Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Perjalanan


__ADS_3

βœ‰οΈ


Ivan setres;


Gimana bos? Udah bahagia?


Aska;


diam lo, bacot mulu.


Ivan setres;


tihati nabrak.


Aska me read pesan chat Ivan. Dia kembali fokus kejalanan. Saat dia lihat kesamping ternyata Zia sedang mengantuk. Matanya gak bisa buat melek, tapi dia paksa untuk melek. Sampai pada akhirnya dia terlelap.


"Duh, sakit leher Lo kalau tidur kayak gini" ujar Aska was was. Gak lama kemudian, ponsel Zia berdering dan dia gak jadi tidur. Zia mengangkat panggilan video dari Zean.


β€”Bang Zeβ€”


πŸ“ž Zean; assalamualaikum, dimana? Udah di Paris?


Zia; waalaikumsalam, gue dijepang.


πŸ“ž Zean; Gak usah bacot deh ya. Dimana Lo?


Zia; Mobil.


πŸ“ž Zean; oh udah sampe Paris?


Zia; belom nyet, udah diam bang. Gue ngantuk bener deh.


πŸ“ž Zean; astaga emak gue ngidam apaan sih pas hamil Lo?


Zia; jahe


Aska tertawa mendengarnya.


πŸ“ž Zean; kurang ajar lu mah, itu siapa?


Zia; Mr Kusuma.


πŸ“ž Zean; Wah calon adek ipar.


Zia; gue tabok mau?


πŸ“ž Zean; jauh bos jauh.


Zia; Panggilin kak Febby, Luis atau Zai kek bang.


πŸ“ž Zean; Luis lagi ke Jerman, si Zai lagi mojok.


Zia; ta*i Zai mojok. Paling di pojokan kamar. Panggil cepat!


πŸ“ž Zean; Bawel. ZAI ZAI ADIK LAKNAT YANG BAIK HATI TAPI BOONG


Zia; sakit telinga gue kalau gini


"Apa bang? manggil gue panjang bener." tanya Zai darisana.


"Dipanggil Zia Lo" jawab Zean.


πŸ“ž Zai; halo kakakqueh yang kek monyet tapi cantik.


Zia; bang tampolin tolong (tersenyum)


Zean menampol Zai.


"Ih sakit bodoh!" umpat Zai.


Zia; Tampol balik dek.


Zai balik menampol Zean. Zean menatapnya sinis. Zia tertawa.


"Eh kenapa tampol tampolan kalian?" tanya Zeco.


"Disuruh Zia" ujar mereka bersamaan. Zia cuma cengengesan.


Zia; hello papa handsome!!! Zia rinduuuu.


πŸ“ž Zeco; Halah gayamu. Kamu dimana? Sama siapa?


Zia; mo ke Paris dong. Sama...


"Calon suami om" potong Aska.


"Jih, monyet!" cibir Zia. Aska cengengesan.


πŸ“ž Zeco; Siapa sayang?


Zia; si Aska sedeng pa.

__ADS_1


πŸ“ž Zeco; loh, Aska? Kok bisa sama kamu?


"Kalau jodoh emang gak kemana mana om. Om jodohin Zia ke Bian, ujungnya ke Aska kan?!" jawab Aska.


"Bullshit Lo ah, gue yang ditanya Lo yang jawab" cibir Zia lagi.


πŸ“ž Zeco; Hahaha, papa susulin ke Paris mau?


"Eh ngapain mo keparis pa?" tanya Zeva darisana.


Zia; Mamiiiiiiiiii


πŸ“ž Zeva; Teriak teros!! Sakit telinga mama kamu buat.


Zia; (cengengesan.)


πŸ“ž Zeco; mau susul Zia ke Paris. Mama mau ikut?


Zia; ngapain disusul gausah.


Pletak!!


Kepala Zia disentil Aska.


"Dih kurang ajar" ujar Zia sambil mengelus kepalanya.


"Orang tua mau nyusul gak dibolehin, gila Lo?" tanya Aska, Zia cengengesan.


πŸ“ž Zeva; kamu sama siapa?


Zia; Makhluk gaib ma, anak om Hans.


"Dikata gue hantu apa?" tanya Aska menatapnya sinis. Zia menjulurkan lidahnya.


πŸ“ž Zeva; Eh halo nak Aska.


Aska; iya Tante.


πŸ“ž Zeva; jagain Zia ya nak, ya maap maap aja. Taulah Zia rada rada gimana gitu.


Zia; mama kok gitu?


πŸ“ž Zean; karena gak gini.


Zia; jih, diam lu njer ah.


Aska; hehe, iya tante. Aska bakal jagain kok, kan calon istri Aska.


Zia menggetok kepala Aska.


πŸ“ž Zai; Bang Aska jadi suami Zia setuju sih gue.


πŸ“ž Zean; gue juga.


Zia; GUE GAK MINTA PENDAPAT KALIAN!!!


πŸ“ž Zeco; papa juga setuju tau.


Zia; Tau ah, Zia ngantuk waalaikumsalam. (memutuskan panggilannya)


"Kenapa sih marah marah mulu? Pms?" tanya Aska kalem.


"Gak" jawab Zia singkat.


