekat kearah Zia dan merengkuhnya.
"Pulang apa gak nih?"
"Lepasin ege, diliatin para manusia inii" berontak Zia.
"Terus?" tanya Aska, seketika dia tersadar jika Zia akan bertunangan dia pun melepaskan rengkuhannya.
"Maapp lupa gue kalau Lo punya tunangan" jawab Aska, Zia menjadi kesal mendengarnya.
"Belom tunangan ogebb" jawab Zia.
"Mana yang lain? Kok Lo sendirian?" tanya Aska. Belom sempat Zia menjawab, teman temannya muncul.
"Eh woi" sapa Luis.
"Dah lancar bahasa Indonesia ya Lo lu" balas Aska.
"Ya iyalah" jawab Luis
"Hai ca, tan" sapa Aska. Ica dan Tania hanya tersenyum.
"Ca Lo udah jadian belom sama Ivan? Ivan bilang sama gue kalau dia cinnnntaaa banget sama Lo. Jadi Lo jangan deket deket sama orang lain nanti dia cemb—" mulut Aska dibekap oleh Ivan.
"Pulang ke Indonesia nyebarin aib gue ya bang" kata Ivan sinis, mereka yang melihat pun tertawa. Aska memberontak melepas bekapannya.
"Kamprett Lo ya" ledek Aska. Semua mahasiswi yang melihat Aska terpukau karena Aska yang tampan sebelas dua belas dengan Bian.
' eh itu Zia sama cowok siapa lagi? '
' bukannya dia pacaran sama kak Bian?'
__ADS_1
' itu cowok ganteng banget lagi '
' mobilnya keren jugaa '
' Zia kok banyak cowoknya sih? '
Gosip dari para mahasiswi.
"Woi, mulut kalian bisa diem gak hah? Jangan sampe orang yang lo gibahin bertindak ya! Gak tau apa apa mending diamm!!" teriak Tania kesal. Zia hanya tersenyum karena Tania membelanya.
"Luis, gue pinjem ni anak ya? Ntar gue izin kok sama om ze—" mulut Aska dibekap Zia. Zia menarik nafas panjang. Karena Aska lumayan tinggi darinya. Dia berjinjit untuk berbisik ke Aska.
"Identitas gue sebagai keluarga Hitler belum ada yang tau, makanya gue diginiin. Lo jangan sampe buka semua yang udah gue pendem selama ini. Nama bokap gue itu udah tenar ege, emang nama Zeco pasti banyak tapi setau gue jarang ada orang namanya Zeco paham?" bisik Zia lalu membuka bekapannya
"***** sih! Pantesan diginiin!!!!" jawab Aska.
"Ngeselin ya Lo" sahut Zia.
"Iya ntar gue bilangin." Jawab Luis.
"Gue balik dulu dahh" pamit Ica.
"Gue anter" tawar Ivan
"Pepet terosss bangg" ledek Aska.
"Gue balik dulu yaa, ayok sayang" ajak Dimas pada Tania.
"Sumpah Lo balik dari Amerika makin ngeselin pengen nabok!" sahut Dimas. Aska hanya menyedikan bahunya. Setelah itu berjalan menuju pintu penumpang membukakan pintu untuk Zia.
"Silahkan masuk princess!!" suruh Aska.
"Sa ae kembaran kudanil" ledek Zia
"Gue duluan ya gays" pamit Zia.
"Tiati, kalau dia macem macem kasih tau guee!!" suruh Luis. Zia pun mengiyakan lalu masuk kedalam mobil Aska, dan meninggalkan Big Bang University. Mereka semua pun juga pergi meninggalkan kampus itu.
"Mau kemana?" tanya Zia.
"Lo maunya kemana?" Zia pun berfikir dia bingung ingin kemana. Tetapi Aska memutar balik mobilnya menuju kafe yang cukup ramai.
"Laper gak? Makan yok!!" ajak Aska, Zia pun mengiyakan permintaan Aska.
"Kok Lo **** sih hm?" tanya Aska setibanya di kafe itu. Mereka juga sudah memesan makanan.
"Kenapa nutupin identitas Lo segala?" tanya Aska lagi.
"Ya gue gak mau aja" jawab Zia. Aska memajukan badannya dan menyentil jidat Zia.
"Be-go" ujar Aska.
__ADS_1
"Sakitt askaa!"