"Dih jangan gitu dong" suruh Aska mengelus pipi Zia.


"Lo lucu kalau lagi ngambek" ujar Aska. Zia berusaha menahan untuk tidak tersenyum.


"Ka, gue udah bilang jangan seromantis ini" suruh Zia.


"Gue juga udah bilang, gue bakal tanggung jawab" balas Aska.


"Lo kata gue hamil apa?!" tanya Zia kesal.


"Gak lama lagi lah, hamil anaknya gue" jawab Aska.


"Dih, gue tabok mau?" tanya Zia.


"Amin"


"Gak nyambung egeeee" balas Zia, Aska tertawa. Zia mulai terus menerus menguap.


"Tidur kalau mau tidur" suruh Aska.


"Lo ntar gak ada temen ngobrolnya"


"Ada setang bulat nih," jawab Aska.


"Halahlah"


"Udah tidur aja kalau ngantuk. Nanti gue bangunin kalau udah sampe" suruh Aska. Zia menuruti perkataan Aska karena matanya yang tinggal beberapa watt gak bisa tertahan. Dia pun tidur.

__ADS_1


"Nice dream" ujar Aska sambil mengelus pipi Zia yang sudah tidur.


β˜…β˜…β˜…


Beberapa jam kemudian, mereka tiba di Paris pukul dua belas siang. Alya dan Jimmy pun juga sudah tiba sejam yang lalu. Mereka sudah sampai di apartemen yang di sewa Qiara dan Sam.


"Zia, hei sayang. Bangun" ujar Aska membangunkan Zia. Zia tidak merespon.


"Gemes banget gue sama Lo pengen nyium aja jadinya" kata Aska pelan sambil memandang Zia. Karena tidak tega melihat Zia yang tidur dimobil dengan pulas, dia menggendongnya.


"Suami siaga uy" ledek Dimas.


"Bodo amat, Ica, Tania atau siapa bawain barangnya Zia." balas Aska. Mereka pun mengambil barangnya Zia dan mengikuti Aska. Sampai di dalam lift, Zia pun bangun.


"Hwaa" teriak Zia.


"Ngapain teriak teriak?" tanya Aska. Zia memanyunkan bibirnya.


"Kode mau dicium?" tanya Aska. Zia mendorong jidat Aska.


"Apaan sih? Turunin" pinta Zia. Aska pun menurunkan Zia. Dia melihat sekelilingnya, ada teman temannya yang lain.


"Aaaaa allo qiaaaa" ujar Zia kegirangan. Qiara memeluk Zia.


"Kalau mau ke London gak perlu kabur, banyak yang panik" cibir Samuel.


"Apasih muel, jangan sama kayak Ivan deh. Hobi banget ceramah" balas Zia. Yang lain tertawa.


"Cuma.. Qia?" tanya Alya.


"Yuhuuuu, alyaaaaa" panggil Zia. Zia memeluk Alya. 2 detik kemudian Tania dan Ica ikut gabung memeluk Zia, setelahnya mereka melepaskan.


"Lo galau?" tanya Qiara.


"Nggak" jawab Zia.


"Kok kurusan?" tanya Alya gantian.


"Yang bener, mam*pus deh gue" ujar Zia, dia melihat ke tubuhnya.


"Eh kenapa?" tanya Ica.


"Kurus banget?" tanya Zia balik.


"Gak sih" jawab Tania.


"Kenapa sih heh?!" tanya Jimmy.


"Ntar gue disuruh makan makanan aneh kalau kekurusan" jawab Zia.


Ting..


Lift terbuka.


Pas didepan lift itu adalah apartemennya Qia dan Sam. Mereka pun masuk. Zia langsung menyandarkan punggungnya di sofa. Begitupun yang lain.


"Kamarnya gak banyak, cuma lima. Jadi.."


"Lima dikata gak banyak?!" protes Zia.


"Diem dulu ih" suruh Qiara, Zia pun diam sambil memakan cemilan yang ada dihadapannya.


"Karena kita lima pasangan jadi tidur sama pasangannya masing-masing" lanjut Qiara.


"Gila Lo? Gue?" tanya Zia.


"Aska" jawab Qiara.


"Jih? Ica Tania?" tanya Zia lagi.


"Sama laki gue lah" jawab Ica dan Tania barengan.


"Ya tapikan belom sah!!!!" kata Zia. Zia melihat ke arah Aska yang santai.


"Lo kenapa gak protes?!!" tanya Zia pada Aska.


"Ngapain gue protes? Gue tidur sama calon istri juga. Kalau gue disuruh tidur sama Ica baru protes" jawab Aska.


"Jih, gitu banget kalian ah" cibir Zia lalu memakan cemilannya lagi.


"Daripada jadi nyamuk diantara kita" Sahut Dimas.


"Serah deh" jawab Zia.


"Gak bakal gue apa apain kok, tenang. Nanti gue tidur disofa" ujar Aska. Zia pun kembali tenang. 'berhasil' batin Ica dan yang lain.


____________


Hohooo..


Ceritanya ngasal ini, jadi kalau ada salah, yaaaa author minta maap😁

__ADS_1


Bonus satu chapter hari iniii 🀩


____________


__ADS_2