"Udah dateng makanannya cepetann makan" suruh Aska. Mereka pun makan dengan tenang.
Diperjalanan setelah makan mereka ingin menuju apartemennya Aska. Aska bilang pada Zia lebih baik istirahat dulu biar gak kecapean, mereka akan keluar lagi setelah malam tiba.
Aska melihat Zia yang sibuk memainkan hpnya, dan melihat softcase yang dia berikan beberapa bulan yang lalu masih digunakan. Aska merampas hp Zia dan melihat, ternyata Zia sedang berbalas pesan dengan Qiara. Aska membalikkan hpnya Zia. Melihat softcase itu.
"Masih dipake ya? Gue kira udah dibuang."
"Ini tu masih bagus, gak Lo liat tuh masih sangat sangat cantik? Lagian gue suka sama casenya" jawab Zia
"Ooogituu."
"Gimana di Amerika?" tanya Zia.
"Biasa aja, gak ada yang enak"
"Siapa pacar baru Lo? Kenalan dong" kata Zia. 'pacar? gue maunya lo nda, gak peka apa gimana sih?' tanya Aska dalam hati.
"Gak punya"
"Ya kalii" Aska hanya berdehem. Mereka pun tiba diapartemen.
"Mandi sono! Bajunya dikamar!" suruh Aska. Zia berjalan menuju kamar Aska.
"Baju baru lagi ka? Ngerepotin banget ya gue" ujar Zia
"Ngerepotin apanya, nggak! Udah cepetann!" suruh Aska. Zia pun mandi dan mengganti bajunya dengan baju yang dibelikan Aska tadi. Maghrib pun tiba mereka sholat berjamaah, dengan Aska yang menjadi imam. Mukenah yang dikenakan Zia didapatnya dari kamar tamu Aska. Aska juga tidak tau mengapa ada mukenah disana.
Beberapa jam setelahnya mereka keluar dari apartemen untuk berjalan jalan. Aska sudah meminta izin pada papanya Zia, Aska mengajak Zia ke pasar malam, mereka menaiki berbagai macam wahana yang ada. Mereka menikmati malam ini dengan penuh canda tawa. Zia bahagia begitupun dengan Aska. Sesekali mereka berfoto bersama dengan gaya gaya yang kocak. Aska memainkan permainan yang ada disana. Dan dia mendapatkan boneka berukuran sedang. Dia memberikan itu untuk Zia.
"Gue gak doyan boneka askaa" protes Zia.
"Yaudah kagak apa apa sih. Gue gak mau tau pokoknya ini buat Lo!!" paksa Aska.
"Ya kali gue yang bawa pulang kerumah, yang ada gue dikatain gak waras sama bokap nyokap gue" lanjutnya. Zia membayangkan perkataan Aska, dan itu membuatnya ketawa ngakak.
"Gak bisa terbayangkan," kata Zia sambil tertawa terus.
"Kagak usah dibayangkan elahh!" suruh Aska. Mereka pun pergi dari situ dan menuju taman yang memiliki pemandangan yang sangat indah.
"Mau es krim gak Lo?" tanya Aska Zia hanya tersenyum. Aska pun pergi membeli es krim itu.
Mereka menikmati es krim yang dibeli. Zia duduk di kursi taman sedangkan Aska bersandar di mobilnya sambil memasukkan satu tangannya ke saku celananya. Dan tangan satu lagi memakan es krimnya. 'ganteng' batin zia. Setelah habis es krim dari kejauhan Zia melihat anak kecil yang sedang bersedih. Dia menghampiri anak itu. Aska pun mengikuti Zia.
"Hei kamu kenapa? Mana ibumu?" tanya Zia.
"Ibu cila dilumah kak, cila telpisah sama kakak cila" kata anak kecil bernama cila.
"Kamu mau es krim?" tanya Zia, anak kecil itu mengangguk. Zia melihat ke arah Aska dengan mata puppy eyesnya. Aska yang paham maksudnya pergi membelikan es krim untuk anak itu. Setelah dibelikan es krim, anak itu memakannya dengan tenang, setelah habis Cila melihat kakaknya yang sibuk mencarinya, dia pun berlari menghampiri kakaknya. Dan saat dilihat Zia dan Aska mengenal orang itu.
__ADS_1
"Lo?" Sahut Zia dan Aska bersamaan....